FORCE 3

17 Sep

TITLE:;: FORCE

CHAPTER:;: 3/?

AUTHOR:;: Cherry Chibi>w<

A/N:;: gomen lama update~ T^T cherry males lanjutin >.< kesenangan lanjutin IM… happy reading~>w<

 

“Ryeowook…?” langkah Ryeowook terhenti ketika suara lembut itu terdengar. Dengan cepat Ryeowook menoleh keasal suara. Dia tercengang mengetahui siapa disana yang memanggil.

Sesosok namja, yang juga terkejut melihat Ryeowook.

Ryeowook menelan salivanya berat. Dengan suara bergetar dia bertanya, “Hyung…?”

“Ryeowook? Kau benar Kim Ryeowook, kan?” tanya namja itu. Ryeowook mengangguk kecil. Sebuah senyum lebar tersungging di wajah manis namja tersebut. Dia berlari dan melompat memeluk Ryeowook.

“Akhirnya kau datang…”

Ryeowook masih belum bisa menguasai kesadarannya. Dia kebingungan. Harusnya dia senang sekarang. Tentu saja. Hyungnya yang dia cari selama ini akhirnya muncul dihadapannya. Tapi ada perasaan aneh yang menguasai relung hati Ryeowook sekarang. Perasaan aneh yang menghalangi Ryeowook untuk balas memeluk hyungnya.

Namja itu menarik dirinya dan menatap Ryeowook dalam, masih dengan senyum manisnya. “Aku tahu kau akan datang. Aku menunggumu selalu disini. Akhirnya kau menemukan kuncinya.”

“H-hyung? Kenapa kau bisa ada disini? Tempat apa ini? Kenapa kau menghiang saat itu? A-aku tak mengerti, Hyung!” tanya Ryeowook tak sabar. Dia benar-benar bingung dengan keadaan sekarang.

“Pelan-pelan, Wookie.” Ucap namja itu sembari menempelkan jari telunjuknya di bibir Ryeowook.

“H-hyung!!” seru Ryeowook, sedikit kesal. Semua pengorbanannya untuk mencari hyungnya selama ini akhirnya terbayar. Dan kepalanya sekarang berisi ribuan pertanyaan yang ingin dia keluarkan. Seperti gunung yang memuntahkan magmanya.

“Err…” namja itu menggaruk tengkuknya. “Aku bingung harus mulai dari mana. Banyak yang belum kau tahu sementara kau harus tahu. Ah, bagaimana caranya kau kemari?”

Ryeowook sebenarnya ingin protes karena pertanyaan tak dijawab, tapi melihat tatapan hyungnya akhirnya dia memilih untuk menjawab pertanyaan hyungnya. “Gelang ini.” Ryeowook mengangkat tangan kanannya, memperlihatkan gelang yang masih menghias disana. “Jongwoon memakaikannya padaku lalu aku terkirim kemari.”

Namja didepan Ryeowook tersenyum ketika mendengar cerita Ryeowook. “Wae?” tanya Ryeowook, merasa aneh dengan senyumnya.

Namja itu menggeleng. “Ani. Hanya saja, rencanaku berhasil.”

“Rencana?”
Dia mengangguk. “Beberapa hari lalu aku nyaris tertangkap oleh L.D, dan K.A menyelamatkanku saat itu. Tapi aku kabur kemari. Aku memancing K.A supaya menemukanmu dan membuatmu datang kemari.”

“T-tapi untuk apa?” tanya Ryeowook.

“Untuk menyerahkan ini.” Namja itu mengangkat lengan kanannya, memperlihatkan sebuah bekas luka, ah lebih tepatnya tato, disana.

Ryeowook menatap tato itu sesaat lalu menatap namja dihadapannya. Dia menaikan satu alisnya, meminta penjelasaan.

“Dulu sudah pernah kuberi tahu, kan. Ini kunci tempat terlarang. Ini kunci…” dia menarik nafas sesaat. “Penjara neraka.” Sahut Ryeowook. Hyungnya mengangkat wajahnya, menatap Ryeowook.

“Anggota K.A yang memberitahuku.” Ucap Ryeowook.

“Oh.”

“…” entah kenapa tiba-tiba kesunyian menyeliputi keduanya. Keduanya kehilangan kata-kata. Ryeowook masih berkutat dengan pemikirannya sementara namja satunya berusaha mencarikan suasana canggung ini. Sebetulnya dia sangat ingin memeluk Ryeowook dan menangis dalam dekapan namja yang lebih muda darinya itu, tapi dia pikir suasananya tak pas.

“Ryeowook-a…”

“Ye?” sahut Ryeowook pelan. dia mengangkat wajahnya, mencari mata kakaknya. Namja itu berjalan mendekati Ryeowook lalu menarik tangan Ryeowook.

“?”

“Ikut aku.” Ucapnya lalu memejamkan matanya sembari mengeratkan jemarinya di tangan Ryeowook. “Aku akan memberikan sesuatu padamu.”

“?” Ryeowook menatap bingung Hyungnya. Mata namja itu terbuka secara cepat. Dalam sekejap Ryeowook menatap merah matanya.

DEG

“Umma!” Ryeowook kecil menarik ujung baju seorang wanita patuh baya disampingnya.

“Ada apa, sayang?” sahut wanita itu lembut.

“Ada hyung yang mencari Umma.” Ryeowook menunjuk sesosok namja kecil yang berdiri di gerbang. Baju namja itu sedikit lusuh.

“!!” wajah umma Ryeowook memucat. “Wookie-a, ayo masuk! Tak ada apa-apa, kok! Cepat!” Dia menarik tangan Ryeowook secara paksa. Ryeowook yang tak mengerti apa-apa hanya menurut, walau matanya terus memperhatikan namja tadi.

Pintu ditutup dengan sedikit terburu, membuat suara benturan yang cukup keras.

Sosok dibalik gerbang itu masih terdiam. Terpaku. Matanya mulai basah.

“Umma…! Appa sudah meninggal…” Suaranya tercekat. Tangannya meremas kertas dalam genggamannya. Akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkan pekarangan rumah mewah tersebut.

“Ng?” Ryeowook kecil menelengkan kepalanya. Matanya terus mengiri sosok itu hingga menghilang dari sudut pandangnya.

DEG

“Jungsoo hyung!!” Ryeowook memeluk namja yang lebih tua darinya itu. Wajahnya terlihat sangat senang. Lalu dia melepaskan pelukannya dan menatap Jungsoo. “Ryeowook dengar Hyung nggak bisa bertemu ummappa Hyung…” suaranya mengecil.

Jungsoo tersenyum pahit lalu mengelus kepala Ryeowook lembut. “Tak apa. Hyung masih punya Ryeowook.”

Ryeowook mengangkat wajahnya dan tersenyum lebar. Dia kembali memeluk Jungsoo. “Ryeowook suka Hyung!”

“Mulai hari ini dia jadi keluarga kita. Dia akan tinggal dengan kita.” seorang pria mendekati keduanya. “Ryeowook senang?”

Ryeowook mengangguk kuat lalu kembali tersenyum. “Ryeowook senang sekali! Ryeowook sayang Appa!” Dia memeluk pria tersebut. Pria paruh baya itu harus sedikit menundukan kepalanya agar tangan aegya mungilnya dapat melingkar di lehernya, walau dia sudah merundukan tubuhnya.

“Kalau Umma?” seorang wanita paruh baya muncul. Dengan senyum dan langkah yang anggun dia berjalan mendekati mereka bertiga.

“Ryeowook juga sayang Umma! Ryeowook sayang semua!”

Wanita itu tersenyum dan mengelus kepala aegyanya lembut.

DEG

“UMMA!!” namja itu berteriak pada sosok wanita didepannya. “Umma, gwencha?” suaranya serak menahan isakannya. Matanya sudah basah oleh buliran air mata.

“Ryeowook-a… cepat keluar, nak…”

“Shireo! Aku akan menemani Umma.” Ryeowook menggenggam tangan ummanya. Meski dia tahu itu percuma, tapi dia ingin genggamannya menguatkan ummanya.

“RYEOWOOK!!” seorang namja berusaha menarik Ryeowook menjauh dari mobil. “YA!!”

“AKU AKAN MENEMANI UMMA.”

“CEPAT PERGI!! JANGAN BERTINDAK BODOH!!!” dia menarik Ryeowook secara paksa. Tubuh mungil Ryeowook memudahkannya untuk menariknya. Ryeowook meronta dalam dekapan tangannya.

“UMMA!! APPA!!!”

“KIM RYEOWOOK!!!” dia membentak Ryeowook saat Ryeowook berusaha keras melepaskan tangannya. “KAU TAHU APA YANG HARUS KAU LAKUKAN, KAN?! JANGAN MEMBUAT ORANG LAIN SUSAH!”

“…”

“…”

“Maaf…”

BLARRRRR

Seketika itu mobil yang telah hancur tersebut meledak.

DEG

Sekelebat wajah yang menyeringai mengerikan muncul.

DEG

“Aku pasti akan membalas semuanya…”

DEG

Sesosok namja dengan tatapan dingin dan luka di pipi kirinya terlihat sekilas.

DEG

“Appa! Umma kejam… hiks… dia tak memperdulikanku… Appa!”

DEG

Seorang anak kecil yang menangis seorang diri. Tangisannya terdengar sangat memilukan.

DEG

DEG

DEG

DEG

BRUKK

Ryeowook terjatuh. Bayangan-bayangan itu masih terus berkelebat dalam benaknya.

DEG
DEG
DEG

“Hentikan… Hyung…”

Namja itu menatap sayu Ryeowook. Tangannya masih menggenggam erat Ryeowook. Bahkan kini mulai meremasnya pelan. “Maaf Ryeowookie…”

“Hyung… hahhh…” Nafas Ryeowook mulai terengah. “Hyung… Jungsoo hyung…” Kepala Ryeowook berdenyut keras tiap pergantian siluet dalam benaknya. “HYUNG!!”

DEG

“Kau sudah kembali?”

Ryeowook membuka matanya perlahan. Nafasnya berangsur normal. Ketika dia mengangkat wajahnya dia mendapati Jongwoon berdiri disana, menatapnya.

Dia sudah keluar dari tempat tadi.

Ryeowook menghela nafas lega. Bayangan-bayangan tadi sudah menghilang. Hatinya berdesir, tenang, saat menatap mata Jongwoon.

“Bagaimana?” Jongwoon membantu Ryeowook untuk berdiri. Dia melepas gelang di tangan Ryeowook.

“Apanya?”

“Kunci neraka…”

“Ada dalam tubuh Ryeowook.”

Ryeowook menolehkan kepalanya keasal suara. Jungsoo berdiri disamping sebuah peti. Dia menatap dalam Ryeowook.

Rahang Ryeowook terasa mengeras. “A-apa?!”

2 Tanggapan to “FORCE 3”

  1. rie analogy September 27, 2011 pada 3:49 pm #

    yes! tbkanku bener, t’nyata jungsoo..
    huhu #senyum semangka

    ayo.. ayo..
    part selanjutnya menunggu untuk diobral..
    ;D

    • Cherry Chibi September 28, 2011 pada 9:18 am #

      otte~~~ tunggu ne~~^w^/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: