With U 1

10 Jul

TITLE:;: With U
AUTHOR:;: Cherry Chibi>w<
CHAPTER:;: 1/7
A/N:;: gyaaaa!!! Malu banget ngepost chapter pertama ini!!! Mian klo bahasa kacau~~~ happy reading~>w<

“Aissshhh!” keluh Heechul dengan menendang kursi didepannya.

“Ada apa lagi?” tanya Yesung yang sudah hafal kelakuan Hyungnya.

“Han Geng hyung lagi, ya?” tanya Ryeowook yang berada dalam pelukan Yesung. Heechul menoleh dan hanya memperlihatkan wajah depresinya lalu pergi meninggalkan pasangan kekasih tersebut.

Yesung dan Ryeowook terkekeh pelan. Setelah itu mereka pergi ke kamar mereka.

Heechul membaringkan tubuhnya diatas kasur berseprei merah maron. Dia tak bisa memejamkan matanya. Gelisah selalu menghantuinya. Dan bayangan kejadian hari itu kembali terputar.

“Kyaaa!!! Han!!!” teriak para yeoja histeris saat Han Geng melewati mereka. Sementara namja berparas tampan itu hanya tersenyum dan mengangkat satu tangannya. Heechul menatapnya sinis, karena hatinya bergemuruh saat para yeoja tersebut meneriakan nama orang yang disukainya.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Han!!!” bentak Heechul diambang pintu. Han Geng tersentak dan mendorong pelan tubuh Siwon didepannya.

“KAU!!!” suara Heechul menggelegar. Dengan sekali hentakan kakinya sudah mengantarnya kehadapan Han Geng dan Siwon. Tangannya melayang begitu saja melukai wajah sempurna seorang Choi Siwon.

“Heechul!!!” bentak Han Geng. Heechul membelalakan matanya kaget. Kesadarannya sudah pulih sekarang. Dengan wajah cemas dia pergi meninggalkan Siwon yang tersengkur dan Han Geng disana.

“Siwon-ah, gwenchanayo?” tanya Han Geng khawatir. Dihapusnya sedikit bercak merah disudut bibir Siwon.

“Gwenchana.” Jawab Siwon sembari mengecup bibir Han Geng. Desahan tertahan Han Geng terdengar jelas di telinga Heechul, yang bersembunyi dibalik dinding.

“Ah, rasa darah.” Dan itu adalah kalimat terakhir yang dia dengar dari Han Geng. Setelah itu dengan langkah bergetar dia berlari pulang.

“ARRGHHH!!!” teriak Heechul frustasi. Bantal dalam pelukannya sudah basah akan air liurnya.

“Hyung? Gwenchanayo?” tanya Donghae yang tiba-tiba muncul diambang pintu. Heechul mengangkat kepalanya.

“Donghae…” bisiknya. Donghae menatapnya dengan tatapan bingung.

“Waeyo, Hyung?” Heechul mengangkat tangannya, menyuruh Donghae mendekatinya.

“Hm?” tanya Donghae sembari duduk diujung ranjang Heechul.

“Bagaimana rasanya cinta segitiga?” tanya Heechul langsung. Donghae tersentak, tak menyangka hyungnya akan bertanya seperti itu.

“Hng?” Heechul menoleh dan menatap Donghae.

“Um… sulit menjelaskannya.” Kata Donghae ragu.

“Ya, kau kan sudah mengalaminya?” tanya Heechul sembari sedikit menggeser kakinya. Donghae mengangguk ragu.

“Yah… kau tahu… rasanya sulit bagiku.” Ujar Donghae, menatap langit melalui jendela didepannya. “Memilih antara dua orang yang sangat berharga bagiku. Dan aku mencintai keduanya.”

Heechul diam, menunggu kalimat Donghae.

“Keduanya adalah sahabatku, tapi juga sebagai orang yang kucintai.” Donghae menghela nafas dan menoleh pada Heechul. “Berat rasanya ketika aku harus memilih diantara dua orang…” Donghae menarik nafas. “Yang benar-benar dekat pada hatiku.” Donghae tersenyum paksa.

Heechul tersenyum kecil, kagum pada dongsaengnya sendiri yang lebih berpengalaman darinya. Dan juga… lebih tegar darinya.

“Hae-a! Kau dimana?” tanya Eunhyuk, suaranya memenuhi seluruh rumah. Donghae dan Heechul menoleh pada asal suara. Donghae menoleh pada Heechul.

“Aku pergi dulu. Kalau ada apa-apa lagi, bilang saja. Selama aku bisa, akan kubantu.” Ucap Donghae lalu pergi meninggalkan Heechul yang terdiam diatas ranjangnya. Selang beberapa waktu kemudian Kibum muncul di pintu.

“Hyung, lihat Donghae hyung nggak?” tanya Kibum. Heechul menunjuk belakang Kibum. Kibum menoleh.

“Mencariku?” tanya Donghae. Kibum mengangguk dan menyeret tangan Donghae, menjauh dari Eunhyuk yang ada dibelakangnya.

“Ya! Jangan main rebut!” seru Eunhyuk kesal dan berlari mengejar Donghae dan Kibum. Dan tinggalah Heechul seorang diri di kamarnya, Heechul mendengus kesal diatas ranjangnya.

‘Cari kegiatan sendiri, ah. Main, main~’ ucapnya dalam hati sembari mengganti pakaiannya.

Beberapa puluh menit kemudian dia sudah duduk disebuah bangku di Blue Sapphire Café. Di tangannya terdapat segelas minuman dingin.

“Chaesunghamnida, boleh saya duduk disini?” tanya sesorang. Heechul mengangkat kepalanya. Jantungnya berdegup kencang begitu melihat yeoja, bukan, namja didepannya tersenyum.

“Ah, n, ne.” jawab Heechul gugup. Namja tersebut kembali tersenyum dan duduk di bangku didepan Heechul.

“Khasahamnida.” Ucap namja tersebut. Heechul mengangguk sembari menelan salivanya berat.

Dibalik majalah di tangannya, Heechul mengintip namja tersebut. Namja cantik yang sama seperti dirinya, namun terlihat anggun. Rambut yang sedikit panjang berwarna kecoklatan yang diikat kecil kebelakang, Heechul melihatnya saat namja tersebut menoleh, tertiup angin lembut.

“Hm? Ada sesuatu pada wajahku?” tanya namja tersebut, menyadari gelagat Heechul.

“A, aniyo. Just…” Heechul kembali menelan salivanya. “You’re so cute.” Ucap Heechul. Wajahnya sedikit memerah.

“Oh, khasahamnida.” Namja didepannya kembali tersenyum.

‘Angel’s smile…’ tanpa kendali dirinya, tubuh Heechul maju kedepan hingga wajahnya dan wajah namja tersebut hanya berjarak beberapa centi.

“Um.. chae..” belum sempat namja itu melanjutkan kalimatnya, bibirnya sudah dibekap oleh Heechul. Bibir Heechul melumat bibir namja tersebut. Desahan mulai terdengar. Dan pandangan orang-orang disekitar mereka terpaku pada adegan yang mereka lakukan.

“!” seketika Heechul sadar saat desahan namja didepannya semakin keras. Dia melepaskan bibir mereka.

“…?” namja manis itu menatap Heechul bingung, matanya terlihat pasrah. Bibirnya memerah akibat perlakuan Heechul.

“Chae, chaesunghamnida!” seru Heechul lalu pergi meninggalkan meja kafe tersebut. Sementara namja tadi hanya terdiam memandangi punggung Heechul yang mulai menjauh, tak peduli akan pandangan aneh orang-orang disekitarnya.

‘Tadi… bibirku…’ namja itu menyentuh bibirnya dengan jemarinya. Beberapa saat dia masih terdiam melihat kearah menghilangnya namja yang menciumnya, kemudian dia berdiri meninggalkan kafe tersebut.

Dia berjalan menuju sebuah mansion mewah. Berbelok kanan, berbelok kiri, lurus dan akhirnya dia sampai disebuah pintu. Setelah mengggesekan kartu pada kotak yang berada disamping pintu, pintu terbuka dan namja tersebut masuk kedalamnya.

“Aku pulang.” Ucapnya.

“Oh, Chagi! Tumben cepat?” tanya seorang namja dengan perawakan besar.

“Ada sesuatu.” Jawabnya cepat dan masuk kedalam kamar mandi.

“?” namja berperawakan besar tersebut menatapnya dengan bingung.

Dibawah guyuran air namja manis tersebut memejamkan matanya. Dia meraba bibirnya, masih merasakan hangat yang diberikan Heechul.

‘First meet, kiss…’

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

BRRAKKKK

Heechul membanting pintu keras. Donghae, Eunhyuk dan Kibum kaget, bingung akan kelakuan Hyung mereka. Sementara Yesung dan Ryeowook yang sedang bermain di dapur merasa sudah biasa dengan sikap Heechul yang seperti itu, tak merasa terganggu dengan teriakan-teriakan frustasi Heechul, yang tak lama setelah itu menghilang.

Heechul terpaku diam memandang langit dihadapannya. Semilir angin membuat rambut panjangnya bertiup pelan. Matanya perlahan terpejam, merasakan hangatnya matahari senja. Tangannya terlipat dibelakang kepalanya, dan tubuhnya bersandar pada genting-genting. Diatas atap selalu membuatnya tenang.

“Hyung!” Heechul membuka matanya. Dilihatnya Donghae sedang membawa dua gelas susu strawberry dan blueberry.

“Ada apa lagi?” tanya Donghae sembari menyodorkan segelas susu. Heechul hanya menggeleng dan meneguk susunya.

“Um, baiklah jika Hyung tak mau membicarakannya.” Ucap Donghae. Heechul melirik Donghae dan tersenyum kecil lalu kembali memandangi langit yang kemerahan.

“Hyung, aku mau memberitahumu sesuatu.” Kata Donghae. Heechul menoleh. Donghae terdiam sesaat, terlihat ragu akan bicara apa, setelah itu kembali membuka mulutnya.

“Bersama orang yang kau cintai tak selalu membuatmu senang. Kadang… justru membuatmu tersiksa dan ragu, bahkan ketakutan.” Ujar Donghae, meletakan gelas disampingnya.

“I know.” Heechul kembali merebahkan tubuhnya. Matanya perlahan tertutup. Sementara Donghae menatap langit dan merasakan angin yang mulai mendingin.

‘Sebentar lagi malam… saat itu… akan…’

Donghae menoleh pada Heechul yang tertidur disampingnya. Dielusnya pipi putih Heechul dan diciumnya bibir Heechul lembut.

‘Jeongmal mianhaeyo, Chullie…’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: