Force 4

22 Des

TITLE:;: FORCE

GENRE:;: fantasy, romantic(?), supranatural, suspense(maybe~), lanjutnya tentukan ndiri~ author g pandai dalm hal ini~

AUTHOR:;: Cherry Chibi>w<

A/N:;: uwaaaaa~~!! Gomen Lama gak dilanjutin~>< masih ada yg ingat? Ingat? Nih link ch sblon.a Ch 1Ch 2Ch 3 -~~ ~_^ yg blon baca baca ne~ happy reading~>w<

 

“Bagaimana?” Jongwoon membantu Ryeowook untuk berdiri. Dia melepas gelang di lengan Ryeowook lalu meletakannya di meja disampingnya.

Ryeowook mengernyitkan keningnya. “Apanya?”

“Kunci neraka…”

“Ada dalam tubuh Ryeowook.”

Ryeowook menolehkan kepalanya keasal suara secara cepat. Jungsoo berdiri disamping sebuah peti. Dia menatap dalam Ryeowook.

Rahang Ryeowook mengeras. “A-apa?!”

Jungsoo berjalan mendekati Ryeowook. Tangannya terangkat, mengelus perlahan mark di wajah Ryeowook. Matanya meredup menatap luka tersebut. Lalu dia menurunkan tangannya dan kembali menatap Ryeowook. “Kunci neraka sudah kau pegang. Sekarang kau pengendalinya.”

“L-lalu, Hyung?”

“Aku masih punya kekuatannya. Aku memegang sepertiga dan kau sisanya. Kita harus bersatu untuk membuka gerbang penjara neraka.” Jungsoo meremas pelan tangan Ryeowook. Dari tatapannya Ryeowook dapat melihat dukungan Jongsoo padanya. “Kau bersedia…, kan?”

Ryeowook menatap sesaat hyungnya, lalu beralih pada Jongwoon disampingnya. Namja berambut hitam itu hanya menaikan salah satu alisnya, menyerahkan semuanya pada Ryeowook. Ryeowook kembali menatap Jungsoo. Dia menghela nafas sesaat lalu tersenyum tipis. “Tentu.”

Jungsoo tersenyum lalu melingkarkan tangannya di tubuh Ryeowook, memeluknya dalam dekapan dalam. “Gomawo. Mianhae. Bogoshipoyo.”

Mata Ryeowook mulai basah. Dia rindu kehangatan ini. “Nado.”

“EHEM.” Tiba-tiba Heechul muncul disamping Ryeowook dan Jungsoo. Segera saja Jungsoo menarik pelukannya mendengar suara Heechul. Dia tersenyum lebar. Badannya tergerak begiu saja untuk masuk dalam pelukan Heechul.

Ryeowook ikut tersenyum melihat kedua namja itu kembali bersama lagi. Dia dapat melihat setetes air bening menggantung di ujung mata Heechul. Dan Jungsoo, tak perlu ditanya. Air matanya sudah meleleh sedari tadi.

“Ja! Waktu berpelukan habis.” Youngwoon menyeruak masuk bersama Kibum, merusak suasana. “Sekarang kita susun rencana. Ah, Jongwoon-a! Sudah ada rencana?”

Jongwoon mengangguk. Dia mengajak yang lain untuk keluar ke tempat yang lebih nyaman. Mereka duduk mengelilingi sebuah meja.

“Karna pemegang kunci sudah ada di sini, kita pikirkan rencana selanjutnya, yaitu melenyapkan L.D. Mereka sudah tahu siapa pemegang kunci dan dimana sekarang mereka.” bergantian Jongwoon menatap Jungsoo dan Ryeowook. “Kita pancing mereka. Kalian tetap bersama kami. Jungsoo-ssi, kau jangan kabur lagi.”

Heechul melirik Jungsoo yang tersenyum malu.

“Mereka bisa memperkirakan apa yang akan kita lakukan. Pada akhirnya pilihan akhir adalah bertarung. Pertarungan kekuatan. Kita harus bertindak cepat sebelum mereka. Sekarang rencananya adalah…” Jongwoon berdiri dari duduknya. “Menempa kekuatan kita sampai kemunculan mereka. Sementara itu biar aku yang pikirkan lainnya.”

<><>0<><><><>0<><><><>0<><><><>0<><><><>0<><><><>0<><><><>0<><><><>0<><><><>0<><>

“Waktunya makan siang~~” Ryeowook membawa keluar masakannya. Jungsoo membantunya.

Semua member K.A segera berkumpul di meja makan. Ryeowook tersenyum melihat yang lain makan dengan lahap. Entah karena masakan yang enak atau memang kelaparan, kelelahan setelah berlatih. Ah ya, berlatih.

Mereka berlatih kekuatan mereka. Ryeowook baru tahu, kalau K.A dan L.D memiliki kekuatan khusus. Youngwoon bisa terbang dan pengendalian air, entah apa hubungannya kedua kekuatan itu, sementara Kibum bisa membekekukan sesuatu dan itu yang menyebabkan suhu tangannya dingin, Heechul ahli dalam kecepatan, titik saraf dan dapat menghilang dengan memecah atomnya. Dan Jongwoon…, namja itu bisa sihir, mungkin juga itu alasan Jongwoon seolah bisa membaca pikiran Ryeowook. Kalau Ryeowook…

Ryeowook menoleh pada Youngwoon. Dia mengingat jawaban Youngwoon tadi.

“Entahlah. Aku tak tahu. Kau kami butuhkan karna kau punya hubungan dengan Jungsoo. Itu saja, agar kami lebih mudah menemukannya.”

Ryeowook menghela nafas. Hanya itukah alasannya ada di sini?

“Ah, ya! Ryeowook-a!” panggil Youngwoon. Ryeowook menoleh. “Aku ralat. Alasan kau di sini adalah masakanmu.” Youngwoon tersenyum lebar hingga nyaris menumpahkan makanan yang di kunyahnya. Ryeowook balas tersenyum tipis. Setidaknya berganti. Sedikit. Dan dia senang ada yang menyukai masakannya.

Setelah makan siang mereka kembali latihan. Memang mereka sering latihan, nyaris tiap hari. Tapi sekarang ditambah lagi. Ryeowook dan Jungsoo juga ikut latihan fisik seperti yang lain, dan ditambah tai chi untuk Jungsoo dan tae kwon do untuk Ryeowook. Sebenarnya keduanya sudah mereka kuasai, tapi ditambah kembali.

Dan setelah beberapa hari terus berlatih, ada rasa penat dan bosan menghampiri mereka, terutama member K.A.

“Bagaimana kalau liburan?” usul Heechul. Tangannya sibuk bermain dengan tangan Jungsoo.

“Liburan? Hmm…” Youngwoon berpikir sesaat lalu menoleh pada Jongwoon, meminta pendapat namja itu. Jongwoon hanya mengangkat sebelah alisnya, menyerahkan keputusan pada Youngwoon.

Heechul, Jungsoo, Kibum dan Ryeowook menatapnya dengan tatapan harap. Mereka sangat ingin istirahat dan tentu saja bermain.

Youngwoon menghela nafas. “Baiklah. Tapi tetap latihan walau sedikit. Dan bawa alat yang diperlukan.”

“YEIIIIIIIII!!!”

<><>0<><><><>0<><><><>0<><><><>0<><><><>0<><><><>0<><><><>0<><><><>0<><><><>0<><>

Hari yang ditunggu akhirnya datang juga. Mereka pergi ke sebuah tempat dimana mereka akan bersenang-senang. Mereka pergi ke sebuah desa, yang entah itu apa namanya.

Walau tak tahu itu tempat apa, Ryeowook punya perasaan pernah melihatnya. Entah dalam film ataupun mimpi.

“WAAAAAAAAAAAAA!!!!!” Ryeowook, Heechul dan Jungsoo berlarian ke tengah hutan. Mereka berkejaran di antara pepohonan.

“Ya! Ya! Jangan terlalu jauh! Kita latihan setelah ini.” Seru Youngwoon yang sedang membantu Kibum dan Jongwoon menyiapkan tenda. Rupanya Jongwoon mengubah rencana jadi camping. Dan karena itu juga untuk melatih member K.A, menurut Jongwoon.

“Heechul-a!!” panggil Youngwoon. Tapi Heechul tidak menggubrisnya. Dia tetap berlari mengejar Jungsoo dan memeluknya dari belakang. “YA! Jungsoo-a!”

“Ah, ne?” sahut Jungsoo sambil berusaha lepas dari tangan Heechul.

“Tolong bantu kami siapkan ini!” pinta Youngwoon sambil menunjuk makanan dan minuman yang akan mereka konsumsi nanti. Jungsoo berjalan mendekat.

“Memasak?” tanya Jungsoo sambil bergantian menatap Youngwoon dan makanan.

“Tentu saja.”

“Boleh aku ajak Ryeowook? Dia lebih ahli daripada aku dalam bidang ini.”

“Tentu.” Youngwoon tersenyum manis. Jungsoo terpaku sesaat lalu balas tersenyum

“Ya,” Jongwoon menahan bahu Jungsoo yang akan pergi memanggil adiknya.

“Hmm? Wae?” tanya Jungsoo heran sambil menoleh ke Jongwoon. Jongwoon tak menatapnya.

“Biarkan dia bermain sendiri sekarang. Panggil saja makhluk aneh satunya.” Lalu Jongwoon melepas tangannya dari bahu Jungsoo dan pergi berlalu meninggalkan dua namja itu. Jungsoo menatap bingung punggng Jongwoon lalu menoleh ke Youngwoon.

Youngwoon yang mengerti tatapan Jungsoo hanya mengangkat bahu. “Dia biasa begitu. Turuti sajalah! Biasanya ada hal yang menarik akan terjadi.”

Meski tak faham sepenuhnya Jungsoo menurut. Dia hanyalah tamu di sini, tak tahu apa-apa soal pada member. Akhirnya dia berteriak memaggil Heechul, “Heechul-a!!”

Begitu merasa suara Jungsoo meneriakan namanya Heechul menoleh.

“Bantu kami di sini!!”

Heechul menunjuk dirinya sendiri, untuk memastikan bahwa dirinya yang dimaksud. Jungsoo mengangguk. Kemudian Heechul menoleh ke arah Ryeowook. Tapi dia tak menemukan sosok dongsaeng sahabatnya itu.

“Ryeowook-a!” panggil Heechul mulai berjalan mencari Ryeowook. “Ya! Ryeowook-a! Ayo balik! Kita siap-siap.” Serunya saat menemukan Ryeowook sedang duduk di bawah sebuah pohon dengan santainya dan bermain air sungai di dekatnya.

“Tinggalkan saja Ryeowook!” ucap Jungsoo saat menyadari Heechul mengajak Ryeowook.

Heechul menoleh dan melempar tatapan pertanyaan ke Jungsoo. Jungsoo mengendikan bahunya.

“Aku disuruh Jongwoon.”

Heechul mengangguk mengerti. Karena Ryeowook tak mendengar apa yang dikatan Jungsoo, Heechul pergi meninggalkannya tanpa pamit. Tanpa suara.

Akhirnya tinggalah Ryeowook seorang diri.

Mata Ryeowook menatap lurus ikan-ikan yang berdatangan ke arahnya. Ini aneh. Biasanya ikan-ikan di sungai akan kabur jika ada manusia. Apalagi ikan-ikan tersebut berenang ke pinggir, menepi mendekati Ryeowook. Entah apa yang terjadi, Ryeowook seolah terhipnotis melihat warna dan corak ikan-ikan tersebut. Ikan-ikan itu mengelilingi tangan Ryeowook yang dimasukan ke dalam sungai, terlihat seperti mengajak bermain.

Luka di bawah mata kanan Ryeowook terasa berkedut.

Dan kesadaran Ryeowook benar-benar hilang karena itu.

Saat ikan-ikan tersebut berenang menjauh, Ryeowook tiba-tiba saja berdiri dan berlari mengejar mereka. Tapi anehnya ikan-ikan itu berenang sangat cepat walau melawan arus air. Ada yang aneh. Ryeowook tak bisa meghentikan tubuhnya untuk mengikuti ikan-ikan tersebut. Semakin cepat ikan-ikan itu berenang maka makin cepat langah Ryeowook. Dan mata Ryeowook tak kunjung lepas dari ikan-ikan tersebut.

Tidak! Ryeowook harus berhenti sekarang! Di depan sana ada air terjun.

Tapi dia sudah kehilangan control kesadarannya. Dadanya bergemuruh kencang tanpa persetujuannya. Keringat dingin mulai menetes.

Cepat berhenti! Berhenti! BERHENTI!!!

SEEETT

BRRRUGGHHH

“!!” Ryeowook seketika itu juga sadar saat seseorang tiba-tiba saja menariknya hingga dia jatuh ke tanah bersama orang itu. Nafas Ryeowook terengah mengingat dia berjalan begitu cepat.

Ryeowook menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang menarik-menolong-nya.

Orang itu menundukan wajahnya sehingga Ryeowook hanya dapat melihat kalau orang itu juga terengah-engah. Lalu perlahan orang itu mengangkat wajahnya, menatap Ryeowook geram.

Ryeowook menahan nafasnya. Dia…! Dia!

“APA YANG MAU KAU LAKUKAN, BODOH!?”

“K-kyu…?” desis Ryeowook dengan mata membulat. Detak jantngnya yang semula normal kembali berdetak kencang. “Kau benar Cho Kyuhyun, kan!?” tanyanya sambil membalikan badannya menghadap Kyuhyun.

Terlihat namja yang dipaggil “Kyuhyun” itu juga terkejut. “Ryeowook?”

“K-KYUUU!!!” reflex saja Ryeowook melompat memeluk Kyuhyun. Dia tak menyangka akan bertemu teman lamanya di sini.

Tapi Kyuhyun melepas pelukan Ryeowook. Dia menatap Ryeowook bingung.

“Apa yang kau lakukan di sini?! Dan di mana kau selama ini!? Aku pergi ke kotamu tapi kau tak ada.” Ucap Kyuhyun. Tangannya meremas lengan Ryeowook. Matanya menatap dalam Ryeowook, benar-benar butuh penjelasan apa yang terjadi.

“A-aku…” Ryeowook terdiam. Dia bingung. Tak mungkin dia cerita, kan!? Orang biasa takkan mempercayainya. Walau keluarga Kyuhyun dan Ryeowook cukup akrab, tetap saja identitas mereka disembunyikan.

“Dengar,” Kyuhyun mencengkram bahu Ryeowok. “Rumahmu… rumahmu dibakar.”

Ryeowook membulatkan matanya. Tak percaya apa yang ditangkapnya dari perkataan Kyuhyun. Rumah peninggalan almarhum ayah ibu kakek nenek-nya…

“D-dibakar? Oleh siapa??”

“Entahlah. Kami juga tak tahu. Saat itu tengah malam dan kami terlambat memadamkan apinya. Maaf, Ryeowook-a.”

Ryeowook masih terdiam tak merespon ucapan Kyuhyun. Dadanya terasa aneh sekarang. Sesak, seperti ada yang mengikatnya dengan tali sangat kencang. Perlahan air matanya jatuh dari mata kanan, sementara yang kiri sama sekali tak bereaksi. Hangat membasahi pipi kanannya, turun melewati mark di bawah mata kanannya. Ryeowook meringis. Marknya terasa sangat perih saat air mata turun melewatinya, perih seperti dikenai air bersuhu tinggi hingga kulitnya melepuh. Ryeowook dapat merasakan sesuatu yang kental dan basah keluar dari mark tersebut.

Darah?

Tapi saat tangan Ryeowook menyapu pipinya, tak ada apa-apa. Hanya tetesan air matanya.

“Maaf aku tak bisa menjaga rumahmu seperti yang kau minta. Tapi, aku menemukan sesuatu di sana.”

“Huh?” Ryeowook mengangkat wajahnya menatap Kyuhyun. Namja yang lebih tinggi darinya itu mengubah posisinya untuk mengambil sesuatu di kantung celananya.

“A-apa itu?” tanya Ryeowook saat Kyuhyun menunjukan sehelai bulu berwarna perak padanya.

Kyuhyun ikut melihat bulu tersebut. “Aku sendiri tak tahu. Aku menemukan ini saat membereskan barang-barang yang hangus. Semuanya hangus, Ryeowook-a. semua benda di sana hitam nyaris jadi debu kecuali bulu ini. Dan tak ada unggas di desa kita yang mempunyai bulu seperti ini.”

Ryeowook hanya diam saat mendengarkan penjelasan Kyuhyun. Matanya terus mengamati bulu tersebut. Rasanya dia pernah melihat bulu itu…

“AH!!” Ryeowook ingat. “Itu bulu yang Jongwoon-ssi tunjukan padaku saat di gua. Waktu sebelum aku bertemu Jungsoo hyung.”

“Ha?” Kyuhyun menatap bingung Ryeowook. Apa yang dibicarakan anak ini?

Ryeowook yang sadar Kyuhyun tak tahu apa-apa tentang itu segera menutup mulutnya. Dia tak boleh libatkan Kyuhyun.

“L-lupakan!” ucap Ryeowook gugup sembari mengambil bulu tersebut dari tangan Kyuhyun.

DEG

Tubuhnya terasa dingin saat menyentuh bulu tersebut. Perasaan ini… perasaan yang sama seperti saat dia berada di ruangan gelap itu. Ruangan yang dikatakan Jungsoo sebagai dimensi lain yang hanya bisa dimasuki tiga orang; Jungsoo, Ryeowook dan…

DEG

Ryeowook mendongakan wajahnya saat melihat bayangan seseorang mendekat. Sesosok namja muncul di belakang Kyuhyun.

“Akhirnya aku menemukanmu.”

2 Tanggapan to “Force 4”

  1. rie analogy Januari 1, 2012 pada 2:45 am #

    aish! lama banget cherryyy..
    kkk~

    ayo lanjut! lanjuuuuut!!
    *treak dri atas po’un..😀
    hwaiting!

    • Cherry Chibi Januari 1, 2012 pada 9:27 am #

      hehe~~ mian>< cherry sibuk maen ma kkoming dkk…

      yosh!! ^0^/ sankyu dukungannya~~
      cherry berjuang!!!! ^0^/ *kibar2 bendera indonesia*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: