With U 3

10 Jul

 

TITLE:;: With U
AUTHOR:;: Cherry Chibi>w<
CHAPTER:;: 3/7
A/N:;: d chapter ini bahasnya (mungkn) lebih baik…-_- happy reading~>w<

Dua namja itu masih terus berjalan dalam keramaian. Sesekali seorang diantara mereka melrik ke jam tangannya.

“Ada acara?” Tanya Eeteuk. Heechul menoleh. “Aniyo. Hanya ada tugas yang belum kukerjakan.”

“Sudahlah, tak usah terlalu formal.” Ucap Eeteuk santai, menepuk pundak Heechul.

“Ah, ne.” Heechul mengangguk kecil. Beberapa detik kemudian ereka terdiam, larut dalam pikiran masing-masing, sampai bunyi perut Heechul memecah keheningan.

Eeteuk menahan tawa. Wajah Heechul memerah.

“Mau makan?” tawar Eeteuk. “Aku juga lapar. Kau mau ramen? Kebetulan rumahku dekat sini.”

“T-tak usah. Ini sudah waktunya pulang. Orang-orang di rumah nanti panic.”

“Gwenchana. Kau telepon rumahmu dulu saja, ya?” pinta Eeteuk, memasang tampang memohon yang manis pada Heechul. Wajah Heechul semakin memrah menatap wajah Eeteuk.

“O-okay.” Heechul mengirim e-mail pada Ryeowook, agar tak usah membuatkan makan malam untuknya.

“Sudah?” Tanya Eeteuk saat Heechul memasukan ponselnya kedalam saku. Heechul mengangguk. Eeteuk tersenyum, lalu menarik tangan Heechul, berlari kecil menuju rumahnya.

Mereka berhenti di perempatan jalan, menunggu lampu hijau menyala. Tapi saat itu Eeteuk menyadari sesosok bayangan di seberang, yang reflex membuatnya melepas genggaman tangannya.

Kangin berdiri disana dengan menatapnya geram.

“Cha-chagiya…?” Eeteuk mulai meneteskan keringat dingin. Dia tahu Kangin sangat mudah cemburu. Dan saat ini dia tertangkap basah telah meninggalkan Kangin demi bertemu seorang namja, yang berdiri disampingnya dan beberapa waktu lalu digenggam tangannya oleh Eeteuk.

Tatapan Kangin semakin tajam.

“Kita lari!” ucap Eeteuk, berbisik pada Heechul. “Huh? Wae?” Tanya Heechul. Tanpa menjawab Heehul, Eeteuk menarik tangannya. Dan saat itu juga kangin berlari menyusulnya, tanpa memperhatikan lampu merah yang masih menyala.

Dan apa yang kau sudah kau duga terjadi. Ya, tubuh seorang Kangin tertabrak. Tertabrak oleh sebuah bis besar, yang menimbulkan suara mengerikan yang sangat besar, yang membuat Eetuk menghentikan langkahnya dan berbalik.

BRAAKKK

“!!”

Dengan cepat ia berlari. Berlari menuju tubuh yang terlindas oleh ban raksasa, yang membuat tubuhnya terkoyak dan darah segar mengalir dari seluruh tubuhnya.

“KANGIN!!!!!!!”

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Aku pulang.” Heechul membuka pintu. Dengan lemas dia melangkahkan kakinya masuk.

“Hyung? Kau sudah pulang?” Tanya Ryeowook. Heechul mengangguk lemah. “Tadi Han Geng hyung mencarimu.”

Heechul menoleh, menatap Ryeowook. “Han Geng?” Ryeowook mengangguk. “Disuruh ke sini.” Ryeowook meraih sebuah kertas didalam saku celananya, lalu memberikannya pada Heechul.

“Kapan?” tanya Heechul. Dia masih lelah sekarang.

“Secepatnya. Maksimal nanti malam.” Jawab Ryeowook sembari pergi dari hadapan Heechul, berjalan menuju dapur.

Heechul menghela nafas. Dia kembali melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Direbahkannya tubuhnya keatas kasur. Kejadian tadi kembali terulang.

“Hiks… Kangin… mianhaeyo… hiks… jeongmal mianhaeyo…” Eeteuk terus terisak. Sementara Heechul menatapnya miris. Dia ingin sekali merengkuh badan namja disampingnya, tapi apadaya, dia belum mengenal Eeteuk banyak, baru dua kali pertemuan. Tapi setidaknya dia mengerti kenapa aEeteuk begitu histeris saat menolong Kangin tadi, setidaknya itu cukup untuknya agar diam, membiarkan Eeteuk tenang .

“Minhae…” ucap Heechul miris. Dia tahu jelas alasan kenapa kini Kangin berbaring dalam ruangan dihadapannya.Ya, karena dia. Karena dialah Eeteuk berlari dari Kangin, yang menyebabkan Kangin mengejarnya dan berakhir seperti sekarang.

Seorang namja dengan jas putih membuka pintu dihdapan mereka. denga cepat Eeteuk dan Heechul berdiri.

“Keluarga Kangin-ssi?” Tanya doctor itu. Eeteuk mengagguk.

“Bagaimana, Dok?” Tanya Eeteuk cemas.

“Chaesunghamnida, kami sudah melakukan yang terbaik. Beliau tak tertolong. Pendarhannya terlalu bayak.” Namja itu membungkukan badannya. Lalu pergi dari hadapan Eeteuk yang membeku.

“K-Kangin…” tubuh Eeteuk bergetar. Air hangat itu mulai mengalir kembali, membasahi pipi putih Eeteuk.

Dengan tangan bergetar perlahan Eeteuk menyentuh knop pintu dihadapannya. Dia terdiam beberapa saat, menguatkan dirinya dengan menarik nafas dan membuangnya panjang. Dan akhirnya dia membuka pintuu perlahan.

Terlihatlah seorang namja yang terbaring diatas kasur putih, dengan beberapa orang yeoja berpakaian putih mengelilinginya. Yeoja-yeoja segera membereskan peralatan medisnya dan melangkah pergi saat melihat Eeteuk dan Heechul memasuki ruangan itu perlahan.

Dalam diam Eeteuk berjalan melangkahkan kakinya. Dan dalam setiap langkahnya itu kakinya terasa semakin lemas. Dia duduk diatas sbeuah bangku disamping ranjang. Diraihnya tangan namja didepannya dan ditempelkan di pipinya.

“Mianhaeyo…” bisik Eeteuk pelan sembari mengelus tangan Kangin dalam genggamannya.

“Mianhae… aku tahu aku terlambat… mianhae…” air mata Eeteuk kembali mengalir. Kembali membasahi mata dan pipinya. Diletakannya dengan lembut tangan Kangin di Rajang. Lalu dengan sebelah tangannya, dia menyibak rambut yang menutupi kening Kangin dan mengecupnya. Cukup lama sampai dia melepasnya.

“Jeongmal mianhae… saranghae…” Eeteuk mengecup bibir Kangin. Lebih lama dari sebelumnya. Setelahnya dia berdiri dari posisinya.

Akhirnya dia beranjak pergi saat beberapa yeoja datang dan meminta izin untuk membawa Kangin ke ruang lain.

“Mianhae…”

Heechul menarik nafas dalam-dalam. Lalu melepasnya panjang.

“Hyung, kau didalam?” Tanya seseorang dari balik pintu setelah terdengar suara ketukan. Heechul duduk dari posisisnya lalu menjawab, “Ne. Buka saja.”

Pintupun terbuka. “Oh, Donghae-a.” Heechul akan beranjak dari ranjangnya, tapi keduluan Donghae duduk di ranjangnya, tepat dihadapannya.

“Wae?” Tanya Heechul. “Nanti Hyung ada acara?” Tanya Donghae. “Tadi Han Geng memanggilku. Um… jam 7 malam.” Jawab Heechul sembari membaca kertas yang tadi dimasukannya kedalam saku baju.

“Oh.” Donghae menganggukan kepalanya kecil. “Wae?” Tanya Heechul. “Ani.” Jawab Donghae.

“Ya! Pasti ada sesuatu. Kau bukan tipe yang asal Tanya seperti Yesung.” Heechul menatap tajam Donghae.

“Aku mau mengajak Hyung dan yang lainnya ke taman bermain. Sudah lama kita tak main.” Jawab Donghae akhirnya.

“Baiklah. Aku akan menghubungi Han Geng, aku tak bisa datang.” Heechul meraih poselnya.

“Andwae!” cegah Donghae.Heechul menoleh, menatapnya bingung. “Mungkin Han Geng hyung punya hal yang lebih penting dibicarakan.” Jawab Donghae.

Heechul terdiam sesaat. Tatapan Donghae yang menatapnya seperti ingin mencegahnya pergi tapi ada sinar perasaan lain yang entah apa itu dari tatapan Donghae.

“Okay.” Ucap Heechul kemudian. “Hati-hati, ya.”

Donghae mengangguk lalu beranjak dari ranjang. “Hyung mau titip sesuatu?” Tanya Donghae saat berada diambang pintu. Heechul menggeleng.

Seperginya Donghae dari kamarnya Heechul kembali merebahkan tubuhnya di ranjang. Dia melirik jam yang terpasanag manis di dinidng dihadapannya. Limabelas menit lagi waktu menunjukan jam 7. Heechul beranjak dari ranjang lalu hendak meraih jaket hitamnnya.

‘Hm? Nggak dingin, kan?’ Heechul mengurungkan niatnya untuk mengambil jaket. Kemudian dia memasukan tangannya ke dalam saku, mencari kertas yang diberikan Ryeowook tadi.

Sesaat dia terdiam membaca tempat pertemuan yang Han Geng putuskan. Lalu dia menghembuskan nafas panjang, entah kenapa ada perasaan berat yang menekan dadanya.

Disentuhnya knop pintu dan memutarnya perlahan.

 

__>///<
ak gk pinter bikn adegan yg sadis, jd kecelakaannya gk ‘bgitu’ banget gk apa kn? Coz author phobia ma darah!! #ngaku

2 Tanggapan to “With U 3”

  1. stoflyhr123 Juli 13, 2011 pada 10:23 am #

    Ini FanFic favoritku Thor >_<!!! Seru… Aku juga phobia ma Darah , tapi aku paksa dah , hehehe

    • Cherry Chibi Juli 13, 2011 pada 11:28 am #

      gomawo^w^
      waaa! sama dunx! ak takut darah gra2 kembaranku crita zoal yg darah2 gitu… bahkan terkadang ak takut ma darah nyamuk yg aku tepuk ampe kluar darahnya…>.<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: