With U 7

15 Jul

 

TITLE:;: With U
AUTHOR:;: Cherry Chibi>w<
CHAPTER:;: 7/7
A/N:;: akhirnya!! Last chapter!!! *keliling kampurng tereak2* ~~~ happy reading~>w<

“Kau—” Eeteuk menghentikan kalimatnya, terpaku pada sosok dihadapannya. Sosok yang sangat mirip dirinya, hanya saja terlihat lebih dewasa dan ada sepasang taring menyembul dibalik bibirnya.

“Ne. I’m you.” Ucap namja dihadapan Eeteuk, yang tak lain adalah dirinya sendiri di masa depan.

“Bagaimana bisa aku jadi vampire?” Tanya Eeteuk. “Mengerikan. Lihat taring itu.” Eeteuk bergidik ngeri membayangkan dirinya di masa depan hidup dengan meminum darah manusia.

Eeteuk masa depan terkekeh pelan. “Rahasia masa laluku takkan kuungkit. Aku tak mau mengingatnya lagi. Lebih baik kau dalam keadaan sekarang.” Eeteuk masa depan menepuk pundak Eeteuk. “Jaga dia baik-baik.”

“Huh? Tentu saja.” Jawab Eeteuk. Eeteuk masa depan tersenyum, “Lalu, apa yang sebenarnya terjadi jika kau tak merubah masa lalu ini? Aku jadi vampire?”

Eeteuk masa depan menempelkan telunjuknya di bibir. “Kau takkan sanggup mendengarnya.”

“Pasti menyangkut Heechul.” Tebak Eeteuk. Eeteuk masa depan hanya tersenyum.

“Ja. Waktuku habis. Anneyong!” Eeteuk masa depan mengangkat tangannya sesaat sebelum bayangannya hilang, terbang seperti angin.

Eeteuk menghela nafas. ‘Yah~ mungkin memang lebih baik begini.’ Batinnya. Dan dia kembali melanjutkan langkahnya menuju tempat tinggalnya.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Donghae membuka matanya.

“Fuuhhh…” dia menghembuskan nafas panjang. “Eeteuk hyung sudah pulang, ya?”

“Eeteuk? Kau mengenalnya?” Tanya Heechul, yang tengah berdiri diambang pintu.

Donghae menoleh lalu tersenyum cerah. “Heechul hyung!”

“Eeteuk kenapa?” Tanya Heechul, masih penasaran dengan yang Donghae katakan tadi.

Donghae menggeleng. “Lupakan. Aku mandi dulu, ya, Hyung.” Donghae pergi dari kamar tersebut dan langsung berlari menuju kamar mandi setelah memastikan keadaan Kibum baik-baik saja.

Dinyalakannya shower. Dan seketika air-air langsung menyerbu tubuh polos Donghae. Dia memejamkan matanya, berusaha menyegarkan pikirannya. Pikiran yang entah itu nyata atau percampuran kenyataan dan imajinasinya.

“Jadi bolehkah?” Tanya namja itu.

Donghae terdiam sesaat, berpikir. “Tapi aku masih bisa mengendalikan tubuhku, kan?”

Namja itu mengangguk. “Itu tergantung padamu.”

Donghae kembali terdiam. “Bagaimana?” Tanya namja itu.

Donghae menoleh, menatap lurus pada mata namja tersebut. “Baiklah, Eeteuk-ssi.”

ZSRRSHHHH

Tok tok tok

Donghae tersadar dari lamunannya ketika sebuah suara ketukan pintu terdengar. Donghae menoleh. Terlihat sebuah kepala menyembul dibalik pintu.

“Kau tahu Eunhyuk dimana?” Tanya Heechul. Donghae menggeleng.

“Oh.” Setelah mengatakan itu Heechul langsung pergi.

“Heh?” Donghae menatap kepergian Heechul dengan tatapan aneh. “Biarlah.” Donghae kembali melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda kembali.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Setelah rangkaian kejadian-kejadian tersebut berlalu, akhirnya Heechul kembali menemui Eeteuk hari ini.

“Hi.” Sapa Heechul. Eeteuk tersenyum cerah, manis sekali.

“Kajja!” Eeteuk menarik Heechul, mengajaknya berlari menuju sebuah taman yang cukup sepi.

Heechul yang tak sempat melawan akhirnya terpaksa menyamakan langkahnya dengan Eeteuk agar tak terjatuh. Tapi entah karena batu atau apa, dia tiba-tiba terjatuh.

BRUKKK

“Heechul hyung, gwenchana?” tanya seorang namja yang berada didepan Heechul, lebih tepatnya kakinya yang berhadapan dengan Heechul, mengulurkan tangannya.

“Ukkhh~ Donghae?” Heechul menerima tangan Donghae dan Donghae menarik hyngnya agar berdiri. Heechul menepuk-nepuk celana dan bajunya yang sedikit kotor karena terjatuh.

“Kalian sedang kencan?” tanya Eeteuk. Donghae, Eunhyuk dan Kibum saling berpandangan lalu mengagguk. Ya, sejak kejadian itu Eeteuk sering main ke rumah Heechul dan kenal dengan orang-orang rumah Heechul, terutama Donghae yang memang sudah kenal dengan Eeteuk masa depan.

“Kami duluan, ya.” Pamit Kibum lalu menarik tangan Donghae. “Ya! Kibum!” seru Eunhyuk, berlari mengejar Donghae dan Kibum.

“Mereka selalu begitu?” tanya Eeteuk. Heechul mengangguk kecil. “Oh. Ja!” Eeteuk kembali menarik tangan Heechul untuk duduk disebuah bangku.

“Jadi, gimana? Kau jadi pindah?” tanya Heechul. Eeteuk mengangguk manis.

“Daripada sendiri.” Jawab Eeteuk. “Eh, bagaimana kalau kau saja yang pindah ke apartementku?”

Heechul menggeleng. “Rumahku lebih dekat dengan universitas dari rumahmu.”

“Kalau gitu setelah kau selesai kuliah, kita pindah ke apartementku. Masa penyewaannya masih bertahun-tahun.” Tawar Eeteuk. Heechul terdiam, berpikir.

“Lihat saja nanti.” Ucapnya lalu menyandarkan kepalanya di bahu Eeteuk.

Keadaan taman yang semakin sepi membuat keduanya semakin terlarut dalam dunia sendiri. Eeteuk menyandarkan kepalanya diatas kepala Heechul. Dan tangannya mengelus tangan putih Heechul yang berada di pahanya.

“Eeteuk.”

“Hm?” sahut Eeteuk tanpa mengalihkan pandangannya dari bayangannya.

“Lihat aku.” Pinta Heechul. Eeteuk menoleh. Sinar matahari senja yang berada dibelakang mereka membuat wajah Heechul terkena percikannya. Terlihat sangat menawan di mata Eeteuk.

“Hng?” Eeteuk membelai pipi putih Heechul. Menghasilkan sedikit semburat merah disana. Heechul memejamkan matanya, merasakan kehangatan yang Eeteuk berikan. Dan tangannya juga membelai tangan Eeteuk lembut.

Heechul membuka matanya. Jaraknya dengan Eeteuk sangat dekat sekarang. Dan itu justru membuatnya tak bisa mengalihkan pandangannya dari tatapan lembut namja dihadapannya.

“Say you love me.” Pinta Heechul. Eeteuk tersenyum.

“Neol saranghae.” Eeteuk mengecup jidat Heechul.

“Again.”

“I love you.” Eeteuk mengecup pipi Heechul.

“More.”

“Jeongmal saranghaeyo.” Eeteuk menarik tangan Heechul dan mengecup punggung tangannya lembut.

“Replay.”

“I fall in love with you, Kim Heechul.” Eeteuk mengecup bibir Heechul sekilas, lalu tersenyum pada namja tersebut.

Heechul mengerlingkan matanya. “Jeongmal?”

Eeteuk mengangguk manis. “How about you?”

Bukannya malah menjawab, Heechul malah mengajukan permintaan, “Proof it.”

Eeteuk memajukan kepalanya, hingga bibir mereka kembali bertemu. Perasaan keduanya saling tersampaikan lewat skinship tersebut. Menit demi menit berlalu hingga akhirnya Eeteuk menarik dirinya untuk mengambi nafas. Tapi belum sempat bibir meraka benar-benar lepas, Heechul menarik kerah Eeteuk, membuat bibir mereka kembali bertemu.

Eeteuk tersenyum melihat reaksi Heechul. Sementara Heechul memejamkan matanya, Eeteuk menarik kepala Heechul agar ciuman mereka semakin dalam.

“Nado, saranghae.”

 

__>///<

Gyaaaaa!!!! Aneh banget endingna!!! >.< *sembunyi di genteng*
karna ini last chap koment yg banyak ya!!! Biar ak nge-post bonusnya With U, tp NC-17 sih… gk apa kan.. ato malah pengennya yg NC??? Hwahahaha! Nyamain otak yadong author dg reader!! Jg nanti aku kasih bonus picu TeukChul deh… otte..?

ada yg bingung dg ff ini? Klo masih bingung baca lagi dri awal ya… nanti klo blon mudeng juga,, PIKIR AJA NDIRI! HWAHAHAHA!! *buang ke laut* becanda~ tanya ke Author aja ne..?

oya, ni crita 100% ideku ya! Klo ada yg mrasa ak plagiat ato apa itu SALAH. Author orangnya tau gmn rasanya ff punya ndiri diplagiat, jd gk bakal gitu… klopun ada yg mrasa pernah baca dg cast, pairing n ada kesamaan crita dg punyaku (n authornya ngepost duluan dr aku) it aku SAMA SEKALI GAK PLAGIAT. Otte? >w0
tp klo ada yg ngepost (setelah aku ngepost ini) ada yg mirip dg ffku, it ak gk tau dy plagiat ato gk… tanya ma dy ndiri…

Coment please? >w<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: