Love Disease 2—Day by Day

7 Jul

TITLE:;: Love Disease — Day by Day
AUTHOR:;: Cherry Chibi>w<
MAIN CHARA:;: Lee Sungmin
GENRE:;: Shounen-ai, Angst
A/N:;: – happy reading~ >w<

Sungmin merebahkan tubuhnya diatas kasur merah mudanya. Matanya tertutup, berusaha melepas rasa sesak yang menghantam dadanya. Dia menghembuskan nafasnya sebelum kembali membuka matanya.

Matanya menerawang langit-langit. Sekelebat bayangan wajah seseorang menghampirinya, membuatnya reflex menutup mata dan menggeleng kecil, berharap itu membantunya agar tak melihat bayangan itu lagi. Perlahan dia kembali membuka matanya sembari menghembuskan nafas kecil. Pandangannya berpindah menuju laptop yang berada diatas meja yang tak jauh darinya. Kembali, sosok itu muncul dalam bayangnya. Sosok itu menyadari keberadaan Sungmin kemudian menoleh padanya dan tersenyum.

Sungmin menggelengkan kepalanya kuat, tak tahan melihat bayangan itu kembali. Dia memindahkan tatapannya menuju ranjang kosong disampingnya. Leeteuk sempat menyuruhnya agar Eunhyuk diperbolehkan pindah sekamar dengannya. Tapi Sungmin menolak keras. Dia tak ingin kehilangan jejak namja yang sangat dicintainya itu ataupun jejaknya tercampur dengan orang lain. Leeteuk memahaminya dan memperbolehkannya sendiri sementara waktu.

Bayangan itu kembali muncul di benak Sungmin. Sosok itu sedang tertidur disampingnya, dengan posisi tubuh miring kehadapannya dan dengan sebuah senyuman menghiasai wajahnya. Sungmin kembali memejamkan matanya. Setetes air menggantung di ujung matanya tiap kali bayangan itu melintas.

Tok tok tok

Sungmin membuka matanya begitu mendengar suara pintu diketuk. “Ne?” sahut Sungmin, sedikit pelan. dia tetap dalam posisinya, berbaring dengan posisi miring. “Waktunya makan malam. Kajja, Hyung!” seru seseorang diluar sana.”Kajja Wookie!” sebuah suara lain terdengar. “Ye, Hyung! Duluan ya, Hyung!”pamit suara pertama. Setelahnya yang terdengar adalah suara langkah kaki yang menjauh.

Sungmin masih terdiam di ranjangnya, enggan melakukan gerakan apapun. Matanya menerawang lantai dibawahnya. Sebuah ingatan melintas sekilas. Biasanya yang mengajaknya menuju meja makan adalah orang itu. Dia akan menghetikan gamenya lalu menoleh kearah Sungmin dan berseru dengan senyum khasnya, “Kajja, Hyung! Makan malam.”

Sungmin tertawa pahit mengingat saat itu. Perlahan air matanya mengalir, membasahi ranjangnya sendiri. Dia enggan menyekanya, karna dia tahu air mata itu akan kembali menetes. Dengan gerakan perlahan tangannya terangkat dan meraih sebuah kertas yang berada di meja kecil disamping ranjangnya.

Dibukanya lipatan pada kertas itu. Matanya membaca kembali kata demi kata yang tertulis di kertas biru muda itu. Sebenarnya dia tak perlu melakuka itu, karna setiap hurufnya sudah dia hafal diluar kepala. Hanya saja, dia ingin membacanya dengan tulisan asli sang penulis, walau dia tahu itu justru akan membuat air matanya kembali mengalir. Kalimat yang hanya pernah dia dengar sekali dari sang penulis sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya.

“I’m so sorry, but I love you…”

 

A/N:;: waaaaaaa! Bahasaku kacau!!! TT0TT #sembunyi dibalik Umin# sumpah, ancur banget ni ff… TT^TT. Judlnya day by day tp pake kalimat yg d Lies… gk apa kan..? hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: