Force 5

14 Feb

Cherry Chibi presents~

FORCE

CHAPTER 5

[GENRE:;: Fantasy, Sho-ai, Mistery(?), Dark(?!)]

[RATING:;: T (or G?)]

[A/N:;: hahay~ ini forcenya~ *diparut reader yg nunggu seabad* hehe… cherry rada males lanjutin cuz netbook cherry ber kali2 di servicekan tp lupa copy ide cerita yg udah cherry ketik~ jdi blank n g nulis2~ okay, moga puas! =w=/]

Happy reading~


 

“L-lupakan!” Ryeowook mengambil bulu perak tersebut dari tangan namja di hadapannya.

DEG

Ryeowook kembali membulatkan matanya. Tubuhnya terasa membeku sekarang. Tubuhnya terasa dingin tepat ketika kulit tangannya bersentuhan dengan bulu itu. Nafas Ryeowook terhenti. Perasaan ini… perasaan yang sama seperti saat dia berada di ruangan gelap itu, tempat di mana dia dan Jungsoo dipertemukan kembali. Ruangan yang dikatakan Jungsoo sebagai dimensi lain yang hanya bisa dimasuki tiga orang; Jungsoo, Ryeowook dan…

DEG

Ryeowook mendongakan wajahnya saat melihat bayangan seseorang mendekat. Sesosok namja muncul di belakang Kyuhyun.

“Akhirnya aku menemukanmu.”

Kyuhyun menoleh saat mendengar suara itu. Dia melempar senyum lebar saat namja itu menatapnya tajam dengan deathglare.

“Ehehe… Changminnie capek mengejarku?” tanya Kyuhyun sembari berdiri dari posisisnya dan menghadap namja tersebut.

Namja yang dipanggil “Changmin” oleh Kyuhyun tersebut hanya menghela nafas lalu menonjok lengan Kyuhyun pelan. “Ditinggal cari makan malah kabur ke sini.” Nafasnya terengah dengan keringat bercucuran. Seperti habis lari marathon.

“Kamu lama, sih. Dan aku melihat dia berlari ke air terjun.” Kyuhyun menoleh ke arah Ryeowook saat berkata “dia”.

“Huh? Nugu?” tanya Changmin. Matanya menatap Ryeowook yang terdiam di tempat dengan tangan masih menggenggam bulu perak.

“Dia Ryeowook. Anak pemilik rumah itu.” ucap Kyuhyun sembari membantu Ryeowook berdiri lalu membersihkan debu yang menempel di celana Ryeowook.

“Oh, jadi kau anak itu? Kyuhyun bercerita banyak tentangmu. Salam kenal! Aku Shim Changmin.” Changmin mengulurkan tangannya.

Ryeowook menerima uluran tangan Changmin setelah memastikannya pada Kyuhyun dan Kyuhyun mengangguk. Memastikan bahwa Changmin bukan orang dengan niat tak baik.

“Hei, bisa antar aku ke rumahku?” tanya Ryeowook, menatap Kyuhyun. “Aku sedikit lupa jalan desa ini.”

“Tentu.” Kyuhyun tersenyum. “Sekalian kutunjukan di mana aku menemukan bulu aneh itu.”

“Ah, hei! Di sana mengerikan, kan!? Jangan coba coba ke sana lagi!” Changmin terlihat panic.

“Ah~ ayolah Changminnie…! Kau sendiri ingin ke sana, kan?” Kyuhyun meragkul bahu Changmin yang lebih tinggi darinya itu.

Terlihat Changmin ragu untuk menjawab. Dari expresinya terlihat dia mengiyakan perkataan Kyuhyun, tapi juga ingin membantahnya. “Di sana sering muncul, kan?”

“Ayolah, Changminnie…! Itu hanya ilusi kita saja, kan? Orang lain tidak bisa melihatnya. Lagipula baru dua kali kita melihatnya, tidak bisa disebut sering!”

“Lihat apa?” tanya Ryeowook bingung. Di rumahnya ada sesuatu? Atau… petunjuk mengenai semua ini?

“A-ah itu…”

GREBB

“Kajja, Ryeowook-a! Hati-hati dengan batunya!” Changmin menutup mulut Kyuhyun dan menyeretnya sebelum namja itu menyelesaikan kalimatnya.

“Ne,” sahut Ryeowook. Dia mengamati Kyuhyun yang berusaha lepas dari tangan Changmin dengan susah payah, membuat Ryeowook tertawa pelan. Dahulu Kyuhyun yang menjahilinya begitu, kali ini tidak lagi. Changmin berhasil mendapatkan Kyuhyun sebagai pemenang. ^^

Tapi Ryeowook tidak sadar, kalimatnya yang terakhir bisa mengakibatkan kesalah fahaman bagi dirinya sendiri maupun kita. Lagi pula dia tak peduli. Dia tetap berjalan mengikuti Changmin dan Kyuhyun, melupakan anggota kelompoknya sejak dia melihat ikan-ikan itu.

“Oh ya, ikan,” desis Ryeowook pelan. “Mereka tidak mati, kan?” Ryeowook menolehkan kepalanya ke belakang, ke arah sungai. Dan detik itu juga dia merasa kepalanya berdenyut dan terasa sangat berat.

“Ini waktunya…”

Terdengar sebuah suara lirih yang lembut. Tapi Ryeowook justru merasa sekujur tubuhnya dingin saat suara itu membelai gendang telinganya.

Ryeowook mengcengkram rambutnya, berusaha menjaga keseimbangan tubuhnya yang tiba-tiba hilang.

DEG

Dalam alam bawah sadar Ryeowook dia melihat sesosok yang memegang pedang panjang dengan darah menetes di sekujur pedang tersebut. Dan orang itu menyeringai pada Ryeowook. Dari matanya Ryeowook dapat melihat kepuasan di sana.

DEG

“Aku menemukanmu…”

DEG

Sekilas Ryeowook melihat kobaran api yang sangat besar. Ryeowook mengenal sesuatu yang dibakar itu. Itu rumahnya… kenangan keluarga besarnya. Yang di tengah lidah api berdiri seorang namja yang tersenyum senang.

DEG

“Kau siap?”

DEG

“Wook— Ryeowook!”

“Ryeowook-a!”

Seketika Ryeowook sadar dari lamunannya. Dia menatap linglung Kyuhyun dan Changmin yang berdiri tak jauh darinya.

“A-ah, ne?”

“Palli!”

“Ne!” Ryeowook berlari mengejar Kyuhyun dan Changmin. Dan mereka mulai berjalan menuju rumah Ryeowook. Tepatnya, lahan kosong yang kini telah ditumbuhi rumput liar.

“Ini…” Ryeowook melihat ke sekeliling. Apakah waktu berjalan segitu cepatnya? Bukankah Kyuhyun tadi bilang kalau rumahnya terbakar saat dia di bawa oleh K.A? Tapi kenapa tanaman yang tumbuh sudah sangat banyak? Walau tanaman-tanaman tersebutterihat aneh, tumbuh subur tapi kering dan nyaris terkabar.

“Aku menemukan bulu itu di sini.” Kyuhyun berjalan mendekati tengah-tengah lahan tersebut. Dia menunjuk tanah yang dipijaknya dengan telunjuk.

Mata Ryeowook sedikit membulat. Entah mengapa perasan Ryeowook mengatakan bahwa tempat yang di tunjuk Kyuhyun sangatlah berharga. Walau seingatnya hanya sebuah lemari kecil usang yang berdiri di sana sebelumnya.

Ryeowook punya perasaan tidak enak lagi tentang ini.

<><>0<><><><>0<><><><>0<><><><>0<><><><>0<><><><>0<><><><>0<><><><>0<><><><>0<><>

Cessshhh

Jungsoo membolak balik masakannya dengan sesekali menatap ke arah hutan. Heechul yang menyadari hal itu menghapiri sahabatnya dengan meninggalkan pekerjaan memotong sayurnya.

“Khawatir dengan dia?” Tanya Heechul saat suda duduk di samping Jungsoo.

Jungsoo menoleh dengan terkejut lalu tersenyum tipis. “Begitulah.”

Heechul menghela napas pelan. “Walau bukan adik kandungmu kau tetap menganggapnya sebagai saudara sedarah. Apa ada hubunganya dengan kekuatan keluargamu?”

Jungsoo menggeleng. Dia menatap kembali masakannya. “Aku menyayanginya karena dia memang adikku, walau sepupu. Dan dialah satu-satunya yang berhasil membuatku kembali tersenyum setelah kematian orang tuaku.”

“…” Heechul menatap Jungsoo yang memperlihatkan ekspresi sedih. Heechul memeluk Jungsoo sekilas lalu berdiri meninggalkan Jungsoo karena Youngwoon menyuruhnya kembali memotong sayur.

“Tenang saja! Kita yang menjaganya.”

Jungsoo tersenyum tipis. Lebih baik dari senyum mirisnya tadi. “Eung…” dan mengangguk kecil.

Diam-diam Jongwoon mendengar pembicaraan keduanya. Dalam diam dia tetap melanjutkan memotong bambunya. Lima menit kemudian dia selesai dan berjalan ke Jungsoo yang sudah selesai dengan masakannya.

“Ada apa, Jongwoon-ssi?” Tanya Jungsoo ramah. Tangannya menata masakan yang sudah selesai. Kibum dan Youngwoon sudah selesai dari tadi dan sekarang sedang berlatih.

“Ayo ikut aku!”

“?”

Walau bingung akhirnya Jungsoo beranjak dari duduknya.

“Kalian makan duluan saja.” Ucap Jongwoon ketika melewati Youngwoon. Kibum yang mendengarnya tersenyum lebar dan berlair menghampipir meja. Dia sangat lapar…

“Jungsoo-a,”

“Ne?” sahut Jungsoo menghentikan langkahnya. Dia menoleh pada Heechul yang beridir di belakangnya.

“Cepat kembali! Aku ingin makan bersamamu.”

Jungsoo mengenyitkan keningnya. Ada apa ini? Kenapa aura Heechul terlihat berbeda? Meski cara bicara dan ekspresinya tidak berubah. Tapi Jungsoo bisa membaca di mata Heechul… sesuatu.

“Baiklah.” Jungsoo mengangguk, tersenyum.

“Jungsoo-ssi, kajja!” seru Jongwoon.

“Eung!” sahut Jungsoo lalu berlari menyusul Jongwoon.

Dengan berjalan mereka menuju sebuah tempat. Melewati jalan setapak yang di sepanjangnya berjejer pohon rindang dengan tanaman indahnya. Jungsoo melihat sekelilingnya dengan tatapan heran. Dia pernah tahu tempat ini. Dia yakin pernah berjalan melewati tempat ini sebelumnya. Walau memang sedikit berbeda dari yang pernah dia lewati. Dan dia sadar. Ini tempat tinggalnya bersama keluarga besarnya dulu. Setelah dia kehilangan kedua orangtuanya dalam pertarungan…

“Jongwoon-ssi, apakah ini—”

Belum sempat Jungsoo menyelesaikan kalimatnya matanya sudah menangkap sosok namja yang berdiri di tengah-tengah sebuah lahan kosong. Di samping namja itu berdiri seorang namja bertudung hitam yang menyeringai mengerikan. Samar-samar Jungsoo dapat melihat kobaran api di sekeliling mereka. Tapi detik selanjutnya setelah dia mengedipkan mata semua ilusi hilang. Hanya tinggal namja yang berdiri di tengah-tengah lahan berumput.

Jungsoo mengenali namja itu…

“Ryeowook-a!” Jungsoo berlari menghampiri Ryeowook. Ryeowook menoleh.

“Hyung!” serunya panic. “Kau kenal tempat ini?”

“Umm, yah begitulah. Aku punya perasaan kuat kenal tempat ini.” Jawab Jungsoo.

“Ini rumahku.”

“He?” Jungsoo menatap Ryeowook tak percaya. “Bagaimana bisa!?”

“Ada seseorang yang membakarnya. Dan ada hanya ini satu-satunya benda yang tak hagus.” Ryeowook memperlihatkan bulu perak di tangannya.

Mata Jungsoo membulat. Dia menelan salivanya berat. “Dia menemukan kita…”

“Ne?”

Jongwoon berjalan mendekati mereka.

“Dia datang.”

“Ya. Aku sudah datang.”

Ryeowook, Jungsoo, dan Jongwoon menoleh ke asal suara. Terlihat sesosok namja berdiri tak jauh dari mereka. Namja yang di wajahnya terdapat sebuah mark di pipi kirinya.

“Aku kembali, Ryeowookie…”

 

Tbc.

Hehe~ review, ya! ^^ wlo nie ff bingungin… akan cherry jelasin di next chapter… n u/ yg minta adegan YeWooknya~~ gomen cherry melenceng dri target awal yg niatnya banyak adegan YeWook… mTT___TTm malah jdi focus k TeukChul~

Makin banyak yg review makin cepet cherry update~

3 Tanggapan to “Force 5”

  1. rie analogy Maret 17, 2012 pada 2:30 pm #

    huaaaa..
    udah ampe chap-6..!

    • Cherry Chibi Maret 18, 2012 pada 2:30 am #

      iya… hehe…
      Rie kemana az? g muncul2~ TT0TT

  2. rie analogy Maret 21, 2012 pada 3:07 pm #

    kkk~
    b’tapa sama wookie..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: