1st FF Just My Girl Then

17 Mar

Title :: 1s FF Just be my girl then.

Author :: rahmi elf hijayati heechul

Cast ::    Choi Eun Hyung

Kim Hyun Joong

Shim chang min

Kim Jae joong

@ Hyun Joong’s room.

“Ya!!! Aissshhh…ya ijjashigi!!! Kembalikan majalahku! Pppalli!” Terik Hyun Joong pada Chang min. Tapi Chang min pura-pura tak mendengar. Matanya semakin lama semakin terbelalak saat membuka halaman demi halaman majalah dewasa milik Hyun Joong.

Hyun Joong yang merasa hak nya sebagai pemilik majalah telah di rampas mencoba merebut majalah itu dari tangan Chang min. Chang min berusaha mengelak dan membuat Hyun Joong jatuh tersungkur tepat diatas badan Chang min. Saat itulah Kim Hyun soo, adik Hyun Joong, tiba-tiba masuk ke kamarnya.

Hyun soo yang tadinya berniat meminjam computer kakak nya kini terpaku di depan pintu. Untuk beberapa saat dia hanya diam menatap oppa nya yang sedang menindih Chang min. Otaknya berusaha mencerna pemandangan di depannya. Lalu…

“ Eommmaaaaa……..!!!!!!!!”

Hyun Soo berteriak sambil pergi berlari mencari ibunya. Sementara Hyun Joong dan Chang min saling pandang  tak mengerti. Sampai tiba-tiba terdengar suara dari arah dapur. Sepertinya suara ibu Hyun Joong.

“ MWOOOO?????????? OPPA MU HOMO????”

***

@Gangnam High School

Chang min tertawa terpingkal-pingkal. Berita Chang min disangka homo oleh ibu dan adiknya  benar-benar lucu bagi Chang min.

Hyun Joong menatap Chang min sinis.

“ Bahkan kalaupun aku homo, itu tidak akan pernah terjadi dengan mu. Aissh…Michigatta.”Hyun Joong mengacak-acak rambutnya sendiri.

Chang min memasang ekspresi pura-pura tersinggung. “Jaghiya, jadi kau tidak mengakui hubungan kita?”

Hyun joong merasa siap memuntahkan semua isi perutnya saat melihat Chang min mengedip-ngedip manja padanya.

“ Ya! Jagnan Hajima! Kau harus menolongku. Ibuku bilang  kalau aku tidak bisa memperkenal kan pacarku, yang berjenis kelamin wanita tentu saja, maka dia akan menceritakan masalah ini pada Appa saa appa ku pulang dari Amerika minggu depan. Appa ku akan pulang minggu depan. Aku benar-benar hanya punya waktu seminggu. Na jugesso….”

Chang min geleng-geleng kepala, tak habis pikir dengan kelakuan sahabatnya.

“ Sebenarnya apa sih masalahnya? Kau kan tinggal cari pacar. Masalah selesai.”

Hyun Joong menatap Chang min kesal. “ Bagus sekali solusi mu.”sindirnya.

“ Ya! Kim Hyun joong! Sampai kapan kau mau terus-terusan memikirkan gadis itu. Dia hanya menganggapmu anak kecil dan kau masih terus saja mengharapkannya. Buka matamu lebar-lebar, di luar sana ada banyak gadis cantik yang lebih baik darinya dan mau jadi pacarmu.”

Hyun joong termenung, berusaha mencerna kembali setiap ucapan Chang min. Benar juga. Kalau dipikir-pikir dia memang sangat bodoh. Gadis itu sama sekali tak pantas menjadi pujaannya. Tidak pantas. Hyun Joong berusaha meyakinkan dirinya sendiri. Ya~Tidak pantas.

@Library.

Hyun Joong menatap sekelilingnya. Terlihat seperti mencari seseorang. Ya, dia memang mencari seseorang. Seorang yeoja tepatnya. Menurut sebuah sumber terpercaya, gadis itu sedang membuat tugas di perpustakaan ini.

“ Oppa???”

Hyun Joong menoleh ke belakang dan menemukan orang yang dari tadi dicarinya. Dia tersenyum lega. Dia lalu menarik tangan gadis itu keluar.

“ Oppa…wae gurae?”

Hyun Joong menarik nafas sejenak.

“ Choi Eun hyung, kita pacaran saja, ok??!!” Ujarnya.

Eun Hyung tercengang. “ Mwo?!!!!”

Eun Hyung’s POV.

Ya Tuhan! Omo! Ya Tuhan! Ya Tuhan!  Ya Tuhan! Eomma!!!

Ya Tuhan, Kalau benar ini mimpi, maka jangan pernah biarkan aku terbangun lagi. Kim Hyun Joong memintaku jadi pacarnya!!! Apa ini salah satu tanda-tanda kiamat?!

Meski Hyun Joong sudah bilang ini pura-pura, tapi aku tidak peduli. Yang penting aku jadi pacarnya. Aku jadi pacar Kim Hyun Joong!!!!!!!!!! Akhirnya perjuangan ku selama 2 tahun ini tidak sia-sia.

Eun hyung’s OPV end.

@Chang min’s room.

“ Choi eun hyung? Bukannya dia anak kelas dua yang sudah dua tahun jadi stalker mu itu?”

Hyun Joong mengangguk tanpa ekspresi.

“ Ku kira kau tidak suka padanya.” Ujar Chang min.

“ Memang tidak. Mana mungkin aku suka gadis cerewet seperti itu. Ini hanya pura-pura. Aku akan membawanya ke rumah besok malam dan mengenalkannya sebagai pacar pada eomma. Eomma benar-benar membuatku pusing. Dia tak henti-hentinya memintaku jujur, mencari-cari data di internet tentang ciri-ciri lelaki penyuka sesama jenis, arrgggh…Pokoknya membuatku pusing.”

Changmin terkekeh geli.

“ Gurae…Kurasa Choi Eun hyung manis juga. Ibumu pasti percaya dia pacarmu.”

“ Aku tidak ingin masalah ini sampai ketauan. Kalaupun nanti ketauan oleh anak-anak di sekolah, setidaknya mereka mungkin akan berpikir itu hanya gossip yang disebarkan sendiri oleh Eunhyung, selama ini kan dia memang selalu mendekatiku.”

“ MWO?? Ckck…Jadi kau memanfaatkannya? Ya!! Neo jinja… Nappeun namja!!”

Hyun Joong berlagak tidak peduli. “ Dia sendiri yang bilang mau mebantuku. Aku tidak pernah memaksanya.”

***

Keesokan harinya…

Hyun Joong melirik ibunya yang melayangkan pandangan tidak yakin pada Eun hyung.

“ Kau benar-benar pacarnya?”

Eunhyung tersenyum.” Nde, ahjumma.”

“ Eomma, jangan menatapnya seperti itu. Dia memang pacarku. Midoyo…” Ujar Hyun Joong.

Nyonya Han menatap anaknya cukup lama. “ Neo….geotjimal aniya?” Tanyanya penuh selidik.

“ Aniya.”

Nyonya Han tersenyum lebar, lalu mengatupkan kedua tangannya sambil menatap langit-langit rumah….” Terimakasih Tuhan, uri adeul ternyata benar-benar normal.”

Hyun Joong memijat-mijat kening nya. Kenapa semua wanita yang ada di dekatnya selalu membuatnya pusing.

“ Gurae…Eunhyung ssi, minggu depan kau harus ikut makan malam disini. Ayah Hyun Joong akan pulang dari Amerika. “

“ Mwo?” teriak Hyun joong kaget.

“ Wae???” Teriak Nyonya Han balik.

Hyun Joong hanya bisa meringis melihat tatapan galak ibunya.

Eun hyung  tak henti-hentinya tersenyum sepanjang malam. Akhirnya mimpinya untuk jalan-jalan malam dengan Hyun joong tercapai juga. Dia sudah menunggu dua tahun untuk momen ini. Mereka sedang ditaman sekarang. Duduk bersebalahan di ayunan.

“ Oppa…boleh aku bertanya sesuatu?”

“ hmm…”

“ Kenapa oppa meminta bantuan padaku? Bukan kah disekolah ada banyak gadis lain?”

Hyun Joong. “ Entahlah~saat ada masalah itu, yang terlintas di otakku hanya wajahmu.”

Eun hyung nyaris pingsan mendengarnya. ‘yang terlintas diotakku hanya wajahmu’, sepanjang malam kalimat itu melekat permanen di otaknya.

***

@Eunhyung’s Class

“ Jinjayo??????????” Teriak Na Ra kencang.

“ Ssssttt!!!!!!!!!! Aku kan sudah bilang, ini rahasia. Aku bilang padamu karena kau sahabat ku.”

Na Ra menatap Eun hyung kagum. “ Chukkaeyyoo….”

Eun hyung tersipu. “Gomawo Na ra yaa.”

***

Selama tiga hari ini Eun hyung dan Hyun Joong bertemu diam-diam setiap pulang sekolah. Hyun Joong sibuk mengajari Eun hyung tentang beberapa kebiasaan keluarganya. Mereka perlu terlihat meyakinkan di acara makan malam itu agar ibunya berhenti mencurigainya.

“Oppa, keotjong hajima….aku akan berusaha jadi yeoja chingu yang baik.” Ujar Eunhyung.

Hyun joong tersenyum. Rasanya sudah cukup lama dia tidak membiarkan gadis manapun membuatnya tersenyum. “ Gurae. Himnae. Aja aja!!!” Hyun Joong mengepalkan tangan keatas.

Eunhyung tertawa. Diam-diam dalam hati dia berdoa semoga kebersamaan ini bisa bertahan sedikit lebih lama.

Siang itu Eun hyung berniat pergi ke kelas Hyun Joong, bermaksud memberi tau nya bahwa dia tidak bisa mengikuti pertemuan rahasia mereka siang itu. Nanti malam adalah hari pertunangan kakak Nara, dan Eunhyung sudah berjanji jauh-jauh hari bahwa dia akan hadir dan menemani Na Ra ke salon sebelum nya.

Saat melewati kantin, tak sengaja dia mendengar beberapa orang membicarakannya. Eun hyung berhenti di tempat.

“ Ya!!! Kim Hyun joong tidak mungkin meminta Choi Eun hyung jadi pacarnya. Saat ini itu sama mustahilnya dengan perdamaian korea selatan dan korea utara. Ara?!” Ujar salah satu anak.

“ Gurae…aku juga tidak yakin. Mana mungkin Hyun Joong oppa suka padanya. Yang benar saja?! Itu pasti hanya gossip yang disebarkan oleh Choi Eun hyung. Tidak kusangka dia memilih meraih popularitas dengan cara murahan seperti itu. Padahal kelihatannya dia lugu…”

Eun Hyung terpaku di tempat. Dia baru saja hendak pergi dari tempat itu ketika tiba-tiba seseorang menghampiri meja gadis-gadis yang tadi sedang membicarakannya. Go Na ra.

“ Ya!!!!!!!!!!!! Apa maksudmu Kim Hyun joong tidak mungkin suka pada choi eun hyung???!! Kau pikir Eun hyung sendiri yang menyebarkan gossip soal itu? Kalau tidak tau apa-apa lebih baik diam saja. Asal tau saja ya, kim hyun joong benar-benar meminta Eun hyung menjadi pacarnya, ara?!”

Na Ra masih memiliki selusin makian lagi, tapi Eun hyung sudah keburu menariknya dari kerumunan orang-orang.

“ Ya!! Aku belum selesai.” Ujar Nara.

Eun hyung tersenyum geli. “ Sudahlah, biarkan saja mereka. Sana kembali ke kelas, nanti aku menyusul.”

“ Ya…oediga?”

Eun hyung tak menjawab, hanya melambaikan tangannya pada Na ra. “ Tunggu aku di kelas.”

Cepat sekali gossip tentang dia dan hyun joong tersebar. Tapi Eun hyung tidak terlalu peduli soal yang tadi. Toh~memang Hyun joong yang meminta Eun hyung menjadi pacarnya.

Eun hyung tersenyum lebar saat sampai di depan kelas Hyun Joong. Dia sudah bersiap-siap untuk masuk ketika tiba-tiba dia seperti mendengar suara chang min. Eunhyung lantas berhenti tapat di depan pintu, namun tak ada satupun yang menyadarinya.

“ Jinjayo?” Terdengar suara seorang perempuan.

“ Kalau tidak percaya kau tanya saja dia. Dia ini tidak sebaik yang kalian kira.” Ujar chang min,” Dia memilih Choi eun hyung karena menurutnya semua orang tidak akan ada yang percaya jika sampai berita itu tersebar. Tidak akan ada yang percaya Kim hyun joong meminta choi eun hyung menjadi pacarnya.”

Hyun joong hanya tersenyum menanggapi percakapan teman-temannya. Tangannya sibuk memain-mainkan pena, entah kenapa~dia seperti merasa ada yang salah.

Tiba-tiba Lee joon wo masuk ke dalam kelas. “ Kalian sedang membicarakan ku ya?” Tanya nya penuh rasa percaya diri.

Semua orang di kelas itu lantas memperlihatkan ekspresi mual.

“ Kami sedang membicarakan Hyun Joong doryoenim dan Eun hyung Agassi.” Ujar chang min di sambut tawa teman-temannya yang lain.

“ Eun hyung? Choi eun hyung? Bukan kah dia yang tadi berdiri di luar kelas?” Tanya Joon wo.

Chang min berhenti tertawa, lalu melirik Hyun Joong. “ Dia mendengarnya.”

Hyun Joong terpaku di tempat. Apa mungkin Eun hyung sudah mendengar semuanya? Kenapa rasanya dia jadi merasa ada yang salah?! Perasaan tidak enak. Sebelumnya dia belum pernah merasa setidak enak ini pada yeoja manapun.

***

“ Eun hyung aah, gwenchana?” Nara menatap Eunhyung khawatir. Sejak kembali ke kelas tadi, Eun hyung jadi tiba-tiba diam.

Eunhyung buru-buru tersenyum.” Gwenchana.”

Sampai jam pelajaran hari itu berahir, Eun hyung hanya duduk termenung di tempatnya. Mimpi itu…kenapa cepat sekali berakhir. Dia baru saja terbang, dan sekarang harus terhempas pada sebuah kenyataan yang setengah mati dia coba untuk ingkari. Kim Hyun Joong, Eunhyung benar-benar menyukai namja itu. Nomu chowa.

Eunhyung mengemasi buku-buku pelajarannya tanpa semangat.

“ Eunhyung aah, jinja gwenchana? Appo? Kalau kau merasa tidak enak badan, kita tidak usah pergi saja.”

Eunhyung buru-buru menggeleng.” Aniya….na gwenchana. Kachi ka…”

Eunhyung menyandang tas nya dan menarik Nara keluar. Dia memang merasa benar-benar bad mood hari ini. Tapi janji tetap lah janji, dia harus menepatinya. Lagi pula, ini bukan pertama kalinya dia kecewa karena seorang Kim Hyun Joong. Lalu kenapa dia harus merasa berbeda kali ini?! Dia sudah mendapat penolakan selama dua tahun terakhir, harusnya hal-hal seperti ini tidak lagi mengganggu pikirannya.

“ Eunhyung aah…” Panggil Nara.

“ Hmm?” Eunhyung terus saja berjalan tanpa menoleh. Pikirannya menerawang entah kemana.

“ Itu…”

Eunhyung menoleh pada Nara, sementara Nara malah menunjuk sesuatu di depan sana. Eunhyung lalu mengikuti arah yang ditunjuk Nara. Kim Hyun Joon berdiri dengan wajah datar seperti biasa. Wajah tanpa ekspresi yang biasanya sangat cool dimata Eunhyung, kini berubah menjadi wajah yang paling ingin dihindarinya.

“ Aku tunggu di depan gerbang…” Ujar Nara lalu pergi begitu saja sebelum Eunhyung sempat menahannya.

Sepeninggal Nara, Eunhyung berusaha untuk terlihat normal. Dia bahkan berusaha untuk tersenyum.

“ Kau mendengarnya?” Tanya Hyunjoong to the point.

“ Mianhae…”

Eunhyung tertawa kecil. Dia baru tau kalau di balik wajah innocent Kim Hyun joon ternyata tersimpan bakat acting yang cukup mengagumkan. ‘Mianhae’, Eunhyung nyaris percaya Hyun Joong benar-benar tulus mengucapkan kata itu.

“ Gwenchana.” Ujar Eunhyung singkat. Setengah mati mengutuk perubahan pada suaranya. Kenapa suaranya jadi terdengar seperti orang menahan tangis.

“ Keotjong hajima, sunbaenim. Aku akan berusaha menyelesaikan semuanya sampai akhir. Kundae, hari ini aku sudah berjanji menemani Nara. Jadi aku tidak bisa ikut latihan seperti biasa. Dan kurasa kita tidak perlu latihan lagi, aku sudah menghapalkan semuanya.”

Kim Hyun Joong tertegun. Eunhyung memanggilnya sunbaenim, padahal biasanya dia selalu memanggilnya ‘oppa’. Tiba-tiba dia merasa ada perubahan pada dirinya. Entahlah, sulit menjelaskannya tapi satu yang dia tau pasti, bahwa ini bukan perasaan yang menyenangkan. Entah mengapa, dia merasa tidak nyaman memandang gadis di depannya mengucapkan rangakaian kalimat tadi. Mungkin karena dia sudah terlalu terbiasa dengan Choi Eun Hyung yang selalu baik padanya, hingga saat gadis itu berubah dingin, dia merasa seperti ada yang……hilang.

Dan Kim Hyun Joong hanya bisa diam menatap Eun hyung yang perlahan berjalan menjauh.

Pesta pertunangan kakak Nara.

Malam itu benar-benar ramai. Eunhyung tak menyangka keluarga Nara akan mengundang orang sebanyak ini hanya untuk sebuah pesta pertunangan. Karena masih dalam suasana hati yang buruk, Eunhyung memilih duduk di bangku taman.

“ Boleh duduk disini?”

Seseorang wanita tiba-tiba menyapa EunHyung. Saat Eun Hyung menoleh, dia merasa benar-benar terkesima. Wanita di depannya benar-benar cantik dalam balutan gaun merah muda yang dipakainya. Rambut nya yang panjang di ikat rapi ke belakang, membuat  bahu seksi nya terlihat lebih jelas.

Eunhyung ingat dia sudah berkenalan dengan wanita ini tadi. Namanya Shin min ah, temannya Jang Na Min onni, kakak nya Na ra.

Eunhyung tersenyum,”Butuh bantuan mengendalikan fans-fans onni?”  Canda Eunhyung.

Shin min ah tertawa kecil. “ Yah~mereka para lelaki kadang-kadang bisa jadi sangat menyebalkan.”

“Aku setuju soal yang satu itu.” Ujar Eunhyung.

“ Kau temannya Nara ya? Kalau begitu kau juga satu sekolah dengan Kim Hyun joong?”

Eunhyung tersentak, Min Ah onni kenal Kim Hyun joong???

“ Ne…waeyo?”

Shin min ah tersenyum manis.”Bagaimana kabarnya?”

Eunhyung tiba-tiba merasa tidak enak. Namja yang dia suka mengenal gadis secantik Shin Min Ah, bukan berita gembira pastinya.

“ Onni…kenal Kim Hyun Joong sunbaenim?”

“ Begitulah. Dulu kami sempat dekat. “

Malam itu berakhir dengan cerita panjang Shim Min ah tentang hubungannya dengan Kim Hyun Joong. Dan semakin banyak yang dia ceritakan, semakin Choi Eun Hyung merasa ingin cepat-cepat pulang dan sembunyi di balik selimut hangatnya. Karena cerita itu hanya sampai pada satu kesimpulan, bahwa Kim Hyun Joong pernah benar-benar menyukai Shin Min Ah. Dan secara tidak langsung hal itu juga menjelaskan mengapa Kim Hyun Joong tidak pernah menanggapi semua wanita yang mengejarnya selama ini. Termasuk Eun Hyung. Dan bersaing dengan Shin Min Ah, sama saja seperti Eun hyung berharap bisa menggantikan Emma Watson untuk memerankan Hermione.

Mungkin memang sudah saatnya Eun Hyung menyerah. Dia mulai merasa mengharapkan Kim Hyun joong merupakan suatu hal yang sia-sia. Mungkin kebahagiannya memang bukan dengan Kim Hyun Joong. Lalu tiba-tiba sebuah ide terlintas di benaknya…

“ Onni…”

“ Hmm?”

“ Sebenarnya belakangan ini Kim Hyun Joong sedang dalam kesulitan. Apa onni mau membantunya?”

Eun Hyung menarik nafas panjang perlahan.

Kim Hyun Joong menatap jam tangannya dengan gelisah, sudah hampir jam 07.30 dan Choi Eun Hyung belum juga datang sampai sekarang. Sekilas Hyun Joong melirik gorden jendela depan yang bergerak-gerak, Ibu dan adiknya masih disana, menunggu untuk membuktikan apa Hyun Joong benar-benar normal. Sementara di dalam sana, Ayah Hyun Joong kebingungan melihat istri dan anak perempuannya sibuk mengintip Hyun Joong.

“ Hyun Joong aah, annyeong.”

Hyun Joong menoleh secepat kilat, nyaris menghembuskan nafas lega karena mengira itu Eun Hyung. Tapi yang terjadi di detik berikutnya benar-benar di luar dugaan. Sesaat Hyun Joong seperti kehilangan semua stok kata-kata yang dimilikinya.

“ Noona?”

Shin min ah tersenyum manis, lalu memeluk Hyun Joong tanpa basa-basi. “ Jeongmal bogoshippo…”

Hyun Joong tak tau lagi harus bergata apa. Otak dan hatinya sepertinya tidak sejalan kali ini. Otaknya mengatakan dia harusnya bahagia, tapi entah kenapa…hatinya seperti tidak yakin.

Keesokan paginya…

Eunhyung berjalan penuh semangat memasuki gerbang sekolah. Bibirnya tak henti-hentinya tersenyum. Dia sudah memutuskan untuk melepaskan salah satu mimpi terbesarnya selama ini. Dia juga sudah memutuskan bahwa tadi malam adalah malam terakhir dia menangisi cintanya yang bertepuk sebelah tangan pada Kim Hyun joong. Ajaibnya, saat terbangun pagi tadi dia merasa semuanya benar. Memang inilah yang seharusnya dilakukan nya selama ini. Hyun Joong telah bahagia bersama orang yang disukainya, bukankah Eunhyung juga harusnya begitu.

Sementara itu di depan sana, dua orang laki-laki sedang mengamati Eunhyung dari jauh.

“ Cih…bisa-bisa nya dia seceria itu setelah apa yang dilakukannya tadi malam.” Ungkap Hyun joong kesal.

Chang min melirik sahabatnya, setengah penasaran. “ Ya, Kim Hyun Joong!!! Jadi kau sengaja menjemputku pagi-pagi sekali dari rumah, hanya untuk menunggu Choi Eun Hyung disini. Dan sekarang, kau kedengarannya benar-benar kesal Choi Eun hyung tidak menepati janjinya tadi malam…PADAHAL, kau harusnya senang bisa bertemu dengan orang yang selama ini kau tunggu-tunggu. Michigatta jinja!!! Kau tidak senang bertemu Shin Min Ah karena dia datang menggantikan Choi Eun Hyung? Rasanya baru minggu lalu kau bilang kau tidak menyukainya.“

Hyun Joong diam. Dan sikap diam nya membuat Chang min semakin merasa ingin membunuhnya.

“ Ya imbaa!!! Sebenarnya siapa yang kau suka?” Bentak chang min.

“ Na..choi eun hyung chowa….”

Kalimat itu diucapkan dengan sangat pelan oleh Kim Hyun Joong, tapi ternyata belum cukup pelan karena Chang min toh masih bisa mendengarnya.

“ Ottokhae…” Gumam Hyun Joong dengan ekspresi sedih.

Chang min tertawa terbahak-bahak. “ Ya…hahahhaha…bagaimana bisa…hahhaha”

“ Gurae…tertawalah sepuasmu. Tertawa saja. Tertawa sana sampai mati.”

Chang min terdiam beberapa saat , lalu kembali tertawa lagi. Hyun Joong mendesah panjang lalu pergi berjalan meninggalkan Chang min.

Break time, @canteen.

“ Jadi kau sudah berhenti menyukai Hyun Joong sunbae?” Tanya Nara tak percaya.

Eunhyung mengangguk tegas.” Sekarang aku belum benar-benar berhasil, tapi aku yakin aku pasti bisa menghentikan perasaan ini.”

Nara tersenyum lebar,” Eunhyung ahh, tenang saja…aku akan mencarikan calon pacar yang baik untukmu. Serahkan semuanya padaku.” Nara menunjuk dirinya sendiri.

Eunhyung mencibir,” Sebaiknya kau carikan untukmu dulu. Kau saja tidak punya pacar, bagaimana kau bisa mencarikan kupacar.”

“Ya…!! Itu karena aku memang tidak mau pacaran. Pacaran itu menganggu kegiatan belajar, memecahkan konsentrasi, makanya aku tidak mau.”

Saat sedang asik-asiknya berdebat tentang belajar dan pacaran, tiba-tiba dua orang laki-laki muncul di samping Eunhyung.

“ Choi Eun Hyung, ada yang ingin ku bicarakan. Ikut aku…” Hyun Joong langsung menarik tangan Eunhyung tanpa meminta izin dari si pemilik tangan.

“ Eunhyung aah…” Panggil Nara sambil bersiap-siap menyusulnya. Tapi seseorang menahan tangannya juga. Nara menoleh dan menemukan Chang min tersenyum jahil padanya.

“ Sunbae, tolong lepaskan tanganku.”

“ Ah…mianhae, Nara ssi.” Chang min melepaskan cengkeramannya.

Nara langsung bersiap-siap menyusul Eunhyung, tapi lagi Chang min bertingkah aneh. Dia menghalangi setiap jalan yang ingin dilewati Nara.

“ Sunbae!!! Tolong minggir, aku mau lewat.”

Chang min masih tersenyum.”Sebelum melewati jalan ini kau harus melewati hatiku, Nara ssi.”

Seluruh kantin kini penuh dengan sorakan. Semua orang sibuk menggoda mereka berdua. Dan Nara hanya bisa tercengang.

Sementara itu di luar sana Kim Hyun Joong tidak mempedulikan aksi protes Choi eun hyung atas tindakannya barusan. Dia terus saja menarik tangan Eun hyung dan membawanya menuju atap sekolah.

Hyun Joong akhirnya melepaskan tangan Eun Hyung saat mereka tiba diatas.

“ Kau….kenapa kau tidak datang semalam, hah?”

Eunhyung mengelus-elus tangannya sambil melirik Hyun Joong kesal. “ Memangnya kenapa? Bukannya justru bagus?”

“ Ah…ya, bagus katamu?! Kau bilang kau mau menepati janjimu?! Kau bilang kau akan berusaha menyelesaikannya? Mana?”

Eunhyung menatap Hyun Joong heran. Sebenarnya apa sih masalah laki-laki ini? Kenapa dia jadi marah-marah. Bukankah Eunhyung sudah memberinya kesempatan berduaan dengan Shin Min ah??!!

“Sunbae…”

“ Dan kenapa sekarang kau selalu memanggilku sunbae??”

“ Hah?”

“ Panggil aku oppa seperti biasanya!” Perintah Hyun joong.

Eunhyung semakin bingung, tapi memutuskan untuk menurut saja.

“ Sunbae…ani…oppa, ada apa…?”

“ Apanya yang ada apa?! Kau  tidak menepati janjimu, bukankah sudah jelas?!”

“ Tapi…changkamman, apa Min Ah onni tidak datang tadi malam?”

Hyun Joong diam sambil menatap Eunhyung tajam.

“ Ah…dia tidak datang ya? Mianhae oppa. Padahal aku sudah mati-matian menyuruh Min Ah onni berjanji untuk datang.”

“ Phabo!!!Kau bertindak terlalu jauh, ara?! Min Ah nuna….aku dan dia tidak seperti yang kau pikirkan.”

“ Tapi oppa menyukainya kan?”

“ Aku ‘pernah’ menyukainya.” Hyun Joong memberi penekanan pada kata ‘pernah’, tapi Eunhyung nampaknya tidak cukup pintar untuk bisa menyadari itu.

“ Shin Min ah nuna sudah punya seseorang yang dia cintai setengah mati. Jadi apa yang kau lakukan semalam sama sekali bukan tindakan baik, malah semakin memperpanjang masalah. Ibu dan adikku memarahiku sepanjang malam karena mereka pikir aku meninggalkanmu demi Min Ah nuna. “

“ Ah…jadi gara-gara itu. Mianhae…aku akan menjelaskannya pada ahjumma nanti.”

Hyun Joong menatap gadis di depannya geram. “ Kau memang harus menjelaskannya.”

Eunhyung mengangguk pelan, tapi lalu tiba-tiba memperlihatkan ekspresi bingung.

“ Tapi…bagaimana menjelaskannya?” Tanyanya.

“ Bilang saja kau masih jadi pacarku.”

“ Oppa, kurasa tidak baik terus-terusan berbohong seperti ini…”

“ Ku pikir juga begitu. Jadi….kenapa tidak kita henti kan saja semuanya.”

Eunhyung mengangguk pelan. “ Begini saja, aku akan menjelaskan pada ahjumma bahwa…”

“ Bahwa kau memang pacarku.” Potong Hyun Joong.

“ Heh??”

Hyun Joong maju beberapa langkah, mendekati Eunhyung.

“ Choi eun hyung ssi, kita pacaran saja, ok?!”

“ Oppa…pacaran itu hanya untuk orang yang saling menyukai.”

“ Kita kan saling menyukai.”

Eunhyung bengong. “ Oppa, bukan menyukai seperti itu……maksudku, suka yang bukan karena pertemanan. Suka yang seperti….yang…ummm…sarang. Molla?”

Kim Hyun Joong sebenarnya ingin tertawa melihat Eunhyung berusaha menjelaskan tentang arti ‘menyukai’ padanya, seolah-olah gadis itu sudah expert saja, padahal pacaran saja belum pernah.

“ Memangnya kita tidak seperti itu?” Tanya Hyun Joong. Entah kenapa dia jadi ingin terus menggoda Eunhyung.

Eunhyung kehabisan kata-kata. “ Oppa……kau kan tidak menyukai ku.” Tandasnya.

Hyun joong menaikkan sebelah alis nya. “ Kenapa kau berpikir seperti itu?”

Eunhyung menatap Hyun Joong bingung. “ Hah?”

“ Na…noe chowahae…”

Eunhyung tercengang lagi.“ Hah?”

“ Aku bilang aku suka padamu.”

Eunhyung berusaha mencerna apa yang dikatakan Hyun Joong, lalu menatap sekelilingnya.

“ Oppa, kita sedang masuk reality show ya?” Ujar Eunhyung sambil mencari-cari kalau-kalau ada kamera tersembunyi disekitar mereka.

Hyun Joong menatap gadis di depannya serius. “ Eunhyung aah, aku serius…”

Eunhyung kembali menatap Hyun Joong. “ Tidak mungkin, waktu itu…dikelas…oppa bilang…”

“ Waktu itu aku terlalu bodoh untuk tidak mengakuinya. Waktu itu aku malu mengakui bahwa aku mengingkari ucapanku sendiri bahwa aku tidak mungkin menyukaimu. Tapi sekarang aku menyukaimu. Kau masih menyukaiku kan?”

Eunhyung benar-benar bingung dengan keadaan ini.

“ Tidak usah dijawab. Aku tau kau masih menyukaiku. Berarti mulai sekarang kita resmi pacaran.”Hyun Joong melingkarkan tangannya di bahu Eunhyung.

“ Kajja…sepertinya jam istirahat sudah selesai.”

END.

Need coment… ^^

4 Tanggapan to “1st FF Just My Girl Then”

  1. Nuri Maret 17, 2011 pada 3:25 pm #

    Baguuuuuuuuuuuuuus \(´▽`)/ aku suka banget akhirnya manis..

  2. ami Maret 19, 2011 pada 8:27 am #

    hehe…tengkyu. ^^

  3. batu_apung Maret 23, 2011 pada 10:14 pm #

    Haha, kena karma tc si Hyun Joong

  4. 6002TheMinnie Maret 27, 2011 pada 10:26 am #

    Baguss….
    So sweet akhirnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: