So Tell Me What Should I Do

7 Feb

Cherry Chibi presents

So Tell Me What Should I Do

[YoungWoo & Jo Twins & KwangWoo]

[LENGTH:;: Oneshot]

[GENRE:;: Romance(?), Shounen-ai]

[WARNING:;: Aneh! Gagal! Cerita maksa cuz author dah ngantuk bikinnya. YAOI! Boy X Boy! Don’t like? DON’T READ!]

[A/N:;: Ni Cherry ngantuk bikinnya! Jadi gomen klu aneh… trus bahasanya jadi ngarang gitu. Karena Cherry g tau ttg console2 game dkk jdi sorry klu salah==v]

Happy reading~

~”:0:”~

 

“Waaaaaa!!” Youngmin berteriak histeris tapi matanya tidak lepas dari layar televisi di hadapannya. Tangannya tetap pada console dan jarinya terus bergerak seiring suara-suara—yang berusaha mendramatisir keadaaan—keluar dari mulutnya.

Di samping Youngmin—namja berambut pirang yang dengan hebohnya bermain game—Kwangmin dan Minwoo—sesama magnae Boyfriend—juga tak kalah heboh meneriakan teriakan yang biasa dilakukan saat sedang seru-serunya bermain.

Tiga magnae itu sedang menikmati masa liburan sekolah mereka dengan bermain di drom Boyfriend. Dan seperti anak SMA lainnya, mereka menghabiskannya dengan bermain. Melepas penat setelah bersekolah dan jadwal yang padat adalah hal wajib bagi remaja-remaja itu, untuk menenangkan fisik maupun emosional mereka.

Teriakan keluar dari bibir mereka, saling menyahut di antara suara game. Mata mereka tidak lepas dari layar di depan mereka, memantau tiap gerakan dari player yang masing-masing mereka mainkan. Meski begitu tangan mereka sudah hapal dengan tiap inchi dari console di tangan mereka, sehingga tidak kesulitan untuk mengarahkan player mereka.

Hingga sebuah teriakan mengintrupsi gerakan mereka.

“YOUNGMIN-A!!!”

Youngmin mendengus kesal. Permainannya diganggu. Otomatis game mereka dihentikan.

“YOUNGMIN-A!!!”

“Ne!” sahut Youngmin yang mulai beranjak dari duduknya. Kwangmin dan Minwoo menoleh ke arahnya.

“PALLI!”

“Ne! Ne! Chakkamanyo!” dengan sedikit berlari Youngmin beranjak menuju pintu. Diraihnya knop pintu lalu keluar setelah membukanya.

BLAM

Setelah Youngmin meninggalkan ruangan tinggalah Kwangmin dan Minwoo di sana. Di antara keduanya, Minwoolah yang sedikit panik dan cemas dengan keadaan itu. Tujuan awalnya tadi adalah untuk menghabiskan masa liburannya dengan Youngmin. Dan dia terpaksa bersama Kwangmin—yang notabenya saudara kembar dari namja yang disukainya—karena Youngmin menyeretnya untuk bermain. Dan kini Minwoo terjebak bersama Kwangmin dalam suasana canggung. Minwoo sedikit merasa bersalah menyukai saudara orang lain. Well, sedikit. Mengingat Kwangmin seolah memperlihatkan bahwa dia menyukai saudara kembarnya melebihi cinta pada anggota keluarga, dan itu juga disukai para fans.

“Kita mulai permainan baru lagi, ya? Playernya hilang satu…” tawar Minwoo setelah berpikir apa yang akan diucapkannya. Perlahan dia beranjak dari posis duduknya. Tangan kanannya terulur mendekati PS3. Tapi gerakannya terhenti seketika ketika sesuatu yang hangat menyentuh tangan kirinya. Dengan cepat Minwoo menoleh ke kirinya. Dia ingat, Youngmin yang tadi duduk di kanannya dan kiri untuk… Kwangmin.

Minwoo menatap bingung Kwangmin. Tangan namja itu berada di atas tangannya, sedang meremas tangannya tepatnya. Dibalik keheranannya, Minwoo merasakan kenyamanan saat tangan Kwangmin menyapu lembut tangannya. Dan tatapan Kwangmin yang dilemparkan padanya menambah ketidak sanggupan Minwoo untuk mengalihkan matanya dari namja di hadapannya itu.

“Kwangmin-a…?” akhirnya terucap juga kata dari bibir Minwoo.

“Minwoo-a…” Kwangmin mengucap nama Minwoo dengan tatapan yang sulit diartikan oleh sang pemilik nama. Perlahan badannya bergerak mendekati Minwoo. Sangat perlahan. Gerakannya begitu tidak disadari oleh Minwoo karena namja itu sudah terhipnotis oleh kedua bola mata Kwangmin.

Hingga nafas Minwoo terhenti saat menyadari betapa dekat wajah Kwangmin dengannya. Dia heran saat tiba-tiba Kwangmin memejamkan matanya. Namun pertanyaannya itu segera terjawab ketika merasakan sebuah sentuhan lembut di bibirnya. Hanya sekejap. Kurang dari lima detik namun sudah dapat membakar seluruh jiwa raga Minwoo. Karena perasaan Kwangmin yang panas merambat lewat sentuhan tersebut.

Kwangmin menarik wajahnya kembali secara perlahan. Matanya menatap Minwoo, melihat bagaimana reaksi namja yang lebih muda darinya itu. Dan yang didapatinya adalah wajah merah Minwoo, masih dengan mata membulat kaget. Tidak percaya.

“Minwoo-a…” bersamaan dngan panggilan dan sentuhan tangan Kwangmin di pipi merona Minwoo, magnae itu sadar dari lamunannya. Dengan cepat matanya bergerak mencari kilat dalam mata Kwangmin. Tapi begitu mendapatinya buru-buru Minwoo menundukan wajahnya. Takut dirinya akan meleleh melihatnya.

Tangan Kwangmin sedikit terlepas dari wajah Minwoo akibat pergerakan itu. Tapi dengan cepat juga Kwangmin meraih kedua pipi Minwoo dan menarik wajahnya agar menatapnya.

“Dengar…” ucap Kwangmin, yang membuat nafas Minwoo kembali tertahan. Dari jarak ini Minwoo dapat merasakan getaran dalam deru nafas Kwangmin.

“Aku mencintaimu, Minwoo-a…”

Mata Minwoo semakin membuka lebar. Keningnya mengernyit seiring gelengan kepalanya. “Tidak mungkin…”

Kini Kwangmin yang menatapnya bingung. “Tidak mungkin bagaimana?”

“Kau… mencintai Youngmin, kan? Saudara kembarmu sendiri…” Minwoo berusaha melepas tangan Kwangmin darinya dan berbalik namun buru-buru Kwangmin menahan bahunya.

“Ani, Minwoo…”

“Jangan berpikir aku akan teralih dari Youngmin hanya dengan kau menyatakan cinta padaku! Takkan kubiarkan kau merebut Youngmin dariku.” Minwoo menatap tajam Kwangmin. Dengan kasar tangannya melepas tangan Kwangmin darinya.

“Bisakah kau dengarkan aku dulu!?”

Gerakan tangan Minwoo terhenti ketika Kwangmin berseru dengan nada yang cukup tinggi. Tidak biasanya dia dibentak seperti ini…

“A-ah, maaf!” Kwangmin segera memeluk Minwoo menyadari namja itu terkejut oleh suaranya. “A-aku hanya…”

“…”

“…”

Kwangmin merasa Minwoo tidak bereaksi dalam pelukannya. Mungkin ini kesempatan baginya…

“Begini…” Kwangmin menarik napas. “Kau tidak sadar bahwa aku melakukan semua itu agar kau dan Youngmin berpisah? Aku berusaha mengalihkan perhatian Youngmin darimu. Dan dengan begitu aku akan lebih mudah mendekatimu.”

“Tapi… kenapa tidak mendekatiku langsung?” Minwoo bertanya lirih.

Terdengar dercakan kecil dan tawa halus. “Beginilah gayaku. Aku tidak menjamin dapat menahan diri bersamamu. Aku tidak mau merusak hubungan kalian berdua. Tapi, aku tidak bisa menahannya lagi. Maafkan aku…”

Kwangmin tersenyum detik berikutnya. Dia dapat merasakan gerakan gelengan kepala Minwoo di dadanya. Dan dia rasakan tangan Minwoo mulai merambat ke punggungnya.

“Aku memang menyukai Youngmin. Tapi kurasa masih ada celah bagimu kar—”

Belum sempat Minwoo menyelesaikan kalimatnya Kwangmin telah menarik wajahnya dan mempertemukan bibir mereka dalam kehangatan.

Minwoo terpaku dengan sikap tiba-tiba Kwangmin. Tapi dia mulai memejamkan matanya, menikmati ciuman itu, saat Kwangmin memagut lembut bibirnya. Dan dia juga membalas perlakuan Kwangmin padanya. Lembut. Perlahan. Namun sudah menghangatkan tubuh dan hati keduanya.

Semakin lama ciuman itu menjadi panas. Menjadi ajang pamer siapa yang paling ahli. Berusaha mendominasi yang lain. Saling melumat dan menjilat, bahkan menggigit lembut bibir partnernya. Dan Minwoo kalah. Dia pasrah ketika Kwangmin mulai mendorong lembut tubuhnya ke lantai.

Dan ciuman Kwangmin berlaih pada leher Minwoo. Cinta adalah naluri, bukan? Untuk pertama kalinya Minwoo merasakan nikmat dan sensai yang aneh. Namun dia menyukainya. Dia mempelajari dari gerakan Kwangmin apa yang harus dia lakukan. Dia mendesah, mengerang, dan menggelinjing ketika kulit mereka bersentuhan. Saat Kwangmin sudah berhasil membuka pakaian atas Minwoo. Dan tangan Kwangmin mulai beralih turun ke bawah perutnya.

Minwoo tersenyum. Dia menginginkannya. Sayangnya, saat itu juga dia teringat sesuatu yang membuatnya ragu. Dia mencintai Youngmin, tapi sayang Youngmin tidak mencintainya. Orang yang dicintai Youngmin atas namja yang berada di atas tubuhnya, yang baru menyatakan cinta padanya beberapa saat lalu.

Dia memang belum menyukai Kwangmin. Namun pastinya dia tidak ingin membuat orang yang dicintainya jadi membencinya…

Lalu… apa yang harus Minwoo lakukan? Menurutmu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: