:::FICTION CONTES::: The Diary [I Did Not Mean to Hurt You]

2 Jun

Author : @asterisma [Unknown Burning]
Tittle : I Did Not Mean to Hurt You
Genre : Horror, Angst, Romance, Sadness ? LOL
Rating : NC-21
Length : Series
Main cast :
– YeonHyo [Han YeonHyo – Kamu]
– Eunhyuk [Lee HyukJae – SUJU]
– TaeYeon [Kim TaeYeon – SNSD]

NB: Setiap cast ceweknya ganti dengan nama kalian sendiri-sendiri ya, soalnya ini requet’an temen Author… Happy readingdan jangan lupa RCL ^^p

Jam tangan YeonHyo menunjukan pukul 22.00 WIB, wajahnya tampak kusut dan kesal, biasanya Appanya tidak pernah terlambat menjemputnya usai bimbel. Wajah resepsionis sudah tampak tidak sabar karena sudah hampir 1 jam menunggu YeonHyo yang belum beranjak dari kursi tunggu.

“Dongsaeng, masih belum ada yang jemput ya?” Tanya si resepsionis, mungkin ini adalah pertanyaan kesepuluh kali. YeonHyo mengangguk pelan.

“Mianhae, bukannya saya melarang dongsaeng untuk disini, tapi sebentar lagi kami mau tutup. Sebaiknya dongsaeng segera menghubungi keluarga atau saya telponkan taxi saja?” lanjut sang resepsionis.

“Nggak perlu, biar saya naik bus saja. Gomawo eonni sudah mau menemani saya!” jawab YeonHyo.

“Coba kalo tadi aku nggak kelupaan memasukkan dompetku ke dalam tas, pasti aku sudah pulang naik taxi sekarang!” Gerutu YeonHyo dalam hati.

Tiba-tiba YeonHyo teringat kejadian tadi siang sepulang sekolah YeonHyo membeli ice cream yang kebelutan lewat depan rumahnya. Udara panas memang membuat makan ice cream jadi terasa nikmat ditenggorokan. Sayangnya, YeonHyo lupa memasukkan kembali dompetnya ke dalam tas. Jadi sekarang dia terpaksa harus pergi ke halte bus terdekat yang bisa mengantarkannya pulang sampai ke rumah. Untungnya dia menemukan uang 1000 won disalah satu saku tasnya dan cukup untuk membayar ongkos naik bus menuju ke rumahnya.

YeonHyo mengambil HP disaku celananya. “Maaf pulsa Anda tidak cukup untuk melakukan panggilan, silahkan isi ulang terlebih dahulu.” Suara operator seluler terdengar ditelinga YeonHyo. Cepat-cepat dia mematikan panggilan itu. YeonHyo terlihat semakin kesal.

“Appa kemana sih, kok nggak hubungin aku? Mana hari semakin gelap lagi,” gerutu YeonHyo. Terpaksa YeonHyo berjalan perlahan menyusuri jalanan yang mulai sepi dan gelap, sejenak YeonHyo menoleh ke kiri dan ke kanan. Sepi, bulu kuduknya mulai berdiri. YeonHyo kembali melirik jam tangannya hampir tepat jam 23.00 malam! Pendar kuning lampu jalan semakin menambah kengerian di hati YeonHyo. Ia coba buang jauh-jauh ketakutan dalam hatinya, sambil mempercepat langkahnya. Diujung jalan ia melihat ada sebuah box telepon umum, kebetulan ia memiliki beberapa uang koin dan segera bergegas mendekati telepon umum tersebut mencoba menghubungi Appanya.

“Annyeong, Yoboseo?” terdengar suara yang tak asing ditelinga YeonHyo.

“Samcho? Appa mana?” Tanya YeonHyo yang mengabaikan pertanyaan dari Samchonya.

“Ini YeonHyo ya? Aigo~ miane, Samcho tadi lupa ngasih tau, kalau Appamu nggak bisa jemput karena ada pasien yang harus dioperasi secepatnya. Tadi Appa kamu pesan, supaya kamu pulang naik taxi,”

“Tapi Samcho, masalahnya dompet YeonHyo ketinggalan ! YeonHyo nggak punya uang buat naik taxi.”

“Ya udah, gini aja. Kamu cari taxi, trus kamu ke Rumah Sakit aja, nanti biar Samcho yang bayar ongkos taxinya.”

“OK deh, Samcho! YeonHyo menutup teleponnya dan segera mencari taxi dan menuju ke Rumah Sakit tempat dimana Appanya bekerja.
————————

Sesampainya di Rumah Sakit seperti biasanya YeonHyo disuruh menunggu di ruang kerja Appanya. Appanya adalah seorang dokter Rumah Sakit Seoul. Ketika YeonHyo sedang menunggu Appanya, Dia merasa bosan dan memutuskan untuk berjalan-jalan keliling Rumah Sakit. YeonHyo sudah tidak asing dengan semua keadaan bahkan detail dari setiap Rumah Sakit tersebut pun dia sanggup menghapalnya karna sejak kecil Ia sering bermai-main di Rumah Sakit itu sepulangnya dari sekolah. YeonHyo berjalan menyusuri anak tangga demi anak tangga dan menuju tempat favoritnya yaitu atap Rumah Sakit yang dirasa selalu memberikan ketenangan tersendiri baginya. Sampailah YeonHyo di atap Rumah Sakit tersebut. Udara malam hari itu terasa lebih dingin dari biasanya ditambah lagi dengan situasi yang sedikit mencekam, ia merasa sedikit takut karena sekeliling nya yang tampak gelap dan begitu menyeramkan. YeonHyo mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan yang ada di atap gedung Rumah Sakit tersebut. Matanya tertuju pada sebuah pintu gudang tua yang sedikit terbuka, letaknya tidak jauh dari tempat dia sedang berdiri.

“Tempat ini menjadi terlihat menyeramkan. Apa tidak apa-apa kalau aku masuk ke dalam ya?” Tanya YeonHyo dalam hatinya yang penuh keraguan dan rasa takut. Tapi mencoba meyakinkan dirinya kalo tempat tersebut aman. Dengan rasa penasaran yang tinggi YeonHyo pun akhirnya memutuskan untuk berjalan mendekati ruangan tersebut, saat YeonHyo mambuka pintu itu dengan perlahan terdengar suara rapuh yang berasal dari pintu gudang itu sehingga menambah suasa menyeramkan.

Di dalam hanya ada bangku dan meja yang sudah tidak terpakai, sepertinya gudang ini memang tidak ada apa-apanya tapi kenapa daya tarik gudang ini mampu menarik perhatian YeonHyo sehingga ia masuk ke dalam.

DUK! Kaki YeonHyo seperti menendang sesuatu. YeonHyo pun menunduk sedikit ke bawah bangku, sesaat kemudian YeonHyo mencari-cari benda yang baru saja mengenai kakinya dan mengambil benda tersebut dari bawah bangku itu.

“Apa ini? Buku…” kata YeonHyo pelan sambil membersihkan buku itu yang sudah tertutupi oleh debu.
BRAKKKK!!! Tiba-tiba pintunya tertutup dengan sendirinya, YeonHyo pun tersentak kaget hingga buku yang Ia pegang pun terjatuh. Namun dengan cepat Ia segera berdiri dan memungut buku tersebut dan berlari keluar serta langsung menuruni anak tangga demi anak tangga.

BUG!!! YeonHyo menabrak seorang laki-laki dewasa saat ia sedang berlari menuruni anak tangga.
“YoenHyo, kenapa kamu berlari?” tanya sang lelaki dewasa tersebut dengan heran melihat YeonHyo yang berlari.
“Ah,,, Eh,,,, Appa, tidak. Aku hanya…” jawab YeonHyo pada lelaki tersebut yang ternyata adalah Appanya dengan suara yang terbata dan mencoba mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.

“Yasudah, ayo kita pulang, Appa mencarimu untuk mengajakmu pulang.”

“Ah, Ne!” jawab YeonHyo singkat dengan menganggukan kepalannya.
————————

Sesampainya di Rumah, YeonHyo tiba-tiba teringat pada sebuah buku yang ia bawa dari dalam gudang rumah sakit, ia mengamati diary itu lekat-lekat. Diary itu berwarna coklat muda dengan lukisan abstrak. Entah kenapa tiba-tiba YeonHyo terlihat sangat tertarik pada buku diary itu dan kemudian menulis sesuatu di dalam diary tersebut.

Dear diary.
Aku YeonHyo. Han Yeon Hyo, aku seorang pelajar di Seoul High School. Aku sudah tidak memiliki Eomma sejak aku bayi. Kata Appa, Eomma ku meninggal sesaat setelah melahirkan ku. Jadi aku hanya tinggal berdua bersama Appa ku yang selalu sibuk dengan pekerjaannya di Rumah Sakil Seoul. Tapi meski begitu Appa-lah yang selalu menyiapkan segala kebutuhan ku sehari-hari, entah kenapa Appa tidak ingin menikah lagi, apa karena Appa begitu mencintai Eommaku..? Terkadang aku ingin sekali bisa bertemu atau hanya sekedar memimpikan seperti apa Eomma ku. Karena aku tidak pernah tau seperti apa Eomma ku dan hanya tau tentang Eomma melalui photo serta cerita-cerita dari Appa saja.
————————
“EunHyuk-ah!” terdengar suara seorang yeoja sedang memanggil-manggil seseorang dari kejauhan. Yeoja itu tengah menggandeng seorang yeoja lain yang tak lain adalah sahabatnya sendiri. Namja yang merasa dipanggil namanya itu pun berbalik dan menanggapi panggilan yeoja itu.
“TaeYeon? Ada apa?” tanya namja itu santai.
“EunHyuk-ah, aku rindu sekali padamu. Padahal kita setiap hari bertemu. Hehehe…” kata yeoja yang bernama TaeYeon itu sedikit malu.
“Ah, kau ini terlalu berlebihan!” hanya itu kata-kata yang bisa dikeluarkan oleh EunHyuk.
“Aishhh…” kata TaeYeon sambil mengerucutkan bibirnya.
“YeonHyo? Apa kabar?” tanya EunHyuk pada yeoja yang sedari tadi digandeng oleh TaeYeon.
“Ah, baik…” jawab yeoja yang bernama YeonHyo itu kikuk.
————————
(YeonHyo P.O.V)
Pagi ini aku berangkat ke sekolah bersama TaeYeon, sahabatku sekaligus teman sekelasku. Aku memang selalu berangkat ke sekolah bersamanya, tapi aku jarang pulang ke rumah sama-sama. TaeYeon lebih sering pulang bersama namjachingunya, EunHyuk.
Kami menyusuri sepanjang koridor menuju ruang kelas. Tiba-tiba TaeYeon menyadari keberadaan EunHyuk dari jauh.
“EunHyuk-ah!” teriak TaeYeon. EunHyuk yang merasa dirinya dipanggil menoleh ke sumber suara.
“TaeYeon? Ada apa?” tanya EunHyuk santai.
“EunHyuk-ah, aku rindu sekali padamu. Padahal kita setiap hari bertemu. Hehehe…” kata TaeYeon sambil menunduk. Sepertinya ia agak malu mengatakan hal itu, padahal EunHyuk itu namjachingunya.
“Ah, kau ini terlalu berlebihan!” EunHyuk hanya menanggapinya dengan biasa saja.
“Aishhh…” TaeYeon yang tadinya mengharapkan respon lebih dari EunHyuk hanya bisa mengerucutkan bibirnya.
“YeonHyo? Apa kabar?” tiba-tiba EunHyuk menoleh ke arahku dan malah menanyakan kabarku.
DEG! Perasaan aneh apa ini? Kenapa saat EunHyuk menatapku seperti itu, jantungku jadi berdetak tidak karuan. Aishhh, YeonHyo… dia itu namjachingu TaeYeon, sahabatmu sendiri.
“Ah, baik…” aku mencoba menjawab pertanyaannya dengan santai, tapi yang kedengaran malah nada kikuk.
Kami bertiga pun akhirnya memutuskan untuk kembali berjalan ke kelas. Kelas kami bertiga memang sama.
————————
[EunHyuk P.O.V]
Aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri kalau sebenarnya aku memang menyukai YeonHyo. Oke, aku sadar, aku memang keterlaluan. Padahal aku sendiri sudah mempunyai TaeYeon. Ini semua memang salahku.
Aku menerima TaeYeon begitu saja saat ia menyatakan perasaanya padaku berbulan-bulan yang lalu, tanpa dasar cinta sedikitpun. Ckck, kasihan TaeYeon. Pasti ia akan sangat terpukul saat mengetahui isi hatiku yang sebenarnya.
Tapi aku tidak bisa terlalu lama menyembunyikan perasaanku pada YeonHyo. Apa aku mengaku saja padanya? Tapi bagaimana dengan TaeYeon? Aishhh…
+++
Kriiiiiingggg…
Bel tanda selesainya jam pelajaran berbunyi. Kami semua bersiap-siap untuk pulang namun kemudian TaeYeon datang menghampiriku.
“EunHyuk-ah, hari ini aku ada janji dengan Eommaku, jadi aku tidak bisa pulang denganmu…” katanya dengan wajah yang bersalah.
“Ya sudah, tidak apa-apa” kataku sambil berusaha tersenyum padanya.
“Mianhae EunHyuk-ah… Aku pergi dulu ya, Annyeong.” katanya lalu berlalu dari hadapanku. Aku melangkahkan kakiku menuju gerbang sekolah namun pandangan akhirnya tertuju pada seseorang. YeonHyo.
“YeonHyo, kau pulang sendiri?” kataku berbasa-basi.
“Ne, seperti biasa” jawabnya cuek.
“YeonHyo, ada yang ingin ku bicarakan denganmu…”
“Huh?”
“Ne. Ayo…” kataku sambil menarik tangannya menuju tempat yang agak sepi di sudut sekolah.
“Ada apa EunHyuk?” ia terlihat heran.
Fiuhhh… Apa aku harus mengatakannya sekarang? Aku kembali menimbang-nimbang dengan gugup.
Ah, sudahlah. Lebih baik ku katakan saja.
“YeonHyo, aku tahu kalau ini memang terdengar bodoh, tapi…”
“Tapi?”
“Saranghae…”
“Huh?” ekspresi terkejut terlihat jelas di wajahnya. Yeah, tentu saja akan jadi seperti ini.
“Mianhae, tapi aku benar-benar menyukaimu…”
“Lalu bagaimana dengan TaeYeon?”
“Ahh… Ini dia kesalahanku dari awal… Aku benar-benar sudah menyakitinya…” kataku tertunduk, tak berani menatap wajahnya.
Aku meraih kedua tanganya dan nggenggamnya. “YeonHyo, ku harap ini semua hanya kita yang tahu…” ia menatapku sebentar, namun tidak berkomentar apa-apa dan perkataanku sontak membuatnya sedikit terkejut.
“Tapi aku janji, kalau tiba saatnya nanti, aku akan memberitahukan pada dunia bahwa aku menyukaimu…” lanjutku sembari mengecup keningnya saat ku lihat ia tertunduk dengan semburat merah di pipinya.
————————
(YeonHyo P.O.V)
Entah dari mana, EunHyuk tiba-tiba muncul dari arah belakangku dan memintaku untuk berbicara dengannya.
“Saranghae…” itu kata-kata yang keluar dari mulutnya.
“Huh?” kataku kaget.
“Mianhae, tapi aku benar-benar menyukaimu…”
Hhh. Aku benar-benar terkejut dan juga tidak yakin kalau ini adalah hal yang bagus. Aku memang menyukainya, tapi apa aku tega mengkhianati sahabatku sendiri?
Tiba-tiba EunHyu meraih tanganku dan menggenggamnya dengan erat “YeonHyo, ku harap ini semua hanya kita yang tahu…” katanya dengan nada khawatir.
Apa-apaan ini? Tapi tidak bisa ku pungkiri, aku sangat senang dengan semua pernyataanya.Yeah, sepertinya ini semua memang tidak boleh diketahui oleh orang lain.
“Tapi aku janji, kalau tiba saatnya nanti, aku akan memberitahukan pada dunia bahwa aku menyukaimu…” lanjutnya. Eh?
Aku hanya bisa menunduk mendengar perkataannya dan dengan tiba-tiba kurasakan ia pun mengecup keningku. Aku benar-benar tidak yakin dengan semua ini. Aku tahu, ini keputusan yang salah. Tapi apa aku salah kalau aku memang menyukainya?
+++
Saat mengikuti bimbel aku benar-benar tidak dapat berkonsentrasi dengan penuh karena pikiranku terus mengingat kejadian saat pulang sekolah dimana EunHyuk menyatakan perasaanya padaku.Dan aku malah mengutarakan isi hati ku pada diary antik yang sekarang menjadi tempat curahan hatiku.

Dear diary,
Aku benar-benar bingung apa yang harus ku lakukan?! Tapi tidak bisa ku pungkiri, aku juga menyukai EunHyuk namjachingu sahabatku sendiri. Apakah aku salah jika aku menyukainya juga? Bahkan EunHyuk pun sebenarnya menyukai ku bukan TaeYeon… Ah, sudahlah aku akan mencobanya dengan EunHyuk. TaeYeon, miane…
————————
Esok hari di sekolah, kami menjalani hari-hari seperti biasa, dan EunHyuk masih tetap sebagai pacar TaeYeon. Hanya saja, sekarang aku sudah mendapatkan pengakuan EunHyuk kalau sebenarnya dia menyukaiku, bukan TaeYeon.
Hhh, aku benar-benar sahabat yang sangat kejam.
Kriiiiinggggg…
Bel tanda jam istirahat akhirnya berbunyi. Seperti biasa TaeYeon menghampiri bangku EunHyuk dan mengajaknya ke kantin. Diam-diam aku menguping pembicaraan mereka.
“EunHyuk-ah, ke kantin ya…” rengeknya manja pada EunHyuk.
“Emm, mian TaeYeon. Aku sedang malas ke kantin!” tolak EunHyuk. Eh? Tidak biasanya ia menolak permintaan TaeYeon.
“Hmm, ya sudah…” TaeYeon akhirnya berlalu dari bangku EunHyuk dan kembali ke bangku kami berdua. Aku dan TaeYeon memang duduk sebangku.
“YeonHyo, temani aku ke kantin ya…” kali ini ia meminta padaku.
“Emm, mianhae TaeYeon-ah… Aku tidak ingin ke kantin…” aku juga menolak ajakan TaeYeon.
“Haish… Kenapa semua orang tidak ingin ke kantin? Padahal aku lapar…” katanya sambil memegangi perutnya dan berlalu menuju kantin seorang diri.
Saat TaeYeon sudah menghilang dari pandanganku, aku melirik ke arah EunHyuk. Sepertinya ia juga melihat ke arahku. Tak lama kemudian, ia menghampiriku.
“YeonHyo, ikut aku ya…” katanya sambil menarik tanganku dan membawaku keluar kelas. Dengan cepat aku menarik kembali tanganku. Aku takut, jangan sampai ada yang mencurigai kita.
“Kita mau ke mana EunHyuk?”
“Ke gudang sekolah…” jawabnya santai sambil terus berjalan cepat. Dengan susah payah aku berusaha menjajari langkahnya yang lebar itu.
Akhirnya kami tiba di gudang sekolah.
“EunHyuk, kenapa kesini?” kataku pada EunHyuk saat kami mulai melangkah masuk ke dalam gudang sekolah yang terlihat sangat usang.
“Tidak usah banyak tanya. Sudah, kita duduk di sini saja ya…” katanya sambil mengajakku duduk di atas bangku yang terletak di sudut ruangan. Aku mengikutinya dan duduk di sampingnya.
“EunHyuk, aku bukan sahabat yang baik untuk TaeYeon …” akhirnya aku memulai pembicaraan.
“Aku juga bukan namjachingu yang baik untuknya… Sudahlah, tidak ada yang bisa disalahkan kalau memang kita saling menyukai…” katanya sambil tersenyum dan mengambil kedua tangan ku, lalu menariknya. Suasana nya membeku begitu EunHyuk menatap ku dengan matanya yang teduh. Tangannya menyambut kepala ku, dan kemudian menyambut bibirku.
“Nan neul saranghae YeonHyo-ah” ucap EunHyuk setelah mencium lembut bibir ku.

DEG! aku tercekat dan seketika kurasakan tubuhku membeku tidak bisa berfikir saat itu juga, aku serasa akan memeleh saat EunHyuk mencium ku.
Tak berapa lama kita di dalam gudang sekolah EunHyuk pun mengajakku kembali ke kelas agar tidak ada yang mencurigai kami.
————————
Dear diary,
Hubunganku dengan EunHyuk semakin hari semakin dekat. Aku sangat senang meski kita harus menyembunyikan hubungan kita. Tapi mau bagaimana lagi EunHyuk belum mengatakannya juga pada TaeYeon dan kami juga saling mencintai jadi kami harus terus merahasiakanya sampai dirasa waktunya tepat kami akan mengatakan semuanya pada TaeYeon. Ahh, aku benar-benar sangat jahat!
Coba Eomma masih hidup, pasti aku akan mencurahkan semua isi hatiku pada Eomma dan meminta saran pada Eomma. Aku benar-benar ingin bertemu dengan Eomma.
[Author POV]
Tinggg…Tongggg…
YeonHyo yang tengah asik mencurahkan isi hatinya ke dalam buku diary nya pun tersentak kaget ketika mendengar bunyi bel rumahnya. YeonHyo pun bergegas membuka pintu rumahnya untuk tahu siapa yang datang.

“EunHyuk-ah…”

“Annyeong…” sapa EunHyuk.

“Anyyeong.” Balasnya kemudian mempersilahkan EunHyuk masuk.
EunHyuk dan YeonHyo memang sudah janjian untuk belajar bersama di rumah YeonHyo hari ini.
“YeonHyo… Kenapa rumah mu sepi??” Tanya EunHyuk.
“Aku sudah tidak punya Eomma dan Appa sibuk bekerja, jam pulangnya pun tidak tentu… terkadang bisa sampai larut malam.” kata YeonHyo lalu naik ke tangga yang menuju ke kamarnya.
“Hmm, begitu.” kata EunHyuk sambil melihat-lihat rumah YeonHyo.
“EunHyuk-ah, ayo sini.. kita belajar di kamar ku.” kata YeonHyo.
“Ne.” tanpa basa-basi EunHyuk lalu mengikuti YeonHyo dari belakang dan masuk ke kamarnya yang luas dan mewah dengan dekorasi ruangan yang sempurna.
“Ayo kita mulai belajarnya!” EunHyuk langsung menaruh barang-barangnya di kamarku dan ia duduk di karpet bawah. (tau lesehan gak? Nah belajarnya di lantai yang dialasi karpet dan meja belajar duduk *semoga tau ^^p*).
EunHyuk merogoh tasnya dan mengambil sebuah permen lollipop. “Ini untuk mu YeonHyo,” kata EunHyuk sembari memberikan permen tersebut pada YeonHyo. Ia tahu kalo YeonHyo sangat menyukai lollipop.
“Ah, Gomawo.” tanpa basa-basi YeonHyo pun langsung memakan permen lollipop tersebut.
“Kita isi dulu soal-soal yang ada dan kalo tidak bisa baru kita kerjakan bersama-sama.” Seru YeonHyo sembari asik memakan lollipop yang ada di tangan kirinya.
EunHyuk ternganga melihat tingkah yang aneh dan sesual saat melihat YeonHyo asik memakan lollipopnya. YeonHyo terlihat asik menjilat Lolipop yang berada di tangannya dan membuat EunHyuk merasa hatinya terbakar saat melihat adegan yang biasa namun sensual di depan matanya itu.

YeonHyo menjilat dan memasukkan lollipop itu ke dalam mulutnya, lalu dikeluarkan lollipop tersebut dan dijilatinya lollipop itu serta mendorong nya lagi, mengisap, lalu mengeluarkanya, mengkaitkan lollipop tersebut ke lidahnya, sesekali YeonHyo menjilati bibirnya yang basah karena terkena air liurnya sendiri, lalu mendorong lollipop itu masuk ke mulutnya lagi dan terus melakukan nya berulang-ulang.

EunHyuk sedikit menelan ludah, menghembuskan napasnya dalam-dalam, ia masih mencoba untuk menahan diri. Sementara YeonHyo terus membuat gerakan-gerakan yang tanpa YeonHyo sadari telah membuat EunHyuk terggoda!

EunHyuk tertangkap basah oleh YeonHyo saat EunHyuk asik memperhatikan gerakan-gerakan YeonHyo yang menurut EunHyuk itu sangat sensual dan menggoda.

Sial! Umpat EunHyuk dalam hatinya.
YeonHyo tersenyum manis dan menyodorkan lollipop itu pada EunHyuk “Kau mau?” tanya YeonHyo.
“Ayo kita lakukan `itu` saja!” EunHyuk mendekati YeonHyo dan mendekap tubuhnya hingga YeonHyo terbaring di karpet.
“Mau apa?” Tanya YeonHyo.
“Kau ingin itu, kan?” kata EunHyuk sambil membuka kaos putihnya. “Bukankah daritadi kau terus menggoda ku saat kau memakan lollipop itu?!”
“Emm…pphh…” EunHyuk langsung melumat bibir YeonHyo dan tangannya mengunci kepala YeonHyo. EunHyuk perlahan membuka baju yang membalut tubuh YeonHyo lalu melemparnya.
[YeonHyo POV]
“Aaaaahh… Ssaakkiit!!” Tubuhku menggertak. Hisapan kuat EunHyuk di payudaraku benar-benar tidak bisa kutahan. Antara sakit dan nikmat. Tangannya begitu giat memainkan nipple ku. Gerakannya benar-benar cepat. Entah apa yang masuk dipikiran ku dan dia.Tangannya berusaha memainkan klitorisku yang masih tertutup celana.
EunHyuk masih saja asik mengelus klitorisku dan menghisap-hisap nippleku. Ciumannya sedikit turun ke perutku ketika ia berusaha membuka celana yang aku pakai. Tangannya masih saja asik memainkan nippleku. Aku sudah sangat terlena dengan permainannya.
“Sshhh… Mmhhh….” kupejamkan mataku dan menikmati sentuhan bibirnya di perutku. And dalam sekejap, EunHyuk berhasil membuatku nude. Bibirnya terus turun menelusuri setiap inchi dari kulitku. Dan sekarang bibirnya berhenti tepat di depan Vagina ku dan dikecupnya. Aaahh…
EunHyuk kembali naik ke atas dan menjilat nippleku. Tangan kirinya memijat mijat lembut Vagina ku. Membuatku semakin menggeliat geliat nikmat. Tangan kanan nya bermain dengan nipple ku yang satunya.
“Aaah~ mmhhh… Oohhh…. Sshhhh…” desisku. Sekarang Vagina-ku telah basah. Tiba-tiba kurasakan ada benda asing yang masuk ke dalam Vagina ku. Jarinya menerobos masuk ke dalam liang ku.
“Ahh… Sakiitt….” kucoba untuk mengeluarkan jarinya. Tapi tangan kanannya menahanku.
“Tenanglah, ini akan nikmat. Sangat nikmat.” bisiknya sambil berdesah. Ia mulai menggerakkan jarinya, mengaduk-aduk liang Vagina ku. “Aaah.. ssshh…” Perih memang.
“Sshhh…. Aahhh…. Mmhhh….” kupejamkan mataku dan tanpa sadar kutarik tarik bajunya. Jarinya terus menerus menggesek dinding Vagina-ku. Sangat nikmat sekali. Kemudian ia menambahkan jari telunjuknya.
“Aahhh….” makin kupejamkan mataku. Jarinya bergerak semakin cepat mengocok Vagina-ku. Aku benar-benar tidak bisa berhenti meracau dan menggeliat. Tiba-tiba ia menambahkan jarinya ke dalam Vagina-ku. Tubuhku makin menggelinjang dan kaki ku tak berhenti menendang-nendang merasakan nikmatnya. EunHyuk menggerakkan jarinya sangat cepat keluar masuk Vagina-ku.
“Oohhh… Ohhh…Hhh…. Mmmhh….” kujambak rambut EunHyuk karena aku merasakan seperti ada yang ingin keluar. Tiba-tiba kurasakan badanku yang menegang dan menggelinjang.
“Aaahh…. Aahhh… Aahhhh….” dan kurasakan seperti ada ledakan di dalam tubuhku dan seketika itu juga aku menjadi lemas. Rasanya nikmat sekali. Aku tidak pernah merasakan nikmat seperti ini sebelumnya. Dada ku bergerak naik turun tidak beraturan. Nafasku tersengal-sengal. Ia mengeluarkan jarinya, memoles-moleskan sesuatu ke bibir Vagina-ku. Aku kembali menutup mata, merasakan suatu sensasi nikmat.
[EunHyuk POV]
Haha YeonHyo telah mencapai puncaknya. Kutarik ketiga jari ku keluar dari Vagina nya. Kumainkan jari ku yang penuh dengan cairannya disekitar liangn Vagina nya dan kujilati setelah itu sambil memandangi wajahnya yang sudah sangat lemas. Ia masih berusaha mengatur nafasnya sambil memejamkan matanya. Aku menunduk tepat di depan Vagina nya dan mulai menjilat cairannya yang mengalir keluar.
“Aahhh.. Ahhh… Oppaa… Aahhh….” desahnya kembali ketika lidahku menyentuh Vagina nya. Desahannya begitu sexy. Semakin membuatku tak tahan. Kumainkan lidahku. Seketika pahanya menjepit kepalaku. Ku coba membuka pahanya lebih lebar. Ia mendesah makin kencang. Makin kumainkan lidahku dan kumasukkan ke Vagina nya.
“Ohhh… Oohhh…. Mmhhh…Ssshh…” Tangannya menjambak rambutku. Kujilat klitorisnya dan tubuhnya menggelinjang lagi. Kurasakan juniorku sudah sangat mengeras dan membuat sempit celanaku. Aku sudah tidak bisa menahannya lagi. Dengan cepat kubuka celanaku. Sekarang juniorku bisa leluasa.
“Kyaaaa!! EunHyuk-ahh!!” YeonHyo menutup matanya melihat juniorku yang ‘menunjuk’ kearahnya. Kutarik pelan tangannya yang menutupi matanya. Kutindih tubuhnya dan kumainkan kembali nipplenya untuk mengembalikan nafsunya. Ia mulai memejamkan mata menikmati sentuhanku. Juniorku menempel di pahanya. Kugerakkan pelan pinggulku dan juniorku berpindah tepat diselangkangannya. Wajahnya seperti menginginkan juniorku.
“Sshhh….. Aaaahhh….” Kubuka pahanya pelan. Aku tidak bisa berbohong. Juniorku semakin menegang melihat Vagina nya yang kemerahan dan sangat menggoda sekali. Kuraba pahanya perlahan. Dia menggigit bibir bawahnya dan terus memejamkan matanya.
“Ssshhh…. Mmmhh…..” desahan kembali keluar ketika kuraba halus Vagina nya. Ku buka kembali pahanya lebih lebar dan melipat kakinya. Kutahan kakinya yang terlipat dengan badanku dan ku gesek-gesekan juniorku di depan Vagina nya. Perlahan-lahan kumasukkan kepala juniorku. Aaahh…. Sempit sekali. YeonHyo mencengkeram sprei dengan sangat kuat.
“Aaahh… EunHyuk-ahh…. Sakiitt….” Aku tidak tega melihatnya kesakitan. Tapi apa daya, aku sudah benar-benar tidak tahan lagi. Kudorong lagi juniorku perlahan. Tangannya kini mencengkram lenganku semakin kuat.
“EunHyuk-ahh… Sakkiiittt…..”
“Mianhae… Tahan sebentar ya…” Kudorong kembali juniorku perlahan memasuki liang Vagina nya yang sangat sempit itu. Juniorku serasa di remas kuat. Kudorong kembali sampai masuk seluruhnya.
“Aaaarrrrggghhh…..!!!” Ia menjerit dan mencakar lenganku.
“Sakiiittt……” air matanya mulai mengalir. Aku sangat tidak tega melihatnya.
“Mianhae…. Apa kita berhenti saja?”
“Ya!!! EunHyuk-ahh! Aku nggak mau rasa sakit yang kutahan dari tadi ini harus terhenti setengah jalaaaaan! Aaaah….” Dia berteriak karena kesal atau kesakitan? Hahaha terserah saja. Yang pasti aku makin menyukainya. Vagina nya berdenyut-denyut meremas juniorku.
“Okay, baby..” Perlahan-lahan mulai ku gerakan lagi pinggulku. Tangannya meremas rambutku.
“Arrgghh…. Ssshhh… Eun….Hyuk…” Tangannya makin kuat meremas rambutku. Terus ku gerakkan makin cepat. Racauannya semakin cepat seiring dengan semakin cepatnya gerakanku di dalam Vagina nya.
“Oohhh…. Oohhhh… Ohhh… Hhhh…” aku semakin bernafsu menyodok-nyodokan juniorku hingga tubuhnya terguncang. Payudaranya bergerak-gerak karena hentakanku. Segera saja kuraup payudaranya dan menghisapnya kuat-kuat.
“Aahhh…. Aaahhhh…. hhhh…. Aahhhh….” desahannya semakin keras hingga akhirnya aku merasakan ada sesuatu yang akan keluar.
“Heee… Aahhh…. Aku sudah.. aahh.. tidak tahaaaan…. Nnggghh…” Ia semakin meremas tanganku.
“sabar… sedikit lagi chagi…. Mmmhhh… Aku juga sudah tidak tahan…” gerakanku semakin cepat hingga akhirnya kami sama-sama mengejang dan berteriak. Cairan kami keluar bersamaan. Aku terkulai lemas di atas tubuhnya.
“Hhh.. EunHyuk-ahh… hhh…”panggilnya lemas. Kukecup payudaranya dan merebahkan tubuhku di sebelahnya.
Kupeluk tubuhnya “Gomawoyo… Saranghae…”
Ia tersenyum, “na do… hhhh…”
—————————
[Author POV]
Besoknya saat jam istirahat, YeonHyo dan EunHyuk kembali mengunjungi gudang belakang sekolah mereka. Ruangan tersebut memang cukup tersembunyi karena gudang sekolah mereka hanya berisikan meja atau kursi dan peralatan sekolah yang sudah tidak terpakai lagi jadi jarang ada yang dating ke tempat tersebut.
EunHyuk menarik YeonHyo masuk ke dalam gudang itu dan mengajakku untuk duduk di tempat yang sama.
“EunHyuk, sepertinya kita melakukan kesalahan…” kata YeonHyo pelan pada EunHyuk sambil menerawang ke langit-langit.
“Kesalahan apa?”
“Kita… Tidak seharusnya kita berbuat demikian…” jawab YeonHyo sambil menitikan air mata.
“Aish… Jangan menangis…” katanya lembut.
“Aku takut EunHyuk…” tangis YeonHyo semakin menjadi.
“Tenang saja, aku sudah berjanji aku akan mengatakan semuanya pada TaeYeon…” katanya sambil memegang kedua bahu YeonHyo. Tapi YeonHyo menepisnya pelan lalu berdiri dari tempat duduknya.
“EunHyuk, lebih baik kita akhiri saja semua ini…” kata YeonHyo lalu berjalan menjauh darinya.
“Aku sangat menyukai mu, YeonHyo…” tiba-tiba suara EunHyuk terdengar sangat jelas di telinga YeonHyo, dan saat itu juga YeonHyo dapat merasakan sepasang tangan melingkar di lehernya. Ia mendekap YeonHyo erat dari arah belakang, sangat dekat hingga dapat YeonHyo rasakan hembusan napas EunHyuk di sekitar lehernya. Seketika itu pula YeonHyo hanya bisa diam mematung.
“Kalian…” tiba-tiba terdengar suara seorang yeoja yang sepertinya di tujukan untuk EunHyuk dan YeonHyo. EunHyuk melepaskan pelukannya pada YeonHyo dan segera melihat siapa yang menegur mereka itu.
————————
(EunHyuk POV)
“TaeYeon?” aku setengah tidak percaya dengan apa yang baru saja ku lihat. TaeYeon, melihatku berpelukan dengan YeonHyo. Astaga!
“TaeYeon …” YeonHyo terlihat berusaha mendekati TaeYeon, tapi TaeYeon buru-buru meninggalkan kami dan berlari menuju ruang kelas.
Aku melirik kearah YeonHyo. Matanya terlihat memerah.
Sudah ku duga, tak beberapa lama kemudian, air mata kembali menetes di pipinya.
“Sudahlah YeonHyo…” aku memegang tangannya, mencoba untuk menenangkannya. Tapi lagi-lagi ia menepis tanganku, kali ini lebih kasar dari sebelumnya.
“YeonHyo?”
Ia tidak menanggapiku. Ia malah lebih memilih untuk berlari meninggalkanku sendirian di tempat ini.
(YeonHyo POV)
Sudah ku duga! Cepat atau lambat pasti semuanya akan terbongkar. Lihat saja, sekarang TaeYeon pasti tengah memaki-makiku, dan pastinya ia menyesal sudah menganggapku sebagai sahabatnya.
“Argggghhhhhh!!” aku hanya bisa berteriak kesal sambil mengacak-acak rambutku. Astaga, kebodohan apa yang telah ku lakukan sampai tega menyakiti hati TaeYeon. Padahal selama ini TaeYeon sudah sangat baik padaku.
Aku segera menyusul TaeYeon dan TaeYeon sama sekali tidak ingin berbicara denganku. Jangankan bicara, untuk menatapku saja sepertinya ia sudah muak. Astaga, aku benar-benar sudah berdosa. Sahabat macam apa aku ini?!
“TaeYeon …” entah sudah berapa kali aku mencoba untuk mengajaknya berbicara. Awalnya ia terlihat tidak peduli, tapi ia akhirnya membuka mulutnya.
“Sudahlah… Biarkan aku sendiri dulu…” katanya lalu pergi menjauh dariku.
————————
(EunHyuk POV)
Ketika aku akan memasuki kelas aku melihat TaeYeon keluar dari kelas. Dengan cepat aku berjalan menghampirinya.
“TaeYeon …” aku memanggil namanya, tapi ia seperti berpura-pura tidak mendengarkanku. Aku menarik tangannya, memaksanya untuk berhenti menghindar dariku.
“Lepaskan tanganku!” ia sedikit menggertakku.
“Ku mohon dengarkan penjelasanku dulu…” aku masih berusaha menahannya agar tidak lari dariku. Tubuhnya yang kecil itu terlihat memberontak.
“Sudahlah! Tidak ada yang perlu dijelaskan!”
“TaeYeon ku mohon!”
“Aish! Ya sudah! Tapi jangan sekarang! Aku benar-benar tidak ingin melihat wajah kalian berdua saat ini!” katanya lalu menarik tangannya dengan paksa. Akhirnya aku melepaskan tanganku dari tangannya. Ia sudah kembali bersiap-siap untuk menjauh dariku.
Hhh, aku ingin menyelesaikan semuanya secara baik-baik. Aku kasihan pada YeonHyo. Ia pasti merasa sangat tertekan.
————————

[Author POV]
1 bulan kemudian…
Sudah lebih dari 1 bulan ini EunHyuk selalu bola-balik ke rumah sakit seoul hanya untuk memantau keadaan YeonHyo yang koma. Ya, YeonHyo mengalami koma karena terjatuh dari tangga saat akan menuruni tangga dari atap gedung rumah sakit tempat favorinya di rumah sakit seoul,dan hingga saat ini berbagai alat dan selang masih menempel ditubuhnya.
Dokter yang menanganinya adalah Appanya sendiri dan mengatakan bahwa YeonHyo anaknya masih memiliki harapan untuk hidup, meski ia sadar benar bahwa semakin hari tidak ada peningkatan ataupun tanda-tanda perkembangan dari YeonHyo.
EunHyuk menatap YeonHyo dari jendela luar, “YeonHyo, Mianhae..”ucap EunHyuk lirih seakan akan menangis.
EunHyuk terdiam mengingat YeonHyo, setetes air matanya meluncur mengenai wajahnya,
“ah~ miane YeonHyo..” ucapnya sambil menyeka air matanya sendiri.
“YeonHyo~ aku sangat berdosa kepada mu… Aku begitu jahat kepada mu… Aku ingin, saat kau sembuh nanti, membahagiakannya,
KLIK! Pintu ruangan YeonHyo terbuka dan seorang perawat berlari keluar, “Dokter. . Dokter… Pasien YeonHyo kritis…Dokter ” ucapnya sambil berlari.
EunHyuk yang berdiri disamping pintu langsung berlari masuk menuju ke kamar rawat YeonHyo namun kalah cepat dengan dokter yang datang dan langsung ngadakan Oprasi. EunHyuk hanya bisa menagis dan menunggu di luar pintu.
2 jam kemudian…
KLIK. Sang dokter yang tak lain adalah Appa dari YeonHyo pun keluar dari ruang operasi.
“Ahjussi bagaimana YeonHyo?” Tanya EunHyuk dengan nada penuh harap, cemas dan penasaran.
Appa YeonHyo tidak menjawab dan memandang langit-langit atap dengan tatapan kosong yang terlihat sangat sedih, lalu tangannya menepuk pundak EunHyuk dengan air mata yang mulai menetes.
BRUK! Seketika EunHyuk ambruk jatuh kebawah dan mulai menitikan airmatanya seolah ia tahu jawaban apa yang dikatakan Appa YeonHyo.
~Flash Back~
[YeonHyo POV]
Dear diary,
Hari ini semuanya telah terungkap. TaeYeon akhirnaya mengetahui hubungan ku dengan EunHyuk sebelum sempat kami meberithukannya. Aku sunggu sangat menyesal, tapi semua ini telah terjadi. Aku sangat jahat telah mengkhianati sahabatku sendiri, andai saja aku bisa menahan ke-egoisan ku untuk tidak menyambut perasaan ku yang juga menyukai EunHyuk semua ini pasti tidak akan terjadi. Aku ingin menebus semua kesalahan ku pada TaeYeon apapun akan aku lakukan. Eomma aku sangat membutuhkan mu saat ini, tolong Bantu aku Eomma…
Hari ini seperti biasanya aku menunggu Appa yang sedang mengoperasi pasiennya di atap gedung rumah sakit. Aku hanya bisa menangis mengingat semua kejadian yang telah ku perbuat pada sahabatku TaeYeon. Setelah puas menangis dan menenangkan diri aku segera turun dari atap tapi kenapa saat menuruni tangga kepala ku tiba-tiba pusing, pandangan mataku mulai memudar, sesaat aku melihat sekelebat sosok wanita menggunakan gaun berwanarna putih seperti yang ada di photo Eomma ku. Wanita itu terlihat seperti mirip sekali dengan Eomma, namun tiba-tiba kakiku mulai lemas dan jantungku serasa berhenti berdetak, kemudian….
BRAAAKKK!!!
————————
Seorang pegawai kebersihan rumah sakit yang sedang menuju gudang rumah sakit terkejut saat sedang menaiki tangga karena melihat ada seseorang yeoja yang tergeletak di lantai tangga, di tangan yeoja tersebut sepertinya dia sedang memegangi sebuah buku diary. Pegawai kebersihan itu pun segera membopong tubuh yeoja tersebut yang berlumuran darah dan segera membawa nya pada seorang Dokter agar segera ditangani.
“YeonHyo…!!!” suara sang Dokter terlihat sangat terkejut ketika mendapati tubuh anaknya yang tergolek dengan darah yang mengalir dari kepala, telinga dan hidungnya yang cukup banya.
—–THE END——
A/N: I’m sorry if anything’s a bit… Strange. I had an idea, but as usual, it’s hard for me to put it into words 
Gomawo ya yang udah mau baca dan Comment, sangat ditunggu KRITIK dan SARAN nya biar Author makin semangat nulisnya 

17 Tanggapan to “:::FICTION CONTES::: The Diary [I Did Not Mean to Hurt You]”

  1. Chaesung Juni 2, 2011 pada 4:46 am #

    Rangkaian kta2.y keren !!
    Crita.y bgus lgii ..
    Top lah . .

  2. nanansisparkyu Juni 2, 2011 pada 5:30 am #

    yah yeonhyo nya mati ..
    Bagus thor ,

  3. Nuri Juni 2, 2011 pada 6:33 am #

    Terus taengnya gimana? Kurang panjang author hehe coba ditambah detailnya sedikit lg. Aku rasa panjang gpp kok karena ceritanya bagus jd bacanya jg enjoy aja. Ditunggu FF selanjutnya😀

  4. mundongkyu2326 Juni 2, 2011 pada 1:34 pm #

    wow…. Parah nih aku masih kecil udah baca yang kyk beginian….

    Gak bisa comment dah,great FF

  5. ndess_ Juni 2, 2011 pada 2:52 pm #

    wah seru nih sekuel nya The Diary, terus yaa ditunggu The Diary berikutnya :::::::D

  6. anitarley Juni 2, 2011 pada 4:39 pm #

    ga nyangka itu si yeonhyo tragis amat thor, tega lo -__- astagaaa
    overall, ini keren bangeeeet, kata2nya bagus. merinding sendiri gue baca part ‘begituan’ nya hahaha

  7. Tae-ah Juni 2, 2011 pada 6:31 pm #

    Keren , cman aq gx nyangka klo yoenhee bkal meninggal ..

  8. minyoung Juni 3, 2011 pada 2:58 am #

    huua.. kren..
    waahh.. yeonhee.a knpa mati?? aahh.. ada lnjutan.a enggak thor?? hehe

  9. olenalina Juni 3, 2011 pada 4:14 am #

    Hua~ serem deh..
    Tapi keren thor, nggak nyangka cast utamanya mati serem deh..
    Ada kelanjutannya nggak yak..? *penasaran*

  10. Comment Juni 3, 2011 pada 5:57 am #

    Wah critanya dia jth dr tngga rmh skt ya? Gw kira jth dr tangga skul

  11. nie p.nie Juni 3, 2011 pada 7:02 am #

    hai new reader nih. lam kenal ya.
    critanya bgus, tp sdh jg cwenya mati kasian c unyuk.

  12. Rismala dewy Juni 3, 2011 pada 7:34 am #

    Wah sorry chingu, bru comment dri pdi gagal mlu,
    wih unyuk nepsong amat, liat cwek mkan kojer, serasa ich, haha…
    It cwek ny mningal akhir ny? Duch bkin lg dunk trzan ny, hehe… NC ny jga HOT lah, haha… KEREN chingu ff ny

  13. jonkeylover Juni 3, 2011 pada 8:48 am #

    Keren ihh, ini squelnya yak..? Wahh makin penasaran sama buku diary nya.
    Ehh tapi kok pemeran utamanya mati? Wahh baru baca FF yang pemeran utamanya mati Daebak thor.
    Jangan lupa lanjutannya ya thor..

  14. twin0729 Juni 3, 2011 pada 1:07 pm #

    ada beberapa typo thor, tp overall keren kok…suka sama pacarnya temen sendiri emang gak enak..hehehe

    oiya ini bagus nya dibuatin sequelnya…
    ^^

  15. hwangri Juni 3, 2011 pada 4:26 pm #

    Bagus ffnya.eh,buku diarynya bs ga d critain knp bs nyasar d mana2 gt.

  16. sungkyulin Juni 13, 2011 pada 11:55 pm #

    ksihan…….
    Knpa cwe’a hrus mti???
    Tpi,,,kren author…
    Lnjut trus yah….

  17. lindol-eunkyu Juni 15, 2011 pada 6:07 pm #

    yaahh mati ._.
    terus apa kabar taeyeon nya? dia maafin si YeonHyo ngga?
    Unyuk kasin -_- sini sama ak aja~ #abaikan
    btw FFnya keren thor ^^d

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: