Remember (So I)

7 Feb

Cherry Chibi presents

Remember

(Sekuel of Love Diasease)

So I

[CAST:;: Shim Changmin, Cho Kyuhyun, Lee Sungmin]

[GENRE:;: Shounen-ai, Angst]

Happy reading~

It’s time for the SEME

~0~

First person

~0~

 

Pening terasa menghantam kepala Changmin begitu namja tersebut membuka matanya. Dia mendapati lantai yang dingin-lah yang mengecup pipinya sepanjang malam, tanpa sesuatupun yang menyelimuti tubuh jangkungnya—selain pakaian wajib yang melekat di tubuh. Membiarkan seluruh suhu dingin menggulungnya. Tapi bukan itu yang Changmin permasalahkan. Rasa dingin itu tidak seberapa dibandingkan di sini.

Dada Changmin terasa sesak.

Hal yang pertama dia dapati ketika membuka mata adalah sebuah console game. Yang di sana terdapat inisial seseorang yang tidak memperbolehkan seorangpun menyentuhnya selain Changmin. Seseorang yang menjadi mimip buruk dan indahnya.

Pasti. Selalu perasaan itu yang terbayang kini. Changmin nyaris lupa kebahagiannya saat bertemu dia dulu. Yang ada selalu penyesalan dan air mata. Hanya itu.

Changmin memejamkan matanya dengan paksa. Berusaha menahan sakit di sekujur tubuhnya. Dalam maupun luar. Karena baginya itu tidak seberapa dengan yang dia rasakan.

Tekanan batin sangat sulit untuk dihilangkan, atau sekedar dilupakan. Dan Changmin tahu persis bagaimana rasanya. Sangat tersiksa. Mengingat—teringat—seseorang yang selalu kau pikirkan saat dulu dengan perasaan berbunga namun kini kau teringat dengan air mata penyesalan yang terus mengalir tanpa henti. Sulit untuk bangkit. Walau bisa, tapi tak ingin. Takut dianggap telah melupakan dia. Meski tahu lebih baik melupakan segalanya dan memulai dari titik baru. Tapi sudah terlanjur menikmati masa-masa bersamanya. Meski kini menyiksa mengingat dia, tapi di baliknya terdapat sebuah kenikmatan sendiri. Kenikmatan yang menyiksa.

Changmin tahu dia egois. Mengurung diri dalam keterpurukan dan tidak segera bangkit meski orang-orang di luar sana terus menunggunya. Dan itu menambah penyesalan Changmin. Semakin yakin bahwa keegoisan dirinyala yang membuat dia hilang dari sisinya.

Bibir Changmin tertarik ke samping saat mendengar suara bening dari namja yang dicintainya, membuat sebuah senyum indah. Lorong yang berisik tidak mempersulitnya untuk menemukan di studio mana namja itu berada. Dengan segera langkahnya berhenti tepat di depan pintu studio, membuat Yunho berteriak padanya.

“Ya! Kau mau ke mana?”

Changmin hanya melempar senyum lebar pada Yunho yang menatap kesal padanya, menyuruhnya segera kembali ke rombongan ‘keluarga’nya.

“Ah. Kudengar Kyuhyun juga ikut sebuah acara di sini. Benarkah itu, Changmin?” Junsu—yang berdiri di samping Yunho dan juga menghentikan langkahnya—bertanya pada sang magnae dan dijawab dengan anggukan semangat. “Pantas saja.”

“Ayo cepat! Kalian bisa bertemu nanti.” Yunho menghampiri dan menyeret Changmin menjauh dari pintu studio—yang di baliknya terdapat namja yang dicintai sang monster makanan TVXQ.

Changmin menanggapinya dengan keluhan. Meski tak urung juga dia mengikuti langkah sang leader. Setidaknya dia bisa menemuinya nanti.

Changmin tertawa pelan. Seharusnya saat itu dia benar-benar bersama keluarganya. Tidak perlu bermain keluar demi menemui dia dan justru menyerahkan pekerjaannya pada salah satu hyungnya. Yah, dia merasa sedikit bersalah emamng. Dan sikap profesionalnya jadi hilang karena seorang Cho Kyuhyun. Demi dia Changmin rela meninggalkan pekerjaannya. Memang tidak begitu penting, hanya berdiri sementara Yunho yang lebih banyak bicara dibanding member lainnya, namun tetap saja itu pekerjaan yang penting.

Sialnya Changmin tidak merasa bersalah karena hal tersebut.

“Changmin-a!” suara itu mengucapkan nama Changmin dengan senyum lebar. Kepalanya menengok ke arah pintu yang terbuka, di mana terdapat Changmin yang tersenyum dan menempelkan elunjuk di bibir—menyuruh magnae Super Junior itu untuk tidak mengeluarkan suara. Kyuhyun tertawaa pelan. Tangannya melambai menyuruh Changmin untuk masuk.

Dengan cepat Changmin masuk ke dalam ruangan itu, seolah takut seseorang memergoki gerakannya dan menyuruhnya kembali ke grupnya.

“Kau sendirian?” tanya Changmin saat mendapati hanya mereka berdua di ruangan itu.

Kyuhyun menjawabnya dengan senyum dan anggukan. Dia berlari dan melempot, memeluk tubuh magnae DBSK itu. “Bogoshipo~~”

Changmin terkekeh. Tangannya terangkat untuk membalas pelukan Kyuhyun padanya. “Nado.”

“Ah! Changmin-a!” tiba-tiba Kyuhyun menarik dirinya. Belum lima detik tangan Changmin melingkar di tubuhnya. “Ayo bermain keluar! Jadwalmu sudah selesai?”

“Ayo.” Sahut Changmin semangat. Dia bersyukur Kyuhyun yang mengajaknya duluan, mengingat dia sendiri kabur dari jadwalnya.

Senyum Kyuhyun semakin lebar. Perlahan dilepaskannya tangannya dari tubuh Changmin. “Aku izin dulu pada Sungmin hyung. Kau izin sana ke Jaejoong hyung!”

Harusnya saat itu dia menurut perkataan Kyuhyun untuk memberitahu Jaejoong bahwa dia akan keluar bersama namja yang dicintainya. Agar Jaejoong dapat memperingatkan kembali tentang firasat buruknya pada Changmin. Agar Changmin lebih menjaga Kyuhyun…

“Hei! Dengar! Aku bertemu Changmin di sini, Hyung!”

Changmin tersenyum mendengar nada ceria Kyuhyun. Meski panggilan itu tidak ditujukan padanya, namun Changmin senang dialah yang menjadi bahan pembicaraan.

Kyuyun terus mengoceh, membicarakan betapa senangnya dia bertemu Changmin tanpa sengaja di saat yang tepat. Sementara Changmin mengamatinya dari jauh, dengan sebuah senyum. Menjaga jarak dari Kyuhyun yang berada di pojok ruangan, berusaha menghindari suara bising dari luar—yang meski terhalang pintu tetap terdengar. Namun Changmin rasa percuma, karena Kyuhyun sendiri berbicara dengan suara keras.

“Tapi, Hyung! Janjiku pada Changmin tidak bisa di batalkan. Jadwal kami sangat sulit dicocokan.”

Changmin mengernyitkan keningnya. Sepertinya aura berubah…

Raut Kyuhyun terlihat kesal.

“Kumohon, Hyung, jangan chilidish begini! Bagaimana kalau besok? Kau bebas, kan?”

+”…”+

“…”

Changmin mulai berjalan mendekati Kyuhyun, berusaha mencuri dengar.

“Kalau begitu aku—HEI!” Kyuhyun menatap kesal layar ponselnya. “Aish!” Dia mengacak rambutnya kasar mengetahui sambungan sudah diputus.

“Err… waekurae, Kyu?” tanya Changmin pelan.

Kyuhyun menatap Changmin dengan tatapan menyesal. “Maaf sepertinya tidak bisa hari ini. Bagaimana kalau besok? Kau bisa, kan?”

“Tentu saja. Untukmu.” Changmin tersenyum tipis, meski sebenarnya kecewa dengan penolakan Kyuhyun. Demi Sungmin-kah…? Bagi Kyuhyun lebih penting Sungmin daripada dirinya?

“Gomawo. Mian.” Kyuhyun memeluk Changmin sekilas lalu segera menyambar jaketnya dan keluar ruangan.

“Chakkaman!” Changmin menahan Kyuhyun saat namja itu nyaris menutup pintu. Kyuhyun menengok ke arahnya. “Aku antar…”

Kyuhyun tersenyum lebar.

GRRRKKK

“Akkhh…” Changmin mengerang pelan saat tubuhnya terangkat perlahan ke atas. Saat dadanya tidak menyentuh lantai lagi justru semakin terasa sesak. Akhirnya Changmin putuskan untuk bangkit dari posisinya. Dan berbaring lemah di ranjangnya.

“Dagh!” Changmin melambai tak rela. Kyuhyun membalasnya dengan lambaian pelan, dengan senyum tipis. Sepertinya game lovers itu juga tidak ingin berpisah dengannya. Namun tetap saja dia berjalan di zebra cross.

Perlahan tangan Changmin turun, seiring dengan terhapusnya senyum dari wajah tampannya. Dia membalikan badannya. Changmin tidak suka ini. Dia ingin Kyuhyun lebih lama bersamanya. Meski sudah sepakat besok bermain bersama. Namun… bukankah Kyuhyun meninggalkannya karena Sungmin?

Dan Dewa Kematian seolah mendengar keinginan Changmin.

Sebuah truk melaju dengan kecepatan tinggi, tanpa kendali. Tanpa merasa bersalah menghempas tubuh seorang namja yang sedang menyebrangi jalan.

BRAAKK

Changmin menoleh dengan mata membulat. Kali ini dia berharap matanya rusak. Salah. Tidak dapat mengenali dengan baik tubuh milik siapa yang kini tergeletak tak berdaya di tengah jalan.

Air matanya merebak keluar. Kakinya diseret secara paksa ke tempat orang-orang mulai bergerombol. Meski tidak ingin. Tidak mau menerima kenyataan siapa namja berlumuran darah itu.

Perlahan kakinya terjatuh, menghempas tanah. Tangannya menggapai tubuh lemah itu. Membaur dengan darah dari namja yang dicintainya…

“KYUHYUN-A!!!”

Secepat kilat mata Changmin terbuka. Tubuhnya bangun dengan tegak. Nafasnya sudah terengah. Perlahan tangannya yang bergetar terangkat, meraba pipinya sendiri yang kini kembali basah.

Changmin membuang nafas berat. Rasa sendiri semakin menyelimutinya. Ditariknya kedua lututnya pada dada, dan mendekapnya. Dia menenggelamkan wajahnya di lipatan tangan yang berada di kakinya.

Changmin menggigit bibir bawahnya ketika sebuah ingatan kembali merasukinya. Tangannya yang memeluk hangat Changmin.

 

~0~0~0~

A/N:;: Hyaaaaa!! Tamat!!! ^0^/ gimana? Masih membingungkan, kah? Gomen… TT^TT cherry blon pandai bikn crita panjang… aneh, yach… ni yg Changmin ampe 5 halaman, yg Sungmin Cuma 3… hehe…~

Bagaimana? Ada yg mau lanjut? 0w0/ Tapi nggak jamin Cherry bakal nulis, loh~ cuz nie udah Cherry paksain bikin… (jdi sorry klu krasa keburu2)

Review? ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: