:::FICTION CONTES::: OCILUT

31 Mei

Title : OCILUt
Cast :
Lee Junho
Lee Hae Na
Another 2PM
Lee Gi Kwang
Jessica Jung
Genre : Romance, NC – 17
Author : Lee Na Ra

At Airport
Hae Na Pov
“Annyeonghaseyo.. Choneun Hae na imnida.. looking for Seoul University.. Can you help me?” tanyaku pada sekumpulan namja yang berada di bandara.
Namja-namja itu ‘hey! Tunggu aku kenal mereka’ saat mereka membalikkan tubuh menghadapi pertanyaanku
Namja-namja itu mengalihkan wajahnya menghadapku, sejenak aku yang tadinya melengokkan kepala langsung menegakkan tubuhku, *krna tau kn org korea prtma kali knal canggung serem gtu hahahaah author lebay xdd
“Oh, ne.. u want to go Seoul University?” balas dari salah seorang namja di antara kumpulan itu
Aku hanya menganggukkan kepala sambil menebak-nebak siapa namja yang menjawabku tadi, masalahnya mereka semua memakai kacamata hitam, *huluh! Alasan author..
“Taec.. yeon.. oppa?” tanyaku dengan sopan dan terbata-bata
Salah serang namja di sebelahku berdiri mengisyaratkan kepada namja yang bernama Taecyeon, yang tadi aku panggil
“Ne.. u r hottest?” tanyanya kaget dan setengah berteriak, setengah melongo, menurunkan kacamatanya sedikit
Aku mengangguk meng-iya-kan “Ne.. Mannasso Bangapseumnida, Oppa” senyumku kemudian
Lalu aku mengurutkan satu-satu nama mereka dengan telunjukku..
“Taecyeon oppa, Junsu oppa, Chansung oppa, Nickhun Oppa, Uyong oppa, mm.. Jun..ho op..pa..”
“YA!! Kau melupakan namaku?! Hottest payah!” gerutunya kesal
“Aniya~ ng… abaikan.. aku Cuma kaget kok!” kataku mengerucutkan bibirku
Nickhun oppa hanya tertawa menggoda Junho
“Mianhae~ oppa~ bukan aku lupa, eh, salah, aku ga lupa kok!” kataku sambil menarik-narik lengan bajunya
Ya! Dy namja yang di sebelahku berdiri…
“Arrasso.. I’m just kidding” balasnya sambil mengacak-ngacak rambutku
“Heuh!” balasku sambil memijit kepalaku yang kiri *pdahal itu author lagi pusing nerusin ceritanya T.T
“Hey, you can sing?” Tanya Nickhun sambil mencondongkan wajahnya ke arahku..
“Hmmm??” aku membulatkan mata menghadapi pertanyaan Nick
“I think I can hmmm…” kataku melihat ke arah yang lain, berpikir-pikir *author lagi mikir ini kemana lagi alurnya?? T.T
“how about dance?” lanjut uyong oppa
“Ah, molla~ “ kataku bingung sendiri
“Aku suka tapi ku tak tahu level bisa menurut oppa seperti apa? Kalau level dance’a 2pm, aku ga berani deh, huh cape.. eheheheheheh” lanjutku kemudian
“Hahahahahah… hmm.. oppa bisa mengajarimu..” kali ini Chansung oppa
“gomapta~ tapi kalo aku patah tulang siapa yang nanggung??” cibirku, memanyunkan bibirku
“Ehem!” Junsu dan Taec oppa bedeham keras
Dan Nickhun menunjuk Junho
Aku dan Junho hanya saling membalas pandangan bingung
“ok! Itu buktinya” Uyong oppa mulai jahil menunjuk aku dan Junho
“Ya! Aniya!~… oppadeul aneh.. baru ketemu kenapa dgn Junppa dan aku?”
“Junppa” kata Junsu oppa mengangguk-ngangguk penuh arti
“Ya! Ok.. Junho Oppa!!” kataku membaca JUNHO OPPA dengan jelas-jelas di depan Junsu oppa
“whakhahahahawkahahhakkak” Taec oppa langsung tertawa keras, sedangkan yang lain hanya tertawa sambil tangan menutupi tertawanya
Lalu tiba-tiba JYP appa *oke aku manggil JYP itu appa aku.. nyamperin member 2PM
“ini passport kalian”
“gamsahamnida hyung” jawab 2PM serentak
“Hyung, kenalkan..” Nickhun oppa mencoba memperkenalkan aku ke JYP appa
“Annyeonghaseyo, appa.. may I call appa?”
“Ne..”
Lalu aku melanjutkan memperkenalkan diriku kepada JYP appa
“Choneun Hae Na imnida.. Mannasso Bangapseumnida” kataku membungkukan badan dan tersenyum
“hmm.. aku rasa dia bisa berusaha untuk menjadi anak asuh khususmu” Nickhun oppa mengambil alih
“Kau mau menjadi anak didikku?” JYP appa bertanya kepadaku
“Ne.. aku bersedia jika appa mau mengajariku.. aku akan berusaha membuat appa bangga” kataku menyemangati diriku, dan tersenyum
Oppadeul pun tersenyum kepadaku dan menganggukkan kepala menyetujui perkataanmu
“Kau pasti bisa!! Fighting” kata Junsu menyemangatiku disusul dengan yang lain
Lalu berteriak ‘fighting!!’ bersama-sama
Dan tertawa bersama..
Aku pun akhirnya tidak jadi ke Seoul University
Aku malah pergi ke ‘JYP’
Aku tersenyum-senyum sendri selama perjalanan menuju ‘JYP’ *kantornya maksudku
Setelah sampai di dalam kantor itu Junho oppa bertanya kepadaku “Kau pasti senang ya?” tanyanya kecut
“Oppa tidak suka melihatku disini? Baiklah~ aku akan keluar” kataku dengan senyum memaksa
Lalu aku segera menyusul ke depan ke arah JYP appa karena aku dan Junho dari tadi berjalan di paling belakang
“Ssstt~….” Junho Oppa menarik tanganku dan menarikku ke dalam pelukkannya
“Aish~ Kau sensitive sekali! Oppa hanya bercanda kok” katanya seraya melepaskan pelukkannya dan melihat wajahku yang sedang menangis
“Ya! Uljimma~ I’m just kidding” ibu jarinya mengusap butiran-butiran air mataku
“Ssst~..” telunjuknya dihadapkan di depan bibirku agar aku tidak menangis keras
“Ya!! Oppa jahat!!” kataku sambil memeluk Junho erat dan menangis di dalam pelukkannya, tentunya sambil memukul-mukul punggungnya ringan
“Uljima~..” bisiknya di depan telingaku
“Uljima~ Uljimayo.. Please don’t cry again, heyya~.. susah sekali mendiamkanmu” gerutunya
Tiba-tiba Junho mengangkat wajahku dan mencium bibir dan keningku sekilas secara bergantian
“YA~ !! OPPA!! Ah~” teriak Hae Na
Member 2pm yang lainnya dan JYP appa yang berjalan di depanku dan Junho lantas menengok ke belakang, dengan wajah penasaran
“Nah! Benar kan dugaanku?!” tuduh Uyong oppa dengan wajah jailnya
“MWOYA~!!?” teriak aku bersamaan dengan Junho
Hae Na pov end
Author pov
Hae Na resmi menjadi anak didik JYP
Karena 2pm sedang tidak ada jadwal ‘comeback’ JYP memperijinkan mereka turun langsung untuk mendidik Hae Na
JYP membuatkan jadwal untuk memudahkan anak didiknya 2pm dan Hae Na bekerja sama
Jadwal Hae Na :
Senin – Rabu -> latihan bernyanyi di studio bersama Junsu
Latihan berbahasa korea dan inggris
Kamis – Sabtu -> latihan menari / yoga / dance bersama Uyong, Junho, Chansung dan Nickhun
Minggu -> Melihat perkembangan yang terjadi
*setelah itu Hae Na dibebaskan untuk berlibur akhir pekan bersama 2pm atau yang lainnya
Setelah 3 minggu
At Park on Sunday
Sambil merenggangkan kucirnya Hae Na menggerutu “HUH! Junsu oppa kenapa sih?!”
Junho yang selalu mengikuti Hae Na, mendatangi Hae Na yang sedang duduk di bangku taman sambil cemberut
“Junsu hyung kenapa?”
Hae Na kaget melihat Junho tiba dan duduk dihadapannya
“ah~ aniya, oppa” jawabnya berbohong kemudian tersenyum kecil
“hah~ tak bisakah jujur pada oppa.. oppa ini oppamu sekarang.. jujurlah, ada apa? Jangan berbohong, wajahmu tak bisa berbohong seperti bibirmu, pabo!”
“huh~ ne.. ne.. Junsu oppa sekarang senang sekali marah-marah kepadaku padahal JYP appa sudah bilang aku banyak kemajuan kok! Aku bingung, oppa, Junsu oppa kenapa ya?” bibirku menjelaskan semuanya
“Mungkin dia hanya bosan, kau tau dy, dy sering begitu” Junho mengelus kepalaku dan tersenyum
Aku hanya mencibir dan memijat kepalaku
Aku bangkit dari tempat dudukku
“mau kemana?”
Author pov end
—————————————————————————————————
Hae Na pov
‘Ups! Aku melupakan Junho.. hah!’ gerutuku dalam hati dan menggeleng-gelengkan kepalaku
“ah~ mian oppa! Lupa..”
“mau ke dorm.. oppa masih ingin disini?”
“ah~ ani! Aku ikut”
“aku ingin berenang loh, oppa mau ikut?” tanyaku kemudian sambil berjalan keluar taman bersama Junho
“kau suka berenang?” dia menegok menunggu jawabanku
“Can make calm me down, that’s better” jawabku dengan senyum dipaksakan
“Geurom.. I’ll follow your soul”
“hahaha..” tawaku mulai merekah, tawa ringan dengan kesedihan hati
Junho hanya tersenyum
At Pool
“Kita ganti baju?” Tanya Junho dengan tampang bodoh
“Ani.. nyebur aja tuh lgsung.. iyalah! Nnti kalo dimarahin oppa yang nanggung, arrasso?”
“ani… hahahahah” Junho menjulurkan lidahnya memeletkan kehadapanku
Saat aku selesai ganti baju “Sepertinya dia belum selesai” kataku mengangkat bahu dan turun ke kolam renang
‘deg! Ada yang menutup mataku siapa ini?’ gerutuku dalam hati
“Oppa~.. Junppa?” aku mencoba melepaskan tangan yang menutup mataku dari belakang
“ya~ hahahaha…. Kau ganti baju, lama sekali sih”
“Aku kira oppa yang belum selesai gnti baju!”
*berenang- berenang …………………………….
Aku mengajak Junho balapan dan aku menang
“Oppa payah!” kataku berhenti di pinggir kolam
“ya~ mwo?? Kau saja sudah ngos-ngosan begitu.. memaksakan! KE.. BI…A.. SA …AN….!!” katanya marah-marah padaku, ikut ber istirahat di pinggir kolam
Semakin lama Junho semakin mendekat padaku, aku di pojokan!
Tangannya menahan di kanan dan kiri di depanku
Aku membulatkan mataku
“Oppa mau apa!” Tanyaku ketakutan
*kalian tahu? Dy hnya memberi evil smilenya
‘argh~!’
Aku memejamkan mata, ketakutan
Melihat mimikku tiba-tiba Junho hanya tertawa “Jangan takut.. hahahah” tawanya jahil
Menepuk kepalaku “sudah lebih baikkah?”
“apanya?” tanyaku bloon
“Junsu hyung, pabo!”
“oh, hmmm” aku mengangguk – angguk
“lumayan” sambungku
Junho menarik pinggangku dan memelukku, membelai kepalaku
“abaikan saja, bagaimana kalau aku yang mengajarimu?” tanyanya kemudian dan melepaskan pelukkannya
“hmm.. bo..leh…”
-cup-
Junho mencium bibirku kecil *kayak yoogeun sama shinee appa
“gomawo.. ysudah ayo kau masih ingin berenang?” dia beranjak keluar dan duduk di tepi pinggiran kolam
Aku yang sedari tadi hanya mematung tiba – tiba mengelitik kakinya, sambil marah- marah
“oppa doyan bgt sih nyium-nyium.. ih.. jgan-jgan tuh bibir bekas siapa tadi, yaks!”
“ya! Kau ciuman pertamaku! Yeoja pabo! Aenggi pabo! Chagi pabo! Yg mna yg bgus ya?”
“ga ad! Ad pabo-nya semua..”
“aku ciuman pertamamu kan?”
-blushing-
“ok, oppa sudah tau jawabannya”
“ayo mandi!” dy menarik tanganku seperti ank kecil menarik tangan ibunya
“pelan-pelan.. sakit tau!!!”
Dy memelukku di sampingnya, ‘deg! Mati aku!’
“dy mengusap-ngusap pergelangan tanganku yang merah akibat ulahnya “Mianhae.. aegi-a~”
“saranghaeyo, Hae Na.. mm apakah kau mau menjadi yeojachinguku?” bisikknya di telingaku
Aku mematung menghentikan langkahku yang daritadi seperti terbawa arus langkahnya
Dy menarik pingganggku mengambil tas untuk mandi
“ah~ sudah pikirkan nanti saja..” katanya menyodorkan tasku
Selesai mandi
Aku pun pulang ke dorm dengan mobil tanpa ada sepatah katapun
“ya! Masih memikirkannya?” tanyanya memecahkan keheningan
Aku hanya mengangguk, melihat lurus ke depan
Junho memberhentikan mobilnya di dorm
“Jangan dipikirkan lagi ya!?” Junho menahan pergelangan tanganku saat memasuki dorm
“Apanya?” tangaku melongo
“Dua-duanya” dia meninggalkanku dengan jawaban sesingkat itu yang masih membuatku bingung
“Dua-duanya? Yg mna? Apaan?” gerutuku bingung
“Abis darimana!?” Uyong oppa muncul mengagetkan di depan wajahku yang tercengah
“Apanya?”
“aish~ kau ini!”
-pletak- Uyong oppa memukul kepalaku
“Apaan sih! Sakit tau! Dasar sama-sama aneh!! Heuh~” aku menggelengkan kepala kemudian bernajak membereskan pakaian kotorku
-Replay.. Replay.. Replay.. Mabemhamgyo…gocho..replay..replay..replay..noona my mvp.. –
Tiba-tiba handphoneku berdering, JYP appa, itulah nama yang ada di layar handphoneku yang sedang berbunyi
“Ne.. Yeoboseyo, appa”
“………………….”
“Ah, Ne-ne.. arrasso..”
“……………………….”
“Annyeong appa”
-klik-
“JUNHO OPPA!!!” teriakku
“Mwo?? Kenapa teriak-teriak?”
“Antarkan aku” kataku memasang puppy eyes
“Kemana?”
“JYP appa!” kataku semangat 45
“Ne~.. Ppali”
Selesai aku membereskan baju kotorku
Aku bergegas menuju ruangan appa
“APPA~” sahutku riang
“Ada yang ingin appa bicarakan.. duduklah”
“ah~ ne-ne.. sepertinya serius?”
Appa hanya mengangguk
“Kau.. hh~ mulailah debut besok tanggal 7 Juni”
“Debut?”
Appa mengangguk meyakinkanku yang kaget
“Apakah aku sudah pantas untuk memulai debut?”
Lagi-lagi appa hanya mengangguk kepadaku
“Geundae……..”
Appa berdeham menunggu kata-kataku selanjutnya
“Mwo inorae, Appa?”
“Who am i.. you can start your debut with that song(?)”
“emmmm.. arrasso..”
‘apa aku bisa’ gerutuku dalam hati
Berjalan keluar dari ruangan appa
“Kenapa wajahmu murung? Ada apa? Heuh?” Tanya Junho yang memperhatikan wajahku yang berubah jadi murung lagi(?)
“Debut..”
“7 Juni”
Jawabku sedikit-sedikit
“It is no problem right? You can do it!”
“Are you sure I can do it, oppa?”
Junho mengangguk meyakinkanku dan tersenyum
Pikiranku masih kacau..
Bagaimana bisa debutku 2 hari lagi???
“Ya! Aku dengar kau akan debut lusa?” Junsu menghampiriku saat sarapan
“Ne~” jawabku lemah
“Ya! Kenapa kau tidak senang? Bukankah itu hebat!?”
Aku menatap Junsu oppa dengan penuh pertanyaan
“Hebat?…. Apanya??” tanyaku
“Kau tak butuh waktu lama untuk dibilang hebat oleh JYP hyung.. dy tidak mungkin main-main dengan ucapannya. Dia bisa menilaimu ‘hebat’ hanya tak lebih dari 3 bulan itu bagus. Berarti kau memang serius”
“ah, oppa bosan denganku ya?” “maafkan aku.. >__________________________________________________<”
-Sent-
“So you have biased in beast?”
Dia mengangguk pelan
“May I know?”
“Oppa, wanna know?”
Aku ikutan mengangguk
“Mmmmm… maknae, joker, kwangie”
“Like me? I mean do you like me? Ok as the third”
“Mianhae.. as the third.. you are very talented dancer, oppa, I wanna be good dancer too.. I love to dance, born to dance, junho.. where are you?”
Dia berbicara entah bagaimana.. ‘ada apa dia dengan Junho hyung?’ batinku
“You love him?”
“Molla!”
Kwangie pov end
Author pov
Setelah Hae Na sembuh dan keluar dari rumah sakit.. Gi Kwang sering bersamanya… karena JYP ent dan CUBE ent adalah sebagian dari milik JYP
“Oppa mau kemana?” Tanya Hae Na, Gi Kwang mengajaknya pergi tanpa memberitahu dia akan kemana
“Salon.. Kau suka kan?”
“ah~ *Hae Na tertegun aniya~ *dan menggelengkan kepala”
“uhm.. should we go another place?”
“It’s ok if oppa want to care your hair, your body, bla.. ba.. bla..”
“Hemm! Aniya! I carried you here to make you beautiful”
“Ne???”
“Kau terlihat kusut.. hanya show saja kau rapi setelah itu kau acak-acak lagi”
“Hah~ no strength to make a smile..”
“Without him?”
Hae Na hanya diam
“Without Junho hyung?”
‘”hmm..” deham Hae Na pelan
“Hey, do you have nick name.. hae.. or na?”
“Na.. it’s ok.. Hae is for donghae oppa”
“Arrasso.. Na, enjoy it”
Kwangie memberi Hae Na paket perawatan salon khusus
Selesainya…
Kwangie menggandeng tangan Na ke sebuah mal *bayangin yang ada di mv fly to seoul-nya 2pm
Dan membelikan Hae Na baju
Hari demi hari
Terus berganti
Junho makin tak jelas kemana dia
Kwang selalu menemani Hae Na atau sebaliknya
Akhirnya Hae Na pun merilis album pertama-nya
Dia membuat kaset khusus *yang kyk punya suju itu loh, tapi aku lupa namanya apa
Kwang mendengarkan semua lagu Hae Na
Satu, satu lagu yang membuat Kwang bertanya-tanya
Kwang menyerahkan headphone.a kepada Hae Na
“It’s so meaningful”
“If I can get your answer.. mm.. This song is for Junho hyung, right?”
“Ne..”
“Can you sing it for me now? Je bal li yo”
“Why its happened to me? You left me when I’m look for you..
When I found you at that park.. do you know you make me sick? I don’t know what’s this feeling
I just know this feel for you.. I don’t want to hurt.. I don’t wanna let you go.. I don’t wanna hurt him..
I don’t know what should I do..
Baby.. please comeback to me..
Please show how your feel
Will you forget forever
Will you hurt like this?
*fast rapping
Babyjunohsranghaeyoyeongwonhiforever! Oh!
Endsong napsong huh that’s just for you, you better listen”
“Good singer”
“Hey, uljimayo!” ibu jari Kwang mengusap pipi Hae Na
“Please don’t do same thing as he do to me.. you make me hurt harder”
“Ups.. sorry I don’t know.. I don’t wanna to hurt you
I don’t wanna see you always like this I love you
Saranghaeyo, Na” ucap GI Kwang
Hae Na hanya tertegun mendengar pengakuan Kwang
“Make me believe to love you more.. than him.. than him.. Than…”
“SSshpp..tt…t.t..” Kwang menaruh tangannya di bibir Hae Na
Hae Na menangis di pelukan Gi Kwang sambil memanggil- maggil nama ‘JUNHO’
Kwangie menenangkan Hae Na yang menangis
1 jam kemudian, udah gatau lagi Hae Na nangis ala apa.. yang pasti sampe sekarang Hae Na masih nangis semakin lemah suaranya memanggil-manggil nama ‘JUNHO’ dan tanpa sadar memukul-mukul punggung Kwangie semakin melemah
“Kau sudah sangat lemah, jangan menangisinya lagi…” Kwangie mengangkat wajahnya dan menatap mata sayu Hae Na
“Oppa…”
“JUNHO~” Hae Na berusaha berteriak nama ‘JUNHO’ tapi yang keluar hanyalah suara paraunya sekarang
“Nanti kau tidak bisa menyanyi lagi kalau terus menangis seperti ini…”
“I don’t care ~!! I just wanna to meet JUNHO !!” teriak Hae Na pada Kwangie dan pergi meninggalkannya
Kwangie hanya diam menatap punggung Hae Na yang semakin menjauh dari pandangannya
Sejenak dia berpikir mengulang perkataan Hae Na, mengulang apa yang terjadi barusan, ‘she said she wants to love me if I can make she believe to love me more.. iya kan?’ Kwangie berdeham pelan dan dia berkata kepada dirinya “berarti masih ada harapan!”
Perkataan yang menyemangati dirinya untuk mendapatkan cinta Hae Na yang terlanjur mati untuk Junho
Author end pov
————————————————————————————————–
Kwangie pov
Aku mengejar Hae Na yang sudah jauh berjalan..
“Huaduh! Jalannya cepet amat yah? Padahal kan tadi uda kayak mau pingsan gitu.. Jangan-jangan.. dia pingsan lagi!? Aigo.. Hae Na~ oeddiya???”
Aku tetap berjalan maju ke depan menyusul Hae Na berharap bisa menemukannya, aku tak mendapati dia pingsan di sepanjang jalan yang kulewati tadi…
“Ya~ Hae Na!” teriakku, ternyata dia ada di kios ice cream di taman
“Oppa mau?”
Dia menawarkan ice cream yang dipegangnya
“Ani.. Kau makan saja…”
Lalu dia berjalan pergi melewatiku..
“Ya~ mau kemana lagi?”
“Oppa kan gamau.. jadi aku pergi bawa ice creamnya jalan-jalan”
Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal, aku bingung
Aku memberanikan diri bertanya kepadanya
“Kau.. sudah baikkan?”
“He—em~ ne.. waeyo?”
“Ani..aneh sekali..”
“Apanya?”
“Ah~ Gwenchana-gwenchana.. kkaja.. ayo kita ke sana”
Kwangie pov end
—————————————————————————————————
Hae Na pov
Kwangie oppa menunjuk ayunan yang ada di pinggir taman
Aku mengikutinya menuju ayunan itu
“Oppa tau aku suka ayunan?”
Tanyaku sampai di ayunan itu
“Kau suka ayunan? Oh, jadi…”
“Jadi??”
“Jadi tebakkanku benar… sini..” katanya menepuk bangku ayunan di hadapannya
“Oppa cuma nebak? Kirain!”
“Kirain? Kirain apa?”
“Kirain si oppa tau.. aku kan ga pernah cerita apa-apa mengenai aku..”
“Hehe.. Tapi kau menceritakan yang lebih penting dari itu”
“Apa?”
“Tentangnya”
“Nya?? Junho oppa maksudnya?”
“Ne.. Jangan menangis lagi” ancamnya sebelum aku memulai ingin menitikkan air mataku ke tanah
“Ne~”
“Ah, bagi ini aja.. Jangan bagi air matamu terus” Kwangie oppa langsung merebut ice cream dari tanganku
“Ih, tadi katanya gamau!” cibirku
“Sapa suruh ice cream dibiarin meleleh.. hehe.. enak juga..”
“Coklat emang enak tau! Ahahah..”
Aku tertawa melihat dia makan ice cream seperti anak kecil ‘blepotan!’
“Kenapa ketawa mulu? Ga Panas” katanya memegang dahiku
“Iyalah.. orang itu tuh..” aku menunjuk ke bibirnya yang blepotan ice cream coklat
“Ah~”
“Tissue..”
Kwangie meminta tissue padaku
“Ga ada.. uda abis dipake buat ingus tadi.. hehehe..”
“Jorok! Nangis mulu sih kamu!”
“Oppa lebih jorok. Blepotan! Wkwkwwkwkwkkw..”
“Terus nge-lapnya pake apa.. Kamu sih tissue buat ingus!”
“Nih pegang ah.. Oppa mau beli tissue” dia menyerahkan box ice creamnya ke arahku
“wkwkwkwkwk… beli yang banyak!” teriakku melihat ia berjalan semakin jauh ke arah kantin taman
“Nih.. tapi gak buat nangis..” Kwangie kembali membawa 2 box tissue yang masih baru
“Lah??? Kok malah uda nangis sih?” dia mengangkat wajahku yang penuh air mata kanan-kiri
“Waeyo??? Gwenchanayo? Aih! Explain to me..”
Aku tidak menggubris pertanyaan Kwangie..
Aku malah terisak semakin keras
Kwangie menarikku ke dalam pelukkannya
“What can I do for you? I don’t know what happens with you..”
Hae Na pov end
—————————————————————————————————
Kwangie pov
Dia menarik punggungku, memelukku lebih erat
“Matamu sudah sangat sembab, Na~” aku mengangkat wajahnya, menghapus airmatanya dengan ibu jariku
“Jun kisseu sica”
“Nae~ ??”
“Jun hyung kisseu sica noona?”
“Ne~.. don’t use noona.. she’s an evil not noona!” rengeknya padaku
“Ne-ne.. arrasso..”
Wajahku memanas di dekatnya..
‘Sepertinya tidak apa-apa kalu aku menciumnya.. menenangkan?!’ batinku
Aku semakin mendekatkan wajahku ke wajahnya
-cup-
Aku mencium bibirnya
Dia tidak menolak ‘awal yang bagus?’
“Oppa~” dia memanggilku setelah aku bereaksi lebih untuk menciuminya
“Ne? Mianhae!”
Aku meminta maaf setelah melepaskan ciumannya
“Aku pikir itu tidak apa-apa..”
“Memang tidak apa-apa denganku tapi ini”
Dia menunjuk hidungnya yang bentar lagi meler.. *wkwwwkk.. ketawa ndri.. gag seru ah, kwangie~ ktawa yu? a/n reader : author! Diem aja deh.. itu lagi seru hahaha.. mian..
“wkwkwkwk.. oh itu” *tuh kan reader ga percaya.. kwangie aja ktawa
“Ya~ Oppa jangan ketawa!”
Kwangie pov end
—————————————————————————————————
Hae Na pov
“Ya~ Oppa jangan ketawa!” teriakku
“Nih..” Kwangie menyerahkan box tissue yang sudah dibukanya
-thrbthrbrhbt- *anggap aja suara ingus lagi dikeluarin sama pemiliknya hehehe…
“Jangan menahan ketawa! Jangan ketawa~”
“Lagian aneh sih… wwkwkwkkw”
Aku pun pergi meninggalkan Kwangie
“Ya.. Jangan marah” katanya meyusul dan menarik tanganku
“Oppa nyebelin tau.. orang lagi buang ingus ketawa mulu ah~ cape”
Aku menepis tangannya..
“Ah~ arrasso..” rengeknya padaku meminta maaf
“je bal..”
Aku hanya mengangguk
“Gomapta~” tawanya riang
Saat kami sedang berjalan mengelilingi taman
Kwangie oppa menarik pinggangku menghadapnya
Aku tersentak kaget
Hae Na pov end
—————————————————————————————————
Kwangie pov
Aku menarik pinggang Hae Na agar menghadapku
Dia sedikit kaget
Aku mendekatkan wajahku dengan wajahnya
“Oppa~??” panggilnya
“hmm?” kataku menaikkan alis
“Ini tempat umum..” Suara nya khawatir
“Kalo dia bisa melakukannya kenapa kita tidak.. jangan bertanya sekarang.. ikuti saja”
-cup-
Aku mencium bibirnya
Aku ke kiri
Dan aku mengarahkan kepalanya berlawanan arah denganku
Aku berusaha agar lidahku masuk menerobos ke dalam mulutnya
Dia pun membuka mulutnya dan tak menolakku
Aku menarik pingganggnya semakin dekat denganku dan bisa merasakan dadanya menempel ke dada bidangku
Seketika aku melepaskan ciumannya
“Dia sudah pergi..” kataku meninggalkan Hae Na duluan karena wajahku memanas
“Dia?? Nugu??”
“Junhomu…”
“JUNHO??? TADI DIA ADA DISINI?? DAN OPPA MALAH MENCIUMKU?? YA~!! OPPA JAHAT!!” pekiknya
“Dia pun membuatmu menangis dengan sengaja berpura-pura ciuman dengan sica didepanmu”
“Oppa tau?? Kenapa.. tadi nanya? …. Dan mereka pura-pura?”
“Tadinya Junho hanya memakai sica untuk pura-pura tetapi sica malah menarik Junho”
“Oppa tau!!?”
“Ne~” jawabku tak acuh
“Sekarang Junho dimana? Apa tadi dia bersama sica?”
“Ani.. dia sendiri..”
Hae Na langsung berlari ke arah pandanganku yang mengisyaratkan ‘disanalah Junho’
Kwangie pov end
————————————————————————————————-
Hae Na pov
Aku berlari..
Aku ingin menemukan Junho
Aku ingin bertemu dengannya
Setelah sekian lama
Aku kangen
‘Oppa~ nae jeongmal bogoshipeunde..’ teriak hatiku
Aku menemukannya!
I found it!
I found him!
I found him
Now!
“OPPA~ !!” teriakku girang menemukannya
Menemukan sosok orang yang kucari
Selama ini ?
Ya, selama ini aku merindukannya
JUNHO~
“Oppa~” aku mendekat ke arahnya
Terdengar seperti suara isakkan
Menangis ?
Menangiskah Junho ??
Hatiku terus bertanya-tanya
Apa yang terjadi ?
Apa…..
Karena…..
“Oppa~ waeyo..?” aku mencondongkan kepalaku menengok tubuhnya yang menangis di balik semak-semak pagar taman
Aku memaksa keluar dan alhasil kariku berdarah-darah terbaret kawat di sekitar perbatasan aku menerobos
“Aww~……” pekikku mengusap-ngusap kakiku yang berdarah terkena kawat pembatas
Aku tak menghiraukan darahnya
Yang aku hiraukan adalah Junho
Sekarang, dia kenapa?
“Oppa~” aku berjongkok di hadapannya
Dia menangis ??
Karenaku ??
“Oppa waeyo?” Tanyaku hati-hati
“Kau menciumnya? Dia menciummu? Kau mau diciumnya?” pertanyaan-pertanyaan itu keluar dari mulut Junho, suara nya menandakan kekecewaan
“Aku pikir oppa tak mau bertemu aku..
Aku pikir oppa tidak ingat lagi kepadaku
Aku kira oppa pergi
Tapi oppa memang pergi
Dengan sica
Sica
Oppa tau aku benci sekali dengan snsd
Dengan sica
Tapi oppa pergi dengannya
Berciuman dengan sengaja di depanku
Dengan sica
Sekarang oppa menyalahkan aku?
*aku mulai menitikkan air mata
Lama-lama suaraku parau menjelaskan kepadanya
Oppa~ “
Aku menutup pembicaraanku
Aku sadar aku pun harus menunggu ia menjelaskan sesuatu kepadaku
Apa yang terjadi sebenarnya?
Apa benar ini hanya rekayasanya
Atau..
Hae Na pov end
————————————————————————————————-
Junho pov
“Oppa pikir kamu tak menyukai oppa
Kau tak menjawab pertanyaan itu
Pertanyaan di kolam itu
Sampai akhirnya kamu pergi
Kamu meninggalkan oppa
Meninggalkan 2pm
Meninggalkan kenangan kepada kami semua
Terutama aku
Kamu meninggalkan semuanya
Tapi tidak dengan jwabannya
Kamu tidak meninggalkan jawaban apapun untukku
Waktu aku dengar kau sakit
Kau bersamanya bersama Gi Kwang
Kau sudah bersamanya
Itu yang kudengar dari appa-mu JYP hyung
Aku kira kau melupakanku
Dan kau lebih memilih Gi Kwang
Aku kira kau membuka hubungan dengannya
Aku kira kau tak mau mengenalku lagi
Aku semakin yakin kau ada hubungan setelah ciuman tadi
Apa aku salah?
Saenggie~!
Jelaskan padaku
Isi hatimu
Seberapa besar kau yakin padaku
Untuk tetap bisa bersama denganku
Menjalani cinta yang sempat terputus
Kwangiemu atau aku?”
“Oppa sendiri
Oppa sendiri yang pergi
Bersembunyi
Entah kemana
Bersama sica
Oppa sendiri
Memilih siapa
Saenggiemu ini atau sica jelek busuk itu?”
“Of course I …. “
“Of course Oppa … ?”
Aku menunggu jawabannya
Jawaban Junho
“Of course I choose you, saenggie~ OCILU
Of course I love you… and you?” katanya dengan nada girang
“Of course.. ……. …. OCILUt.. hahhaha.. oppa ngerti ga? Jangan-jangan sama kayak waktu itu? Cuma ILU partnya doing yang ngerti!?”
“t is for too so you love me too..
Eh, is it right?”
“Nae.. pabo oppa!”
“so it is wrong..”
“Aniya~ is it true!!”
Hae Na pov end
————————————————————————————————-
Author pov
Junho dan Hae Na…
Setelah mengatakan bahwa mereka menyukai satu sama lain
Mereka pun berpelukkan sambil dengan posisi duduk
Hae Na terduduk menyilang
Dan Junho duduk dengan kaki terlipat satu
“Mianhaeyo oppa”
“Nado!~”
-cup-
Junho mencium bibir Hae Na lebih lama daripada biasanya….
Bagaimana dengan Gi Kwang ? dan sica ?
Gi Kwang memilih untuk melepaskan Hae Na dan ikut berbahagia bersama Junho dan Hae Na
Demi kebahagiaan Hae Na, Gi Kwang mengalah, karena dari awalnya tetap saja Hae Na lebih memilih Junho ketimbang dirinya
Gi Kwang hanya berharap semoga suatu saat ia mendapatkan seseorang seperti Hae Na yang bisa mendampinginya
Dan sica ….
Dia ngomel-ngomel ga jelas dan marah-marah ke Hae Na
Junho dan Gi Kwang memberi isyarat jangan menggubrisnya
Jangan menggubris kemarahan sica …
Hehehehehehehe..
————————————– THE END —————————————
Please comment yah dibawah
Buat lomba nih
Jangan pada jahat-jahat
Ini author masih umur 15 *jah ngadu umur wkwkwkwkwkwkkw..
Ini ff pertamaku yang aku publish demi lomba ff di mcsdfanfict

4 Tanggapan to “:::FICTION CONTES::: OCILUT”

  1. Chaesung Juni 2, 2011 pada 4:15 am #

    Menurtku, alur crita.y trlalu cpt, bhkan t’kesan ngbut . .
    Jdi kdang ada part yg kelewat ..
    Kya pas hae na psh sma junho,
    itu aku g tau ltak.y dmna ^^
    mian kbnyakan ngmong, hhehe

  2. ourdreamstory Juni 5, 2011 pada 6:14 am #

    Menurutku ceritanya sudah bgus.hanya ada beberapa bagian yg kurang jelas.kita masih sama2 pemula.fighting!daebak!

  3. hyoheeauthor Juni 6, 2011 pada 11:46 am #

    wa……… aku juga pengen jadi fans yang beruntung… T_T #gaje…

Trackbacks/Pingbacks

  1. PENILAIAN LOMBA FF « mcsdfanfiction - Mei 31, 2011

    […] ini linknya… – SHADOW – One Day With You – The Diary [I Did Not Mean to Hurt You] – OCILUT […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: