You’re Leaving Me

8 Jun

Lee Kikwang! Kenapa kau melakukan ini padaku? Apakah aku tak berarti lagi bagimu? Apakah ketenaranmu lebih berarti dari pada yeojachingumu yang berusaha selalu setia padamu? Neo nappa! Aish!
Seorang yeoja termenung setelah menuliskan sesuatu pada secarik kertas putih dihadapannya. Ditatapnya kertas tadi dengan tatapan kosong. Pikirannya melayang-layang tak tentu arah. Disela tatapan kosongnya, cairan bening miliknya telah menggenang dipelupuk matanya. Dan sebentar lagi akan mengalir turun ke pipinya lewat ekor mata.
Tak lama kemudian, ia terisak. Tubuhnya terguncang hebat karena tangisannya. Isakannya semakin menjadi. Perasaan kesal dan kecewa pun melintas dibenaknya.
“ Yak!!! Kikwang-ah!!!” teriaknya frustasi.
Dijambaki rambut pendeknya. Dipukul-pukuli kertas yang tak bersalah itu, diremas, dilemparnya, dan tak lupa diinjak-injak hingga lusuh. Akhirnya ia terduduk dilantai kamarnya karena lelah menggerogoti tubuhnya.
***
“ Oppa, gomawo!” pekik seorang yeoja yang tengah duduk dibangku taman dengan sumringah. Matanya berbinar memandangi kotak kecil berwarna pink yang kini ada ditangannya.
Seorang namja bertubuh kekar yang duduk disamping yeoja itu hanya tersenyum simpul. “ Buka saja, Young-ah!”
Yeoja itu menurut. Ia buka kotak kecil itu perlahan dan tatapan yeoja itu langsung kembali berbinar.
“ Woa!!!” ucap yeoja pemilik nama Park Youngah itu takjub. “ Oppa! Ini sangat cantik!” ujarnya pelan. Tak henti-hentinya ia menatapi 2 cincin dengan mata berlian kecil-kecil dipinggirnya.
Namja yang bernama Lee Kikwang itu lagi-lagi tersenyum melihat aeinnya yang masih saja terpana. Diambilnya satu diantara 2 cincin dikotak itu. Ia pun bangkit dan berjongkok dihadapan Youngah yang menatapnya heran. Diraihnya tangan kiri Youngah, dan dipasangkan cincin itu pada jari manis aeinnya itu.
Youngah masih setengah tak percaya. Kikwang pun mendongak dan melemparkan senyumannya lagi. “ Would you marry me?” ucapnya dengan tatapan tulus.
“ M-m-mwo?!” ucap Youngah gagap. Matanya membelalak kaget mendengar perkataan Kikwang.
“ Hehehe… Aniyo. Hanya latihan. Tidak mungkin aku menikahimu sekarang. Kau masih kecil, Jagiya”, ujar Kikwang terkekeh. Tangannya mengacak poni Youngah membuat Youngah mengerucutkan bibirnya kesal.
“ Cih!” dengus Youngah kesal. Wajahnya kini ditekuk berlipat-lipat.
Kikwang kembali terkekeh melihat ulah yeojanya itu. Ia pun berdiri dan mengambil cincin satunya lagi.
“ Young-ah! Aku harus pergi sekarang. Maaf aku tidak bisa menemuimu lama-lama. Aku harus latihan untuk mempersiapkan debutku,” kata Kikwang sembari memasang cincin dijari manisnya.
Youngah mengangguk mantap. “ Gwencana.”
“ Gomawo,” ucapnya lembut. Diusapnya rambut Youngah dengan penuh rasa sayang. Kikwang tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya #author mupeng#, lalu pergi meninggalkan Youngah sendiri di taman itu.
***
Sejak hadiah valentine itu, Kikwang menjadi sangat sibuk. Schedulnya semakin padat. Bahkan terkadang tidak ada waktu untuk telepon Youngah yang masih berstatus sebagai aeinnya. Hingga akhirnya, dimalam sebelum B2ST debut…
“ Yoboseyo?” sapa Youngie sumringah.
“ Ye. Ini aku,” ucap Kikwang dengan suara lelah.
“ Arra. Oppa? Kau lelah ya? Kau kedengaran lemas.”
“ Aniyo.”
“ Mungkin sebaiknya kututup saja teleponnya? Biar kau bisa istirahat,” ujar Youngah hendak menutup telepon.
“ Andwae! Changkaman!” pekik Kikwang panik.
“ Wae?”
“ Ada sesuatu… eum… ada yang ingin aku katakan.”
“ Ige mwoya? Ah… Oppa! Apakah kau masih menggunakan cincin itu? Hehehe… tahukah kau, Oppa? Aku tidak pernah melepaskan cincin itu sejak kau pasangkan. Dan coba tebak apa kata teman-temanku!”
“ Eung… molla.”
“ Kata mereka, itu indah. Omona! Aku sangat bangga, Oppa! Kekekeke~ Saranghae…” Youngah terkekeh.
Kikwang terdiam. Ia pun menarik nafas berat.
“ Young-ah…” panggil Kikwang dengan nada tak bersemangat.
“ Ne, Oppa?”
“ I think… I think we… we…” kata Kikwang ragu.
“ We? Kita kenapa?” tanya Youngah bingung.
Lagi-lagi Kikwang menarik nafas dalam-dalam. Seakan mengumpulkan tenaga untuk mengucapkan sesuatu yang seperti tercekat di tenggorokannya.
“ I think… We… We have to…”
“ Mwo? Ppali… katakana saja, Oppa!” desak Youngah dengan suara cerianya. Seakan akan hal baik akan diucapkan Kikwang.
“ We have to break up?”
“ MWORAGO!!!!!!!!” jerit Youngah tercekat. Ia amat kaget dengan apa yang didengarnya kali ini. “ Ige mwoya? Hahahahaha… lucu sekali, Oppa! Jangan bercanda! Haha..” Youngah tertawa kaku.
“ Jinja! Aku rasa… kita harus akhiri ini, Young-ah!” ujar Kikwang meyakinkan.
“ Ta-tapi… waeyo? Apakah karena cincin itu? Mianhae… teman-temanku hanya memujinya, kok. Mereka tidak bermaksud…”
“ Bukan! Mianhae, Young-ah. Kali ini aku harus jujur padamu. Kalau… eung… sejak hari itu, aku tidak pernah memakai cincin itu lagi. Doojoon hyung bilang kalau setiap barang seperti itu bisa mempengaruhi nasib B2ST. kalau netizen tahu…” ucapan Kikwang terpotong. Ia tampak enggan melanjutkan.
“ Oppa…” gumam Youngah dengan suara bergetar. Ditahan tangisnya yang seakan ingin tumpah ruah dengan segenap tenaga yang ia punya. Tapi tidak bisa! Dadanya sudah sangat sesak ketika mendengar pengakuan-pengakuan yang Kikwang lontarkan.
“ Uljimma! Aku tidak ingin kau menangis begitu. Maaf, Young! Ini kehendak manager karena…”
Tut-tut-tut-tut…
Belum selesai KIkwang bicara, Youngah sudah menutup teleponnya dengan rasa kecewa. Youngah langsung melempar Iphonenya ke tembok kamarnya dengan geram. Dan dihempaskan tubuhnya ke kasur pink miliknya. Dibenamkan wajah pilunya di bantal untuk menahan tangisnya.
***
“ Young-ah?” panggil seorang namja tinggi, jakung, dan berwajah babyface yang tengah berdiri diambang into kamar Youngah.
Pemilik nama Choi Minho itu hanya menggeleng-geleng melihat seluruh pelosok kamar aeinnya yang berantakan seperti kapal pecah. Ia langkahkan kakinya memasuki kapal Titanic yang telah hancur itu.
“ Omona! Youngie?!” pekik Minho terperanggah saat mendapati Youngah yang tergeletak dilantai. Cepat-cepat ia hampiri Youngah dan mengangkat kepala Youngah kepangkuannya.
“ Gwencana? Jangan bilang kau mencoba bunuh diri lagi!” ujar Minho khawatir.
Wajah Youngah pucat, pipinya sembab, dan rambutnya berantakan seperti suasana hatinya.
Kliindiiing~
Sesuatu menggelinding dari genggaman tangan Youngah. Sesuatu yang bundar seperti donat, namun jauh lebih kecil dari ukuran donat. Disekelilingnya ada mata-mata berlian perak yang berkilauan jika terbias cahaya.
Minho masih menatapi Youngah lamat-lamat. Ia bahkan tak mendengar suara cincin yang menggelinding itu.
“ Kenapa kau masih begini? Sudah sebulan dia pergi. Tapi kenapa kau masih memikirkannya? Bukankah sudah ada aku yang bersedia selalu disisimu? Apakah aku sama sekali tak berarti untukmu?” ucap Minho miris. Tak terasa butiran beningnya telah mengalir turun dipipinya. Air mata itu turun, turun, dan turun. Hingga…
Tes… Cairan bening itu jatuh tepat dipipi Youngah yang sembab. Dan cairan itu, air mata yang mewakili perasaan Minho yang terdalam membangunkan Youngah.
“ Oppa?”
—THE END—

9 Tanggapan to “You’re Leaving Me”

  1. Tae-ah Juni 8, 2011 pada 2:05 pm #

    Sequel dong ..

  2. nizaura ELF Juni 9, 2011 pada 12:23 am #

    Nah loh uda the end o.Oa
    kasian young ah…aaaaaa tdk bsa begini😡

  3. Nuri Juni 9, 2011 pada 1:55 am #

    Loh? Kependekaaaaaaan T_T sekuel dong

  4. minyoung Juni 9, 2011 pada 3:44 am #

    ne onnie~yha.. buat sequel.a donk! hehe.. soalna msh gantung hehe

  5. ndess_ Juni 9, 2011 pada 9:51 am #

    mau lanjutannya dong, sayang bgt akhirnya gantung gitu😀

  6. Rismala dewy Juni 9, 2011 pada 2:33 pm #

    Pendek amir, jdi nga jelaz ending ny… Kluarin klanjutan ny yg lbih jlz dunk, bgai mana nasib mreka b’3. Slanjut ny…

  7. nie p.nie Juni 14, 2011 pada 3:29 pm #

    pendek amat squel ny kluarin dung

  8. sungkyulin Juni 15, 2011 pada 11:17 am #

    bkin sequel’a dong author…
    Tanggung neh..

  9. Detya's Juli 18, 2012 pada 12:58 pm #

    Konflik’a udh dpet, cma ending’a gantung
    Sequel thor…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: