^MCSD Story^ Let Me Join, Please…

5 Mei

Title :: ^MCSD Story^ Let Me Join, please…
Author :: Han Hyo Hee
Disclaimer :: It’s just my imagination. ^^
Genre :: Family
Rating :: PG
Cast ::
• Lee Yoonhae
• Mrs Lee as Lee Young Hwang (Eomma Yoonhae)
• Mr Lee as Lee Dong Joon (Appa Yoonhae)
• Lee Yoonjae (Eonni Yoonhae)
Foreword :: mianhae kalo aneh… soalnya aku bingung… ini sesuai kesepakatan… tapi ane bener-bener bingung buat bikin first ffnya… yak… ini sih, aye bikin buat iseng… yang nggak suka, terserah. Yang suka gomawo… santai aja… aku tau kog, ffku jelek… jadi silent reader pun boleh baca ff jelek ini… bagi yang mau coment, author sangat berterimakasih… ^^
~~~HAPPY READING~~~
Korea… apa yang langsung kalian pikirkan setelah mendengar kata itu? Super Junior? SHINEE? SNSD? Wonder Girl? MBLAQ? MISS A? BIGBANG? 2NE1? BOA? GNA? F(x)? Boy Band? Girl Band? Drama? Yak, setiap orang pasti punya pikiran masing-masing.. tapi, percayakah kalian bahwa aka nada satu Girl Band baru yang akan menggemparkan dunia? Percaya tidak percaya, hal itu akan terjadi. Karena ini adalah dunia IMHY(Imagination HYohee). Menggemparkan dunia dalam hal apa? Suara? Dance? Music? Lagu? Gossip? Atau… yak.. author hanya mengajak kalian ikut masuk ke dunia IMHY. Mian kalo namanya gaje. Maklum author koplak. *bow*
Author mengajak kalian buat ngintip or masuk ke dunia mereka. Ah… atau kalau tidak, kalian bisa mengibaratkan castnya adalah kalian. FF gaje? Mungkin. Love Story? Untuk kedepannya aka nada. ^^ NC? Oh… pasti bakal ada… tinggal tunggu giliran *?*. seandainya salah satu cast di ^MCSD Story^ bernotabene pacar or suami dari bias kalian, kalian bisa membayangkan kalau character itu adalah kalian.
Dan sekarang, di salah satu sekolah di Korea, Jiphyeonjeon high school sedang heboh-hebohnya gossip tentang audisi pemilihan girl band baru yang diselenggarakan GM Entertaiment. Semua yeoja disekolah itu ingin ikut audisi. Dan satu diantaranya adalah Yoonhae.
***
-Yoonhae POV-
“ Eomma!! Biarkan aku ikut audisi…” rengekku sambil menarik-narik lengan Eomma.
“ Sirheo!” jawab Eomma tegas. Eomma pun melanjutkan aktifitas mencuci baju di ember.
“ Yak! Eomma… Jebal… aku yakin bisa lolos!” bujukku masih menggerayangi Eomma yang masih fokus pada cuciannya.
“ Sirheo.” Jawab Eomma masih bersikukuh.
“ Andwae! Eomma, jebal. Aku akan membanggakanmu. Percayalah padaku, Eomma!”
“ Aniy.” Jawab Eomma singkat.
“ Yak! Jangan begitu, lah sama anak sendiri. Biarkan aku ikut, Eomma… jebal. Ah… biar aku cuciin sini, Eom! Eomma pasti capek,” bujukku sambil ikut mencuci.
“ Sirheo!” bantah Eomma sembari menepis tanganku yang alus ini *?*.
“ Wae?!” bentakku tak terima tangan alusku ini ditepis begitu saja.
“ Kau kira Eomma bisa tersogok dengan bantuan itu? Heh! Eomma tidak perlu bantuanmu kalau kau ada maunya!” kata Eomma ketus dan langsung mlengos. Eomma bangkit meninggalkan aku yang ternganga dan ember cucian yang penuh busa.
“ Aigoo! Eomma… harus berapa kali aku bilang? Aku pasti bisa lolos. Eomma! Kumohon,” rintihku sembari memegangi kaki Eomma yang hendak meninggalkan kamar mandi butut ini.
“ Yak! Dan sudah berapa kali Eomma bilang, kalau Eomma tidak setuju. Minta saja tanda tangan Appamu!” bentak Eomma gusar. Kakinya dilangkahkan dengan memaksa agar terlepas dari tanganku.
“ Eomma!!! Appa juga tidak setuju. Hanya Eomma, lah harapanku! Eomma, jebal…” rintihku masih terduduk diambang pintu kamar mandi butut. Tak terasa cairan bening pun membasahi pipiku yang mulus ini.
“ Eomma…” suaraku bergetar. Dan aku tak bergeming dari posisiku. Butiran air mataku pun menetes ke lantai keramik yang berwarna putih itu. Aku semakin terisak ketika membayangkan kalau aku benar-benar tidak bisa ikut audisi. Padahal aku yakin benar kalau aku pasti lolos. Ya, gimana nggak coba? Suara? Okay. Dance? Bisa. Aku kan, lentur. Otak? Nggak usah ditanya. Bahasa? Lancar.
Tapi, kenapa formulirnya harus minta tanda tangan orang tua? Yak! Apa-apaan ini? Eomma dan Appa juga tidak setuju! Bagaimana dengan mimpiku? Heh! Aish!
Tiba-tiba ada sepasang kaki yang muncul dihadapanku. Aku pun terdiam dan mendongak untuk melihat kaki siapa itu.
“ Wae? Nggak bisa ikut audisi aja mewek,” olok Yoonjae lalu masuk ke kamar mandi.
Aish! Mwoya? Coba dia jadi aku! Yak! Aku tidak suka punya saudara begitu.
“ Yak! Sikkreo!” gertakku kesal.
Namun, tiba-tiba aku merasakan ada yang mendorong bokongku. Aku langsung menoleh kebelakang. Yak! Ternyata Yoonjae hendak mengusirku dengan cara menutup pintu kamar mandi. Aish! Padahal kan, aku tepat ada di ambang pintu. Kenapa dia tidak minta aku menyingkir saja? Kenapa dia malah mengusirku dengan cara itu? Tak tahukah, dia? Bahwa bokong dongsaengnya ini terlalu seksi untuk didorong dengan pintu.
“ Yak! Kau mau membunuhku?” bentakku sambil melotot tajam kearah Yoonjae yang ada di balik pintu kayu itu.
“ Mwo? Hanya seperti itu kau bisa terbunuh?” tanyanya balas melotot.
“ Ne… jangan lakukan, lagi!” gertakku sambil bangkit dan melangkah menjauh.
“ Yoon-ah! Kalau tahu begitu, aku akan melakukannya dari dulu!” pekiknya sambil membanting pintu.
Aish! Apa? Jadi itu Eonni yang baik? Patut dicontoh kah? Aish! Kenapa nasibku begitu sial?
“ Appa… jebal… hanya tanda tangan saja,” rayuku sambil menghampiri Appaku yang tengah asyik menonton TV diruang tengah.
“ Aniy!” jawabnya singkat.
“ Yak… waeyo? Aku akan lolos!” kataku meyakinkan. Aku pun duduk disampingnya.
“ Appa tidak ingin kau ikut artis-artis itu. Appa tidak suka melihat anak Appa tampak cantik tapi ternyata dari plastic,” jelas Appa sambil mengganti chanel dengan remote ditangannya.
“ Mwo? Aniyo! Aku tidak akan operasi plastic. Ayolah, Appa.. beri anakmu ini kesempatan,” pintaku sambil mengeluarkan puppy eyes.
“ Sirheo! Sekali tidak tetap tidak!” ucap Appa tegas. Aku rasa moodnya untuk menonton TV langsung hilang. Terbukti dengan gerak-geriknya yang langsung mematikan TV dan meninggalkanku yang masih terduduk di sofa.
Omona! Kenapa sesulit ini? Haruskah aku melepaskan mimpiku begitu saja?
Aku pun masuk kamar dan tak lupa membanting pintu. Kutatapi sudut-sudut kamarku yang sempit ini. Hingga akhirnya sorot mataku tertuju pada seutas tali yang menjuntai dari atas lemari. Tali itu biasanya untuk stok tali jemuran kalau tali jemuran diluar putus. Aku ambil tali itu dan berfikir sejenak.
Omo! Apakah ini yang jalan yang terbaik? Semoga…
—THE END–

4 Tanggapan to “^MCSD Story^ Let Me Join, Please…”

  1. yonrae Mei 6, 2011 pada 12:03 am #

    aahh..gue masi g donk nih , itu yoon mau bunuh diri gto po ? Pake tali jemuran ? Ckckck

    • yoonhae Mei 6, 2011 pada 2:57 am #

      iyelah..apalagi author demen bgd buat sad end~
      tp gapapa thor makasi iia uda buatin^^

  2. minyoung Mei 6, 2011 pada 1:34 am #

    iya sch itu , umma mw bnuh dri apa gmana?? hehe.. jgan lah ntar mcsd kgak smbilan wkwk.. oh, ya kgak 10 wkwk

  3. Han Hyo Hee Mei 6, 2011 pada 12:04 pm #

    hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: