With U 2

10 Jul

 

TITLE:;: With U
AUTHOR:;: Cherry Chibi>w<
CHAPTER:;: 2/7
A/N:;: ini juga bahasanya masih kacau!!! >///< mian klo bingungin!!! happy reading~>w<

Heechul membuka matanya. Dia memegangi kepalanya yang terasa sedikit berdenyut. Sesaat kemudian dia tersadar, dia tak berada di kamarnya.

‘Dimana ini? Eh, ini kan kamarnya…’

“Hyung? Sudah bangun?” tanya Donghae dari ambang pintu. Di tangannya terdapat nampan yang berisi segelas susu dan roti sandwich.

“?” Heechul menatap Donghae bingung.

“Kemarin kan Hyung ketiduran di atap, nah, pasti lapar, kan?” ucap Donghae sembari menyodorkan susu dan sandwich tersebut pada Heechul. Walau masih bingung, akhirnya Heechul melahap habis makanannya.

“Karena ini Hari Minggu, Hyung bebas tidur lagi.” Kata Donghae, tersenyum. Heechul mengangguk. Setelah membereskan alat makan Heechul, Donghae pergi dari kamarnya.

Heechul terdiam diatas ranjang Donghae. Matanya sibuk berkeliling menjelajahi setiap sudut ruangan. Sangat khas dari seorang Lee Donghae, sangat mencerminkan dirinya-Donghae.

“KIBUUMMMMMM!!!!! KAU MEREBUT DONGHAE DARIKU LAGI, HAH!?” suara Eunhyuk terdengar, menggelegar kesetiap seluruh sudut rumah.

“YA! AKU TAK MEREBUTNYA! DIA YANG MENDEKAT PADAKU!!” balas Kibum tak kalah keras. “Ya kan, Hyung?” tanya Kibum pada Donghae disampingnya. Namja berambut hitam merah itu hanya tersenyum.

“Jelas-jelas kau yang nempel!!!” seru Eunhyuk kesal dari ambang pintu dapur. “Huh!” Eunhyuk menarik tangan Donghae kasar. Nyaris saja piring yang ada di tangan Donghae terjatuh jika Ryeowook tak mengambilnya.

“Hati-hati! Kau kasar sekali. Katanya suka Donghae, malah dikasari.” Nasehat Ryeowook. Eunhyuk mencibir kesal lalu menghilang dibalik pintu bersama Donghae.

“Gwenchanayo, Wookie? Nggak luka, kan?” tanya Yesung, yang muncul saat Eunhyuk dan Donghae pergi. Ryeowook mengangguk tersenyum manis.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Chagi, mau kemana? Jalan-jalan?” tanya sang namja bertubuh kekar, Kangin. Namja berwajah manis itu menoleh dan mengangguk manis.

“Lagi?” Kangin mendekat pada Eeteuk dan memeluknya. “Aku kesepian kalau kamu pergi~”

Eeteuk meraih wajah Kangin dan mencium bibirnya lembut. “Nggak lama, mungkin.”

“Kok mungkin?!” rajuk Kangin. Eeteuk hanya tersenyum lalu keluar dari ruangan itu.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kini Heechul kembali duduk di kursi yang didudukinya kemarin bersama namja manis, yang kini masih membayang di benaknya.

“Chaesunghamnida.”

Heechul mendongakan kepalanya. ‘Suara ini…’

Eeteuk tersenyum manis didepannya. “Boleh aku duduk?”

Heechul terpaku beberapa saat lalu mengangguk.

“Khasahamnida.” Ucap Eeteuk. Heechul mengangguk kecil.

“Um, yang kemarin…. Chaesunghamnida.” Kata Heechul gugup.

“Gwenchana.” Jawab Eeteuk, tersenyum. Heechul hanya mengangguk kecil.

Kini keduanya terdiam. Tak ada yang mau memulai topic pembicaraan. Heechul masih merasa bersalah pada namja manis dihadapannya itu. Dan Eeteuk, namja manis ini bingung harus berbuat apa untuk mencairkan suasana tegang yang tergambar jelas di wajah Heechul.

“Ehm.” Eeteuk berdehem. Heechul mengangkat wajahnya yang sedari tadi ditundukannya. “Boleh aku tahu namamu? Eeteuk imnida.” Eeteuk mengulurkan tangannya, yang disambut ragu oleh Heechul.

“Heechul.” balas Heechul, berusaha tersenyum. Sesaat kemudian mereka kembali diam dalam suasana canggung, hingga sebuah suara memecah kebekuan mereka.

“Heechul?” Heechul terhenyak mendengar suara itu. Dengan cepat dia membalikan wajahnya menghadap suara tersebut. Dan kali ini dia sangat menyesal telah melakukannya.

“Anneyong!” sapa Siwon, mengangkat tangan kanannya. Han Geng yang pinggangnya direngkuh tangan kiri Siwon hanya tersenyum.

“Hm.” Heechul mengalihkan pandangannya. Dadanya terasa sakit. “Kajja Eeteuk-ssi!” Heechul berdiri dari duduknya dan menarik tangan Eeeteuk menjauh dari sana. Meninggalkan Siwon yang tersenyum menatapnya dan Han Geng yang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Haaaah… hahhh… haaah… pelan pelan…” pinta Eeteuk lemas. Heechul menoleh.

“Payah! Gitu aja udah capek.” Ejek Heechul. Eeteuk menatapnya kesal.

“Yang ngajak lari kan kamu. Kau juga payah.” Balas Eeteuk. Heechul membulatkan matanya. “Heh? Wae?” Eeteuk menghela nafasnya untuk mengatur nafasnya. “Tadi kau melarikan diri karena nggak mau melihat pasangan yang tadi, kan?”

Heechul memalingkan mukanya kasar, kesal. “Bukan urusanmu.”

“Hahaha, kau lucu juga.” goda Eeteuk saat melihat Heechul memalingkan wajahnya. Dengan manis dia mendekati Heechul, melirik namja cantik itu.

“Huh!” Heechul kembali memalingkan wajahnya, membuat Eeteuk semakin gemas dan ingin menggodanya. Ditambah lagi semburat merah yang hadir di pipi putih Heechul, semakin membuat namja cantik itu semakin menggemaskan.

“Jalan, yuk?” tawar Eeteuk sembari menarik tangan Heechul.

“Huh?” Heechul awalnya menolak, tapi akhirnya terpaksa karena Eeteuk menarik tangannya paksa.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Donghae bersenandung sembari membolak-balik tumpukan kertas dihadapannya. Sesekali matanya terbelalak entah karena apa yang ditulis disana. Angin yang bertiup tak mengganggunya, meski terkadang itu meniup kertasnya.

“Ya!!!” seru Eunhyuk dari dalam rumah. Donghae menghentikan kegiatannya dan menoleh sesaat. Terlihat Eunhyuk sedang berjalan kearahnya dengan mimic kesal.

“Wae?” Tanya Donghae bingung. “Mana Kibum?” Tanya Eunhyuk cepat. Donghae mengangkat bahu lalu kembali membaca. Terdengar helaan nafas panjang Eunhyuk, yang setelahnya adalah langkah yang menjauh.

Donghae tetap asyik dengan kegiatannya sendiri sampai poselnya berbunyi. Dengan cepat dia mengangkatnya.

“N-ne, Hyung?” jawab Donghae panic. Terdengar suara ribut di seberang sana hingga seseorang menjawabnya.

+”Kau tak punya waktu banyak. Maksimal lusa kau selesaikan urusanmu.”+

“Ah, Hyung~~~” rengek Donghae. “Kumohon, lebih lama lagi, ne…?”

+”Andwae. Kau sudah membuatku repot.”+

“Mian.” Ucap Donghae cepat. Beberapa saat dia terdiam untuk berpikir sesuatu, lalu diapun menjawab, “Okay. Arra, akan kuselesaikan. Tolong jaga dia untukku.”

Donghae kembali terdiam, mendengar orang disebarang berbicara. Lalu dia mengangguk, seolah lawan bicaranya ada dihadapannya.

+Pip+

Donghae menghela nafas berat. Baru beberapa detik dia beranjak akan kembali masuk kedalam, seseorang memaggilnya.

“Hyung!!!”

Donghae menoleh. Kibum berlari kearahnya. “Wae?” Tanya Donghae, diam di tempat menunggu Kibum menghampirinya.

“Heechul hyung mana?” Tanya Kibum. Donghae mengangkat bahu cepat. “Wae?” tanyanya saat Kibum akan beranjak pergi lagi. “Han Geng hyung mencarinya.”

Wajah Donghae menegang sesaat. “Han… Geng…”

Kibum sudah menghilang kedalam rumah. Sementara Donghae masih diam di tempat.

“Jadi sekarang…?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: