Destiny Is So Painly – Chapter 1 (Squel Dad’s Prohibition)

9 Apr

Title :: Destiny Is So Painly – Chapter 1 (Squel Dad’s Prohibition)
Author :: Han Hyo Hee as @hyohee486(via twitter)
Genre :: Family, Romance, Angst
Rating :: NC-17
Main Cast ::
• Park Hyo Seo (fictional)
• Lee Hyuk Jae as Eunhyuk
Other Cast ::
• Park Jung Soo as Leeteuk
• Park Yoonhae
• Park Young Ah
• Lee Sungmin
• Lee Yoora
• Choi Sulli
• Choi Siwon
• Son Jira
• Cho Kyuhyun

–Flashback before–
Park Jung Soo appa yang dianggap kejam oleh Park Hyoseo, dengan setia dan cemas menunggui Hyoseo yang belum pulang juga sejak jam 7 malam. Ia sangat khawatir dengan anak semata wayangnya itu. Tanpa memperdulikan nyamuk-nyamuk yang memburunya dan hawa dingin yang begitu merembes kulit, ia masih stay di teras rumahnya. Bahkan hingga tertidur di kursi teras.
Sedangkan Hyoseo sedang terlelap karena lelah menggerogoti tubuhnya. Ia tertidur di kamar Eunhyuk dengan pulasnya tak tahu bahwa Appa sedang menungguinya dengan rasa cemas.
–Flashback end–
***
–Park Hyo Seo-POV–
@ Seoul, 1 Juli 2014
Time :: 7 A.M.
Kubuka mataku perlahan. Sinar mentari pun sudah menembus jendela kamar Hyuk. Aku bangkin perlahan sambil mengucek-ngucek mataku. Menggeliat sesaat merenggangkan otot-ototku.
“ Annyeong haseyo,” tiba-tiba Hyuk datang dan membawakan semangkuk mie.
“ Annyeong,” akuu pun tersenyum melihat Hyuk datang.
“ Jagiy, kita makan dulu, okay?” Hyuk meniup-niuo permukaan mangkuk dengan kepulan asap diatasnya. Menandakan masih panas.
“ Ne.”
Hyuk pun menyendok kuah mie yang ada di mangkuknya dan meniup-niupkannya. Menempelkan bibirnya untuk mengecek masih panas atau tidaknya dan menyuapkannya padaku. Ia juga menyendokkan mie di mangkuknya dan menyuapkannya padaku. Intinya pagi ini aku disuapi oleh Eunhyuk, aeinku yang paling aku sayangi.
“ Jagiy, karena kau sudah milikku seutuhnya. Aku akan memberitahumu tentang data rahasia itu. Tapi, ini privacy.”
“ Ne. Apa isinya?” tanyaku sambil mengunyah mie di mulutku.
“ Vidio yadong. Tapi, jangan bilang siapa-siapa ya. Ini rahasiaku,” pintanya.
“ Mwo!” aku tersentak dan terbelalak. Pantas saja tadi malam… apa? Tadi malam? Berarti, ini sudah pagi. Omo! Pabo! Aigoo, kenapa aku baru ingat. “ Jagiy! Sekarang jam berapa!” tanyaku panik.
“ 11. Waeyo?” tanyanya bingung.
“ Aigoo! Aniyo! Aku harus pulang. Appa! Dia pasti mencariku. Aish! Ottokhae?” Aku bergegas bangkit dan mondar-mandir cemas. Aku benar-benar bingung. Sedangkan Hyuk hanya menatapiku bingung.
“ Appa? Omona! Kau belum pulang!” pekiknya teringat.
Aish! Aku benar-benar lupa. Dan ini, sudah jam 11. Appa, Jerman, pulang, pindah? Omona! Semuanya hal itu berputar dikepalaku kencang. Bagaikan angin topan, dan hal-hal itu sukses besar membuatku pusing seketika. Aku masih mondar-mandir dikamar Hyuk bingung. Tunggu! Aku harus berpikir. Kkaja, kkaja Hyoseo! Kau harus punya rencana! Alasan paling tidak, untuk menghadapi Appa nanti. Omo, apakah aku akan dibunuhnya? Eomma, apakah aku akan menyusulmu sebentar lagi? Apakah Appa akan membunuh anaknya sendiri hanya karena aku tidak pulang semalam?
“ Hyoseo, perlukah aku bilang pada Appamu? Biarkan aku yang antar kau pulang, dan akan aku jelaskan semuanya. Arra?” kata Hyuk mencoba menenangkanku.
“ Andwae! Kau ingin memperparah keadaan? Heh?!” tanya ku dengan nada tinggi. Oh tidak! Aku mulai terforsir suasana. Tapi, bagaimana ini? Aku harus apa? Aku benar-benar gamang.
“ Aniy,” kata Eunhyuk dengan suara lemahnya. Ia menunduk sedih.
“ Aigo… mianhae. Bukan maksudku begitu. Aku hanya…” kataku terpotong.
“ Aku tahu, Appamu begitu menentang kita. Aku khawatir terjadi apa-apa denganmu. Aku… aku tak ingin hal itu terjadi padamu,” ucapnya sambil menatapku dalam-dalam. Dari matanya terbias ketulusan yang mendalam. Membuat darahku berdesir seketika.
“ Jagiy…” gumamku tak berdaya.
“ Aku rasa ini salahku. Salahku karena terus saja berusaha mendekatimu. Harusnya kau tak mengenalku. Harusnya aku menjauh saat ada larangan itu. Harusnya aku berhenti mencintaimu. Tapi aku tidak bisa. Aku sungguh-sungguh tidak bisa. Harusnya aku menjauh darimu. Mianhae, Jagiy! Jeongmal mianhae,” kata Hyuk dengan sesal tergambar jelas di wajahnya.
“ Aniyo. Ini salahku, Jagiy! Mianhae,” kataku menyalahkan diri sendiri. Dan secara tidak langsung, aku telah membelanya. “ Baiklah, aku akan pulang sekarang. Gomawo.”
Aku mulai santai. Tapi santai kali ini bukan dalam arti aku tenang. Santai kali ini dalam arti aku sedih. Amat sedih. Mengingat Appa yang amat menentang hubungan ini. Lagi-lagi aku teringat dengan Eomma.
Aku pun berjalan perlahan ke pintu kamar Hyuk. Dengan langkah berat ku giring kakiku menuju pintu. Dengan kepala tertunduk dan menahan hasrat untuk menatap ke belakang. Aku tidak tahu apa yang Hyuk lakukan sekarang. Apakah ia tertunduk dan bersedih? Ataukah dia malah senang bahagia? Aku rasa itu tidak mungkin, karena aku merasakan ketulusannya saat berbicara padaku.
“ Saranghae,” gumam ku pelan saat hendak membuka pintu.
Hening… kenapa tidak ada jawaban? Kenapa seakan tidak ada reaksi? Kenapa Hyukjae? Kenapa? Aku berharap kau memanggilku. Aku berharap kau mencegahku. Aku berharap kau memintaku untuk tetap tinggal. Kini aku rasakan sesak membebani dadaku. Jutaan tanda tanya bergelimang dikepalaku. Mataku panas seketika. Hatiku perih tiba-tiba. Hyukie! Benarkah kau akan membiarkanku pergi? Cegah aku! Jebal!
Kreeeek… kutarik engsel pintu. Aku masih menunggu. Menunggu reaksi. Tapi, tapi kenapa tidak ada.
Cklek! Suara pintu tertutup. Omo! Benarkah? Benarkah ini? Dia membiarkanku? Dia tak peduli? Dia benar-benar tak berbuat apa-apa? Hyukjae, kenapa kau biarkan aku pergi? Baiklah, jika kau ingin aku pergi. Aku akan pergi. Sejauh mungkin.
–Park Hyo Seo – POV end—
***
–Hyuk Jae – POV —
Hyoseo, mianhae. Aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku tak bisa membantumu. Tapi mungkin ini memang salahku. Aku harusnya berhenti mendekatinya. Berhenti mencintainya. Berhenti menyayanginya. Saat itu, harusnya aku sudah berhenti sejak saat itu. Saat hatiku tercabik menerima kenyataan yang ada. Saat raga dan jiwaku begitu sakit tertusuk realita.
——Flash Back—–
Aku dan Hyoseo sedang berjalan-jalan di mall untuk membeli sebuah hadiah untuk sahabatnya yang bernama Choi Sulli. Saat itu, Sulli berulang tahun. Jadi, ia hendak membuat sebuah kejutan untuk sahabatnya itu.
Di sebuah stan hadiah, aku masih menemani Hyoseo yang sibuk memilih-milih barang. Aku membuntut dibelakangnya sambil memandang kesekeliling. Membantunya mencari barang yang pas.
Bruukkk!
Tiba-tiba aku tersungkur. Ada sesuatu yang mengenai punggungku. Aku rasa itu benda keras, dan memang sengaja di arahkan padaku. Aku bisa merasakan niat dari orang yang memukulkannya padaku.
“ Kyaaaa!!!” terdengar pekikan Hyoseo nyaring di telinga.
Aku bangkit dan terhuyung. Ku pegangi punggungku yang terasa sakit. Aku menoleh dan kudapati Cho Kyuhyun menatapku dengan tatapan membunuh. Tongkat pemukul kasti kini ada di tangannya. Ternyata… magnae evil ini yang memukulku. Mau apa dia.
“ Yak!! Apa maumu, heh?” bentak ku kesal.
“ Hahaha…” tiba-tiba terdengar suara gelak tawa. Tapi suara itu bukan milik Kyuhyun. Aku yakin itu. Dan saat itu juga muncul seseorang dari belakang tubuh Kyuhyun.
Omo! Betapa kagetnya diriku mendapati seorang Park Jung Soo, ayah dari Hyoseo telah disini dan tertawa puas melihatku kesakitan. Firasatku mulai tidak enak.
“ Appa…” gumam Hyoseo tak berdaya. Matanya mengerjap-ngerjap seakan tak percaya pada penglihatannya.
“ Hyoseo, kenapa kau melanggar laranganku? Hah!” gertak Mr Park marah.
“ A… aniyo, Appa. Mianhae… I’m sorry,” kata Hyoseo sambil tertunduk dalam.
“ Kau berani mengabaikan larangan Appa, ya? Bagus lah! Kau ingin dia terluka?” ancam Mr Park. Ia menunjuk aku yang terhenyak diam seribu bahasa.
Kyuhyun pun memukul lenganku dengan kencang. Sakit. Aku mengusap lenganku yang memar itu.
“ Andwae!” pinta Hyoseo sambil terisak.
“ Sudah Appa bilang! Jauhi dia!” bentak Mr Park.
Kyuhyun belum berhenti menyiksaku. Apakah kalian pikir dia hanya memukulku sekali dua kali? Tidak. Dia memukulku berkali-kali. Walaupun aku merintih kesakitan. Walaupun aku berusaha keras menghindar. Walaupun Hyoseo menjerit memohon untuk tidak melakukannya. Walaupun aku memohon pada Kyu agar berhenti. Tapi, ia terus melakukannya. Lenganku, punggungku, perutku, kepalaku, kakiku, badanku. Semua jadi sasaran. Bahkan sempat aku berharap agar satpam mall kunjung datang dan menangkap Kyuhyun yang aku rasa kini menjadi anak buah Mr Park. Mr Park terus tertawa puas melihatku yang sengsara. Tampak semburat bahagia dan kebencian saat ia menatapku.
Hingga aku babak belur. Darah mengalir dari hidung dan mulutku, wajah dan badanku memar-memar. Aku benar-benar tak berdaya sekarang. Aku hanya bisa terhuyung dan terhempas kesana kemari. Pemukul kasti dari besi itu sukses membuatku kesakitan. Disekeliling kami orang-orang berkerumun melihat penganiayaan yang dilakukan Kyuhyun terhadapku.
“ Kyu! Ppali!” perintah Mr Park member isyarat.
Aku tersontak kaget saat tubuhku ditarik Kyuhyun untuk bangkit. Tubuhku yang sedang tidak berdaya ini hanya mampu menurut. Dengan kasar ia menyeretku keluar stan hadiah dan mendorongku ke pembatas lantai. Ia menundukkan kepalaku sehingga aku bisa melihat lantai dasar mall dari lantai 4 ini. Darahku berdesir, jantungku berdetak hebat. Tanganku hanya bisa menahan sambil berpegangan pembatas lantai.
“ Andwae!! Appa! Jebal! Andwae!” kudengar rengekan Hyoseo dengan suara gemetarnya karena tangis. Hatiku nyilu mendengarnya. Ingin rasanya kupeluk dan meredam tangisnya di dada bidangku.
“ Aku tidak segan-segan menyakitinya, Hyoseo-ah. Bukan kah, aku sudah pernah bilang? Hahaha.” Mr Park kembali tertawa bahagia.
“ Andwae, Appa! Jebal! Aku tidak akan melanggarnya lagi. Aku janji. Ku mohon, Appa! Lepaskan dia.”
“ Kyu! Enough!”
Kyuhyun pun perlahan melepaskan kerahku dan dorongannya untuk memojokkanku ke pembatas lantai. Ia melangkah meninggalkanku yang kini tengkulai lemas terduduk bersender pembatas lantai.
“ Kkaja! Ayo kita pulang,” ucap Mr Park sambil menarik kasar lengan HyoSeo.
“ Hyuk-ah!!!” panggilnya berusaha memberontak.
Aku hanya bisa menatapnya sayup. Ia tampak memberontak namun tak kuasa. Sedangkan aku hanya terduduk lemah memandangi yeojachinguku diseret Appanya. Air mataku sudah menggenang dipelupuk mata. Ternyata, selama ini hubunganku dengan Hyoseo ditentang? Ternyata, Hyoseo yang pergi diam-diam dan selalu mematikan handphonenya saat bertemu denganku melakukannya karena Mr Park menentang? Dadaku sesak seketika. Hatiku tercabik dan remuk. Rasanya sungguh jauh lebih sakit daripada tadi, saat aku dipukul Kyu bertubi-tubi. Lebih baik mati dipukul daripada mati rasa seperti ini. Omo! Apa yang harus kulakukan?
Sepulang dari mall tempat aku dipukuli, aku benar-benar stress. Aku putuskan untuk minum Soju untuk menghilangkan rasa stresku ini. Mungkin aku terlalu banyak minum, hingga akhirnya aku mabuk sampai larut malam. Setelah aku rasa cukup, aku pun pulang dengan jalan terhuyung sambil menyanyi-nyanyi gaje seperti orang sinting. Dan saat dijalan, beberapa orang bertubuh kekar menghadangku.
Mereka memukuliku, menyerang, dan mengeroyokku yang tak berdaya ini. Tubuhku serasa semakin hancur. Memar semakin menghiasi tubuhku. Luka pun bertambah dimana-mana. Tapi hatiku terasa lebih pedih. Perasaanku seakan terhempas dari langit yang ke-9. Aku tahu! Aku tahu siapa dalangnya. Aku tahu! Mr Park lah, orangnya. Dia pasti yang menyuruh orang-orang itu untuk menghajarku lagi. Atau mungkin malah menghabisiku. Bukan maksudku menuduh. Tapi, siapa lagi kalau bukan dia? Siapa? Kyuhyun? Bahkan ia kini anak buah Mr Park. Omona! Kyu, ingatkah kau tentang persahabatan kita dulu?
***
Paginya, aku masih terbaring di ranjangku. Dengan pakaian yang masih kukenakan semalam. Aku tak sempat ganti pakaian atau bahkan mandi. Badanku masih dipenuhi luka dan memar. Kejadian kemarin sungguh sulit terlupa. Bahkan, kau boleh percaya ataupun tidak. Semalam aku memimpikan hal itu. Mr Park, Hyoseo, Kyuhyun. Aish! Mungkin, ini memang suatu pertanda bahwa aku harus berhenti.
Tapi, saat aku meneguhkan hati dan memantapkan tekadku, ia datang.
Aku bangkit dari ranjang dan merapikan ranjangku. Tiba-tiba bel pintu berbunyi. Aish! Jangan sampai suruhannya Mr Park lagi. Aku muak.
Aigoo! Betapa terkejutnya diriku mendapati Hyoseo berdiri tegak dihadapanku. Dengan wajahnya yang pucat pasi, matanya yang sembab, dan dandanan yang berantakan. Ia masih mengenakan pakaian tidurnya. Aku rasa ia kabur dari rumah.
Hyoseo meminta maaf padaku. Ia menjelaskan semuanya. Dari sorot matanya ia seakan berharap aku bisa mengerti. Ia memohon padaku untuk tidak meninggalkannya. Ia bilang, ia masih mencintaiku. Dan aku rasakan ada ketulusan saat ia mengatakannya. Aku, aku benar-benar tidak tega. Aku tidak tega melihatnya memelas. Aku tidak sampai hati melihatnya yang begitu menyedihkan. Hingga akhirnya aku turuti kemauannya. Kami backstreet.
—Flashback end—
***
Kejadian itu, terekam jelas diotakku. Kejadian itu, selalu kuingat walaupun aku sudah berusaha sekeras mungkin melupakannya. Tapi, kejadian itu selalu melumpuhkan niatku untuk menahanmu. Kejadian itu, selalu mengurungkan niatku untuk menjagamu dengan tanganku. Kenyataan yang menamparku adalah aku tak bisa melindungi orang yang aku sayangi dengan tanganku sendiri.
–Hyuj Jae – POV end–
***
–Hyoseo – POV–
Aku berlari pulang sembari menangis pilu. Hyuk, kenapa kau tak menahanku? Aku benar-benar akan pergi. Pergi jauh. Tapi, kenapa kau biarkan aku pergi? Waeyo!
Langkahku terhenti begitu saja saat kudapati pintu gerbang rumah terbuka lebar. Mataku terbelalak kaget mendapati Appa yang sedang duduk di kursi teras sambil memandangi handphonenya cemas. Hingga akhirnya ia mendongak dan menatapku yang berdiri kaku di dekat gerbang. Spontan aku berbalik hendak kabur.
“ Hyoseo-ah! Come here!!” bentak Appa dengan suara lantangnya.
~~~TBC~~~
Mianhae… lagi-lagi berakhir TBC.. ane mang nggak bakat bikin oneshoot… T_T hehehe…. Mian kalo ada yang salah ketik. Author nggak sempet ngedit.🙂 Yang nggak suka ma FF bikinanku, it’s okay. But, yang udah coment and mendorong aku untuk tetap menulis, jeongmal gomawo… ^^ aku tetap butuh coment kalian para good reader. .🙂

21 Tanggapan to “Destiny Is So Painly – Chapter 1 (Squel Dad’s Prohibition)”

  1. Nuri April 9, 2011 pada 1:01 pm #

    Tanggung banget jd penasaran. Si kyu jahat bgt sm hyung nya (ˇ▼ˇ)-c<ˇ_ˇ) *cubit kyu*

    • hyoheeauthor April 9, 2011 pada 1:06 pm #

      kaget… ternyata dah ada komeng… hehehe…. ya, begitu lah si Evil magnae… #plak!ditampar sparkkyu#

  2. Ritha_kyuhyun April 9, 2011 pada 1:18 pm #

    Wah Ceritanya Sad Ending Nihc…
    hiks..hiks..hiks

    • hyoheeauthor April 9, 2011 pada 2:54 pm #

      hehehe… sebenernya belum ending… ^^ gomawo dah coment…🙂

  3. Tae-ah April 10, 2011 pada 1:18 am #

    Aigoo , tbc ., ntar bkal happy ending ato sad ending thor .?
    Lanjut ya

    • hyoheeauthor April 11, 2011 pada 6:35 am #

      itu rahasia author… kekekeke…. oke… tunggu ya, chingu… ^^

  4. Lereen April 10, 2011 pada 11:01 am #

    wkwkwk..
    Si Jung Soo kejam jga yahh.. /PLAKK
    Lanjutt… ;D
    Pengen tw gimana si Unyuk… wkwk

  5. Yoonhae2903 April 10, 2011 pada 2:23 pm #

    Si kyu jahatt bener,umma bilangn bininya la br tau rasa.!

    • hyoheeauthor April 11, 2011 pada 6:38 am #

      hohoho…. ga perlu eom…. hanya fiktif… ^^

  6. lindol-eunkyu April 10, 2011 pada 2:58 pm #

    KEREN!! aku suka sifat Hyuk yang kayak gini!! lanjut yah thor, aku suka banget😄

    • hyoheeauthor April 11, 2011 pada 6:38 am #

      jinja?? gomawo… jeongmal gomawo… #bow#
      oke ditunggu ya, chingu… ^^

  7. young0896 April 10, 2011 pada 4:30 pm #

    ahh.. tbc..
    pdhal pnsran.. wkwk.. kyakna si hyoseo.. bkal djambak ea sma appa.. di pukul sklain wkwk *kejam* hahahaha *evil laugh*

  8. young0896 April 10, 2011 pada 4:34 pm #

    ahh.. knpa tbc? sya pnsaran ahhh.. hikss
    hahaha si kyu jhat tp tgktan jhat.a wkwk *evil mode on*
    hahaha kira2 hyoseo bkal diapain ea sma appa? Disiksa kah apa dibnuh *jhat amat gw* wkwkwk

    • hyoheeauthor April 11, 2011 pada 9:20 am #

      wkwkwkwk….
      dibunuh??? appa nggak segitunya kale.. -.-

  9. nizaura ELF April 10, 2011 pada 11:34 pm #

    Eeteuk jahat >o>!!!
    ><
    tak cubit ya…!!

  10. sonelf April 11, 2011 pada 8:08 am #

    -,- lgi seru2 mlah tbc😥
    Nanti sad atau happy ending thor ?? Penasaran😦 lanjutannya jgn lama2 ya ^^

    • hyoheeauthor April 11, 2011 pada 9:22 am #

      hehehe…. ittu rahasia… #plak! sok misterius…. ne… udah kog… gomawo dah baca plus coment… ^^

Trackbacks/Pingbacks

  1. Destiny Is So Painly – Chapter 2 (Squel Dad’s Prohibition) « mcsdfanfiction - April 11, 2011

    […] Part 1 before … Part 1 […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: