PLAGIAT!!!! ( Like as Damage )

10 Jun

Hal yang paling dibenci seorang seniman, adalah ketika karyanya dijiplak. Hal yang paling disesalkan seorang seniman, adalah ketika ia harus berhenti berkarya. Dan hal yang paling menyakitkan bagi seorang seniman, adalah ketika karyanya diaku orang lain.
***
Aku, seorang penyanyi dibawah naungan SM Entertaiment. Cho Kyuhyun. Siapa yang tidak tahu? Antis? Bahkan mereka amat mengenalku. Tapi, sayangnya aku tidak punya antis. Ya, sejauh yang aku tahu. Aku punya banyak fans yang begitu mengenalku, memujaku, mengelu-elukanku bahkan mencintaiku. Bagaimana pun aku mencintai mereka. Bagaimana tidak? Tidak mungkin seorang Cho Kyuhyun bisa setenar ini kalau tidak punya fans?
Mungkin aku terlalu sombong kalau menganggap di muka bumi ini sama sekali tidak ada anti fans-ku. Tapi, ini hidup. Hidup harus dinikmati dan kita harus berpikir optimis bukan?
Hari ini adalah anniversary 5 bulan setelah aku debut. Sesungguhnya aku tidak memerlukan ini. Untuk apa membuang-buang waktu hanya untuk merayakan ini? Tapi, lagi-lagi ini untuk fans. Bagaimana pun aku tidak bisa mengecewakan mereka karena aku idola mereka. Aku bintang mereka. Dan bintang tidak akan bersinar jika api-api semangat dari fans tidak meletup-letup, cahayanya akan redup.
“ Cho Kyuhyun!!!!” . “ Kyuhyun Oppa! Saranghae!!!” . “ Yaaaaaaaak! Kyuhyun!!” . “ Kyuhyun! Kyuhyun! Kyuhyun! Kyuhyun!”
Teriakan-teriakan itu, jeritan-jeritan itu, dan pekikan-pekikan itu. Walau nyaring di telinga, aku menyukainya. Bagaimana pun rasa percaya diriku pasti akan tumbuh bila suara-suara itu mengelu-elukan namaku. Aku pun bernyanyi sembari mengedarkan pandanganku pada netizen. Mereka tampak senang. Aku pun senang jika mereka senang.
“ Kyu, kerja bagus. Istirahatlah! Besok kau harus berangkat ke Korea,” ujar Sooman hyung, managerku. Belum sempat aku menjawabnya, ia sudah pergi meninggalkanku. Ah! Terserah, lah! Aku juga malas menjawab.
Kurebahkan tubuhku ke ranjang kecil itu. Melepas lelah yang menggerogoti tulang. Dan sesaat kemudian, mataku terpejam dan bergelut di alam mimpi.
***
Kubuka mataku perlahan. Cahaya matahari pun telah menyusup masuk ke kamar ini lewat celah-celah jendela yang masih tertutup gorden biru tua. Aku pun menggeliat sesaat untuk merenggangkan otot-ototku, namun aku pun terhenyak. Bau apa ini? Seperti bau anyir. Tapi…
Omona! Aku tersentak melihat baju tidurku yang telah berlumuran darah. Aku pun memegangi dada dan perutku secara bergantian. Khawatir tubuhku sudah tidak utuh lagi. Tapi badanku masih utuh-tuh. Bahkan sudah kulepas pakaian tidurku untuk mengecheck apakah ada bekas tusukan. Tapi sungguh tidak ada. Lalu, dari mana ini? Darah dari mana?
Drrreeeeeett, dreeeeett…
Tiba-tiba Iphone-ku bergetar. Kuraih Iphone yang tergeletak di meja itu dan melihat layarnya yang berkelip-kelip. Key? Key meneleponku? Rupanya sahabatku yang satu ini tidak melupakanku, walaupun aku tahu kalau jadwalnya juga padat sepertiku. Ya, dia juga penyanyi. Tapi dia lebih suka rapp dari pada vocal, mungkin.
Aku pun mengangkat teleponenya dan hendak menyapa.
“ Ooeo?” Yak!! Apa lagi ini?
“ Kyu?” panggil suara Key diseberang sana.
“ Oeo? Ei? Ei!” Hei! Aku ingin bilang ‘ Yoboseyo? Key? Key!’, tapi kenapa yang muncul malah oeo-ei-ei? Hah! Suara siapa itu! Tidak mungkin aku berkata seperti itu. Seperti omongan orang gagu. “ Ei!” aku masih berusaha memanggil Key. Tapi, aku juga bingung dengan ini. Kenapa aku tidak bisa bicara jelas?
“ Hahahaha…” gelak tawa Key membuatku terhenyak. “ Kau mau bilang apa, Kyu? Heh! Tidak usah dipaksakan kalau tidak bisa. Lebih baik kau bercermin sekarang. Lihat dirimu! Artis yang diidam-idamkan para wanita?” ujar Key dengan nada mencemooh.
Apa maksudnya ini? Apa yang dia katakan?
Aku langsung berlari kedepan cermin riasku. Melihat bayanganku disana. Omona! Mataku terbelalak, kaget dan tak percaya. Selain baju tidurku yang berlumuran darah, wajahku juga. Tapi hanya disekitar mulut. Di dagu, pipi, dan leher.
“ Ie moa?! Ei! Ie moa!!” jeritku menjadi-jadi. Ada apa dengan lidahku? Apakah aku benar-benar gagu? Tapi, kemarin malam! Kemarin malam tidak! Bahkan aku sempat menyanyi dihadapan para fans-fans.
“ Sudahlah, Kyu! Jangan merancau. Nikmati saja hidupmu sekarang. Ohya, bernyanyilah untukku, Kyu! Aku ingin mendengar suara emasmu,” ujar Key dengan nada yang amat merendahkan.
“ Ei! Au uang a’a! aih! Ei! Aan uwunguh au!” Tuhan! Aku benci ini? Seakan-akan lidahku pendek. Hatiku geram bukan main. Ingin kumaki-maki si Key sialan itu.
“ Hahahaha… dasar bisu! Diam lah, Kyu! Lidahmu sekarang pendek. Bahkan bilang L dan R saja sulit. Ratapi saja nasibmu ini, Kyu. Dan lihat, lah! Siapa yang akan bersinar esok. Hahahaha…” gelak tawa Key membuatku muak.
Tut-tut-tutt…
Lidahku? Pendek? Bisu? Nasib? Hah! Kurang ajar sekali dia? Jadi, lidahku sekarang pendek? Siapa yang memotongnya? Key! Awas, kau! Terima pembalasanku!
Brak!! Tiba-tiba pintu kamarku terbuka lebar. Aku menganga lebar melihat managerku telah berdecak pinggang diambang pintu.
“ Kyuhyun! Enyahlah kau dari sini!” gertak Sooman hyung sembari melototiku tajam.
“ Wo? Ae? Aio!” elakku panik.
“ Pergi! Kau tidak akan menjual lagi. Tindakan bodohmu menghancurkan masa depanmu. Arraso?” ujar Sooman hyung masih melototiku. Aku menggeleng keras. Jujur aku tak mengerti dengan ucapan managerku ini. “ Kyu! Kau bodoh! Kenapa harus memotong lidahmu sendiri? Heh! Sudah lah, aku tidak punya alasan lagi untuk mempertahankanmu. Pergi dari sini!” gertak Sooman hyung mengusirku.
Hatiku sesak, seakan dihimpit oleh 2 batu besar yang ingin meremukkan jiwaku. Permainan siapa ini? Ingin menghancurkan aku atau karirku? Tidak mungkin aku memotong lidahku sendiri! Tidak mungkin!
***
Aku, Cho Kyuhyun. Yang dulu seorang artis. Artis yang dielu-elukan. Artis yang bersinar karena letupan api dari para fans. Tapi sekarang? Hanya seorang pelukis jalanan yang mencoba meraup keuntungan dari goresan cat air yang untungnya sungguh tidak seberapa. Sangat jauh dari keuntungan jadi seorang penyanyi. Rasanya menyedihkan hidup seperti ini. Penderitaanku ditambah dengan kesulitanku untuk berkomunikasi dengan orang-orang disekitarku. Karena lidahku yang pendek. Oh tidak! Lidahku yang menjadi pendek.
‘Cho Kyuhyun? Kenapa kau tidak terlihat lagi di TV? Kenapa malah Key yang menyanyikan lagu-lagumu? Appa dan Eomma dirumah rindu padamu.’
Kata-kata itu. Adalah potongan kalimat-kalimat dari surat yang dikirim kakakku untukku. Surat dari kampung halamanku. ‘Kenapa malah Key yang menyanyikan lagu-lagumu? Appa dan Eomma dirumah rindu padamu.’ Kata-kata itu selalu melintas dipikirannya. Lagu-laguku? Key? Appa, Eomma? Hatiku begitu pilu mengingat mereka. Appa dan Eomma yang membesarkanku, yang menuntunku untuk mewujudkan cita-citaku, yang selalu mendukungku. Tapi anak macam apa aku ini? Yang hanya bisa mengecewakan kalian. Yang tidak bisa sepenuhnya membalas budi-budi kalian. Ataukah aku memang tidak layak disebut anak? Tapi ini bukan salahku! Aku tidak ingin kehilangan suaraku. Aku tidak ingin kehilangan kakirku. Dan aku juga tidak ingin mempunyai lidah pendek! Aku terlahir sempurna! Tapi kenapa sekarang aku menderita?
“ Roda kehidupan selalu berputar. Kadang kita diatas, kadang kita dibawah. Jadi yang bahagia tidak akan selalu bahagia. Dan yang sengsara tidak akan selalu sengsara.” Kata-kata itu. Kembali terngiang di telingaku. Kata-kata itu. Kata-kata yang diucapkan Eommaku saat aku masih kecil. Saat aku bilang kalau…
“ Eomma! Kalau aku sudah besar, aku akan menjadi artis dan kaya raya sampai tua seperti dia!” ujar Kyuhyun kecil sembari menunjuk seorang penyanyi yang sedang naik daun saat itu.
Kyuhyun kecil? Tentu. Aku yang masih kecil adalah Kyuhyun kecil. Dan aku yang sekarang? Bukan! Bukan Kyuhyun besar! Tapi Kyuhyun terpuruk…
“ Yak! Bisa melukis tidak kau, heh! Kenapa malah melamun!” tegur seorang Ahjussi yang kini ada di hadapanku. Aku terhenyak dan melihat semburat kesal di wajah Ahjussi yang sudah tua itu. Aku menunduk pelan, tanda permohonan maaf dan meneruskan pekerjaanku.
“ Ini,” ujar Ahjussi itu sembari memberiku uang 10000 won lalu pergi sambil menenteng kanvas yang semula kugunakan untuk melukis wajah Ahjussi itu.
Aku menatap uang 10000 won ditanganku itu lekat-lekat. Ingin sekali aku menggerutu. Ingin sekali aku complain. Ingin sekali aku menawar dan minta lebih. Tapi, aku bisa apa?
***
“ Yak! Berikan uangmu!” bentak seorang namja bertubuh kekar sang preman pasar, Ok Taecyeon yang terkenal garang itu. Aku menggeleng. Seharian ini, pendapatanku hanya 40000 won. Itu hanya cukup untuk makan dan membeli peralatan lukis. Bahkan untuk makan saja aku harus benar-benar mengirit.
“ Yak! Gagu! Cepat berikan, bodoh!” ujar seorang namja lainnya yang termasuk kawanan Taecyeon. Tangannya yang juga kekar seperti Taecyeon menarik kerahku dan memojokkanku pada tembok gang sempit itu.
“ Lepaskan, Kikwang-ah! Dia bagianku!” gertak Taecyeon sembari mendorong Kikwang hingga tangannya terlepas dari cengkeraman kerah kemejaku.
“ Dia bagianmu? Heh! Yang benar saja! Aku tidak suka caramu membagi uang! Masa aku dapat 1/3nya? Itu tidak adil!” gerutu Kikwang kesal.
“ Baiklah! Hari ini kau dapat setengah,” ucap Taecyeon tegas.
Yah, memang hampir setiap hari aku selalu menjadi jajahan mereka. Sejak aku menjadi pelukis jalanan, aku mulai merasakan betapa tidak adilnya dunia.
“ Kenapa hanya hari ini?!” runtuk Kikwang protes.
“ Lalu kau mau apa? Setiap hari? Heh!” bentak Taecyeon kesal.
Sementara mereka sibuk berdebat, sementara mereka sibuk mengurusi jatah mereka, ini kesempatan emas bagiku. Perlahan aku menggeser posisinya dan saat sudah agak renggang, aku pun mengambil langkah seribuku.
“ Yak! Gagu! Mau kemana, kau!!!” pekik Taecyeon ketika menyadari kepergianku.
—TO BE CONTINUE—

8 Tanggapan to “PLAGIAT!!!! ( Like as Damage )”

  1. Tae-ah Juni 11, 2011 pada 5:07 am #

    Kasian bgt kyu ..
    Lidahnya d potong ..
    Apa dy gx sadar waktu d potong .?

  2. MinSeok Juni 11, 2011 pada 10:31 am #

    Kasian bgt kyu~
    key yg ngelakuin yak?
    Ckckck key jahat amat dah.. =,=

  3. Chaesung Juni 12, 2011 pada 5:37 am #

    Ga kbyang ldh kyu kepoto-
    aduh g tega nybtin.y😥

  4. Lia_mvp Juni 13, 2011 pada 12:50 pm #

    Lanjut thor

  5. Lia_shawol_elf Juni 13, 2011 pada 12:56 pm #

    Next part dtunggu.

  6. nanansisparkyu Juni 14, 2011 pada 11:51 am #

    aah kyuppa kasian .
    Tega bgt tuh yg motong ,,

  7. Lulu Juni 14, 2011 pada 12:30 pm #

    Ya ampun ga tega bacanya!! Kyuhyunq yg kuat jd gtu. Amit2 jabang baby. Untung ni cm fanfic. Ayo chingu jgn lama2 ya bkin lnjutannya.
    #reader nyasar ni, tp bkalan sering maen ksni nie pnasaran ma kelnjutannya.

  8. dinda Juli 7, 2011 pada 6:00 pm #

    itu si key jahat banget dah -___-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: