Dont Let It Do !!

22 Mar

Title : Don’t Let It Go !!

Author : tyspevensie

Length : Oneshot

Cast : Kwon Sohyun [4minute] , Son Dongwoon [Beast] , other CUBE stars :]

Genre : Romance

Rating : G

Author note :

Sebelumnya saya mau ngasih tau sesuatu tentang ff ini , ff ini sebenarnya sudah pernah di post (dengan judul yang sama) di grup fb. Ceritanya sama hanya cast nya saja yang berbeda, ff ini saya buat untuk teman (yang sudah saya anggap sebagai sodara saya sendiri). Tapi disini saya ubah cast nyaa jadi idol saya , yaitu…kwonso ><

Jadi, ff ini bukan plagiat dari ff yg saya post di grup fb. Karna ff ini emang buatan saya~ Cuma cast nya aja yg saya ganti :p

Well~ happy reading ^^

 

===============================================================

 

 

-Today, you leave someone you thought you don’t love him….-

Sohyun masih duduk di tempatnya, tangannya sibuk mencoret-coret kertas di depannya. Ia tidak berniat untuk melakukan apapun. Bell pertanda berakhirnya jam kuliahnya sudah berbunyi daritadi. Ruang kelas pun sudah kosong dan hanya tersisa Sohyun sendirian. Sohyun merasa ia harus tetap berada disana, tak ada niat untuk pulang. Entah apa yang menahannya untuk tidak pergi.

BRAKK!!

Pintu kelas terbuka dengan kasar. Seorang cowok berdiri di tengah pintu dengan nafas tersengal-sengal. Cowok itu mengatur nafasnya dan berjalan memasuk kelas, mendekati Sohyun. Sohyun yang sadar karna suara pintu tadi menoleh sebentar lalu kembali asik dengan coretannya.

“Kwon Sohyun, aku kira kamu sudah pulang” tegur cowok itu lalu mengambil kursi dan duduk di depan Sohyun, menghadap cewek yang sibuk mencorat-coret kertas di depannya.

“Bukan urusanmu Son Dongwoon” Sohyun menjulurkan lidahnya iseng ke Dongwoon. Dongwoon hanya tertawa kecil melihat tingkah teman dekatnya.

“Kenapa belum pulang?” tanya Dongwoon.

“Kamu sendiri kenapa masih disini?” Sohyun balik bertanya.

“Jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan -.-” ucap Dongwoon kesal.

“Aku gak tau kenapa, tapi aku merasa ingin disini lebih lama” cengir Sohyun, “Kamu sendiri ngapain lari-lari kesini?” tanya Sohyun.

“Entahlah~ aku hanya merasa ingin kembali kesini” Dongwoon menunduk. Benar juga, Dongwoon sendiri tidak tahu kenapa dia tiba-tiba berlari kembali ke kelas.

“Uhm” sahut Sohyun pelan. Dongwoon hanya diam, begitupula Sohyun. Tak ada lagi yang berbicara.

“Dongwoon~” panggil Sohyun. Dongwoon menatap Sohyun.

“A..aku~ hari ini hari terakhirku kuliah disini~ di kota ini~”ucap Sohyun pelan dan menunduk.

“Ma-maksudnya?” tanya Dongwoon merasa tak percaya. Sohyun menghela nafas.

“Yah~ Dujun appa~ seminggu yang lalu~ bilang kami sekeluarga akan pindah. Besok” Sohyun sengaja menekankan kata besok.

“Seminggu yang lalu? Kenapa baru bilang padaku hari ini?” Dongwoon menendang kursi di sebelahnya, merasa kesal akan tindakan Sohyun. Sohyun hanya tersenyum kecil.

“Kenapa kamu tidak pernah bertanya?” Sohyun balik bertanya

“Sudah kubilang! Jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan!” bentak Dongwoon dan berdiri seraya memukul meja. Sohyun kaget dan memandang Dongwoon, kemudian menunduk.

“Mian~” hanya itu yang bisa diucapkan Sohyun. Dongwoon mencoba meredakan emosinya dan kembali duduk.

“Kamu serius bakal pergi?” tanya Dongwoon. Sohyun mengangguk.

“Hhhh~ kenapa kamu gak nolak aja sih? Kan biasanya kamu melakukan apa yang kamu mau! Atau kamu memang mau pergi? Gak mau disini?”

Sohyun mengangkat kepalanya dan menatap Dongwoon yang terlihat sedih.

“Hya! Ini kan Dujun appa yang bilang, mana berani aku membantah appa. Kamu kan tau sendiri betapa sangarnya appa” Sohyun berusaha melucu tapi gagal.

“Berarti kamu meninggalkanku?” muka Dongwoon terlihat murung.

“Hahaa~ kamu kenapa murung gitu?” Sohyun mencubit pipi Dongwoon.

“Kwon Sohyun! Berapa kali harus kubilang~ jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan dan jangan mengalihkan pembicaraan” Dongwoon manyun. Sohyun tertawa melihat tingkah teman kecilnya.

“Hmm~ iya~ tapi kan kita sudah bersama-sama dari TK sampai kuliah….selalu sekelas. Jadi gak apa-apa kalau sekarang aku ninggalin kamu” Sohyun tersenyum pada Dongwoon dan Dongwoon hanya balas tersenyum.

Sohyun melihat jam tangannya lalu terbelalak menyadari jam berapa sekarang, “Sudah jam 5 sore!” panik Sohyun. Sohyun langsung memasukkan barang-barangnya kedalam tas dan berdiri. Dongwoon pun ikut berdiri.

“Sudah mau pulang?” terlihat sekali kesedihan di wajah Dongwoon. Sohyun mengangguk dan tersenyum lagi.

-Dongwoon POV-

Sohyun tersenyum padaku~ senyum yang membuat hatiku semakin sakit. Berbagai pertanyaan muncul di benakku.

Apakah benar kalau Sohyun akan pergi?

Apa jika aku menyatakan perasaanku padanya dia tidak jadi pergi?

Apa jika aku menyatakan perasaanku Sohyun akan menerimanya? Atau malah semakin menjauhiku?

Apa pantas seorang sahabat mempunyai rasa cinta pada sahabat terdekatnya?

Apakah ini terakhir kalinya aku melihat Sohyun?

“Hey!” aku merasakan seseorang menepuk bahuku. Aku menoleh dan mendapati Sohyun berdiri di sampingku.

“Aku pulang ya!” ucap Sohyun lembut. Aku tidak tahu harus berkata apa. Detik kemudian, aku sangat kaget karna Sohyun tiba-tiba memelukku! Jantungku tidak bisa diajak berkompromi, tetap saja berdetak sangat cepat. Kuharap Sohyun tidak mendengarnya.

“Mungkin ini terakhir kali kita bertemu. Kuharap kamu tidak melupakanku. Terima kasih untuk semuanya, aku menyayangimu Son Dongwoon, kamu sahabat terbaikku!” kata-kata yang keluar dari mulut Sohyun membuatku terdiam. Menyanyangiku? Tapi….hanya sebagai sahabat?

“Kwon Sohyun~ saranghae” apa yang baru saja aku katakan? Aku menyatakan perasaanku pada Sohyun? Aku sendiri tidak menyangka bahwa aku akan mengatakannya. Setelah jantungku yang tidak bisa dianggap berkompromi, sekarang mulutku?

Sohyun melepaskan pelukannya dariku dan menatapku dengan tatapan penuh tanya, kemudian tertawa. Aku hanya bisa berdiri diam dan memandangi Sohyun dengan bingung. Kenapa dia malah tertawa?

“Hahaha~ Dongwoon~ bercandamu lucu sekali!!” ucap Sohyun disela tawanya. Haiss~ jadi dia menganggap aku bercanda? Aku mencengkram tangan Sohyun erat dan menatap matanya.

“Aku tidak bercanda Kwon Sohyun~ saranghae! Aku mencintaimu” aku mengalihkan pandanganku, entah mengapa aku tidak bisa menatap mata Sohyun. Ahh! Apa sekarang mataku mulai tidak bisa diajak kompromi juga?

Sohyun dengan lembut melepaskan tangannya dari cengkraman tanganku.

“Maaf Dongwoon~ tapi kamu adalah sahabatku.. sahabat terbaikku. Kuharap hubungan diantara kita tidak berubah” Sohyun tersenyum lagi padaku~ senyum yang sangat manis. Tetapi senyumannya membuat hatiku semakin sakit.

“Aku harus pulang sekarang, masih ada barang-barang yang harus dibereskan. Good Bye Dongwoon~” Sohyun mengatakan semuanya sebelum aku sempat berkata apapun. Haiss~ kenapa dia langsung pergi begitu saja!

Aku duduk kembali di kursi. Mengulang kembali kata-kata Sohyun.

“Maaf Dongwoon~ tapi kamu adalah sahabatku.. sahabat terbaikku. Kuharap hubungan diantara kita tidak berubah”

Terjawablah sudah semua pertanyaanku tadi. Aku merasa air mata mulai mengalir di pipiku. Aku tidak bisa menahannya. Hatiku terasa sakit. Suatu pertanyaan muncul lagi di benakku.

Apa setelah ini Sohyun masih mau menemuiku?

===============================================================

-Tomorrow, you’ll realize that you love him so much.-

-You really wanna meet him and standing right beside him.-

Keesokkan harinyaa…..

Sohyun memasang tampang kusut melihat pemandangan di depannya. Yoseob sedang asik mengobrol Gayoon seraya melingkarkan tangannya di bahu Gayoon. Gayoon adalah kakak pertama Sohyun dan baru saja menikah dengan Yoseob dan Yoseob ikut pindah bersama mereka.

Sohyun mengalihkan pandangannya dan melihat Junhyung dan Hyuna sedang duduk berdua, Hyuna memegang lunch box yang berisi spaghetti lalu menyuapi Junhyung dan sebaliknya. Sohyun manyun melihat Hyuna, saudaranya dengan pacarnya, Junhyung. Junhyung juga ikut bersama mereka karena keluarga Sohyun akan pergi ke Paris .

Sohyun berdiri dan beranjak dari ruang tunggu airport itu. Sohyun berjalan mencari kedua orangtuanya.

“Aha! Ketemu!” ucap Sohyun saat melihat Dujun di dekat kios roti.

Sohyun mempercepat langkahnya menghampiri Dujun. Semakin dekat, Sohyun kaget saat  menyadari bahwa Dujun sedang memeluk seseorang dari belakang.

“Kamu mau roti yang mana Gina sayang?” tanya Dujun pada Gina yang ada di pelukannya. Gina tertawa pelan lalu mencubit pipi Dujun.

“Hahaha~ kamu aneh-aneh saja yeobo” Gina mencoba melepaskan pelukan Dujun, tapi Dujun tetap memeluknya erat.

Sohyun mengangkat alisnya menyadari yang dipeluk ayahnya adalah ibunya sendiri. Sohyun mengurungkan niatnya untuk menghampiri Dujun dan berbalik meninggalkan orang tuanya. Dujun dan Gina tidak sadar akan kehadiran Sohyun karna Sohyun berdiri beberapa langkah di belakang mereka atau….karna mereka asik sendiri?

“Haiss! Appa dan Eomma, sudah punya 3 anak, punya menantu.. tapi sikap mereka masih saja seperti anak muda yang pacaran!” omel Sohyun sambil berjalan.

Sohyun memutuskan untuk kembali ke ruang tunggu dan kembali duduk di depan saudara-saudaranya, tapi kini Sohyun tidak memperdulikan Hyuna dan Gayoon. Sohyun mengambil hpnya, ia ingin mengalihkan perhatiannya dengan bermain game tetapi saat Sohyun menatap hpnya.. matanya terpaku pada foto yang menjadi wallpaper hpnya. Foto Sohyun bersama dengan Dongwoon. Sohyun menyentuh wajah Dongwoon yang berada di layar hpnya.

Sohyun memejamkan matanya. Kejadian di kampus kemarin kembali terulang di pikirannya. Saat Dongwoon mengatakan bahwa ia mencintai Sohyun. Saat Sohyun menolak perasaan Dongwoon. Saat Sohyun pergi tanpa menoleh sedikitpun ke arah Dongwoon.

“Hey!” Gayoon menepuk bahu Sohyun. Sohyun membuka matanya dan mendongak ke arah kakakknya.

“Ayo, sudah saatnya kita masuk ke pesawat” ajak Gayoon. Sohyun hanya mengangguk, berdiri lalu mengikuti keluarganya.

=____=

Sohyun duduk diam sambil melihat ke luar jendela, walaupun hanya awan yang terlihat tapi Sohyun tidak mengalihkan pandangannya karna memang dari awal bukan awanlah yang dilihat oleh Sohyun. Mungkin Sohyun memang terlihat memandangi pemandangan di luar jendela pesawat, tetapi pikiran Sohyun tidak tertuju pada awan-awan itu. Pikiran Sohyun tertuju pada hal lain…Son Dongwoon.

-Sohyun POV-

Son Dongwoon..

Kamu adalah seorang cowok yang kutemui saat TK. Cowok yang semakin lama semakin dekat denganku. Bahkan aku tidak sadar kita selalu bersama sampai kuliah. Aku tidak sadar sudah 14 tahun kau selalu berada di sampingku.

Kau sudah mengorbankan banyak hal untukku. Sewaktu kita pergi menonton konser dan ditengah jalan kita kehujanan, aku tidak membawa jaket atau apapun tetapi kamu memaksaku untuk memakai jaketmu dan berteduh sementara kamu berdiri di pinggir jalan berusaha menyetpokan taksi. Hampir satu jam sampai kita mendapatkan taksi yang kosong dan itu berarti hampir satu jam kamu berdiri di tengah hujan lebat. Saat memasuki taksi, sang sopir sempat mengomeli kita karna basah tetapi kita hanya nyengir. Tetapi yang menyedihkan, besoknya kamu langsung sakit demam dan flu. Aku yakin itu semua karna kamu kehujanan, padahal kita bisa berteduh sampai menunggu hujan reda. Tapi bodohnya kamu, malah nekat karna takut dimarahi Dujun appa jika aku pulang terlalu larut.

Saat SMA, aku berkelahi dengan geng cewek-cewek centil di sekolah kita. Saat itu aku berhadapan dengan 7 orang langsung. Hampir saja aku sekarat dijambak mereka tetapi kamu langsung datang dan membawaku pergi. Saat guru BK memanggilku untuk menghadap, kamu tidak memberitahuku tetapi malah mengahadap guru BK seorang diri dan mengatakan bahwa perkelahian itu salahmu. Karna kamu iseng mengerjai 7 cewek itu kemudian mereka menuduhku sehingga aku marah dituduh sembarangan dan malah berkelahi. Padahal yang sebenarnya terjadi bukan seperti itu dan kamu tidak ada ikut campur, akibatnya kamu malah dihukum membersihkan toilet selama sebulan.

Hmm~ saat aku dan Hyuna berkelahi kemudian Eomma dan Appa malah membela Hyuna. Aku menangis sampai jam 2 malam dan langsung menelponmu tanpa berpikir bahwa kamu sudah tidur dan capek. Tetapi kamu tetap mengangkat telponmu walaupun aku bisa tahu bahwa kamu sangat mengantuk dan lelah hanya dari suaramu. Tapi kamu tetap menemaniku, mendengarkan segala omonganku, dan menyanyikanku sebuah lagu sampai aku tertidur. Entah mengapa aku selalu merasa tenang jika menceritakan semua masalahku kepadamu~ tidak! aku merasa tenang walau hanya mendengar suaramu. Dan lagi-lagi aku mencelakakanmu, kamu memaksakan untuk tetap bangun sehingga paginya kamu kesiangan dan telat masuk sekolah. Kamu jadi dihukum guru piket untuk berlari keliling lapangan 30 kali.

Aku baru sadar bahwa selama ini kamu selalu ada disampingku. Aku baru sadar kejadian-kejadian yang baru saja kuingat tadi hanya sebagian kecil dari semua hal yang kamu lakukan untukku, walaupun itu merugikan dirimu sendiri. Aku baru sadar bahwa hanya kamu yang bisa menenangkanku. Aku baru sadar bahwa aku terbiasa dengan kehadiranmu di dekatku. Aku baru sadar bahwa “Sahabat terbaik” hanyalah kata-kata yang kugunakan agar aku terus bisa bersamamu. Dan aku baru sadar bahwa aku mencintaimu Son Dongwoon! Aku ingin bertemu denganmu, menarik kata-kataku yang kemarin dan mengatakan aku juga mencintaimu. Aku ingin selalu berada di sampingmu!

-End of Sohyun POV-

“Son Dongwoon~ na..do..saranghae” ucap Sohyun pelan. Tanpa terasa, air matanya mulai mengalir membasahi pipi chubby-nya.

===============================================================

-But one week later, you meet him at cinemas.-

-He’s walking with a girl, his girlfriend?-

-Sohyun POV-

Seminggu setelah itu, aku kembali ke Korea. Aku menceritakan semuanya pada Eomma dan Eomma berhasil membujuk Appa sehingga aku bisa kembali ke Korea. Kali ini aku benar-benar memutuskan untuk menemui Dongwoon dan menyatakan perasaanku, mengatakan bahwa aku sangat menyesali sikapku saat terakhir kali bertemu dengannya.

Setelah meletakkan barang-barangku di hotel. Aku memutuskan untuk pergi ke mall, belanja sebentar dan menemui Dongwoon besok. Sebenarnya aku ingin menghubungi Dongwoon terlebih dahulu tetapi aku mengurungkannya, aku ingin membuat surprize untuknya.

Aku sampai di mall dan melihat poster film yang kutunggu-tunggu terpampang di depan bioskop. Hmm~ tidak ada salahnya kan jika aku menonton sebentar? Kkkk.

Aku memasuki bioskop namun baru beberapa langkah, aku berhenti. Terdiam menatap seseorang yang berada tidak jauh dariku. Seseorang yang sangat familiar. Dongwoon.. dengan seorang cewek yang bergelayut di lengannya. Aku menggeleng, berusaha menyangkal itu semua. Itu tidak mungkin Dongwoon, mungkin saja itu hanya orang yang mirip dengannya, bisa jadi kan?

“Dongwoon~ setelah ini aku mau makan”

Sekujur tubuhku bergetar mendengar ucapan cewek yang bersama Dongwoon. Baru saja dia menyebutkan Dongwoon? Atau aku yang salah dengar? Tapi tidak mungkin salah dengar di posisiku yang dekat dengan mereka. Berarti… setelah seminggu aku pergi, setelah seminggu ia mengatakan bahwa ia mencintaiku.. Dongwoon sudah mempunyai pacar? Sudah mendapatkan cewek baru?

Aku merasa mataku mulai panas dan detik kemudian aku merasa pipiku basah.

“Iya Naeun~”

Itu.. itu suara Dongwoon kan? Aku tidak mungkin salah! Cowok itu pasti Dongwoon, dan Naeun? Siapa Naeun? Apakah Naeun itu pacarnya. Ohh Kwon Sohyun! Kali ini kau benar-benar bodoh, pergi ke Korea hanya untuk seorang cowok tetapi cowok itu malah mempermainkanmu. Aku melihat Dongwoon berbalik dan melihat ke arahku, dia terdiam dan memandangku. Issh~ apa dia sadar bahwa aku kembali?!

Aku langsung berbalik dan berlari keluar, menginggalkan bioskop dan meninggalkan sahabat yang kucintai.. Son Dongwoon.

===============================================================

-1 month later, you receive something that he sends.-
it is a wedding invitation …-

Ting! Tong!

Bel rumah Dujun berbunyi. Hyuna yang berada di kamarnya langsung berlari menuruni tangga, mengetahui siapa yang datang. Hyuna tersenyum senang saat membuka pintu dan melihat sosok orang yang menekan bel itu.

“Hi oppa!” sapa Hyuna. Junhyung hanya tersenyum kemudian memeluk Hyuna dan mengecup dahi pacarnya itu. Hyuna tersenyum senang dan melepaskan pelukan mereka, kemudian menggandeng Junhyung, mengajaknya masuk.

“Mana Sohyun?” tanya Junhyung seraya duduk di sofa ruang tamu.

“Apa kamu bilang kesini~ hanya untuk menemui Sohyun?” tanya Hyuna yang duduk di depan Junhyung, dari nada suaranya dapat diketahui bahwa Hyuna kesal. Junhyung langsung menggeleng dengan cepat.

“Bukan begitu!! Tadi saat aku mau masuk pagar, ada petugas pos datang dan dia menitipkan ini~ untuk Sohyun” Junhyung menyerahkan sebuah amplop cokelat besar kepada Hyuna. Hyuna menerimanya dan membacanya.

“Omo! Dari Dongwoon!” pekik Hyuna saat membaca tulisan di amplop itu.

“SOHYUN!!” teriak Hyuna, memanggil Sohyun kebawah.

Beberapa saat kemudian, Sohyun yang mendengar teriakan Hyuna segera menghampirinya di ruang tamu.

“Apaan?” tanya Sohyun to the point.

“Ada kiriman untukmu” ucap Hyuna dengan ceria dan menyerahkan amplop itu kepada Sohyun. Sohyun menerimanya dan membaca tulisan yang tertera di depan amplop.

DEG!!

Jantung Sohyun berdetak lebih cepat, “Dari Dongwoon~” batinnya. Sohyun langsung membuka amplop itu, ingin segera tahu apa yang dikirimkan Dongwoon untuknya. Walau ia sakit hati karna kejadian di bioskop itu. Tapi, hati kecil Sohyun masih mengharapkan Dongwoon.

Junhyung cuma bisa geleng-geleng melihat tingkah pacarnya, Hyuna berdiri tepat di belakang Sohyun, mencoba mengintip isi dari kiriman Dongwoon.

“Undangan pernikahan?!!” ucap Hyuna setengah berteriak saat Sohyun mengeluarkan sesuatu dari amplop itu. Detik kemudian, Hyuna langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

Sohyun tersenyum sinis melihat apa isi dari kiriman Dongwoon, walau ia baru mengeluarkan setengah, tapi Sohyun bisa melihat tulisan Wedding dan sudah jelas itu adalah undangan pernikahan. Tanpa pikir panjang, Sohyun memasukan undangan itu kembali ke dalam amplop dan pergi ke halaman belakang, membuang amplop itu beserta isinya ke dalam tong sampah besar.

Sohyun kembali masuk kedalam rumah dan berpapasan dengan Gina. Gina menyadari ada suatu hal yang tidak benar pada Sohyun.

“Sohyun~ kamu kenapa?” tanya Gina lembut. Sohyun menoleh kemudian menggeleng.

“Aku baik-baik saja eomma~” jawab Sohyun singkat kemudian berlari ke kamarnya.

Sohyun mengunci pintu kamarnya dan menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur. Perlahan, air mata Sohyun mulai mengalir. Hanya beberapa detik kemudian, Sohyun menangis. Ia benar-benar tak menyangka akan kejadian yang terjadi beberapa menit yang lalu. Dongwoon akan menikah. Yah~ baru sebulan yang lalu Sohyun sakit hati karna melihat Dongwoon bersama dengan Min, dan sekarang Sohyun mengetahui bahwa Dongwoon akan menikah dengan Min. Dongwoon hanya membuat luka yang disebabkannya sebulan yang lalu bukannya sembuh, tetapi malah membuat luka di hati Sohyun itu menjadi semakin besar.

“Kata-kata yang diucapkan Dongwoon sebelum aku pergi itu, apakah hanya untuk mempermainkan perasaanku?” batin Sohyun sedih.

===============================================================

-Five years from now, you meet him again at the park…

He playing with a little girl…

“What a beautiful girl. What’s her name?” you ask…

“Same as yours” he answer and smiling…-

5 tahun kemudian …

Keluarga Sohyun kembali lagi ke Korea. Karena Humunim terus mendesak mereka untuk kembali ke Seoul dan pekerjaan Dujun di Paris sudah selesai.

Suatu sore, Sohyun berjalan-jalan di taman kota. Sohyun melihat sosok yang tidak asing baginya sedang berada di taman untuk anak-anak. Sohyun berjalan mendekatinya dan menyadari bahwa itu adalah Dongwoon. Sohyun melihat Dongwoon sedang bermain bersama seorang anak kecil.

Sohyun menghela nafas dan memejamkan matanya. Sudah 5 tahun semenjak kejadian itu, setiap kali Dongwoon menghubungi Sohyun, Sohyun tidak pernah mau menjawabnya. Dan sekarang, Sohyun harus bertemu lagi dengan Dongwoon dan….anaknya?

Sohyun membuka matanya dan tersenyum mantap. Mungkin ini adalah takdir.. mungkin Tuhan memang ingin mempertemukan kita.. sebagai sahabat. Sohyun terus berpikir bahwa lukanya sudah sembuh dan cepat atau lambat, dia tetap harus bertemu dengan Dongwoon…sahabatnya.

“Hai Dongwoon!” sapa Sohyun berusaha seceria dan senormal mungkin. Dongwoon menatap ke arah Sohyun, ada rasa tak percaya dari tatapannya.

“So..Sohyun?” ucap Dongwoon terbata-bata. Sohyun hanya mengangguk dan tersenyum.

“Anak ini cantik sekali~” Sohyun berjongkok di depan anak kecil yang berdiri tidak jauh dari Dongwoon.

“Ya~ dia memang cantik sekali” kata Dongwoon sambil mengelus rambut anak itu dengan penuh kasih sayang. “Kamu benar Kwon Sohyun kan? Kamu kembali ke Korea?” tanya Dongwoon. Sohyun tidak memperdulikan pertanyaan Dongwoon dan terus memperhatikan anak perempuan di depannya, anak itu tersenyum pada Sohyun.

“Siapa namanya?” tanya Sohyun pada Dongwoon.

“Sama seperti namamu~” jawab Dongwoon dan tersenyum pada Sohyun. Sohyun mendongak, menatap ke arah Dongwoon dan melihat senyuman Dongwoon. Senyum yang sangat ia rindukan.

“Maksudmu?” tanya Sohyun bingung seraya berdiri di depan Dongwoon.

“Ya~ namanya Son Sohyun” jawab Dongwoon sambil tersenyum. Sohyun tidak tahu ingin berkata apa saat mendengar jawaban Dongwoon.

“Kenapa Dongwoon menggunakan namaku?” batin Sohyun heran.

Dongwoon menyuruh Sohyun kecil untuk bermain sendiri, setelah itu Dongwoon menarik tangan Sohyun yang masih terdiam. Dongwoon mengajak Sohyun untuk duduk di bangku taman.

“Apa kamu tidak menerima kiriman dariku?” tanya Dongwoon saat mereka duduk.

“Eh? Ya?” Sohyun tidak mendengar apa yang diucapkan Dongwoon karna ia sibuk dengan pikirannya.

“Iya~ apa kamu tidak menerima kiriman dariku? 5 tahun yang lalu~” ungkap Dongwoon.

“A..aku tidak bisa datang ke acara pernikahan saat itu, aku sibuk. Mian~” Sohyun menunduk, teringat kembali akan kejadian itu.

“Ooh~ padahal aku mengharapkan kamu datang” ada nada kecewa di ucapan Dongwoon.

“Euhm~ bagaimana kabar Naeun?” tanya Sohyun pelan.

“Naeun?” Dongwoon menatap heran ke arah Sohyun, Sohyun hanya mengangguk.

“Sudah kuduga yang kulihat di bioskop saat itu kamu. Pasti kamu salah paham melihatku dengan Naeun. Aku tidak pacaran dengan Naeun!” kata Dongwoon.

“Tidak pacaran? Tapi saat itu kalian terliat sangat dekat dan siapapun yang melihatnya pasti akan menganggap kalian pacaran” ucap Sohyun. Dongwoon menggeleng.

“Kamu benar-benar salah paham. Saat itu juga aku terpaksa berjalan dengan cewek itu! Sebenarnya aku juga tidak mau tapi aku kalah taruhan dengan teman-temanku dan mereka menghukumku harus jalan dengan Naeun seharian” jelas Dongwoon.

“Ka..kalau kau tidak pacaran dengan Naeun~ lalu siapa istrimu?” tanya Sohyun heran.

“Istri? Aku tidak mempunyai istri!” Dongwoon tertawa mendengar pertanyaan Sohyun.

“Hah? Tidak punya istri? Lalu~ undangan pernikahan yang kamu kirimkan padaku saat itu? Dan itu anakmu dengan siapa?” Sohyun kebingungan.

“Undang pernikahan? Itu bukan pernikahanku, tetapi pernikahan Jihyun noona. Jooyeon noona memaksaku untuk mengirimkan kepadamu, kau tahu kan Jihyun noona sangat dekat denganmu dan Hyuna. Dan tentang anak itu~” Dongwoon menatap Lee Sohyun yang sedang bermain di bak pasir.

“Dia anak Jihyun noona. Tapi aku sangat dekat dengannya. Mungkin karna saat Jihyun noona melahirkan~ hanya aku yang menemaninya. Kedua orang tua kami sibuk, begitu juga dengan suami noona. Noona pun memintaku untuk memberikan nama anak pertamanya~ dan aku menamainya sama dengan namamu~ Sohyun” jelas Dongwoon seraya menatap Sohyun.

Sohyun yang ditatap hanya menunduk. Setelah mendengar semua yang dijelaskan oleh Dongwoon, apa yang sebenarnya terjadi. Sohyun sangat merasa menyesal. Selama ini Ia berpikiran yang aneh-aneh dan tanpa pikir panjang langsung menyimpulkan semuanya. Sohyun menyesal pernah meninggalkan Dongwoon dan menolak cintanya. Tapi Sohyun lebih menyesal saat ia meninggalkan Dongwoon untuk kedua kalinya, membiarkan cintanya pergi hanya karna apa yang dilihatnya. Terkadang semua hal tidak seperti kelihatannya.

“Apa kau tahu kenapa aku memberi namanya sama seperti namamu?” tanya Dongwoon pada Sohyun. Sohyun menoleh untuk melihat Dongwoon kemudian menggeleng.

“Karna hanya namamu lah yang terus terpikir olehku~ karna sampai berapa lama pun~ aku tetap mencintaimu Sohyun~ saranghae” Dongwoon langsung memeluk Sohyun.

“Kali ini~ aku tidak ingin melepaskan cintaku untuk yang ketiga kalinya!” batin Sohyun.

Sohyun mendorong tubuh Dongwoon perlahan. Sohyun melihat wajah Dongwoon yang kaget , penuh tanya dan sedih bercampur satu.

“Son Dongwoon~” Sohyun mulai bicara. Dongwoon hanya diam, menunggu Sohyun melnajutkan. Tapi Sohyun kembali memeluknya.

“Na do saranghae!” bisik Sohyun di telinga Dongwoon. Senyum langsung terkembang di bibir Dongwon.

“Saranghae Sohyun! Jeongmal Saranghaeyo!” ucap Dongwoon senang. Sohyun hanya mengangguk dan menikmati hangatnya pelukan Dongwoon. Bukan pelukan sebagai sahabat, tapi sebagai kekasih.

-And in the end you realize that he just loves you.-
-You realize that he never hurt you.-
-You realize that the one who makes you hurt is yourself.-
-And you realize that you should never let go of your love.-

_The End_

===============================================================

Thanks for read🙂

Ini ff pertama yg saya post disini😀

Mohon komentar kritik dan sarannya >< *bows*

 

8 Tanggapan to “Dont Let It Do !!”

  1. Nuri Maret 22, 2011 pada 12:47 pm #

    Bagus ff-nya gak nyangka ternyata cuma salah paham hhe

  2. nadiafm99 Maret 24, 2011 pada 12:55 am #

    Rameeeee🙂 kalau bisa bikin epilognya thor~😀 hehehe

  3. hyoheeauthor Maret 24, 2011 pada 11:29 am #

    Daebak thor! Keren!

  4. tyspevensie Maret 25, 2011 pada 12:48 pm #

    Thanks buat komennya yaa :))
    Author terharu u,u #plak

  5. kimhaerim Maret 26, 2011 pada 12:49 am #

    keren thor~
    suka suka suka😄
    ayo ditunggu ff lainya ya…

  6. Tae-ah Maret 26, 2011 pada 4:43 am #

    Daebak author , beneran keren

  7. Rhippy April 1, 2011 pada 11:39 am #

    I like it! ^^

  8. Kpoplovers says Oktober 7, 2011 pada 10:03 pm #

    Daebak!! Ceritanya keren ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: