The Feeling

6 Jun

The Feeling

Author: uniwsdk

Main Cast: Eunhyuk, Kyuhyun, Neul Rin, Jaejin, Super Junior

***

“Lihat! Ada bintang jatuh! Ayo buat permintaan!”

‘Aku ingin berada di samping Eunhyuk untuk selama-lamanya’

+++

“Oppa ini caranya bagaimana?” tanya Neul Rin pada Kyuhyun

“Ini dikalikan ini lalu hasilnya dijumlahkan dengan ini setelah itu dibagi dua”. Neul Rin mengangguk paham lalu kembali mengerjakan soal matematika yang sedang ia kerjakan.

“Ah soal ini, oppa tolong ajari aku, selama ini aku tidak pernah mengerti kenapa x harus dikali dengan y lalu dibolak-balik,ditempatkan lagi ke tempat semula,hasilnya dibagi dua haish aku frustasi menghadapi soal ini”. Kyuhyun langsung merebut buku yang sedang dikerjakan Neul Rin.

“Aku menulis caranya saja ya, nanti kau coba kerjakan sendiri”

“Kalau kau menulis caranya tapi aku tidak tau cara kerjanya seperti apa sama saja bohong”

“Coba kerjakan sendiri, kau harus ingat pada saat ujian negara nanti tidak ada yang membantumu mengerjakan semua soal ini”

“Terserah” kata Neul Rin geram. Tiba-tiba ponselnya bergetar.

Sender: Monkey Ahjussi ^^~

‘Susah ya? Untung aku sudah lulus sekolah kekeke~ ’

Neul Rin menoleh ke arah Eunhyuk yang sedang duduk di sofa sambil menonton drama. Neul Rin menatapnya kesal. Eunhyuk pura-pura tidak melihatnya dan kembali menonton drama.

To: Monkey Ahjussi ^^~

‘Shiruh!’

Sender: Monkey Ahjussi ^^~

‘Aku prihatin dengan keadaanmu, setiap hari kerjaanmu belajar dari pagi sampai larut malam. Apa kau tidak lelah? Aku saja yang melihatnya lelah-,-‘

To: Monkey Ahjussi ^^~

‘Aku hanya ingin nilaiku bagus saat ujian negara nanti, jadi jangan banyak omong!’

“Sudah selesaikah SMSannya dengan monyet itu? Jadi belajar tidak?” tegur Kyuhyun dingin. Neul Rin hanya tertawa hambar mendengar teguran Kyuhyun.

“Coba kerjakan sendiri soal itu dengan cara yang tadi aku berikan” suruh Kyuhyun. Neul Rin menganga melihat panjangnya cara yang Kyuhyun tulis.

“Kau..tidak salah menulis cara sepanjang ini?” tanya Neul Rin sambil menatap buku soal matematikanya.

“Memang caranya seperti itu” jawab Kyuhyun enteng. Neul Rin menelan ludah. Melihat caranya saja sudah membuat kepalanya berdenyut-denyut, bagaimana kalau sudah mengerjakan?

‘Mungkin kepalaku akan meledak’ batin Neul Rin.

“Ikut aku” kata Eunhyuk sambil menarik tangan Neul Rin.

“Eehh..tapi kan aku.. aduh kyukyu oppa tolong aku! aku tidak mau dibawa oleh monyet ini, aku mau belajar matematika denganmu huwee”. Kyuhyun tidak peduli dengan omongan Neul Rin. Ia tetap membaca komiknya sambil tertawa kecil (evil laugh tentunya).

“Monkey ahjussi lepaskan aku, aku mau belajar!” pinta Neul Rin

“Aku tidak dengar~”. Eunhyuk membawa Neul Rin masuk ke dalam lift.

“Ahjussi kita mau kemana?” tanya Neul Rin. Eunhyuk hanya tersenyum sambil memencet tombol lift berangka 50. Eunhyuk tidak melepaskan tangannya yang sedari tadi menggengam tangan Neul Rin, ia malah semakin mempererat genggamannya. Ia menatap Neul Rin yang sedang menunduk sambil memijat kepalanya. TING. Bel lift berdenting kencang. Setelah pintu lift terbuka Eunhyuk langsung menarik tangan Neul Rin yang ada di genggamannya.

“Kenapa kau mengajakku kesini?”. Eunhyuk tersenyum lalu memeluk Neul Rin.

“Bogoshipda..”. Neul Rin bingung dengan sikap Eunhyuk yang tiba-tiba jadi seperti ini.

“Kenapa?”. Hening. Eunhyuk tidak menjawab pertanyaan Neul Rin.

“Kenapa kau..ah sudahlah lupakan”. Eunhyuk melepaskan pelukannya lalu sedikit membungkuk, menyamakan tingginya dengan Neul Rin.

“Karena selama ini kita jarang bertemu. Beberapa bulan ini aku mengikuti serangkaian tour, lalu kau sibuk dengan ujian, dan kau tau, saat aku pulang dari sushow beberapa hari yang lalu aku menemukanmu tertidur di meja belajar dengan tumpukan rumus-rumus matematika di atas wajahmu. Apa kau tidak lelah?”. Neul Rin mendengus pelan. Eunhyuk dapat merasakan nafas Neul Rin yang menerpa wajahnya.

“Ini semua juga bukan mauku. Sebenarnya aku lelah dengan semua ini tapi mau bagaimana lagi..”. Eunhyuk kembali memeluk Neul Rin. Neul Rin melingkarkan tangannya ke punggung Eunhyuk. Tiba-tiba saja ia meneteskan air matanya, membasahi jaket Eunhyuk. Eunhyuk melepas pelukannya.

“Gwaenchana? Apa kau sakit?” tanya Eunhyuk panik. Neul Rin menggelengkan kepalanya sambil mengusap air mata di pipinya. Entah kenapa air matanya malah semakin deras mengalir. Eunhyuk kembali memeluk Neul Rin.

“Gwaenchana, sekarang aku disini. Menangislah sepuas hatimu”. Setelah itu keadaan hening. Yang ada hanya suara klakson mobil dan sesenggukan dari tangisan Neul Rin.

“Nado bogoshipda..” kata Neul Rin diselingi dengan suara sesenggukan. Eunhyuk mengusap kepala Neul Rin.

“Ah iya hampir saja lupa”. Neul Rin langsung berhenti menangis dan melepaskan pelukan Eunhyuk. Eunhyuk merogoh kantong jaketnya lalu mengeluarkan sebuah benda kecil.

“Kau suka tidak?” kata Eunhyuk sambil menunjukkan kepada Neul Rin benda kecil tadi yang ternyata kalung dengan liontin berbentuk saturnus.

“Bagus”. Eunhyuk langsung mengalungkan kalung tadi di leher Neul Rin.

“Untukku?” tanya Neul Rin sambil memegang kalungnya. Eunhyuk mengangguk mantap.

“Aku kira untuk Choi Jina hehe, gomapta” kata Neul Rin sambil mengusap air matanya. Eunhyuk tersenyum kecut.

“Sudahlah jangan bicarakan dia disini”. Neul Rin tertawa kecil.

“Just Kidding”

“Tunggu disini sebentar” suruh Eunhyuk. Tak lama kemudian ia membawa sebuah teropong.

“Untuk apa teropong itu?” tanya Neul Rin

“Untuk masak, ya untuk melihat bintang lah!”

“Tch..aku juga tau itu”

“Lalu kenapa bertanya lagi?” tanya Eunhyuk dengan santai sambil mengeset teropongnya. Neul Rin menggembungkan pipinya kesal.

“Nah sudah selesai, yah kemari kau!”. Neul Rin berjalan mendekati Eunhyuk.

“Duduk disitu”. Neul Rin menurut.

“Pakai ini, kau tau kan cara kerjanya?”

“Tch..kau pikir aku ini orang kolot yang tidak bisa menggunakan teropong!”. Eunhyuk tertawa kecil sambil mengacak rambut Neul Rin. Neul Rin mulai menggunakan teropongnya.

“Dari mana kau dapatkan teropong ini? kau tidak pernah cerita padaku kalau kau punya teropong” kata Neul Rin sambil mencoba teropongnya.

“Ayahku memberikannya waktu aku masih SMP”. Neul Rin mengangguk paham.

“Aigo aku melihat Orion!” pekik Neul Rin. Eunhyuk langsung mendekati Neul Rin dan merebut teropongnya.

“Itu Scorpius!” teriak Eunhyuk. Neul Rin melihat ke arah langit.

“Seumur hidupku baru kali ini aku melihat rasi bintang secara langsung, biasanya aku hanya bisa melihatnya di TV,internet, dan buku saja” kagum Neul Rin. Eunhyuk mendongakkan kepalanya, melihat ke arah langit.

“Bagus kan?”. Neul Rin mengangguk. Ia tak henti-hentinya mengucapkan kata ‘woah’ dan ‘aigo’.

“Lihat! Ada bintang jatuh! Ayo buat permintaan!” seru Eunhyuk. Neul Rin mengatupkan kedua tangannya lalu memejamkan kedua matanya.

‘Aku ingin berada di samping Eunhyuk untuk selama-lamanya’ ucapnya mantap di dalam hati. Setelah itu ia membuka matanya kembali dan mendapati Eunhyuk yang berdiri di depannya sambil membentuk pola hati di atas kepalanya.

“Saranghae” ucapnya tanpa suara. Neul Rin tertawa kecil lalu ikut membentuk pola hati.

“Nado”

+++

Super Junior’s dorm 11th floor, February 18th 2011 06.02am

Donghae dan Eunhyuk terlihat sibuk dengan beberapa bawaannya sedangkan Leeteuk sibuk mengecek tiket pesawat, visa, paspor, dan sebagainya. Yang lainnya membantu mereka bertiga—Leeteuk,Eunhyuk,Donghae— menyiapkan beberapa keperluan yang belum dipersiapkan. Di satu sisi terlihat Neul Rin yang duduk di sofa dengan tatapan kosong. Kantung matanya terlihat sedikit manghitam.

“Yah..” kata Kyuhyun sambil mengibaskan telapak tangannya beberapa kali di depan wajah Neul Rin. Seketika itu juga Neul Rin tersadar.

“Uhm..ya..ada apa?” katanya ling lung. Sekarang ia benar-benar seperti orang kebingungan.

“Gwaenchana? Kau terlihat tidak baik” tanya Kyuhyun memastikan. Neul Rin menggeleng pelan.

“Gwaenchana”. Neul Rin beranjak dari sofa tapi saat ia bangun tubuhnya oleng. Dengan cekatan Kyuhyun menangkap tubuh Neul Rin.

“Kau kelihatan tidak baik” kata Kyuhyun khawatir. Neul Rin hanya tersenyum lemah sambil melepaskan dirinya dari Kyuhyun.

“Rin, gwaenchana?” tanya Eunhyuk khawatir. Sekarang semua mata tertuju kepada Neul Rin yang berdiri lemah di samping Kyuhyun. Neul Rin tertawa lemah sambil menggeleng.

“Aku tidak apa-apa, sudahlah jangan khawatirkan aku, aku baik-baik sa..”. Tak lama setelah itu tubuh Neul Rin terjatuh ke lantai dan ia tak sadarkan diri.

+++

Neul Rin POV

Aku membuka mataku. Pandanganku buram. Samar-samar aku mendengar beberapa orang yang sepertinya panik. Aku baru ingat, saat Monkey ahjussi menanyakan keadaanku tiba-tiba saja semuanya serasa berputar lalu pandanganku menjadi gelap. Aku merasakan dahiku dingin. Aku mencoba bangkit dari ranjang. Saat baru ingin bangun tiba-tiba saja semuanya berlari ke arahku, mengelilingi ranjang yang aku tiduri, dan menanyakanku dengan pertanyaan bertubi-tubi.

“Aku tidak apa-apa” jawabku lemah sambil tersenyum agar kepanikan mereka mereda.

“Apanya yang tidak apa-apa, suhu badanmu 38,5o, kau demam” oceh Kyuhyun oppa. Aku hanya tertawa lemah.

“Sungguh aku tidak apa-apa, sudahlah aku ingin sekolah” kataku sambil bangun dari ranjang. Kepalaku rasanya sakit dan semuanya masih serasa berputar. Tubuhku oleng dan dengan cekatan Sungmin oppa yang ada di sampingku langsung menangkapku.

“Kau benar-benar terlihat kacau” ucap Sungmin oppa. Sungmin oppa membantuku untuk berdiri. Aku tersenyum kepadanya dan mengucapkan terima kasih.

“Aku tidak apa-apa, sudah ya aku harus bergegas ke sekolah sebelum jam sembilan, hari ini try out matematika menungguku”. Aku berjalan sempoyongan keluar kamar. Argghh hari ini aku benar-benar terlihat kacau! Ayolah Neul Rin kuatkan dirimu, hari ini try out matematika menunggumu. Kau ingin menunjukkan ke Kyuhyun oppa kalau kau bisa mendapat nilai sempurna kan?

“Rin” sapa seseorang saat aku baru ingin menutup pintu kamar.

“Ahjussi..” sapaku lemah. Ia menatapku dengan tatapan khawatir. Astaga jangan menatapku seperti itu, tatapanmu membuatku semakin kacau!

“Aku tidak apa-apa” kataku mencoba tersenyum. Perasaanku makin kalut saat ia menarik tubuhku ke dalam pelukannya. Entah kenapa sejak kembali dari atap pikiran dan perasaanku sangat kalut. Seperti ada sesuatu yang akan terjadi dan sepertinya itu hal buruk, atau mungkin ini hanya sugesti.

“Jaga dirimu baik-baik, jangan sakit selama aku pergi. Tidak usah pikirkan diriku aku pasti akan baik-baik saja. Jaga Jaejin juga, jangan sampai ia sakit”. Aku mengangguk di dalam pelukannya. Mataku memanas mendengar kata-katanya. Aku merasakan seperti ada arti tersembunyi di balik kata-kata yang ia ucapkan barusan, karena sebelumnya jika ia ingin pergi tour ia tidak akan seperti ini, bahkan tidak pernah. Semakin aku memikirkan kata-kata yang ia ucapkan barusan semakin kacau perasaanku. Aku mencoba menyembunyikan air mataku saat ia melepaskan pelukannya.

“Lee Hyukjae ppaliwa kita harus segera berangkat” kata Leeteuk oppa mengingatkan. Ia mengangguk mengiyakan. Sebelum pergi ia menatap mataku dalam lalu mengecup bibirku singkat. Wajahku rasanya panas mendapat perlakuan seperti ini di depan teman-temannya.

“Aku pergi”. Saat kakinya baru ingin melangkah pergi aku malah menarik tangannya. Entahlah ini seperti gerak refleks. Aku menatapnya dalam, menyiratkan arti agar dirinya jangan pergi. Ahjussi itu malah menunjukkan senyumnya. Senyuman paling dalam yang pernah aku lihat dalam satu tahun terakhir. Satu kesimpulan yang aku ambil, senyumannya penuh arti. Entah apa maskud dari senyumannya itu tapi dengan berat hati akhirnya aku membiarkannya tetap pergi.

‘Ya Tuhan lindungilah mereka, semoga tidak ada hal buruk yang menimpa mereka’

+++

Author POV

Super Junior dorm’s 12th floor, 09.39pm

‘Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif, silahkan tinggalkan pesan setelah bunyi beep berikut’

“Yak monyet mesum, kenapa kau tidak pernah mengangkat telponku atau membalas SMS ku? Ini pulsa terakhirku, cepat hubungi aku jika kau sudah menerima pesan ini”. Neul Rin langsung menutup sambungan teleponnya. Ia mendengus berat. Sudah hampir lima belas jam Leeteuk, Eunhyuk, dan Donghae meninggalkan Korea dan selama hampir lima belas jam ini tidak ada kabar satupun dari mereka. Neul Rin khawatir dibuatnya. Saat sedang dalam perjalanan menuju airport tadi Eunhyuk mengirim pesan kepada Neul Rin bahwa ia akan mengabarkan Neul Rin jika ia sudah sampai Jepang. Tapi sampai sekarang tidak ada satupun kabar yang ia terima. Neul Rin menggigit-gigit kukunya sambil menunggu ponselnya berdering.

“Sudahlah jangan cemaskan mereka, mereka pasti baik-baik saja” kata Kyuhyun berusaha meredakan kepanikan Neul Rin.

“Tapi..”. dering ponsel memotong perkataan Neul Rin.

-Monkey Ahjussi Calling-

+++

Eunhyuk POV

Hah hari ini sangat melelahkan, sama seperti hari-hari sebelumnya. Aku mengelap keringatku dengan tisu yang diberikan oleh Donghae. Kami baru saja selesai survey di tempat konser besok.

“Hyung, ayo kita kembali ke hotel, aku lelah” keluhku.

“Kau dan Donghae duluan saja, ada urusan yang masih harus aku selesaikan”.

“Baiklah..” kataku sambil menepuk-nepuk bahu Leeteuk hyung.

“Kajja” ajak Donghae.

+++

“Hyung, kita mampir ke minimarket dulu ya? Aku mau membeli minuman”

“Baiklah, tapi jangan lama-lama”. Donghae mengangguk lalu meninggalkanku di depan minimarket. Aku merapatkan jaketku, udara malam ini cukup dingin. Aku mengeluarkan ponselku yang ada di saku jaket lalu menyalakannya. Ada 86 pesan masuk dan hampir semuanya berasal dari Neul Rin. Astaga aku lupa memberi kabar padanya! Aku langsung memainkan jariku di keypad, mengetik angka-angka yang sudah ku hafal di luar kepala. Tak lama kemudian hubungan teleponnya tersambung.

“Yobuseyo..”

“Yak monkey ahjussi! Dasar sinting! kenapa baru meneleponku hah?! Aku pikir kau celaka disana”

“Haish jangan berteriak di telingaku! Iya maaf daritadi aku sibuk menugrusi panggung, makanya aku tidak sempat menghubungimu”. Tak lama setelah itu Donghae keluar dari minimarket dengan dua kaleng minuman ringan. Ia melemparkan salah satunya kepadaku. Aku membukanya lalu meneguknya sedikit demi sedikit sambil mendengar ocehan Neul Rin di telepon.

“Baiklah maafkan aku..” selakku di tengah ocehan yang Neul Rin ucapkan.

“Aku terlalu sibuk tadi makanya aku tidak sempat menghubungimu.”. Hening. Neul Rin terdiam di ujung sana. Hanya suara nafasnya saja yang terdengar.

“Rin..”

“Mian, aku juga salah, aku..terlalu protektif karena..”. Suara Neul Rin menggantung, membuatku penasaran.

“Karena apa?” tanyaku hati-hati.

“Karena..aku punya feeling yang tidak baik, aku merasakan kalau akan terjadi sesuatu hal buruk yang menimpamu” kata Neul Rin dengan suara serak. Sepertinya ia menangis.

“Sudahlah kau itu kelelahan makanya pikiranmu jadi kacau”

“Ani..ini sungguhan, perasaanku tidak enak” kata Neul Rin dengan tangis yang semakin menjadi-jadi.

“Ssshhh..sudahlah kau itu kelelahan, buktinya sekarang aku tidak apa-apa kan?” kataku berusaha menenangkan.

“Hyung tangkap ini” kata Donghae sambil melempar bubblegum yang ia ambil dari dalam kantongnya.

“Donghae awas!”

+++

Author POV

Selang infus dan berbagai peralatan medis semuanya tertancap di tubuh Eunhyuk. Sekarang, Eunhyuk terbaring tak berdaya di ruang ICU rumah sakit ternama di Jepang. Kondisinya kian kritis sejak dilarikan ke rumah sakit. Berita Eunhyuk kecelakaan ini langsung tersebar luas ke seluruh media. Super Show yang akan diadakan keesokan harinya pun sepertinya terpakasa ditunda.

“Hyung!” teriak Kyuhyun di ujung koridor. Kyuhyun, diikuti dengan yang lainnya berlari menghampiri Leeteuk dan Donghae yang sedang bersandar di depan ruang ICU.

“Bagaimana keadaan Eunhyuk?” tanya Sungmin khawatir. Air muka Leeteuk dan Donghae berubah menjadi tegang.

“Tidak baik, keadaannya semakin kritis” jawab Leeteuk dengan suara parau.

“Ini semua salahku, kalau aku hati-hati, tidak berjalan mundur, dan tidak melempar bubblegum itu hal ini tidak akan terjadi”. Donghae kembali menyalahkan dirinya sambil menangis. Leeteuk menepuk pundak Donghae pelan lalu memeluknya, diikuti dengan yang lainnya.

“Tidak apa, ini semua bukan salahmu, Tuhan sudah menakdirkan ini semua”

“Tidak hyung, ini semua salahku”

“Oppa!” teriak Neul Rin di ujung koridor sambil menangis. Neul Rin berlari menghampiri mereka. Donghae beruasaha melepas pelukan lalu berlari ke arah Neul Rin yang menangis sejadi-jadinya.

“Rin maafkan aku, ini semua salahku” kata Donghae sambil memeluk Neul Rin. Neul Rin hanya bisa menangis, menumpahkan semua air matanya di kaos yang Donghae kenakan.

“Kenapa semuanya jadi seperti ini? Seharusnya ia percaya padaku aarrgghhh!” teriak Neul Rin di tengah tangisannya. Donghae tidak berkata apa-apa, ia hanya memeluk Neul Rin semakin erat.

“Mianhae..”

“Keluarga Mr Lee, Mr. Lee sudah siuman”

+++

“Rin..kau kah itu?” tanya Eunhyuk dengan suara parau. Neul Rin mengangguk sambil menggamit tangan Eunhyuk. Tangisnya belum juga berhenti.

“Oppa, bagaimana keadaanmu? Sudah baikkah?”. Eunhyuk tersenyum.

“Begitulah, kau tau saat aku ditabrak rasanya tulangku hancur berkeping-keping”

“Jangan bercanda, itu menyakitkan”. Eunhyuk terkekeh pelan lalu mengangkat tangan Neul Rin, ia mengelusnya.

“Rin, kalau aku sudah tidak ada jaga Jaejin baik-baik ya, jaga dirimu juga. Aku titip hyungdeul, dongsaengdeul, keluargaku, dan tidak lupa choco”. Air muka Neul Rin langsung berubah.

“Jangan bicara yang tidak-tidak”

“Pokoknya kalau aku sudah tidak ada jaga mereka baik-baik ya”

“Oppa..”. Tiba-tiba monitor yang ada di samping ranjang Eunhyuk berbunyi kencang dan garis berwarna hijau itu berubah menjadi garis lurus. Neul Rin panik. Ia mengguncang badan Eunhyuk.

“Oppa.jangan bercanada, yak ireona! Oppa ireona!”. Tak lama setelah itu tim dokter masuk ke ruang ICU dan salah satu dari mereka menarik paksa Neul Rin keluar ruangan.

+++

“Dokter bagaimana keadaannya?” tanya Neul Rin dengan bahasa Jepang yang fasih. Dokter itu diam, mendengus pelan, lalu berdehem.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi..Mr. Lee tidak bisa diselamatkan..”. Neul Rin menutup mulutnya lalu terduduk lemas di lantai. Ia tidak percaya dengan yang dokter ucapkan barusan.

“Bohong! Aku mau melihatnya sendiri!”. Dokter itu mempersilahkan Neul Rin masuk ke ruang ICU. Yang lainnya mengikuti dari belakang. Neul Rin terpekik saat melihat Eunhyuk yang seluruh tubuhnya ditutupi selimut. Neul Rin mendekat, lalu membuka selimut yang menutupi tubuh Eunhyuk. Bibir dan kuku Eunhyuk terlihat membiru. Darah sudah tidak mengalir lagi di tubuhnya.Neul Rin mengambil tangan Eunhyuk yang dingin lalu mengelusnya.

“Lee Hyukjae, puas kau sekarang, meninggalkan aku, Jaejin, keluargamu, Super Junior, ELF, semuanya? Puas kau sekarang?!” teriak Neul Rin dengan tangis. Kyuhyun mencoba menenangkan Neul Rin.

“Kau ingin aku menyusulmu? Baiklah aku akan lakukan itu”. Neul Rin mengambil pisau bedah yang ada di meja kecil di samping ranjang Eunhyuk. Ia ingin menggoreskan pisau di tangannya tapi ia kalah cepat dengan Kyuhyun yang terlebih dahulu merebut pisaunya.

“RIN, KAU GILA HAH?! MANA BISA TENANG DIA KALAU KAU BERSIKAP SEPERTI INI? SUDAHLAH RELAKAN SAJA SEMUANYA!” bentak Kyuhyun.

“KAU LEBIH GILA, OPPA! JIKA ITU SEGAMPANG YANG KAU PIKIRKAN AKU AKAN MELAKUKANNYA, TAPI INI BERBEDA! TIDAK SEGAMPANG MEMBALIKKAN TELAPAK TANGAN!!”. Kyuhyun memeluk adik sepupunya itu, membiarkan ia menumpahkan seluruh amarahnya.

“AARRRGGGHHHH!!!”

“HAH!”

+++

“HAH!” Neul Rin terbangun dari tidurnya. Keringat dingin membasahi wajah dan tubuhnya.

“Rin, kau kenapa?” tanya Eunhyuk yang ada di samping ranjangnya. Neul Rin mengucek matanya, memastikan semua yang ia lihat.

“Kau..masih hidup?” tanya Neul Rin sambil meraba pipi Eunhyuk. Eunhyuk menatap Neul Rin dengan tatapan innocent.

“Kau mimpi buruk? Jangan bilang di dalam mimpi itu aku mati?”. Neul Rin menepuk dahinya.

“Sial, ternayata mimpi!”. Eunhyuk menoyor kepala Neul Rin.

“Yak kalau mimpi jangan yang tidak-tidak! Masa aku mati? Huh”. Neul Rin kembali menoyor kepala Eunhyuk.

“Yah beraninya kau..”

“Bukan mauku kalau akhirnya aku bermimpi seperti itu”

“Baiklah baiklah, sekarang terbukti kan kalau aku masih hidup? Sekarang semuanya sudah berakhir, ayo cepat mandi lalu berangkat sekolah!”. Baru saja Eunhyuk beranjak dari ranjang dan secara tiba-tiba Neul Rin menariknya lalu mengecup bibirnya singkat.

“Oppa saranghae ^^”

FIN

Maaf kalo banyak typo, author juga manusia punya rasa punya hati(?)

hope you like this, gals🙂

8 Tanggapan to “The Feeling”

  1. Rismala dewy Juni 6, 2011 pada 5:27 pm #

    Aq mau tnya jaerin siapa ny unyuk & neul rim dsni? Trz mreka udh nkah. Koq tgl skmar kn neul rim msih skolah. Mian tnya2 nich, hehe…

    • uniwssdk Juni 8, 2011 pada 1:27 pm #

      jaejin maksutnya yah? jaejin itu anak mereka hehe, ceritanya mereka udah nikah x)

  2. nie p.nie Juni 12, 2011 pada 3:05 am #

    aku kira bkal jd sad ending trnyata happy. ha leganya klo bca yg sad ending ska bkin nyesek

    • uniwssdk Juni 18, 2011 pada 10:23 am #

      hehe makasih yaa udah mau baca+komen😀

  3. sungkyulin Juni 15, 2011 pada 11:33 am #

    huaaahhh..
    Q pkir euhyun ko’it..
    Daebak author..

    • uniwssdk Juni 18, 2011 pada 10:24 am #

      hehe makasih yaa😀

  4. lindol-eunkyu Juni 15, 2011 pada 5:35 pm #

    oalaah ak kirain beneran meniggal Hyukjae nya -_-
    tapi bagus loh FFnya min😄
    wew si Neul Rin ternyata udah nikah? masih sekolah gitu kekeke~

    • uniwssdk Juni 18, 2011 pada 10:25 am #

      hehe makasih yaa😀
      trend baru, anak sekolah udah nikah wkwk xP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: