Destiny Is So Pain – Nausea / Chapter 4

3 Mei

Title :: Destiny Is So Pain – Chapter 4 (Squel Dad’s Prohibition)
Author :: Han Hyo Hee
Genre :: Romance, Family, Angst
Rating :: NC-17
Main Cast ::
• Park Hyo Seo a.k.a YOU
• Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk
Other Cast ::
• Park Jung Soo a.k.a Leeteuk
• Park Yoonhae
• Park Young-ah
• Lee Sungmin
• Choi Siwon
• Choi Sulli
• Lee Jira
• Cho Kyuhyun

========Flashback Before=======
“ Can you deliver me?” aku membungkuk untuk melihat ke dalam taksi.
“ Where you’ll going?” tanyanya masih beramah-tamah.
Aku pun menyodorkan secarik kertas pada supir berkumis lebat itu.
“ Okey. I’ll deliver you.” jawabnya mantap. Aku pun tersenyum sekilas. Supir itu turun dari mobil dan membawakan koperku ke bagasi. Sedangkan aku langsung masuk ke jok belakang taksi.
Setelah supir taksi itu masuk kembali ke jok pengemudi, aku tersentak. Aku merasakan ada yang duduk disampingku. Awalnya aku tak tahu karena aku sedang sibuk menghidupkan handphoneku.
“ Yak!!! Omo! Mau apa kau?!” bentakku dengan perasaan kaget berkecambuk dibenakku.
========Flashback End======

“ Mwo? Mau naik taksi,” ucapnya dengan tampang sok polos.
“ Tapi kan, ini taksiku!” kataku geram.
“ Ah… jangan ngaku-ngaku kau! Ini taksi milik Ahjussi itu,” bantah Sungmin sambil tersenyum. “ Come on, Sir!” Sungmin menepuk bahu supir itu dan alhasil taksi ini jalan.
Aku kembali mengutuki namja ini dibenakku. Aigoo! Dosa apa aku? Bisa-bisanya bertemu namja aneh ini.
***
@Jerman, 7 Juli 2014
Naasnya diriku. Ternyata kos-kosanku dengan namja aneh itu berdekatan. Bahkan kami satu SMA. Haish! Aku benar-benar sial. Setiap hari Sungmin selalu menggangguku. Setiap pagi ia selalu menungguku di ambang pintu. Setiap pulang ia selalu mencariku. Setiap makan siang, ia selalu menjejeriku makan. Setiap istirahat dia selalu ke kelasku. Setiap hari libur ia pasti berkunjung ke kosku. Entah itu ngasih makanan lah, ngasih minuman lah, ngasih hadiah lah. -.- memangnya siapa dia? Namja chinguku? Oh, tidak bisa! Eunhyuk, lah namja chinguku.
Ngomong-ngomong tentangnya, aku benar-benar merindukannya. Walaupun baru seminggu aku meninggalkan Korea. Tapi serasa sudah setahun.
“ Hyoseo-ah! Kenapa kau melamun?”
Aku tersentak kaget dan langsung menoleh. Aish! Sungmin sudah berdiri diambang pintu kamarku. Apa-apaan dia?
“ Yak! Kenapa tidak mengetuk pintu dulu?” tegurku kesal.
“ Kenapa harus mengetuk? Pintunya tidak ditutup?” tanya Sungmin sambil menghampiriku yang terduduk di tepi ranjang.
“ Ah… terserah, lah…” jawabku tak acuh. Aku palingkan wajahku dan berbaring di ranjangku.
Breepp… Tiba-tiba kurasakan ada seseorang yang naik ke ranjangku ini. “ Ah… paling namja aneh itu hanya duduk,” batinku.
Breeeeppp… Breeep… Breeep…
Omona! Kenapa perasaanku tidak enak? Sesaat kemudian kurasakan ada yang mengelus kakiku. Spontan aku langsung berbalik dan menatap Sungmin yang melakukan hal aneh itu.
“ Yak! Mau apa kau?!” bentakku sembari menarik kakiku dan terduduk.
“ Errr… Hyoseo… ada yang ingin aku katakan padamu,” ucapnya sambil mendekatiku.
Terus terang aku bergidik. Aku pun menggeser posisi dudukku untuk menghindarinya. Aku mundur… mundur… hingga mentok ke sudut tembok. Yak! Aku menyesal. Kenapa ranjangku terletak disudut ruangan?
“ Mwo! Jangan dekat-dekat! Yak!!” pekikku ngeri sambil berusaha menghindar. Walaupun sebetulnya tak mungkin. Karena posisiku yang benar-benar sudah terpojok. Kututupi kedua mataku dengan telapak tanganku.
“ Hyoseo… saranghae…” ucap Sungmin lirih. Dia mengecup keningku perlahan.
“ Mwo?” tanyaku sambil mengintip dari celah-celah jariku.
Sungmin pun menarik tanganku hingga terlepas dari wajahku. Digenggamnya tangan mungilku dengan erat. Matanya menatapku. Sorotan matanya sejuk. Seakan ada hasrat untuk menjadi pelindung disana. Tapi… aku tetap takut dan aku tetap hanya akan mencintai Eunhyuk seorang.
“ Aku bersungguh-sungguh. Kau tahu? Kenapa aku bisa mengenalmu sebelum kau mengenalku?” aku hanya menggeleng pelan. “ Karna aku telah memendam perasaan ini. Jauh sebelum kita bertemu.”
“ Ta-tapi aku sudah punya namja!” elakku sambil menarik tanganku dari genggamannya perlahan. Tapi dengan sigap ia menarik tanganku dan menggenggamnya lebih erat.
“ Arraso! Arra! Kau kira aku tidak tahu? Lee Hyuk Jae! Benar, kan?” kata Sungmin berapi-api. Aku hanya terdiam membisu. “ Aku tahu! Aku tahu semua. Aku tahu, kau selalu diam-diam jalan dengannya. Dan sepertinya Appamu tidak suka dengan hubungan kalian.”
“ Yak! Tahu dari mana kau, Heh?” tanyaku dengan nada nyolot.
“ Aku pernah melihat Hyukjae dipukuli oleh geromolan orang. Dan aku sempat menguping mereka. Hyukjae berteriak-teriak menyebut-nyebut namamu dan mengumpat-ngumpat. Ia juga menyebut-nyebut Park Ahjussi. Aku rasa saat itu ia sedang mabuk. Dan aku pernah melihat Mr Park tertidur di teras rumahmu saat kau sedang pergi dengan Hyukjae malam itu,” jelas Sungmin panjang lebar.
“ Tapi, bagaimana bisa kau tahu semuanya?!” tanyaku heran.
“ Rumahku kan, tepat berhadapan dengan rumahmu. Apakah kau tidak tahu itu?” tanya Sungmin masih menggenggam tanganku.
“ Aniyo,” jawabku sambil menggeleng-geleng kepalaku.
“ Yak! Pantas saja kau tak mengenalku. Aku selalu mengamatimu. Kau tahu itu, kan?” aku kembali menggeleng. “ Aish! Terserah lah!”
“ Okey,” jawabku sambil melepaskan genggamannya.
“ Yak. Changkaman!” pekik Sungmin histeris.
“ Mwoya?” tanyaku bingung.
“ Kenapa bibirmu begitu pucat?” tanyanya sambil mengelus bibir bawahku pelan.
“ Jinjayo?” tanyaku sambil memegangi bibirku.
“ Changkaman, ada sesuatu disana.” Sungmin memegangi tengkukku. Ia mencondongkan wajahnya lebih dekat ke wajahku. Jempolnya mengusap bibir bawahku perlahan. Sedangkan aku hanya bisa diam kaku.
Deeg, deg, deg! Jantungku berdegup kencang. Apa-apaan ini?
“ Ternyata bukan apa-apa. Kau kekurangan vitamin C,” ucap Sungmin masih stay pada rutinitas meraba-raba bibirku yang kering dan agak pecah-pecah dengan jempolnya. “ Biar aku sembuhkan.”
Tiba-tiba Sungmin semakin mendekatkan wajahnya. Dan… yak! Bibirnya menyentuh bibirku. Apa-apaan ini? Beraninya dia popo aku.
“ Yak!!” pekikku sambil mendorongnya.
Bibir Sungmin berhasil terlepas. Tapi, Sungmin kembali menciumku tanpa menggubris tatapan sinisku. Tak lupa ia mendekapku erat agar aku tidak memberontak. Lidahnya menjilati bibirku yang masih mengatup rapat. Aku meronta. Berusaha mendorongnya lagi. Tapi Sungmin memelukku terlalu erat.
Tiba-tiba…. Omona! Perutku! Kenapa ini? Tiba-tiba aku merasa mual.
“ Sungmin!” panggilku sambil meronta. Aish! Usahaku untuk memanggilnya malah dimanfaatkan Sungmin untuk memasukkan lidahnya kemulutku. Kini tangan kanannya tak hanya diam. Tangan kanannya sibuk meremas-remas payudaraku yang terbungkus kaos.
“ Oh… ugh… Sungmin…” desahku saat menerima servicenya. Aku masih berusaha memanggilnya. Aigoo… aku semakin tak tahan. Aku benar-benar mual dan ingin muntah. Sedangkan Sungmin semakin memperkasar remasannya. Ia melumat bibirku dengan nafsunya yang memburu. Tampak dari nafas yang keluar dari hidungnya yang bisa kurasakan diwajahku.
“ Sung… oh… Umin! Ugh.. Chang… oh…ka… agh.. man! Agh…” aku masih berusaha memanggilnya walaupun terbata karena desahan. Ternyata ciumannya telah beralih keleherku dan membuatku kegelian. Tangannya masih aktif.
“ Umin!” teriakku sambil mendorongnya. Sukses! Ia terjengkang dan jatuh dari ranjang karena doronganku yang begitu keras.
“ Huuuuuueek!!!! Hooooeeek!” aku pun muntah di samping ranjang. Weks! Aku sendiri jijik melihat muntahanku. Sebenarnya aku muntah tidak hanya sekali. Hari-hari sebelumnya pun aku sering muntah. Aigoo.. aku rasa aku masuk angin.
“ Hoooooooekkk!” aku masih muntah-muntah.
“ Aigoo! Gwencana, Hyo-ah?” tanya Sungmin khawatir. Tangannya mengelus-elus punggungku.
“ Hooooeeekkk!” aku tak menjawab pertanyaannya yang sudah jelas jawabannya “I’m not okay!” dan masih sibuk pada aktifitas muntahku *?*.
Setelah puas mintah *?*, Sungmin pun menatapiku dengan khawatir. “ Kau sakit?” tanyanya. Aku hanya diam tak menjawab pertanyaannya. Aku pun mengusap-usap bibirku.
“ Ayo kita periksa,” ucap Sungmin lalu tanpa basa-basi menarikku.
***
Dirumah sakit…….
“ Bagaimana keadaannya, dok?” tanya Sungmin khawatir. Hyoseo sudah duduk disebelahnya.
“ Kalian berpacaran?” tanya dokter itu penuh selidik.
“ A.. a-an…” perkataan Hyoseo terpotong.
“ Ne. Memangnya kenapa, dok?” Sungmin memotong perkataan Hyoseo. Hyoseo melirik sinis padanya.
“ Kalian belum menikah?” dokter itu masih mengintrogasi.
“ Belum. Memangnya kenapa sih, dok?” tanya Sungmin penasaran. Sedangkan Hyoseo hanya menatapi dokter itu dengan penuh tanya.
“ Yeojamu hamil!”
“ Mwo?! Hyoseo hamil?!” pekik Sungmin kaget setengah mati.
———————————-TBC——————
mianhae kependekan… uda ngantuk.. -.- hehe…

7 Tanggapan to “Destiny Is So Pain – Nausea / Chapter 4”

  1. Nuri Mei 4, 2011 pada 12:39 am #

    Pasti hamil sm enyuk deh -_- ayo author lanjutannya buruaaaaaaan yaa

  2. lusiani haheho Mei 5, 2011 pada 11:22 am #

    authorrr keren ceritanya tapi kenapa si umin jadi begitu ya ckck, tapi untungnya sikap polos nya masih ada haha

    wah hyoseo hamil, nanti yg tanggung jawab pasti si umin /plak sotoy haha
    thor di tunggu part 5 nya, sebelumnya mian ya thor aku comentnya di part 4 nya langsung soalnya baru baca hari ini jadi kelamaan kalo dari part 1,2,3 hehe mian ya thor *bow*

  3. Han Hyo Hee Mei 6, 2011 pada 12:05 pm #

    ne… gwencana.. ^^

  4. endah_hyukiELF Mei 6, 2011 pada 12:46 pm #

    lnjuttt h\jgn lma” donkkk…
    hhhe

  5. Tae-ah Mei 6, 2011 pada 9:08 pm #

    Omoo , hyo hamil ?
    Ckck , sma eunhyuk itu ., bkan ama umin ..

  6. lindol-eunkyu Mei 12, 2011 pada 4:45 pm #

    mwo? MBA dong =_=
    lanjut thor😀

  7. Lia Mei 28, 2011 pada 3:57 pm #

    Eunhyuk harus menikahimu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: