Miracle 1—Is This Love?

23 Jun

TITLE:;: Miracle 1—Is This Love?
AUTHOR:;: Cherry Chibi>w<
CAST(S):;: Super Junior, Big Bang, Girls’ Generation, 2NE1
GENRE:;: Fantasy, Shounen-ai, yaoi, straight, etc (baca ndiri, ya! Author gk pinter nentuin genre>.<)
A/N:;: ff yg lumutan banget d lappieku ini akhirnya kupost… >.< ini ffku yg dah lamaaaa bangt… jdi mian klo bahasnya mash aneh n gk nyambung gt… n disini status kakak-adiknya berubah… jdi jngn kaget klo beda dr yg asli… part slajutnya akn kuupload klo ada yg coment, okey?
WARNING:;: OOC, Bahasa aneh, gk nyambung… DON’T LIKE? DON’T READ! DON’T BASHING!!!

    ” ya! Berapa kubilang! ‘evera’ bukan ‘everah’! ulangi lagi!” Ms Yuri meletekan kedua tangannya pada pinggangnya. Sementara namja didepannya hanya mendengus kesal.

    ” Everea!” serunya sambil memajukan telapak tangannya. Batu didepannya meledak. Ms Yuri hanya menatapnya dengan tatapan membunuh.

    “Kyu-ah! Kau sudah selesai?” seorang namja berwajah manis berjalan mendekatinya.

    ” Minnie hyung!” wajahnya berubah jadi cerah.

    ” Sungmin-ssi, bisakah kau mengajari Kyuhyun-ssi? Saya ada rapat yang penting. Tolong ya.” Kata Ms Yuri lalu berlalu pergi.

    ” belajar apa Kyu?” Tanya Sungmin begitu sosok Ms Yuri menghilang.

    ” mindahin batu kesana.tapi harus transport.” Kyuhyun menunjuk sebuah pohon besar yang dibawahnya ada tumpukan batu.

    ” oke, sekarang coba.” Ujar Sungmin. Kyuhyun hanya menatapnya dengan tatapan memelas.

    ” aku capek, hyung. Udah lebih dari 30 menit tahu!”

    ” ya, udah. Istirahat dulu, 3 menit.”

    ” Cuma 3 menit dari 30 menit?” kata Kyuhyun dengan tatapan lemas.

    ” dariapada enggak? Nih, aku beli es krim.” Sungmin menyodorkan sebuah es krim. Kyuhyun mengambilnya dari tangan Sungmin. Setelah 3 menit berlalu, mereka kembali pada tugas Kyuhyun.

    “mulai!” seru Sungmin. Kyuhyun menodongkan tangannya pada sebuah batu.

    ” Everea!” dan…

    BLARRRR! Batu itupun tamat riawayatnya, eh meledak maksudnya.

    ” Kyu… yang betul ‘evera’.”

    ” udah betul kok! Everea kan?”

    ” bukan! EVERA! E V E R A.”

    ” ukh… hyung sama aja kayak Ms Yuri. Hyung sendiri coba! Emang bisa?”

    ” bisalah! Nge-transport benda itu ujian kelas 2!” Kyuhyun hanya menaikan alisnya. Sungmin hanya mendengus. Dia lalu menodongkan tangannya di sebuah batu.

    ” evera.” Batu itu menghilang. Dan muncul kembali dalam hitungan mili detik diatas tumpukan batu yang dimaksud Kyuhyun tadi. Sungmin mentap Kyuhyun dengan menaikan satu alisnya.

    ” bagi hyung gampang! Kan hyung udah kelas 3!” Kyuhyun memajukan bibirnya.

    ” oke, mulai dari pelafalanmu. Tirukan, evera!”

    ” everea!”

    ” ani Kyu! Evera!”

    ” everah!”

    ” everah lagi. EVERA!” seru Sungmin gemas.

    “EVERA!” Kyuhyun ikut gemas.

    ” tul! Sekarang, pusatkan pikiranmu pada batu itu, dan pikirkan batu itu akan berada disana.” Sungmin menunjuk sebuah batu. Kyuhyun mengangguk.

    ” evera!” batu itu menghilang. Kyuhyun tersenyum senang. Tapi, apa yang terjadi???

    ” yak! Kyu! Kau pikirkan dimana batu itu?!” Sungmin mengaduh kesakitan. Disampingnya tergeletak sebuah batu.

    ” eh lho? Kok disitu batunya?” Kyuhyun menatap Sungmin dengan wajah tak berdosa.

    ” kena kepalaku tahu!”

    ” ah, mian hyung.” Kata Kyuhyun merapatkan kedua tangannya didepan wajah.

    ” gak apa. Toh kamu dah bisa mindahin. Tapi… mindahinnya salah tempat!” ujar Sungmin dengan nada sedikit menekan pada kalimat akhir.

    ” kamu mikirin apa sih?” Tanya Sungmin.

    ” mikirin Hyung.” Jawab Kyuhyun singkat. Wajah Sungmin sedikit memerah, dia jadi salah tingkah dengan kata-kata Kyuhyun barusan. Lalu dengan wajah polos Kyuhyun menlanjutkan.

    ” mikirin waktu kemarin Hyung kepeleset itu, lho. Keren banget posisi jatuhnya.” Dan dengan sukses Sungmin berhasil mendaratkan tinjunya diatas kepala Kyuhyun.

    “apa sih hyung? Sakit!”

    “udah. Ayo, coba lagi.” Kyuhyun hanya menurut dan kembali berkonsentrasi pada batunya.

_

-Super Junior’s room-

    ” capeknyaa!!!” Kyuhyun merentangkan kedua tangannya. Lalu dia merebahkan tubuhnnya diatas sofa.

    ” aku juga tahu, Kyu!” Sungmin duduk dipegangan tangan si sofa yang sama.

    ” capek ngapa hyung?” Tanya Henry yang sedang membawa tumpukan piring.

    ” mochi!!! Mana piringnya?” seru seseorang dari dapur, Ryeowook.

    ” ah, ini Hyung!” Henry pun berlalu menuju dapur, meninggalkan Sungmin dan Kyuhyun yang terdiam dalam keheningan. Sungmin menatap Kyuhyun.

    “mwo?” kata Kyuhyun.

    ” aniyo. Aku Cuma baru sadar.” Kyuhyun menatap Sungmin bingung. Lalu Sungmin melanjutkan. “ternyata kamu ini manis juga, ya.”

    ” ha? Apa, apaan sih? Bi, bilang keren dong, hyung.” Kyuhyun membalikan badannya, berusaha menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah. Dia memejamkan matanya untuk menenangkan dirinya. Sungmin yang tahu apa yang dirasakan dongsaeng-nya itu hanya tersenyum.

    “Kyu, Kyu-ah… ” suara Sungmin terdengar dari atas Kyuhyun. Kyuhyun mendongak tanpa merubah posisi badannya. Sungmin masih duduk di pegangan kursi. Dia menatap Kyuhyun dalam.

    ” Kyu…” Sungmin berdiri, lalu duduk di lantai disebelah sofa. Dia menepuk badan Kyuhyun pelan.

    ” apa sih, hyung! Aku lagi capek!” Kyuhyun membalikan badannya, menepis tangan Sungmin. Kyuhyun yang mau bicara lagi dihentikan oleh jari Sungmin. Telunjuk Sungmin menempel di mulut Kyuhyun. Kyuhyun menatap Sungmin bingung. Tetapi Sungmin menatapnya dengan penuh aura yang aneh, menurut Kyuhyun.

    ” sssttt” Sungmin tersenyum kecil. Kyuhyun hanya bisa menelan ludah. Telunjuk Sungmin turun dari bibir Kyuhyun menuju dada bidang Kyuhyun.

    ” lakukan ‘itu’ padaku.”

    ” hah? A, apa maksudmu, hyung?”

    ” lakukan ‘itu’ padaku!” Sungmin mendesak Kyuhyun. Kyuhyun tak bisa bergerak lagi karena Sungmin sudah duduk diatasnya, menindihnya.

    ” m.. mwo?!”

    ” kh….” Sungmin mencium Kyuhyun. Dia membuka sedikit mulutnya, bersiap ‘menyambut’ Kyuhyun. Tapi Kyuhyun tak bereaksi. Sungmin lalu melepaskan ciumannya.

    ” kau tak mengerti, Kyu? Masukan lidahmu ke mulutku.” Sungmin menunjuk mulutnya yang terbuka, lalu mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun. Kyuhyun memejamkan matanya, tapi dia tak melakukan apapun.

    ” kalau kau tak mau melakukannya, aku yang akan membuatmu melakukannya. Bersiaplah, Kyuhyunnie.” Sungmin membuka satu persatu kancing baju Kyuhyun.

    ” hentikan, hyung. Hentikan!” energi Kyuhyun seolah lenyap, dia tak bisa melawan saat Sungmin berhasil membuka seluruh kancingnya. Suaranya tercekat. Nafasnya tak beraturan. Wajahnya terasa panas. Tangan Sungmin berada di celana Kyuhyun saat Kyuhyun berhasil mengumpulkan suaranya.

    ” HENTIKAN!!!!”

_

    ” hahhh… hahh…. Hahh…” Kyuhyun terengah-engah. Dia menatap langit-langit yang berada didepan matanya. Dia segera bangkit dan menatap sekelilingnya. Masih di ruangan yang sama. Kyuhyun menghembuskan nafas lega. Itu semua hanya mimpi. Beberapa menit kemudian Kyuhyun baru sadar jika disekelilingnya sepi. Dia lalu berjalan menuju satu ruangan ke ruangan lain.

    ” Sungmin hyung? Donghae hyung?” dia mulai khawatir saat tak menemukan seorangpun.

    ” Eunhyuk hyung? Ryeowook hyung?”

    ” Henry?” langkahnya terhenti saat menemukan suatu benda bergerak. Benda itu berwarna putih dan bulat seperti kue manju. Kyuhyun berjalan pelan menuju benda itu. Dan benda itu berbalik saat sadar akan kehadiran Kyuhyun. Mata hitamnya yang besar menatap Kyuhyun. Dia melompat kecil menuju Kyuhyun, dan tanpa sadar Kyuhyun mundur beberapa langkah. Matanya yang bulat terus menatap Kyuhyun. Kyuhyun tak bisa menggerakkan tubuhnya. Makhluk itu semakin mendekat. Mendekat.

    ” Ttangkoma-ya! Kamu dimana??” terdengar langkah seseorang berjalan menuju arah mereka.

    ” oh, hai Kyu! Lama nggak ketemu!” sapa lelaki itu lalu mengambil makhluk itu dan menaruhnya dipundaknya.

    ” ..?”

    ” hei, jangan natap aku kayak monster yang mau makan kamu gitu, donk!” ujar namja itu sambil mengenakan sebuah topi penyhir kecil pada makhluk tadi. Kyuhyun berusaha mengingat-ingat siapa namja itu.

    ” oi, emangnya kamu kena sihir penghilang ingatan? Kubunuh kau kalau lupa aku.” Ancamnya sambil mengacungkan jarinya.

    ” Yesung hyung! Jangan kelewatan gitu kali, bercandanya.” Tiba-tiba Ryeowook muncul di belakang namja bernama Yesung itu. Kyuhyun seketika itu mengingat siapa namja itu. Sang penjaga The Trosk-The Tower of Secret- menara dari segala rahasia.

    ” oh, Kyu, kau sudah bangun?” Sungmin mucul dibelakang Ryeowook. Seketika Kyuhyun teringat mimpi barusan begitu melihatnya. Jantungnya mulai berdegup cepat saat Sungmin berjalan kearahnya.

    ” wajahmu merah, gwenchanayo?” Sungmin menempelkan tangannya di dahi Kyuhyun. Kyuhyun menelan ludah, lalu menurunkan tangan Sungmin dari kepalanya.

    ” gwe, gwenchana.”

    ” eh, udah jam segini! Acaranya udah mulai!” seru Donghae sambil berlari menuju depan tv, diikuti Eunhyuk.

    “acara apa?” Tanya Kyuhyun mendekati mereka, berusaha menjauhkan dirinya dari Sungmin.

    ” masa kamu lupa! Kemarin kan kamu yang justru ngasih tahu aku! Itu lho, ‘Death Love’!” jawab Eunhyuk.

    ” Kyu, sebelum kamu nonton. Mandi dulu!” tiba-tiba Mr Eeteuk datang. Dia adalah pengawas Super Junior.

    ” ne…” jawab Kyuhyun malas lalu beranjak menuju kamar mandi. Sementara yang lainnya duduk didepan tv sambil ribut. Henry melihat Ryeowook berdiri dan meninggalkan tempatnya.

    ” mau kemana, Hyung? Bentar lagi mulai lho.”

    ” aku baru inget, tadi aku diminta sama Seohyun untuk membuat kue.”

    ” kue?”

    ” besok ulangtahun walikelas kelasku.”

    ” ooo” ujar Henry lalu kembali mengalihkan perhatiannya pada layar TV. Ryeowook lalu kembali berjalan menuju dapur.

    ” ssssttttt! Udah mulai.” Donghae menenangkan semuanya.

_

-Kitchen in Super Junior’s room-

    Ryeowook memasukan bahan-bahan yang ada didepannya kedalam sebuah mangkuk kecil. Dia mengaduk-aduk adonan itu, dengan alat tentunya.

    ” membuat apa?” Yesung tiba-tiba muncul disamping Ryeowook. Ryeowook menoleh, lalu tersenyum sambil berkata.

    ” krim kue. Nih, udah jadi. Mau coba?” Ryewook mencelupkan jarinya pada adonan itu.

    ” hei, tanganmu bersih kan?” Tanya Yesung pada Ryeowook yang sedang menjilati jarinya.

    ” tentu saja.” Ryeowook membersihkan jarinya. Lalu dia mengambil sebuah sedok kecil, dan menyodorkannya pada Yesung. “nih.”

    ” aku pinjem tanganmu aja.” Yesung menarik tangan Ryeowook dan mencelupkan salah satu jari –jari yang tadi dipakai Ryeowook- kedalam adonan. Lalu Yesung memasukan jari itu kedalam mulutnya. Menjilatinya. Mengulumnya bagai lollipop.

    ” Yesungie…” Ryeowook mendesis tanpa sadar. Wajahnya mulai memerah. Yesung melirik Ryewook, lalu melepaskan tangan Ryeowook.

    “hm? Kau mau aku melakukan lebih?” kata Yesung sambil tersenyum, menatap Ryeowook dalam. Jantung Ryeowook berdegup cepat.

    ” n.. ne… eh, a ani, maksudku…” Ryeowook bingung harus berkata apa. Senyuman dan tatapan Yesung membius Ryeowook, membuatnya terpaku. Jantungnya berdegup semakin cepat.

    ” Ryeowookie… aku menyukaimu… maukah kau menjadi kekasihku?” Yesung mengulurkan tangannya. Ryeowook menatap mata Yesung. Matanya begitu terlihat serius tapi lembut. Ryeowook dibuat meleleh olehnya. Dengan gugup Ryeowook menyambut uluran tangan Yesung.

    ” te.. tentu… aku menyukaimu juga, hyung.” Yesung tersenyum lebar dan dengan cepat dia menarik Ryeowook dalam pelukannya. Ryeowook terkejut, tapi lalu dia melingkarkan tangannya pada tubuh lelaki diepannya.

    Yesung melepaskan pelukan mereka. Dia menaruh kedua tangannya dipipi Ryeowook. Mereka berdua saling bertatapan. Degup jantung keduanya semakin cepat. Yesung mendekatkan wajahnya. Ryeowook yang tahu apa yang akan Yesung lakukan, memejamkan matanya. Dan setelah itu dua bibir bertautan. Berbagi kehangatan. Darah dalam tubuh Ryeowook bergejolak saat dia merasakan sesuatu terselip memasuki mulutnya. Yesung yang merasakan sensasi nyaman semakin memperdalam ciumannnya. Dua orang yang sedang bermesraan itu tak menyadari ada seseorang yang melihat mereka dari jauh.

    ” yaks….” Dan orang itu adalah Kyuhyun yang baru saja selasai mandi. Segera dia pergi sebelum dua orang itu menyadarinya.

    ” ini jadi rahasia kita, ya? Hanya kita berdua. Kau dan aku.” ujar Yesung setelah bibir mereka terpisah. Ryeowook tersenyum manis.

    ” ne.” setelah itu Yesung membantu Ryeowook menyelesaikan kuenya. Mereka terlihat sangat bahagia. Ya, Karena mereka adalah pasangan baru.

-TV room in Super Junior’s room-

    ” oh, Kyu. Kau sudah selesai mandi. Sini! Lagi seru, nih.” Seru Sungmin sambil menepuk tempat disebelahnya. Kyuhyun berjalan dengan ogah-ogahan. Dia ingin menolak, tapi nggak tahu tempat pelariannya setelah itu kemana. Karena tadi dia sudah cukup lama tidur, dia tak mengantuk lagi. Dia melirik Sungmin. Sungmin terlihat serius menonton film. Ekspresinya terus berubah. Kadang serius, lalu terlihat Sungmin hampir meneteskan air mata. Dan saat Sungmin tertawa, Kyuhyun merasakan jatungnya berdegup cepat. Dia mengalihkan pandangannya dari Sungmin. Dia tak peduli pada film-nya, ya, karena sejak tadi Kyuhyun tak memperhatikan film tapi memperhatikan lelaki disampingnya.

    Memperhatikan seorang Lee Sungmin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: