Take The Test, Boys ! part 1

18 Jun

Author : Lee Jii-Ra (@Mcsd_Jill)
Title : Take the Test, Boys !
Cast :
My Older Sister – Lee Yoo Ra
Kim Jonghyun – SHINee`s Jonghyun
Yoon Doo Joon – B2ST’s Doojoon
SHINee memberdeul
Special Cast :

Sebastian Daniel Johanssen Greant – Jason
——–
Jonghyun tersenyum kecil menatap yeojachingu-nya yang tertidur lelap di sofa ruang depan. Ia melepas mantel dan duduk, menyandarkan tubuh ke sandaran kursi, mengelus rambut Yoora pelan, masih tersenyum. Sekian lama ia duduk sendiri, hingga akhirnya memutuskan untuk menggotong Yoora dan menidurkannya di kamar, mengecup dahinya pelan dan duduk di samping yeoja itu, menatap wajahnya yang terlelap
‘pip..pip’ Handphone Yoora berbunyi dan bergetar di meja kecil tempat Jonghyun menyandarkan tangannya. Terkejut, ia memeriksa handphone itu, menatap layarnya dengan tidak percaya. Tulisan ‘Nae Sarang’ terpampang jelas di layar Handphone itu. Setahunya, nama kontaknya di Handphone itu adalah ‘Choco’ bukan ‘Nae Sarang’. Jonghyun membuka pesan itu, merasakan sesuatu telah hilang darinya. Mungkinkah Yoora berpaling darinya ?
———-
From : Nae Sarang
Hey !
Ada acara besok ? jangan lupa, pukul 3 jika kau bisa^^
Jangan ketahuan Jjong lho ya ?
Kkk~<3
———-
“jagiy..” bisik Jonghyun pelan, ingin rasanya mengguncang kasar tubuh yeoja yang terlelap itu. pantaskah ia sakit sekarang ? toh belum tentu namja itu benar-benar sellingkuhannya kan ? mungkin saja mereka ingin mencari sesuatu, lagipula besok adalah ulang tahunnya kan ? Jonghyun berusaha menenangkan diri, ia menghapus pesan itu. ia pantas sakit.. yeoja itu yeojachingu-nya.. Lee Yoo Ra miliknya.. bukan milik namja itu, siapapun dia..
“jagi..” gumam Yoora tidak jelas, Jonghyun menoleh, tersenyum, tapi entah kenapa Yoora menatapnya dengan begitu heran “wae ? kau menangis jagi ?” tanya Yoora sambil mengamati wajah Jonghyun
“mwo ? ya~ ani.. jinjja.. aku bahkan tidak tahu.. serius. Hehe~” jawab Jonghyun salah tingkah, ia sendiri tidak tahu kalau ia menangis. Yoora mengambil handphone-nya yang berdering lagi, Jonghyun berbaring di sampingnya, sekilas membaca tulisan ‘Nae Sarang’
“nugu ?” tanya Jonghyun pura-pura tidak peduli, ia memainkan jari-jari Yoora. Yeoja itu menggosok matanya yang masih berat, membaca pesan itu dan tersenyum, ia menarik tangannya dari Jonghyun dengan cepat, membuat namja itu terkejut
“temanku” jawab Yoora singkat, ia mengetik pesan balasannya dengan semangat. Jonghyun mengamatinya, semakin ia melihat wajah bahagia Yoora, semakin hatinya sakit, bukankah biasanya ia senang jika melihat yeoja itu tersenyum ?
“kenapa namanya ‘Nae Sarang’ ?” tanya Jonghyun asal, Yoora tampak terkejut, tangannya menegang pada keypad handphone itu. berdeham kecil, Jonghyun memecah keheningan, Yoora terlonjak kaget dan kembali menemukan sikap normalnya
“hah ? dia Jiyoon, nomor rahasianya.. khusus untukku dan Jason. Wae ? tenang saja, dia yeoja..” jawab Yoora santai, ia melirik Jonghyun dengan berminat “kau jealous ya jagi ? hehe, mian..” tambah Yoora, tertawa ringan ketika Jonghyun memasang wajah sangat lega
“jelas lah ! aku kan namjachingu-mu !” kesal Jonghyun, ia merasa sedikit lega sekarang. Tapi setelah dipikir, bahasa di sms itu tidak seperti yeoja.. aish ! Kim Jonghyun, kau ini negatif thinking sekali pada yeoja-mu ? batin Jonghyun bingung, antara curiga dan percaya, sejak kapan sih dia kehilangan kepercayaan pada Yoora ? sejak Yoora berubah ? tidak, Yoora tidak berubah.. dia masih yeojachingu Kim Jonghyun..
“jagiy ! OI !” panggil Yoora di telinga Jonghyun, namja itu terlonjak, sadar dari lamunannya, menoleh pada yeojachingu-nya. Yoora mengerucutkan bibirnya dengan kesal “besok aku ada acara.. sayang kau tidak bisa ikut..” ucapnya dengan nada sedikit kesal, Jonghyun mengangguk dengan tidak peduli, pikirannya masih melayang entah kemana
#Next Day#
@Cafe@
“anyeong^^ sudah menunggu lama ?” tanya Yoora sambil meletakkan tas tangannya di kursi sebelahnya, men-silence Handphone-nya. Namja di depannya tersenyum manis dan menggeleng, lalu memanggil pelayan dan memesan sesuatu
“oppa, bisakah kita berhenti ketemuan seperti ini ? aku takut Jonghyun akan curiga..” Yoora mengawali dengan cemas, ia menyeruput pelan Cappucinno-nya dan menatap Doojoon ragu
“aku tidak peduli sebenarnya.. dia curiga ? lalu dia mau apa ? dia tak akan ingin memutuskanmu, dia terlalu mencintaimu” jawab Doojoon santai, Yoora mengangkat alis “dan aku berharap kau tidak mencintainya sebesar itu–”
“aku mencintainya !” sahut Yoora kesal. Sulit memutuskan sekarang, apa ia harus membela Jonghyun atau tidak. Ia merasa wajar jika Doojoon menghina Jonghyun begitu, bagaimanapun juga, Doojoon adalah mantan namjachingu-nya, tidak tanggung-tanggung, 3 tahun mereka menjalin hubungan. Tapi kini ia tidak bersamanya lagi.. ia bersama Kim Jonghyun.
_Yoora PoV_
“aku mencintainya !” sahutku kesal. Sulit memutuskan sekarang, apa aku harus membela Jonghyun atau tidak. kurasa wajar jika Doojoon menghina Jonghyun begitu, bagaimanapun juga, Doojoon adalah mantan namjachingu-ku, tidak tanggung-tanggung, 3 tahun kami menjalin hubungan. Tapi kini aku tidak bersamanya lagi.. aku bersama Kim Jonghyun.. tapi Yoora, kau toh sedang mengkhianati Jonghyun sekarang ! tidak ! aku tidak mengkhianatinya ! aku dan Doojoon hanya teman.. tapi aku mulai mencintainya lagi.. aish..
“Yoora ? ya~” panggil Doojoon sambil menjentikkan jari di depan wajahku, aku tersadar, sejak tadi aku melamun, berpikir. Aku mendongak dan tersenyum salah tingkah pada Doojoon, aku merasa sangat salah berada disini, tapi aku juga sangat ingin terus ada disini, memandang wajah namja itu.. Jonghyun sangat berbeda dari Doojoon, itulah yang aku cari darinya.. tapi kenapa sekarang aku justru ingin kembali pada masa lalu ? God..
“Yoora, kau tak akan suka ini..” gumam Doojoon sambil menendang kakiku pelan, ia menggidikkan kepala ke arah belakangku, aku menoleh. Jonghyun dan beberapa member SHINee berdiri disana, member lain tidak memperhatikanku di antara orang-orang yang begitu ramai, tapi Jonghyun tahu, dia punya semacam radar khusus untuk tahu dimana aku, oh tidak
“Jong-Jonghyun-aa, jagiy.. hai ! eumm, kurasa kau kenal dia kan ? Y-Yoon Doo-Joon..” kata-kata terakhirku seakan lenyap begitu aku sadar Jonghyun dan Doojoon saling bertatapan, Jonghyun menatapnya dengan pandangan yang belum pernah aku lihat, sepertinya segala jenis kemarahan berkumpul di dalamnya
Jonghyun menarik tanganku dan pergi dari kafe itu, tidak peduli pada para member SHINee yang memanggil-manggil namanya, Jonghyun terus berjalan. Ia membuka pintu mobil dan mengisyaratkanku untuk masuk, tetap saja dengan biasa, ia tidak pernah kasar. Itu membuatku merasa bersalah..
@Yoora’s Apartement@
Jonghyun membanting pintu menutup di belakangnya, ia memegang kedua lenganku dan memaksaku menghadapnya. Jason yang ada di ruang itu menjatuhkan gelasnya karena kaget, ia menatap Jonghyun tidak mengerti, tapi Jonghyun hanya melempar pandangan galak, menyuruh Jason untuk diam
“jagi, aku tahu.. kau cemburu.. ini tidak seperti itu..” gumamku setengah memohon. Sorot mata Jonghyun tidak menunjukkan ia bisa tenang, apa yang harus kulakukan ? apa dia tahu bahwa 3 bulan terakhir ini aku sering sekali bertemu dengan Doojoon, jika ia pergi ke Jepang ?
“cemburu ? cemburu ? kau pikir aku akan seperti ini jika cemburu ?? jangan remehkan aku Lee Yoora !” bentaknya marah, matanya seakan menyala-nyala, membuatku sulit untuk menatapnya “aku kecewa kau bohong ! aku marah kau pergi diam-diam ! aku cemburu kau bersama namja lain ! dan kau tahu ? sekarang aku merasa.. aku ragu kau masih mencintaiku !” tambahnya, ia masih menatapku, tapi lalu memalingkan wajah. Aku tidak peduli apa ia marah padaku atau tidak, aku tetap ingin menatapnya
“kalau begitu.. putus !” ucapku akhirnya, Jonghyun mendongak, menatapku tidak percaya. Aku bisa merasakan air mata turun ke wajahku, hangat dan tajam
“arra.. pada akhirnya.. akhirnya kau memilih namja lain kan ? haha.. akhirnya akulah yang harus menyingkir..” gumamnya lirih, suaranya hampir tidak terdengar karena serak “kau tahu ? hanya satu hal yang kuharap.. kau bisa mencintaiku apa adanya ! kau pikir aku tidak tahu selama ini kau keluar dengan siapa ?”
“lalu kenapa kau tidak memperingatkanku ?!” bentakku kesal, jika selama ini dia sudah memperingatkanku, aku akan punya alasan untuk menjauh dari Doojoon
“karena aku lelah Yoora ! aku lelah harus memperingatkanmu terus ! kita pernah seperti ini sebelumnya ! aku lelah disakiti terus ! aku ingin kau sadar ! aku bukan patung ! aku punya perasaan !” bentaknya mulai tidak terkendali, aku merasa menciut “aku ingin kau sadar, kau bukan miliknya lagi Yoora..” ia menurunkan suaranya kembali, terlihat sangat rapuh. Ia menatapku sekilas dengan tatapan seperti anak kecil yang tidak jadi diajak main, justru digantikan oleh temannya. Sorot mata itu membuatku ingin memeluknya, mendekapnya, tapi dia bukan lagi milikku.. dan Jonghyun tidak plin-plan
“kurasa.. Lee Yoora-ssi, kamsahamnida.. dan jwesonghamnida” ucapnya tenang, ia tersenyum sedih, menghapus air matanya dan menyambar mantel, dan berjalan keluar, menutup pintu dengan tenang
_Author PoV_
#Next Day#
“Jason-aa, aku putus” jelas Yoora tanpa basa-basi. Jason tersenyum, menyibakkan rambut peraknya dan menghentikan mobil di depan sebuah toko roti, membuka pintu untuk Yoora dan berjalan mendahuluinya masuk ke toko itu
“kau mau apa ?” tanya Jason tenang, Yoora menggeleng kesal, marah. Kenapa Jason menganggap ini remeh sekali ? ia justru memesan Tiramissu ! heish
“aku sudah tahu kemarin” ujarnya santai, Yoora ingat, Jonghyun juga selalu mengungkapkan perasaannya pada Jason. Kekesalannya pada Jason mendadak menguap, ia sadar satu-satunya orang yang bisa menyelesaikan masalahnya adalah Jason
“Doojoon.. dia.. pacar pertamamu, kan ?” tanya Jason dengan nada menginterogasi. Yoora menelan ludah dan mengangguk, memandang Jason dengan ragu, sementara namja itu memandangnya lekat
“ne, tapi dia bukan cinta pertamaku.. hanya saja aku merasa..” jawab Yoora ragu, ia ingin melanjutkan, tapi takut akan tatapan tajam Jason yang seakan menembus pikirannya. Jason memberinya isyarat untuk meneruskan
“aku merasa ia selalu bisa melakukan hal yang aku inginkan–”
“hal yang Jonghyun tidak bisa, kurasa itu maksudmu ?” sahut Jason cepat, Yoora mengangguk jujur, ia merasa agak bodoh dan menyesal saat Jason mengatakan hal itu “kau pernah bilang padaku bahwa.. kau suka Jonghyun–”
“karena dia berbeda.. ya, benar” Yoora meneruskan kata-kata Jason dengan cepat, ia meminum sedikit Cappucinno-nya, menenangkan diri. Jason menatap luar jendela, membiarkan Yoora bernapas dahulu
“tapi itu dulu.. kurasa Jonghyun terlalu berbeda” lanjut Yoora akhirnya, ia tidak berani menatap Jason yang langsung melempar pandang aneh padanya, seakan ia baru saja bilang bahwa ia kehilangan uang 30.000 dolar “ia sering berubah” tambahnya cepat ketika Jason menatapnya dengan agak heran
“jelas.. penampilannya ? tentu saja.. bukankah Doojoon juga begitu ?” celetuk Jason santai, Yoora mulai salah tingkah, bicara dan berdebat dengan Jason bukan hal gampang. Jason selalu mencerna tiap kata yang diucapkan Yoora, membuatnya mengerti yeoja itu, lebih dari siapapun
“tapi Doojoon berbeda.. setidaknya bukan itu.. maksudku.. dia hanya–”
“hanya apa ? bukannya dulu kau putus dengan Doojoon karena dia sering berubah ? mereka artis Yoora ! kau bilang kau tidak ingin mengulangi kesalahan sebelumnya ?” sahut Jason tenang, ia meneguk pelan Cappucinno-nya yang masih segelas penuh, meniup jendela dan menuliskan sesuatu di jendela itu “Yoora-yah, entahlah.. kurasa Doojoon bukan namja sebaik Jonghyun” tambah Jason agak ragu
“sudahlah ! kau tidak kenal dia ! kau tidak bisa membandingkannya dengan Jonghyun ! kau bahkan tidak tahu apa yang telah dia lakukan !” bentak Yoora marah, beberapa orang menatap mereka berdua, tapi baik Yoora maupun Jason tetap tenang
“oh ya ? apa dia pernah menyelamatkanmu dari polisi, hingga ia harus membayar denda yang harusnya kau terima ? apa dia pernah menangis diam-diam hingga para fans mengkhawatirkannya ketika ia putus denganmu ? apa dia pernah berkorban begitu besar untukmu ?” Jason mulai menyudutkan Yoora, yeoja itu menarik napas, menenangkan diri
“dia bisa membuatku bahagia.. kau tidak bisa memaksakan kehendak” jawab Yoora tenang, Jason menatapnya sedih. Yoora tersenyum menyadari Jason mulai kalah, tapi namja itu tetap terlihat tidak yakin
“pernahkah dia buktikan padamu bahwa dia mencintaimu ?” tanya Jason setelah beberapa lama diam. Yoora menatapnya tidak percaya, namja ini masih saja berusaha menyudutkannya
“dia.. mengatakan ia mencintaiku.. dan aku percaya padanya !” jawab Yoora angkuh, Jason tersenyum melihat lubang menganga pada jawaban Yoora
“kau percaya dia.. yang entah benar-benar mencintaimu atau tidak. Tapi kau tidak pernah mendengarkan orang yang jelas sangat menginginkanmu” Jason tersenyum puas melihat wajah Yoora yang memucat. Ia tahu, selama ini Yoora tidak pernah menanggapi serius semua usaha Jonghyun untuknya, ia jadian dengan Jonghyun hanya untuk menjauhkan pikirannya dari Doojoon, tapi ternyata Jonghyun adalah namja yang serius dan mau menerima Yoora apa adanya
“kau takut pada Doojoon ?” tanya Jason tiba-tiba, melenceng jauh dari topik. Yoora menatapnya tidak mengerti
“tentu saja tidak ! kalau aku takut, kenapa selama ini aku mendekatinya ?” tangkis Yoora dengan nada jengah, seakan ia sedang bicara pada idiot yang sangat sulit mengerti arti ucapannya
“tapi kau bilang.. kau ingin Jonghyun memperingatkanmu agar kau bisa mendapat alasan menjauhi Doojoon ?” tanya Jason lagi, Yoora tidka mengacuhkannya. Beberapa lama, Jason tetap memandang wajah Yoora dengan berminat, membuat yeoja itu merasa tidak bisa lagi membiarkan ini
“aku takut aku akan menyakiti Jonghyun..”
“sudah kau lakukan”
“maksudku, aku tidak ingin ia terluka lebih dalam lagi..”
“kau sudah torehkan cukup dalam”
“berhenti membantahku terus !”
“aku hanya menjelaskan”
“itu omong kosong !”
“itu kenyataan”
“tidak benar, aku menganggap Jonghyun serius..”
“ha-ha.. kapan ? belum pernah dengar”
“aku melarang Doojoon melecehkan Jonghyun”
“karena kau ingin jauh dari masa lalu”
“aku ingin begitu karena aku mencintai Jonghyun”
“tapi toh sekarang kau memutuskan Jonghyun”
“aku ingin dia bebas dariku !”
“tapi kau memutuskannya saat ia berharap kau akan ada disisinya”
“aku tidak bisa”
“ya, kau bisa.. hanya tak berani menghadapi kenyataan bahwa Jonghyun lebih baik”
“Jonghyun tidak lebih baik !”
“aha ! kena kau ! Jonghyun tidak lebih baik dari Doojoon ? itu artinya kau tidak melihat segala usahanya”
“DIAM ! KAU TIDAK TAHU SIAPA DOOJOON ! KAU TIDAK TAHU BAGAIMANA DIA ! DAN BERHENTI IKUT CAMPUR URUSANKU !!” Yoora menyambar tas dan keluar, meninggalkan Jason yang tersenyum trenyuh menatap sahabatnya
_Jason PoV_
“DIAM ! KAU TIDAK TAHU SIAPA DOOJOON ! KAU TIDAK TAHU BAGAIMANA DIA ! DAN BERHENTI IKUT CAMPUR URUSANKU !!” Yoora menyambar tas dan keluar, meninggalkanku yang tersenyum trenyuh menatapnya
Aku tahu betul siapa Yoon Doo Joon, dulu ia dekat denganku. Ia tidak lagi menginginkan Yoora, tapi ia merasa Jonghyun bukan namja yang pantas. Ia hanya ingin menghancurkan Jonghyun, tapi ia tidak sadar bahwa dnegan cara ini, ia akan menghancurkan Yoora juga. Yoora, ingin rasanya aku katakan ini, tapi aku tidak tega.. aku melihat tawa yang belum pernah kau keluarkan saat bersama Doojoon. Dan kau mengeluarkan air mata yang tidak pernah aku lihat selama kau bersama Jonghyun. Kenapa kau justru memilih Doojoon ? mengertikah kau apa itu cinta ?
Aku berjalan ke mobil setelah membayar pada ahjumma ramah yang kagum pada rambutku. Masih memikirkan kata-kata Yoora tadi, benarkah Doojoon benar-benar membuatnya bahagia ? lebih dari Jonghyun ? tapi kenapa Yoora ingin menjauhinya ? kenapa dulu Yoora seakan takut pada namja itu ? dan kenapa kini ia ingin kembali pada Doojoon ?
Lamborgini-ku melaju lebih cepat dari yang kukira, tapi rasanya otakku berdesing lebih cepat juga. Yoora, Doojoon, Jonghyun.. rasanya segitiga ini pernah terbentuk sebelumnya..
‘CIIIIIT’ aku menginjak pedal rem sekuat tenaga, hingga meninggalkan tanda selip di jalanan. Dengan cepat, aku merubah haluan, menuju apartemen Yoora
Aku ingat, dulu Yoora pernah cerita padaku, saat kecil, ia suka pada seorang namja, namanya Kim Jong Hyun. Tapi saat itu ia dekat dengan seorang bernama Yoon Doo Joon, dan akhirnya mereka bertiga berpisah. Tapi mereka bertemu lagi kan ? dan Yoora jadian dengan Doojoon ? dan Doojoon bukan cinta pertamanya kan ? berarti, cinta pertama Yoora adalah Jonghyun ! ia ingin mendapatkan Jonghyun, tapi ia juga takut Jonghyun tidak akan membalas cintanya seperti saat kecil dulu ! Yoora takut pada Jonghyun, bukan Doojoon ! Gotcha !
Dengan agak ragu, aku masuk ke apartemen Yoora, apartemen itu sepi, hanya ada Yoora yang duduk di sofa, menatap kosong beberapa hadiah yang dulu diberikan Jonghyun untuknya. Perlahan, aku mendekatinya, ia menoleh menatapku, pandangannya agak linglung, aku hanya tersenyum
“Jason-aa, aku ingin katakan sesuatu” ucapnya mengawali, aku duduk menghadapnya, menatap mata coklatnya yang melebar karena ragu. Yoora menelan ludah, menatapku agak salah tingkah
“J-jonghyun, dia first love-ku” aku Yoora tenang. Jiah, Sebastian ! kau memang detektif cinta, batinku. Aku mengangguk mengerti, Yoora menatapku dan tersenyum manis
“aku takut.. aku tidak yakin padanya.. entah kenapa..”
“karena masa lalumu kurasa ?” tanyaku penuh harap, Yoora mengangguk, ia tidak pernah heran, aku mengerti masalahnya
“dulu.. dia tidak pernah sekali pun melirikku.. dia hanya menganggapku dongshaeng-nya.. aku takut jika ternyata ia masih menganggapku begitu. Aku paranoid Je..” gumamnya dengan nada agak takut, aku mengerti, sangat mengerti
“tidak Yoora, dia tidak begitu.. dia ingin menebus kesalahannya yang dulu, dia ingin mencintaimu, dia ingin mendapatkan Yoora yang dulu, dengan bodohnya, ia buang begitu saja..” jelasku, ya, Jonghyun pasti ingin menebus itu, jika dilihat dari segala yang telah ia lakukan selama ini, ia bukan sekedar namjachingu, tapi juga sahabat dan orang tua yang baik. Entah bagaimana caranya ia lakukan itu, tapi yang jelas, Jonghyun pasti ingin meraih hati Yoora sepenuhnya lagi
“jinjja ? aku tidak begitu yakin padanya” Yoora memandang kosong balkonnya yang tertutup pintu kaca, tersenyum hampa pada dirinya sendiri. Aku memandangnya sejenak, berpikir, apa yang harus kukatakan
“kalau begitu jangan katakan kau mencintainya” ucapku setelah menemukan kembali suaraku yang tadi terbang entah kemana. Ia tampak sedikit terperanjat, menatapku tidak mengerti, tapi lalu terlihat paham maksudku
“ya, mungkin.. aku hanya merasa ingin memilikinya, tapi sulit percaya padanya” wajah yeoja itu aneh, misterius, aku tidak mengerti maksud ekspresinya. Ia mencintai Jonghyun atau Doojoon ? kenapa ia menjaga Jonghyun dulu, dan tidak ingin namja itu meninggalkannya ? tapi kenapa kini ia justru bersama Doojoon ? apa sebenarnya maksudnya ?
“Yoora, kau tahu.. kepalaku sakit memikirkan ini” celetukku kesal, cinta itu rumit sekali !
“haha, aku juga” ia tertawa kering, menatapku dengan tatapan prihatin yang entah kenapa dilemparnya padaku. Aku hanya tersenyum menatapnya, melupakan semua masalah Yoora, yang entah kenapa, bergumul di kepalaku
@Jonghyun’s Place@
#6 month later#
Jonghyun menatap tidak percaya layar komputernya, beberapa kali ia menggosok matanya dengan tidak percaya. Ia baru saja membaca E-mail dari Yoora, dan rasanya kini jiwanya melayang entah kenapa
———-
-From : icare96@naver.com

-To : shine_jkim@naver.com

Jonghyun-ssi, mungkin ini tidak penting bagimu
Tapi aku hanya ingin mengatakan, aku sudah mendapatkan namja lain, penggantimu .Mungkin kau akan sakit mendengar ini. Mengingat dulu aku mengkhianatimu untuk bersamanya J. Tapi aku masih percaya kata-katamu dulu, jika aku bahagia, kau juga akan bahagia
Mianhae jika aku menyakitimu sekali lagi. Aku akan bahagia dengan namja itu, dengan Yoon Doo Joon.

Yoora
———-
Jonghyun merosot sedikit dari tempat duduknya, membaca berkali-kali pesan itu. Tapi tidak ada arti lebih yang bisa di dapatnya, selain Yoora sudah benar-benar bisa melupakannya. Ia membuka laci meja, mengambil setumpuk foto, fotonya dan Yoora
Untuk pertama kalinya, Jonghyun bangkit dari tempat duduknya, memandang sekeliling. Masih terbayang jelas di kepalanya, dulu, Yoora sering berkelahi dengan Minho jika kalah main Winning Eleven, di pojok ruangan sana. Juga sering mengerecoki Key yang sedang memasak, hingga akhirnya mengajak Jonghyun bermain dengan tepung. Dan di meja komputer ini, dulu ia mengajukan permintaan relationship pada Yoora, saat mereka sedang iseng. Jonghyun tersenyum pada Yoora, atau setidaknya, kekosongan di hadapannya, kekosongan yang sering ia bayangkan sebagai Yoora
Onew berdiri di samping Jonghyun, menepuk pundaknya pelan, tersenyum menenangkan dongshaengnya. Jonghyun mengangguk kecil dan meninggalkan Onew disana, berjalan ke balkon
“hyung, dia sudah mendapatkan penggantimu, jangan khawatir” hibur Taemin sambil menggenggam tangan Jonghyun yang mencengkram erat-erat pagar balkon. Jonghyun menyibakkan rambut, tersenyum dan mengelus kepala Taemin sekilas. Kembali menikmati angin semilir yang terasa menusuk wajahnya, mendinginkan air matanya yang hangat
“Taemin-aa, apa aku salah jika aku masih merasa sakit ?” tanya Jonghyun seperti anak kecil. Taemin memandang hyungnya yang menatap kosong jauh ke depan. Wajah usil dan tegar Jonghyun, yang ia tunjukkan bahkan ketika ia menangis, hilang begitu saja, ia terlihat begitu rapuh dan lemah
“tidak hyung.. tidak.. kau pantas merasa begitu, hyung..” bisik Taemin pelan, Jonghyun memeluk dongshaengnya erat, menyandarkan kepalanya ke bahu Taemin
“hyung, tolonglah.. jangan seperti ini..” gumam Taemin pelan, ia mengelus punggung Jonghyun dengan agak canggung. Sedikit merasa salah tingkah, karena hyungnya tiba-tiba begitu
“lupakan saja Yoora.. masih banyak yeoja yang lebih baik darinya..” ucap Taemin tenang, Jonghyun menggeleng kuat-kuat. Akhirnya, namja itu melepaskan dongshaengnya, tersenyum trenyuh
“aku pernah mengecewakannya dulu.. aku tidak ingin mengecewakannya lagi.. aku ingin membalas cintanya yang dulu tidak kuanggap, Taemin-aa..” Jonghyun kembali menatap kekosongan yang jauh di hadapannya
“tapi dia menyakitimu terus hyung ! aku tidak suka melihatmu terus begini ! bagaimanapun juga, kau hyungku !” Taemin menatap Jonghyun kesal, kenapa hyung-nya itu tiba-tiba berubah jadi begitu papo dan lemah ?
“aku mencintainya.. entah ia masih mencintaiku atau tidak.. tapi aku ingin terus begini” gumam Jonghyun, tersneyum mendengar kata-katanya sendiri “terus seperti ini..” ulangnya dalam bisikkan pelan, entah kenapa, kata-kata itu membuatnya merasa tenang, membuatnya menikmati sakitnya
“arra, kurasa aku mengerti.. pikirkan baik-baik hyung, jangan membuat dirimu terjerumus lebih dalam” kata Taemin, ia berbalik dan menutup pintu balkon pelan, meninggalkan Jonghyun yang kini menatap langit dengan sedikit harapan
#2 months later#
@Yoora’s Room@
“KYAAA~ aish, namja ini..” pekik Yoora sambil melempar tas tangannya ke sofa, mengenai wajah Jason, membuat yogurt di tangannya tumpah. Jason memekik tertahan, Yoora mengacuhkannya, masuk ke kamar dan membanting pintu
Dengan yakin, yeoja itu membuka laci, mengambil secarik kertas. Di kertas itu, Jonghyun iseng menuliskan surat cinta untuknya, surat yang masih sangat sering ia baca, jika ia marah pada Doojoon. Surat itu menenangkannya, dan surat itu mengingatkannya, bahwa dulu ada Jonghyun yang menggoreskan tinta di sepanjang kertas itu. bahwa Jonghyun dulu pernah bersamanya, bahwa Jonghyun pernah membuatnya tertawa, dan meski terpaksa, Yoora mengakui, Jonghyun-lah yang membuatnya tersenyum saat ini
———-
My Dear, Yoora

When you’re tired and having a hard time, please let me stay by your side. So i can give back to you, the love i only received. Before this LIFE ends. If you alone, are standing, i can handle this much pain and suffering. If only you, if you’re to me, in my life..

This letter is not much, but i just want you to know, saranghae❤

Love,
Jonghyun
———-
Jason membuka pelan pintu kamar, Yoora tidak perlu repot-repot menghapus air mata, karena Jason sudah tahu semuanya. Ia duduk bersila di samping Yoora, memandangi surat kecil di tangan Yoora yang bergetar, menggenggam tangan yang menjadi begitu kecil di genggamannya itu
“kenapa kau masih membaca surat itu ?” tanya Jason hati-hati, Yoora menoleh padanya, menyandarkan kepalanya ke bahu bidang Jason. Namja itu mengelus kepala Yoora dengan tenang, merasakan napas Yoora yang tersengal-sengal di antara isakkannya
“aku merasa tenang jika membaca surat ini.. aku merasa Jonghyun tercermin disini” jawab Yoora dengan suaranya yang bergetar, ia masih tersenyum di sela-sela tangisannya, masih membaca surat itu
“kenapa kau ini ?? dulu saat Jonghyun ada, apa yang kau lakukan ? sekarang, setelah ia pergi, kau mengingat tentang dia terus ! maumu apa sih ?!” bentak Jason kesal, namja itu menatap sahabatnya dengan tidak mengerti. Yoora menghela napas, tersenyum sedih pada Jason
“entahlah.. aku juga tidak mengerti” Yoora melipat dengan hati-hati surat itu, memasukkannya kembali ke laci, mengusap air matanya dan tersenyum pada Jason. Namja itu masih memandangnya dengan heran dan penasaran, tapi ia tahu, Yoora ingin sendiri. Dan Jason pun keluar
_Yoora PoV_
Aku merasa makin hampa ketika Jason keluar dari pintu putih itu, rasanya, Jason adalah satu-satunya orang yang nyata di dunia ini. Meski di sisi lain, aku merasa ingin sendiri, aku merasa salah melibatkan Jason lebih dalam di masalah ini. Mulai sekarang, aku harus memikirkan caranya sendiri
Cukup lama aku membenamkan kepala di bantal empukku, memikirkan cara-cara, penyebab masalah ini. Hingga sebuah pemikiran muncul di otakku. Aku bahagia bersama Jonghyun, tapi sulit percaya padanya. Dan aku percaya pada Doojoon, tapi aku tidak pernah merasakan perasaan sesenang saat bersama Jonghyun, aku tidak merasa aman
Perlahan, aku menelusuri halaman novel, tidak membacanya, hanya mencari inspirasi. Aku terus membalik buku itu, seakan ada perasaan yang menuntunku untuk melakukannya. Hingga aku mencapai tepat di halaman 222, dan menemukan sebuah kata : “gangsta”. Ini bisa membantu, pikirku
Secepat kilat, aku menyambar handphone dan menelusuri kontak yang ada. Jemariku mengetik dengan cepat pesan darurat pada orang-orang yang kubutuhkan. Kurasa gangsta bisa membantu, dan aku segera menyetel lagu ‘Gangsta Boy-f(x)’ keras-keras, tersenyum mengingat ide super gila yang terlintas di pikiranku. Hal ini akan berhasil, harus berhasil.. haha ~ Jonghyun, Doojoon, aku tidak peduli, mereka sama. Dan rencana ini akan berjalan lancar..

– TBC –

Satu Tanggapan to “Take The Test, Boys ! part 1”

  1. Nyna Juni 19, 2011 pada 2:30 am #

    Uwaaa…klw bgt Dj ma aq aja!!keke nice ff

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: