13+2+1=?

21 Apr

13+2+1=?

author: uniwsdk

cast: Cho Kyuhyun, Kang Ji Eun, Super Junior

***

“Sunbaenim, tolong ajarkan aku lagi, aku benar-benar belum bisa menguasai gerakannya, sunbaenim terlalu cepat mengajariku gerakan koreografinya” kata Ji Eun memohon pada Eunhyuk. Eunhyuk sudah capek setengah mati mengajari Ji Eun koreografi untuk single baru Super Junior.

“Baiklah aku akan mengajarimu lagi” kata Eunhyuk setengah jengkel. Jelas saja, Eunhyuk sudah mengajari Ji Eun koreografi selama lima jam tanpa istirahat!

“Sabarlah hyung, dia itu anak baru dan lagi dia itu wanita” kata Donghae mensupport Eunhyuk. Eunhyuk hanya tersenyum kecut mendengar perkataan Donghae. Oh iya mengenai Ji Eun yang sedari tadi disebut-sebut, ia adalah member Super Junior inti ke 14 –menggantikan Kyuhyun sebagai maknae— dan member ke 16 untuk keseluruhan. Ia baru dua minggu menjadi anggota baru Super Junior. Awalnya member suju mengira kalau anggota baru mereka adalah laki-laki, tapi ternyata dugaan mereka salah. Mereka terkejut saat mengetahui bahwa anggota baru mereka adalah seorang wanita, lebih tepatnya seorang gadis. Ji Eun baru berumur 18 tahun. Saat ELF mengetahui kalau Ji Eun adalah anggota baru Super Junior yang ke 14 –ELF tau dari konferensi pers yang diadakan oleh pihak manajemen suju— mereka uring-uringan dan tidak terima, terlebih lagi Ji Eun adalah seorang wanita. Seminggu yang lalu, masuknya Ji Eun menjadi member baru Super Junior menjadi topic hangat di dunia K-Pop. Namun lama-lama berita itu reda, seiring dengan ELF yang mulai menerima kehadiran Ji Eun –alasannya karena Ji Eun itu wanita tapi berwajah tampan karena potongan rambutnya yang menyerupai anak laki-laki— sebagai anggota baru, walaupun belum seluruhnya ELF menerima kehadiran Ji Eun. Terkadang masih ada ELF yang membashing Ji Eun karena masih tidak terima kalau Ji Eun menjadi member suju yang ke 14, tapi Ji Eun cuek dan tidak terlalu mempermasalahkan hal itu. Ia malah menganggap bahwa orang yang membashing dirinya adalah bahan pelajaran untuknya agar dia bisa lebih mengintropeksi diri agar sikapnya lebih baik.

“Sunbaenim, gerakanmu terlalu cepat, tolong pelankan sedikit” pinta Ji Eun. Eunhyuk mendengus kencang lalu menghampiri Ji Eun .

“Kita sudah lima jam belajar koreografi tapi kita belum istirahat sama sekali dan kau belum bisa juga” kata Eunhyuk sambil menggertakkan giginya menahan emosi. Kalau dia tidak ingat bahwa Ji Eun itu wanita, mungkin dia sudah menghajarnya habis-habisan.

“Aku capek! Belajarlah sendiri atau cari member lain yang mau mengajarimu!”. Eunhyuk langsung meninggalkan Ji Eun di ruang latihan sendirian.

“Ternyata lebih sulit mengajarkan Ji Eun daripada mengajarkan Kyuhyun” gumam Eunhyuk kesal sambil membuka pintu. Saat eunhyuk membuka pintu, di depannya sudah berdiri seorang Donghae. Donghae tersenyum menatap hyungnya itu.

“Jangan egois, hyung. Aku harap kau bisa memaklumi Ji Eun yang belum terbiasa dengan gerakan koreografi”

“Tapi aku sudah lelah, bayangkan saja aku sudah melatihnya selama lima jam tanpa istirahat! Sudahlah aku mau pulang ke dorm lalu aku mau istirahat, kau saja yang mengajarinya koreografi” suruh Eunhyuk lalu meninggalkan Donghae sendirian di depan pintu. Donghae menatap punggung Eunhyuk yang semakin menjauh lalu ia melihat Ji Eun yang sedang menundukkan kepalanya sambil memijit lehernya. Donghae melihat ada setetes air bening yang jatuh dari mata Ji Eun. Donghae langsung menghamipiri Ji Eun.

“Jangan menangis” kata Donghae sambil menepuk-nepuk punggung Ji Eun pelan. Ji Eun langsung menghapus air matanya dan mendongakkan kepalanya lalu menatap Donghae.

“Aku tidak menangis” kata Ji Eun mencoba tersenyum tapi kelihatan seperti dipaksakan.

“Jangan bohong, sudahlah ayo kita latihan lagi!” ajak Donghae. Lalu mereka berdua latihan lagi. Tidak peduli bahwa sekarang jam telah menunjukkan pukul sebelas lewat dua puluh malam. Donghae bertekad akan mengajarkan Ji Eun sampai dia bisa melakukan koreografinya, walaupun hal itu harus dilakukan sampai pagi menjelang dan menguras tenaganya.

***

Super Junior’s dorm, 01.38pm

Donghae dan Ji Eun baru pulang dari latihan koreografi. Mereka baru selesai tepatnya pukul satu dinihari. Bagi Donghae, tidak terlalu sulit mengajarkan Ji Eun yang belum bisa koreografi, asalkan ia melakukannya dengan pelan-pelan supaya Ji Eun bisa mengikuti gerakannya.

“Sunbaenim, aku mau ke kamar dulu ya, terima kasih sudah mengajariku. Selamat tidur” pamit Ji Eun pada Donghae. Lalu ia langsung meninggalkan Donghae dan masuk ke kamarnya. Saat masuk kamar, Ji Eun melihat Sungmin dan Kyuhyun yang sudah terlelap – Ji Eun satu kamar dengan Sungmin dan Kyuhyun—. Ji Eun mengambil piyamanya di lemari lalu mengganti bajunya dengan piyama di kamar mandi. Sebelum tidur, Ji Eun punya kebiasaan menulis diary. Setelah ganti baju, ia langsung menuju meja belajarnya dan menyalakan lampu belajarnya. Ia mengambil buku diarynya yang berwarna biru langit di loker meja belajarnya, lalu ia mulai menggoreskan tinta di buku diarynya itu.

23 Februari 2009

Eunhyuk sunbaenim, mianhamnida karena aku telah menyusahkanmu dalam latihan koreografi. Kau boleh marah padaku karena aku selalu tidak bisa saat diajari koreografi olehmu. Tapi kali ini kau tenang saja, aku sudah hafal sebagian koreografinya karena diajarkan oleh Donghae sunbaenim, gomawo sunbaenim sudah mengajariku koreografi Lain kali, aku pasti akan lebih giat latihan lagi, hwaiting!

Selesai menulis diarynya, Ji Eun mematikan lampu belajarnya dan beranjak ke tempat tidur lalu tidur dengan nyenyak.

***

Keesokkan harinya, 07.25am

Sinar matahari masuk ke kamar Ji Eun melewati jendela dan mengenai mata Ji Eun. Ji Eun mengerang lalu menaikkan selimutnya tinggi-tinggi sampai menutupi seluruh badannya –tak terkecuali kepalanya—. Ia terlalu lelah karena latihan koreografi yang ia lakukan semalam selama tujuh jam lebih.

“Ji Eun, ireona! Ppali ppali!” suruh Sungmin sambil menarik selimut Ji Eun. Ji Eun hanya menjawab dengan erangan dan menarik selimutnya lalu kembali tidur.

“Anak ini..” gumam Sungmin. Lalu Sungmin menggelitiki Ji Eun supaya ia bangun. Ji Eun kegelian saat Sungmin menggelitikinya.

“Sunbaenim, sudahlah aku menyerah, kali ini aku akan menuruti perintahmu untuk bangun” kata Ji Eun sambil turun dari tempat tidur dan memakai sandalnya yang bergambar Doraemon.

“Ayo sarapan, tapi sebelumnya kau harus menyikat gigimu dulu” kata Sungmin sambil mengacak-acak rambut Ji Eun. Lalu Sungmin mendorong Ji Eun keluar kamar. Di satu sisi, ada pihak lain yang tidak menyukai pemandangan Sungmin dengan Ji Eun. Yap, orang itu adalah Kyuhyun. Kyuhyun tidak suka karena ia menganggap kalau Ji Eun telah mencuri perhatian Sungmin darinya. Kyuhyun tau bahwa sikapnya itu egois, tapi ia tetap tidak bisa terima kalau melihat ada orang yang dekat dengan hyung kesayangannya itu.

“Hyung, aku mau bicara denganmu” kata Kyuhyun yang tiba-tiba menghampiri Sungmin. Lalu Kyuhyun menarik lengan Sungmin menuju kamarnya.

“Ada apa? Tidak biasanya kau mengajakku bicara empat mata seperti ini” kata Sungmin sambil merapikan tempat tidur Ji Eun. Kyuhyun mendengus melihat sikap hyungnya itu yang terlalu perhatian pada Ji Eun.

“Kenapa hyung sangat perhatian pada Ji Eun?” tanya Kyuhyun dengan nada dingin. Sungmin tersenyum mendengar pertanyaan Kyuhyun.

“Memang kenapa? Aku tau pasti kau tidak suka kan?” kata Sungmin sambil melipat selimut Ji Eun.

“Kalau aku menjawab iya bagaimana?” kata Kyuhyun masih dengan nada dingin. Sungmin tertawa kecil mendengar pernyataan Kyuhyun barusan. Ia baru pernah melihat Kyuhyun bersikap kekanak-kanakan seperti ini. Padahal sebelumnya tidak pernah.

“Kau ini kenapa sih? Semenjak Ji Eun tinggal di dorm ini sikap dan kelakuanmu seperti anak kecil saja, padahal sebelumnya kau tidak pernah bersikap seperti ini”. Kyuhyun tersenyum kecut mendengar kata-kata hyungnya barusan.

“Aku tidak suka kalau dia dekat denganmu hyung! Semenjak ia tinggal disini ia selalu merebut perhatianmu dariku, aku selalu diabaikan denganmu” kata Kyuhyun kesal. Sungmin tertawa lalu menghampiri Kyuhyun.

“Aku tidak mengabaikanmu. Ah aku tau, kau iri dengan Ji Eun ya?” selidik Sungmin sambil senyum-senyum. Kyuhyun salah tingkah ketika hyungnya mengatakan hal itu.

“Tidak, untuk apa aku iri pada gadis seperti itu. Pokoknya mulai detik ini hyung harus menjauhi Ji Eun!”

***

“Pokoknya mulai detik ini hyung harus menjauhi Ji Eun!”. Apa yang dikatakan Kyuhyun barusan didengar oleh Ji Eun yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya. Tanpa sengaja Ji Eun mendengar semua perbincangan antara Sungmin dan Kyuhyun dari awal. Ji Eun yang mendengarnya langsung terduduk lemas di lantai. Bagi Ji Eun, kata-kata yang dikatakan Kyuhyun barusan lebih menyakitkan daripada jatuh dari lantai 13.

“ Ji Eun, kau tidak apa-apa?” tanya Donghae yang tiba-tiba sudah ada di belakangnya lalu membantu Ji Eun berdiri. Seketika itu wajah Ji Eun langsung pucat pasi. Member lain langsung menghampiri Ji Eun dan Donghae.

“ Ji Eun kenapa?” tanya Leeteuk pada Donghae.

“Tidak tau, tiba-tiba saja ia terduduk lemas di lantai” jawab Donghae. Leeteuk langsung meraba dahi Ji Eun.

“Badannya tidak panas, tapi wajahnya pucat” gumam Leeteuk.

“Aku tidak apa-apa sunbaenim” kata Ji Eun dengan senyum yang dipaksakan. Karena mendengar kegaduhan diluar kamar, akhirnya Sungmin dan Kyu keluar dari kamar. Kyuhyun kaget saat melihat Ji Eun yang berdiri di depan pintu kamarnya dengan wajah pucat pasi.

‘Jangan-jangan Ji Eun mendengar pembicaraan aku tadi dengan Sungmin hyung’ bisik Kyu dalam hati. Tiba-tiba muncul perasaan bersalah di hati Kyuhyun. Ia merasa kalau tindakannya yang terlalu kekanak-kanakan salah.

“Aku permisi sunbaenim” kata Ji Eun lalu meninggalkan semua member suju yang sedang mengerumuninya. Kyuhyun mencoba ingin mengejar Ji Eun dan meminta maaf, tapi kakinya terlalu berat untuk melangkah.

***

Ji Eun menatap sepatu yang ia pakai. Saat ini ia sedang berada di ruang latihan. Matanya yang bulat terlihat basah dan sembab. Entah sudah berapa lama ia mengurung diri dan menangis di ruang latihan. Untungnya ruangan ini sedang tidak digunakan untuk latihan koreografi. Saat ini perasaannya sedang tidak karuan karena kejadian pagi tadi. Ji Eun melirik jam tangan digitalnya. Jam 11.43pm. Ji Eun mendengus panjang lalu duduk di lantai.

“Aku sudah seharian lebih disini. Oh lihatlah mataku sembab” gumam Ji Eun sambil melihat bayangannya di cermin. Ji Eun bangkit dari duduknya. Ia ingin mencuci mukanya agar tidak terlihat seperti habis menangis. Setelah itu ia ingin pulang ke dorm dan beristirahat, walaupun sebenarnya pikirannya masih kacau.

***

Super Junior’s dorm, 12.16am

Ji Eun baru sampai di dorm. Ia menyalakan lampu ruang TV. Tidak ada orang disana. Ia yakin seluruh penghuni dorm sudah terlelap. Lalu ia mematikan lampunya lagi dan masuk ke kamar. Saat masuk kamar, ia tidak menemukan Kyuhyun. Hanya ada Sungmin yang tertidur di ranjangnya. Ji Eun mendengus. Ia diam sebentar lalu mengganti bajunya dengan piyama. Setelah itu ia beranjak ke meja belajarnya dan menulis diary.

24 Februari 2009

Hari yang melelahkan. Kenapa aku harus mendengar kenyataan menyakitkan itu dari mulut sunbaeku sendiri? Aku kira semua orang di dorm ini sudah menerimaku sepenuhnya, tapi ternyata tidak. Kyuhyun Sunbaenim, maafkan aku. Aku tidak bermaksud merusak hubunganmu dengan Sungmin sunbaenim. Ibu, lebih baik aku tidak menjadi seperti sekarang jika orang-orang tidak bisa menerima kehadiranku. Rasanya aku ingin sekali menyusul ibu ke surga. Ibu, bolehkah aku menyusulmu ke surga?

Tanpa terasa cairan Kristal bening dari mata Ji Eun mengalir di pipinya. Ia langsung cepat-cepat menghapus air matanya. Tapi tetap saja cairan bening itu terus keluar dari matanya hingga membasahi buku diarynya. Ji Eun meletakkan kepalanya di atas meja belajarnya. Terkadang di saat sulit seperti ini, ia merindukan ibunya. Tapi apa daya, ibunya sudah meninggal lima tahun yang lalu saat ia masih menginjak bangku SMP. Sejak saat itu, ia mulai menutup dirinya dan lebih senang memendam perasaanya lewat buku diary. Tanpa disadari, Ji Eun tertidur di atas diarynya.

***

Kyuhyun baru saja kembali dari dapur saat mengetahui kalau Ji Eun sudah tertidur di meja belajar. Lalu Kyuhyun berjalan mendekati Ji Eun.

“Kapan anak ini pulang?” gumam Kyuhyun sambil menatap wajah Ji Eun. Kyuhyun melihat air mata yang menetes dari pelupuk mata Ji Eun. Refleks Kyuhyun mengusap air mata Ji Eun dengan ibu jarinya.

“Anak ini kenapa?” . Kyuhyun melihat buku diary yang tertindih di bawah kepala Ji Eun. Kyuhyun penasaran dengan isi diary tersebut. Dengan hati-hati, Kyuhyun mencoba mengambil diary itu lalu membacanya. Setelah berhasil mengambil diary Ji Eun, Kyuhyun mulai membaca isinya satu persatu. Ia membacanya dari halaman awal sambil memperhatikan isinya. Terkadang Kyu tersenyum melihat isi diary tersebut. Ada beberapa foto yang Ji Eun tempel di buku diarynya. Kyuhyun terkejut saat membaca isi diary Ji Eun dua minggu yang lalu saat ia baru menjadi anggota Super Junior.

9 Februari 2009

Ibu, sekarang aku telah mendapatkan keluarga baru berjumlah 15 orang, banyak kan, bu? Mereka semua sangat perhatian padaku. Oh iya bu, aku punya satu sunbaenim bernama Kyuhyun. Entah kenapa setiap aku melihat atau berhadapan dengannya, jantungku berdegup kencang. Kurasa aku menyukainya sejak pertama kali melihatnya, hmm mungkin bisa dikatakan love at first sight kekeke~

15 Februari 2009

Kyaa Kyuhyun sunbaenim, kau terlihat tampan saat tampil di Star Golden Bell. Kurasa aku semakin menyukainya haha. Sunbaenim, saranghae :*

Kyuhyun tertawa kecil membaca satu kata terakhir yang ditulis Ji Eun pada diarynya, Sunbaenim, saranghae. Kata-kata itu membuat wajah Kyuhyun mengeluarkan semburat merah di pipinya.

“Nado..” gumam Kyuhyun pelan sambil menatap Ji Eun yang terlelap di atas meja belajarnya

***

Keesokkan paginya, 06.38am

“Bau apa ini?” kata Ji Eun sambil mengendus bau sesuatu. Ia masih tertidur di atas meja belajarnya. Ia mencoba membuka matanya yang masih tertutup. Saat Ji Eun membuka matanya, ia mendapati setangkai mawar putih yang terletak di depan wajahnya. Ia sangat terkejut dan bangun dari posisi tidurnya.

“Mawar putih? Dari mana benda ini datang?”. Tiba-tiba Kyuhyun masuk dari luar kamar.

“Dariku” jawab Kyuhyun. Ji Eun melongo mendengar pernyataan Kyuhyun.

“Eh itu..”

“Kau bingung ya kenapa tiba-tiba aku memberimu mawar putih?” tanya Kyuhyun sambil mengambil mawar putih tadi dari tangan Ji Eun, lalu ia tersenyum.

“Sebagai tanda permintaan maaf..”. Ji Eun mengangguk mendengar penjelasan Kyuhyun.

“Dan..nado saranghae” kata Kyuhyun sambil memberikan mawar putihnya lagi pada Ji Eun. Ji Eun merasa bingung dengan sikap sunbaenimnya hari ini.

“Kau tidak apa-apa kan, sunbaenim?” kata Ji Eun sambil memegang dahi Kyuhyun. Kyuhyun hanya tertawa kecil.

“Sudahlah tidak usah banyak tanya, jadi kau mau tidak menjadi pacarku?”

“Tapi itu.. Kau tau dari mana kalau aku menyukaimu?” tanya Ji Eun bingung

“Aku bisa tau semua yang kau rasakan, jadi mau tidak?”. Ji Eun mengangguk dengan ragu-ragu tapi pasti. Terlihat semburat merah yang muncul di pipinya. Kyuhyun langsung mendekap Ji Eun dalam pelukannya.

***

“Sekarang mereka berpelukan” kata Heechul yang mengintip dari lubang pintu kamar Kyuhyun. Semua member berebutan ingin melihat Kyuhyun berpelukan dengan Ji Eun. Karena terlalu banyak orang yang ingin melihat, pintu kamar Kyuhyun terdorong dan terbuka tanpa disengaja. Ji Eun yang kaget refleks langsung melepas pelukannya dari Kyuhyun. Ji Eun bertaruh pasti sekarang wajahnya sudah merah seperti tomat.

“Hyung, k..kalian sedang apa?” tanya Kyuhyun tergagap.

“Sunbaenim, kalian mengintip kami ya?!”

-FIN-

12 Tanggapan to “13+2+1=?”

  1. Neni a.k.a Choi Hyun Joon April 21, 2011 pada 6:51 am #

    Weeee bagus thor
    Tapi agak kecepetan ya ???
    Tapi bagus kok
    Beneran
    Ehheheehheehh
    Pokoknya Kalo yang main Kyu mah saya suka suka aja thor =P

  2. hyoheeauthor April 21, 2011 pada 9:58 am #

    wkwkwkwk…. pada ngintip…. bintitan lho.. /plak… yang tabah ya Eun… ?? lho… maksudnya yang tabah ya Ji Eun… hohoho ^^ nice ff…

    • uniwssdk April 22, 2011 pada 7:26 am #

      hehe makasih^^

  3. Lereen April 21, 2011 pada 11:22 am #

    Tambah Ji Eun? WOW! SuJu jdi banyak skalii.. wkwk
    =D Daebak! ;D

    • uniwssdk April 22, 2011 pada 7:26 am #

      gomapta^^

  4. Nuri April 21, 2011 pada 3:57 pm #

    Kyuhyun kaya anak kecil ya, tp cepet bgt dia bisa suka sm ji eun hahaha lucu adegan terakhirnya

  5. uniwssdk April 22, 2011 pada 7:27 am #

    makasih udah mau baca^^

  6. haepyu April 24, 2011 pada 11:23 am #

    hahaha kocak!!!
    emang dahh anak suju dah pada tua tapi kelakuannya bocah semua /plakkkk

  7. taeminnie noona April 26, 2011 pada 3:03 am #

    kalo ini nyata, aku tidak rela!!!

  8. Tae-ah April 27, 2011 pada 4:30 pm #

    Omoo ., hahaha , lucu ..

  9. lusiani haheho Mei 1, 2011 pada 9:12 am #

    wahahaha siapa itu biang keladinya buat ngintipin kyuji ckck, wah sedih banget pas bagian si ji eun nulis diary yg bilang pengen nyusul ibunya ke surga hufh

  10. Lynn Ryashkie Juli 28, 2011 pada 8:03 am #

    Bagus banget
    spertnya terlalu cepat
    But I LIKe it❤

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: