Destiny Is So Painly – Chapter 2 (Squel Dad’s Prohibition)

11 Apr

Title :: Destiny Is So Painly – Chapter 2 (Squel Dad’s Prohibition)
Author :: Han Hyo Hee as @hyohee486(via twitter)
Genre :: Angst, Romance, Family
Rating :: NC-17
Main Cast ::

  • Park Hyo Seo (fictional) as YOU
  • Lee Hyuk Jae as Eunhyuk

Other Cast ::

  • Park Jung Soo as Leeteuk
  • Park Yoonhae
  • Park Young-ah
  • Lee Sungmin
  • Lee Yoora
  • Choi Sulli
  • Choi Siwon
  • Son Jira
  • Cho Kyuhyun

 

 

Part 1 beforePart 1

 

—————————————————————————————-

—Flashback Before—

–Hyoseo – POV–
Aku berlari pulang sembari menangis pilu. Hyuk, kenapa kau tak menahanku? Aku benar-benar akan pergi. Pergi jauh. Tapi, kenapa kau biarkan aku pergi? Waeyo!
Langkahku terhenti begitu saja saat kudapati pintu gerbang rumah terbuka lebar. Mataku terbelalak kaget mendapati Appa yang sedang duduk di kursi teras sambil memandangi handphonenya cemas. Hingga akhirnya ia mendongak dan menatapku yang berdiri kaku di dekat gerbang. Spontan aku berbalik hendak kabur.
“ Hyoseo-ah! Come here!!” bentak Appa dengan suara lantangnya.

—Flashback end—

Aigoo! Aku harus bagaimana? Ottokhae? Aku galau.

” Hyoseo-ah! Appa bilang kemari!” bentak Appa mulai kesal.

” Ne,” aku pun menurut sebelum terlambat. Sebelum Appa meledak-ledak. Aku mendekat dengan langkah ragu-ragu.

” Dari mana saja kau ini, Heh?! Tidur dimana kau semalam? Bisa-bisanya mini market tutup tapi kau tak pulang?” Appa marah-marah. Aku hanya bisa terdiam membisu.

” Kau ini mau jadi apa? Heh! Bukankah sudah Appa konfirmasi kalau hari ini kau akan berangkat ke Jerman?! Jangan-jangan kau mau kabur, ya?”

Mwo? Apakah tuduhan itu tidak salah? Kabur? Aku rasa akan jadi benar kalau tadi Eunhyuk menahanku. Kalau tadi Eunhyuk memintaku untuk tetap tinggal. Tapi… Omona! Aku lupa! Aku lupa memberi tahunya kalau aku akan ke Jerman. Aish! Ottokhae? Hyuk-ie… Mianhae…

” A-aniyo,” jawabku getir.

” Lalu? Tadi malam kau kemana! Jangan bilang kau menginap dirumah cunguk sialan itu (*baca=Eunhyuk). Kau berani menentang Appa?!” nada suara Appa mulai meninggi.

Aigoo… Apakah sebentar lagi aku akan digampar? Dipukul? Ditendang? Atau diusir?

” Aniyo. Aku kerumah Sulli!” elakku.

” Mworago? Sulli? Kau mau bohong pada Appa! Appa tadi malam sudah telpon dia. Katanya kau tidak ada. Kau pikir Appa pabo?”

” Mwo? Jinja? Aku semalam kerumah Sulli. Tapi karena aku mengetuk pintu tak dibuka-bukakan aku ke rumah Yoora,” dustaku panjang lebar.

” Yoora?? Siapa lagi itu? Bukankah Appa punya semua nomor telpon teman-temanmu? Siapa itu Yoora? Kenapa Appa tidak tahu?” Appa mengintrogasiku dengan penuh tanya.

” Aish! Memangnya temanku hanya Sulli? Yoora itu adik kelasku. Aku lumayan dekat dengannya. Sudah lah, Appa! Aku lelah,” karangku semakin menjadi-jadi.

Mianhae, Hyuk. Aku harus meminjam nama dongsaengmu untuk beralasan. Aku benar-benar tak tahu harus bagaimana lagi. Apalagi tadi aku sedang terpojok. Tapi, nama dongsaengmu telah menyelamatkanku. Gomawo.

Aku pun melangkah masuk sambil memegangi kepalaku. Berakting seolah pusing, itu cara ampuh agar Appa tidak membahasnya lagi. Aku kerap melakukan itu, dan selalu berhasil.

***

Aku kemasi semua barang-barangku ke dalam kopor. Baju-bajuku, beberapa buku penting, dan barang-barang yang aku rasa harus aku bawa.

Sebelum menutup kopor, kupandangi sebuah foto yang aku rasa akan menjadi sebuah kenangan. Tak akan kulupa, sosok di foto itu. Sosok yang selalu jadi permata dihatiku. Sosok yang selalu ada di benakku. Selamanya…

 

Tau kah, aku Hyuk? Belum sampai sehari, aku sudah merindukanmu. Apakah kau juga sedang memikirkanku sekarang? Atau kau sudah melupakanku? Secepat itu kah?

” Hyoseo-ah!! Ppali! Nanti ketinggalan pesawat!” suara Appa memanggilku.

” Ne,” pekikku menjawab Appa.

Tak terasa air mataku telah menetes sedari tadi. Cepat-cepat kuusap dan kumasukkan foto Hyuk ke saku jaketku. Aku pun menutup resleting kopor dan mengangkatnya dari ranjang. Kutarik pegangannya dan menariknya keluar kamar.

— Hyo Seo – POV end —

***

— Hyuk Jae – POV —

Aku masih terdiam dari posisiku. Mie yang tadinya kubuat untuk Hyoseo kini sudah dingin ditanganku. Masih terbayang saat-saat itu. Tapi, aku benar-benar ingin bersamanya. Ya! Ini bukan salahku, atau salah Hyoseo. Ini bukan salah siapapun. Ini hanya nasib. Tapi, nasib bisa diubah bukan? Bukankah nasib bisa berubah jika manusia mau berusaha? Yak! Aku akan merubahnya. Sekarang. Walaupun aku harus dipukuli hingga aku sekarat. Walaupun aku akan dicaci maki hingga habis kesabaranku. Walaupun cinta terlarang ini ditentang. Bagaimana pun juga ini cinta. Cinta butuh pengorbanan untuk mencapainya.

Hyoseo, aku akan menjemputmu. Kita akan pergi berdua. Hanya berdua. Aku tak peduli Appamu akan mebunuhku. Aku tak peduli Eomma dan Appaku akan berkomentar apa. Bahkan aku tak peduli jika Appamu mengancam membunuhku. Aku tak peduli sama sekali. Aku hanya peduli kau. Cinta kita. Hati kita. Dan aku harap kau memilih jalan yang sama denganku.

Aku bangkit. Menaruh mangkuk mie di meja belajarku dan berburu-buru membuka lemari. Kuambil sebuah kemeja putih dan mengenakannya. Berkaca sesaat dan ngacir dari kamarku.

Ku kunci pintu rumah, dan buru-buru berlari. Mungkinkah ia masih dijalan? Mungkinkah dia belum masuk pekarangan rumah? Sehingga aku bisa membawanya kabur? Aku berlari sekuat tenagaku dan secepat aku bisa. Sempat aku menabrak beberapa orang dan menyebrang jalan tanpa aturan. Bahkan nyaris nyawaku hilang tertabrak mobil. Tapi, ini tak seberapa dengan harapan aku bisa membawamu pergi Hyoseo. Kita akan hidup bersama. Berdua. Tanpa kekangan, tanpa larangan.

” Hey! Namja gila! Mau mati, kau?!” umpat pengemudi mobil yang kini menghentikan mobilnya.

Suara anjing menggonggong itu tak kuhiraukan. Aku terus berlari.

Saat aku sudah hampir sampai rumahmu, kira-kira 1 km lagi, ada sebuah mobil sedan hitam berjalan berlawanan arah denganku. Sepintas aku melihat Mr Park dari kaca depan. Dan aku melihatmu, Hyoseo! Kau dijok belakang sedang memandang keluar jendela. Tapi, sayangnya kau duduk disisi yang berjauhan dari tempatku. Jadi kau tak melihatku. Aigoo! Apakah aku terlambat, Hyoseo?

Aku pun mengerem lariku mendadak.  Hampir saja aku terjungkal karenanya. Nafasku terengah. Aku benar-benar tak menduga kau akan pergi. Kau akan pergi kemana Hyoseo, sayang?  Kenapa tiba-tiba?

” Hyoseo-ah!!!” teriakku memanggilnya.

Mobil semakin menjauh dari pandanganku. Mataku panas. Dadaku sesak. Hatiku seakan tertusuk pisau tajam. Diantara nafasku yang terengah-engah, aku menangis. Sakit. Waeyo Hyoseo-ah? Waeyo? Kau benar-benar meninggalkanku? Kenapa kau lakukan itu? Waeyo!!

” Hyoseo-ah!!!” teriakku sambil berlari mengejar mobil itu.

Aku berlari. Berlari sekuat tenaga dan secepat aku bisa. Langkahku semakin kupaksa daripada sebelumnya. Walaupun nafasku berat sudah, dan perut samping kananku terasa perih. Aku tetap harus mengejarmu, Hyo. Harus! Maafkan, Hyo. Aku terlambat. Dan disisa waktu yang terus menjepit ini aku tak boleh terlambat lagi. Aku tak mau kehilanganmu.

Aku berlari mengejar mobil sedan hitam itu dengan linangan air mata di pipiku. Mobil yang membawa Hyoseo pergi. Dan aku punya firasat tak enak tentang itu. Hyoseo, apkah kau akan pergi meninggalkanku selamanya? Atau kau hanya pergi sebentar?

Mobil sedan itu pun menghilang di sebuah tikungan. Aku semakin memaksakan langkahku. Tak kupedulikan aku berlari di tengah jalan.

” Hyoseo-ah!!!!” teriakku masih berusaha memanggilmu, Hyo.

Apakah kau dengar, Hyo? Apakah kau tak mendengar suaraku? Bahkan tidak hanya dilisan aku berteriak. Hatiku ikut menjerit takut kehilanganmu.

BRAAAAAAAAKKKKKKKKK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Tepat di tikungan, kurasakan tubuhku terhempas. Aku terlempar dan tersungkur ke aspal. Sempat kulihat samar-samar mobil sedan hitam yang membawamu pergi dari bawah mobil yang telah menabrakku.

” Hy-Hyoseo…” gumamku sebelum semuanya gelap.

~TBC~

wah….harus TBC lagi neh… author lagi mid semester… hohoho… semoga besok bisa dilanjut… buat yang nggak suka ma FF buatanku, it’s okay. But, don’t bashing please…buat yang udah baca plus coment, jeongmal gomawo good reader… LOVE U~ (*hug all reader*) coment masih ditunggu author…🙂

10 Tanggapan to “Destiny Is So Painly – Chapter 2 (Squel Dad’s Prohibition)”

  1. Nuri April 11, 2011 pada 9:36 am #

    Pendeeeeeeeeeek bgt FF nya (˘_˘”) kasian unyuk malah ketabrak

    • hyoheeauthor April 11, 2011 pada 9:37 am #

      hehehe…. iyya chingu… soalnya author udah disuruh gulung tikar alias suruh belajar… mianhae… next chapter, aku panjangin deh.. mianhae kalo mengecewakan… #bow#

  2. Ritha_kyuhyun April 11, 2011 pada 1:03 pm #

    Kok cuma sgini ajha sihc ceritanya ???
    Kependekan nihc ???
    next partnya panjagin lge yach ceritanya.
    Fighting Chinggu ^^

  3. Mrs. Lee Hye Bin April 11, 2011 pada 4:47 pm #

    Omonaaa.. Hyukie ny kenapa tu?? Ketabrak?? Penasaraann aye..!!😄
    update soon thorr!!😄

  4. Tae-ah April 12, 2011 pada 3:23 am #

    Omona , hyuk ketabrak …

  5. hyunickjunhaemax April 12, 2011 pada 5:47 am #

    hhu.. sdih.. author ayo yah trusin..

  6. Lereen April 13, 2011 pada 1:49 pm #

    hyukkk?? bagaimana ini??
    Selamatkan Hyukk! *panik sendiri*
    Continuuee.. ;D

  7. lucia April 19, 2011 pada 12:30 pm #

    sumpah sedih bgt thor, authornya nguras airmata ni. Huhuhuhuaaaaaaaa *gaje bgt* lanjut thor….

  8. lindol-eunkyu April 22, 2011 pada 6:46 pm #

    lanjutannya jangan lama banget ya thor~
    kasian Unyuk ketabrak mobil😥

Trackbacks/Pingbacks

  1. Anggota DPR Nonton Film Porno, Arifinto: Jangan-Jangan Ini Konspirasi | Indonesia Search Engine - April 11, 2011

    […] Destiny Is So Painly – Chapter 2 (Squel Dad's Prohibition … […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: