BIG ENEMY (PART 4) ~ENDING~

12 Mar

Title :: BIG ENEMY (PART 4) ~Ending~
Author :: Han Hyo Hee
Genre :: Romance
Rating :: NC-21
Disclaimer :: DON’t BE A PLAGIATOR!
Main Cast :: Park Jung Soo a.k.a Leeteuk , Lee Yoonhae
Other Cast :: Lee Donghae , Lee Hyuk Jae, Kim Ryewook, Kim Jonghyun (cuma lewat)
NB :: Hello! para yadongers! #ditimpukin reader. hehehe… bercanda! Im come back! hahahaha… buat yang nggak suka NC nggak baca nggak papa kog… kalo nggak diskip aja bagian ” itunya ” hehehe… nih, author mpe mencret bikinnya! #nggak deng. buat yang udah mojok-mojokin author buat cepet-cepet nyelesaiin, makasih banget buat kalian karena membuat author mencret! #ngarang banget. dari pada banyak curcol, nih baca aja. mianhamnida kalo kurang dapet feelnya, soalnya author bikinnya sambil marah-marah. *maksudnya nggak mood getoh. hehehe.

” Okey,” jawab Teukie sambil mengedipkan sebelah matanya. Ia pun bangkit dan menggendongku yang sudah setengah basah.
” Hyukie-ssi! perbaiki ledengnya!” perintah Leeteuk tanpa mengalihkan pandangannya padaku.
” Kau kira aku tukang ledeng?!” pekik Eunhyuk kesal.
Dok!
“Haish!” umpat Leeteuk.
Spontan aku turun dari gendongannya dan memandangnya bingung. Ia meringis kesakitan dan memegangi tangan kanannya yang berdarah.
” Gwencanayo?” tanyaku khawatir.
” Ne, gwencana! Aish!” kata Leeteuk dengan reaksi yang tak meyakinkan.
” Jangan bohong!” gertakku sambil memegangi tangan Teukie yang terjedut ganggang pintu. Darahnya tak berhenti keluar membuatku gelagapan.
Buru-buru aku menuntunnya untuk duduk disofa. Ia masih meringis menahan sakit.
“Tunggu!aku ambil kotak p3k dulu!jangan bergerak!” perintahku dan buru-buru meninggalkannya.
” Waeyo,Hyung? Hehehehe… sakit?” kata Eunhyuk dengan nada mengolok. Ia sedang menghisap gulungan narkoba yang tampak seperti rokok itu.
” Aish! Shireo, pabo!” bentak Leeteuk galak.
” Hahahaha…” Eunhyuk tergelak tawa sesaat. Lalu tak bergeming, sibuk dengan obat-obatnya. Yah, maklum. lagi sakau die!
Aku buru-buru kembali dan menenteng-nenteng kotak p3k yang aku maksud tadi. Leeteuk pun segera tersenyum melihatku menjejerinya. wajahnya kusut sepertiku. badannya basah dan rambutnya acak-acakan.
tetapi matanya memancarkan sorot kelegaan dan kehangatan. aku suka itu.🙂
” Jagiya,” panggil Leeteuk dengan wajah damainya.
” Hm?” jawabku sekenanya sambil meliriknya sekilas. tanganku masih fokus mengobati tangan kanannya yang terluka. kutetesi betadine dan kubalut sobekan kulitnya dengan perban.
“Saranghae,” bisiknya mesra dambil tersenyum memamerkan lesung pipinya. membuatnya tampak amat manis dan… entahlah. menggoda. ( *speechless. author tersepona. #digebuki yoonhae! *salah siapa suami lu manis gitu. hahahaha).
aku pun membalas senyumnya.
” Nado,” jawabku tersipu dan kembali melanjutkan aktifitas membalut luka di tangan kanannya.
sempat kulirik dia yang tak henti-hentinya menatapku.
” Tarraa!!” pekikku setelah selesai.
Leeteuk masih menatapku dengan mata teduhnya dan senyum manisnya yang tersunggung disudut bibir tipisnya yang menggoda. aku terdiam. ia mencondongkan wajahnya perlahan dan perlahan pula menutup matanya. aku tak bergeming dan ikut menutup ata. aku menunggu sentuhan bibirnya di bibirku. aku tahu, perlahan tapi pasti.
Tiba-tiba kurasakan tangannya menarik daguku dan kurasakan juga bibirnya menyentuh bibirku. FLY HIGH!
dengan posisi itu kami bertahan lama. hingga akhirnya bibir tipisnya mulai terbuka, membuatku juga membuka celah. perlahan ia melumat bibir mungilku dan menghisap bibir bawah dan atasku bergantia. Hal itu membuatku tergoda untuk membalas.
~Yoonhae pov END~
(*Yoonhae!mianhamnida, biar reader juga ikutan. hahahhaa)
~YOU pov~
Semakin lama ciuman kalian semakin memanas. Lidah Teukie masuk merogoh-rogoh isi mulutmu. Kau pun membalasnya juga.

Tiba-tiba kau tersentak, tangan Teukie masuk ke dressmu. Ia merogoh dan menggenggam dada kirimu yang masih terbalut bra. Ia meremas-remasnya hingga membuatmu mendesah dalam ciumanmu dengannya.
” Eum…Oum…” desahmu membuat Teukie bernafsu.

Nafas memburunya dapat kau rasakan. Tanpa aba-aba tangannya menyelusup kedalam bramu dan mendapati apa yang dia inginkan. Ia kembali meremas-remas dengan gerakan menggoyang (*?). Ia mengocok payudaramu dengan kencang. Membuat payudaramu seakan meloncat-loncat. Tak hanya itu, ciumannya pun turun ke leher jenjangmu.

“ Oh… Akh… Jagiya! Kau oh… pi-akh… pintar oh…” desahmu keenakan.

Desahanmu membuatnya semakin bernafsu. Ia menciumi lehermu dengan ganasnya, menjilat-jilat, dan menggigit kecil hingga meninggalkan kissmark disana. Tangannya juga tak diam. Bahkan tidak hanya tangan kanannya,tangan kirinya pun menelusup ke dalam dressmu dan meraba-raba punggungmu. Sedangkan tangan kanannya menekan payudaramu dengan gerakan memutar seperti mengelap kaca dengan gerakan melingkar(*?).

“Akh!! Oh!! Terus… oh… euh! Oh…” desahmu dengan nafas yang semakin memburu.

Akhirnya!! Bramu berhasil terlepas. Tangan kanannya belum berhenti mengocok payudaramu. Lidahnya pun masih aktif menjilati lehermu hingga membuatmu terdengak.

“ Oh…ja-jagiy! Akh… kau.. oh… na-nakal.. oh…” desahmu semakin menjadi.

“ Mworago?” tanya Leeteuk tiba-tiba terhenti. Ia menatapmu dengan wajah polosmu membuatmu merasa canggung karena terhenti secara tiba-tiba.

“ Aniya. Ehm, bagaimana kalau Eunhyuk tahu?” tanyamu mengalihkan pembicaraan.

Kalian pun menoleh kea rah Eunhyuk yang sedang terbaring di atas sofa yang berada disamping kanan sofa kalian duduki. Eunhyuk terpejam sambil menghisap obatnya dalam-dalam.

“ Gwencana,” jawab Leeteuk lalu hendak mengecupmu lagi.

“ Tapi Jagiy…” ucapmu merasa keberatan.

“ Okey! Fine,” jawab Leeteuk kemudian mengeluarkan tangannya dari dalam dressmu dan bangkit.

Ia tersenyum sesaat menatapmu dan mengangkat tangan kanannya yang sudah rapi terbalut perban.

“ Gomawo, Jagiya!” ucapnya sumringah.

Dengan gerakan cepat ia menggendongmu lagi saat kau hendak bangkit dari sofa.

“ Kau tak boleh lari, Jagiya!” goda Leeteuk.

“ Mworago? Hehehe,” tanyamu terkikik sendiri.

“ Aniya,” jawabnya sambil mengedipkan sebelah matanya lagi. Kau pun menyentuh hidung bangirnya dan tertawa bersamanya.

Perasaan bahagia pun berkecambuk dihati kalian. (Eits! Jangan pergi dulu *tarik reader. Ini belum ending… )

Leeteuk pun memutar badannya untuk membawamu ke kamar.

Prank!

Aish! Sial! Kakimu menyambar vas bunga dimeja saat Leeteuk berputar.

“ Hyung! Sirheo! Brengsek kau! Berisik saja! Menggangguku tahu!” bertak Eunhyuk marah tetapi tak bergeming dari posisinya. Matanya pun tetap terpejam. Author rasa namanya ngelindur.

“ Mianhae, keparat! Hihihi,” jawab Leeteuk seenaknya dan terkikik sendiri.

Tak diperdulikan vas yang jatuh itu. Langkahnya masih mantap membopongmu ke kamar. Sesampainya dikamar, ia menggeletakkanmu perlahan dan menindih badanmu. Tak diperdulikan pintu kamar yang masih terbuka lebar. Ia melumat bibirmu dengan kasar, saking nafsunya. Dengan cepat ciumannya turun ke lehermu. Dijilatnya lagi.

“ Oh…” desahmu menikmati jilatannya.

Ciumannya turun lagi. Ia kembali melahab payudara kananmu dengan ganasnya, seperti orang kelaparan. Tangan kanannya kembali menekan dan mengocok payudara kirimu dengan gerakan memutar.

“ Akh…” desahmu tertahan.

Ciumannya turun. Ia mencium miss v-mu yang masih terbungkus cd. Namun tiba-tiba ia berhenti sejenak. Menatapmu yang masih terbaring dan dengan nafasnya yang naik turun dengan tak sabar dilucuti celana jeansnya. Juga cd biru tuanya. Kau pun bangkit dan terduduk menatapnya heran. Kau terbelalak melihat juniornya yang sudah menegang.

“ Kau sudah tak sabar ya, Jagiy?” godamu sambil menjilat bibir atasmu.

Tindakanmu membuat Leeteuk terbelalak dan nafasnya semakin ngos-ngosan. Matanya seakan ingin memakanmu hidup-hidup.

“ Hhh… hehhh.. jagiy! Ppali! Hhh…” ucapnya semakin terengah.

Ia berdiri kaku sambil mencondongkan pinggangnya. Membuat juniornya tegak lurus dengan badannya. Kau pun tersenyum geli melihatnya yang sudah polos. Kau menggodanya dengan membuat wajah yang tampak amat bernafsu. Kau membungkuk dan menatapnya seperti macan yang hendak menerkam mangsanya. Leeteuk semakin ngos-ngosan dan dengan gerakan cepat kau berongkok di depannya. Sekarang juniornya yang sudah bangun dari tidurnya itu berada tepat di depan wajahmu.

“ Wah, lucu ya?” ucapmu lalu menjilat ujung juniornya yang semakin berdiri.

“ Akh…” desahnya menikmati jilatanmu.

Kemudian kau kulum juniornya perlahan keluar masuk mulutmu seperti prinsip ggl induksi(*??).

“ Oh…oohhhhh…” desah Teukie merem melek.

Tanganmu tak hanya diam. Tapi juga mengicok twinballnya. Kuluman dan kocokanmu semakin cepat.

“ Ah… a-ku kelu-oh… keluar!” pekik Leeteuk tertahan seiring dengan organismenya yang keluar.

Mulutmu penuh dengan cairan organismenya dibarengi dengan gerakanmu yang belum berhenti. Cairan itu tertelan, hingga kau bersedak.

“ Uhuk,uhuk!uhuk…” kau pun batuk-batuk seperti nenek-nenek (*hoek!author paling nggak suka bagian ini. Soalnya enek sendiri.=.=)

“ Gwencana, jagiy?” tanya Leeteuk sambil menatapmu khawatir.

“ Uhuk, uhuk… uhuk! Gwencana. Uhuk,uhuk…” jawabmu masih terbatuk-batuk.

“ Aku ambilkan minum,” ucap Leeteuk tahu diri dan melenggang keluar kamar masih dengan tubuhnya yang polos.

Kau masih terbatuk-batuk karena tersedak tadi.

“ Jagiy! Mau susu coklat atau jus alpukad?” pekik Leeteuk dari luar kamar.

“ Terserah,” jawabmu sekenanya.

Tiba-tiba saja batuk-batukmu sudah hilang walaupun terasa ada yang mengganjal kerongkonganmu.

“ Jagiy? Ini,” ucap Teukie sambil menyodorkan susu coklat hangat.

Kau masih diam terduduk di lantai kamar.

“ Jagiya? Gwencanayo?” tanya Leeteuk bingung.

Tubuhmu terguncang. Matamu mulai panas dan air mata tak terasa meneter=s di pipimu.

“ Waeyo Jagiy?” tanya Leeteuk sambil mengangkat dagumu.

Ia menatapmu yang terisak lekat-lekat dan mengecupmu pelan.

“ Jika aku mati, apakah kau akan bersedih?” tanyamu sesenggukan.

“ Wae? Kenapa kau berkata seperti itu?” tanyanya tambah bingung.

~YOU pov end~

~Yoonhae pov~

Aku terdiam tak menjawab. Nafasku sesak. Hatiku rasanya lebih hancur dari pada ketika melihatnya membenciku tadi. Saat ini, detik ini. Aku benar-benar menyesal. Aku benci pada diriku sendiri. Bahkan lebih benci dari kebencianku pada oppaku yang membenci hubunganku dengan Teukie. Dan aku benci sebegitu bodohnya aku. Aku benci kenapa aku ikuti rencana gila oppa. Aku benci kata-kata oppa yang mengancamku untuk mengadu pada appa yang membenci Teukie. Aku benci kata-kata oppa yang mengatas namakan Negara. Aku benci dengan kata-kata lain oppa yang mengatas namakan masa depan. Mengorbankan cinta pertamaku. Dan aku rasa akan jadi yang terakhir di hidupku. Menatap wajah Teukie membuatku semakin merasa diriku orang yang paling bodoh di dunia.

Aish! Oppa bilang cinta itu buta! Bodohnya aku yang percaya dengan kata-kata pengecut oppa! Oppa yang tak mengerti cinta. Oppa yang tidak pernah merasakan cinta. Karena dia merasa hidupnya untuk pekerjaan detektif yang konyol itu.

Cinta itu melumpuhkan segalanya. Bahkan logikaku pun kandas sudah (*ngomong apa ni author soak?=.=). Hatiku trenyuh dan perih melihat wajah tulus Leeteuk padaku. Membuatku galau dan bimbang.

“ Nega…” gumamku terisak. Leeteuk masih menunggu kalimat berikutnya ia menyeka air mata dipipiku pelan.

Omona! Apakah aku tega? Setega itu kah aku? Aigo, aku tak akan melakukan itu karena aku mencintainya! Dan aku akan melakukan apa saja untuknya, demi cintaku padanya, karena hidupku kini seutuhnya untuk Park Jung Soo seorang.

Kutarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya mantap. Semantap hatiku dan pilihanku padanya.

“ Aniyo. Gwencana,” ucapku tersenyum.

Leeteuk membalas senyumanku dan mengecup keningku. Kupejamkan mataku dan merasakanna dalam-dalam. Hatiku menciut mengingat rencana oppa yang licik. Perasaanku serasa dipalu dan remuk menjadi serpihan-serpihan kecil.

“ Jagiya! Aku ingin bersamamu sepanjang hidupku!” ucap Leeteuk sumringah.

Kata-kata itu… semakin membuat hatiku tersayat. Kutahan kuat-kuat butiran air mata yang memaksa ingin menari-nari di pipi.

“ Waeyo? Kenapa menangis lagi?” tanyanya penuh perhatian. Ia menyeka lagi butiran-butiran air mata yang menetes.

“ Nado,” jawabku tersenyum miris.

Ne! kau akan bersamaku seumur hidupku. Tapi entah sebaliknya.

“ Jinja? Saranghae jagiya!” pekik Leeteuk tambah sumringah sambil mendekapku erat.

“ Kkaja! Lanjutkan?” ucapku mengalihkan pembucaraan.

~Yoonhae pov end~

~YOU pov~

Leeteuk pun mengerling nakal dan tersenyum evil. Ia meletakkan susu coklat di genggamannya ke meja dan menggendongmu naik ke ranjang(*kalian keenakan di gendong mulu.=.=.author iri#digebukin reader).

Kalian pun terduduk berhadapan diranjang. Ia menciummu kasar. Melumat dan menghisap bibir bawahmu. Lidahnya menyusup ke rongga mulutmu. Kau pun membalas ciumannya. Tangan teukie meraba leher dan dadamu pelan, lalu turun ke perut dan turun lagi. Ia melepaskan cdmu perlahan tanpa melepaskan ciumannya. Setelah terlepas, dengan enaknya ia membuang cdmu ke lantai dan tangannya kembali ke miss v-mu.

Jari telunjuknya masuk dan merogoh miss v-mu.

“ Eom…ohm…” desahmu tertahan karena bibir Teuki yang masih menempel dibibirmu.

Jari tengahnya pun kini ikut merogoh dan mengoyak klirotismu. Ciumannya terlepas. Tangan kirinya menarik punggungmu sehingga dadamu dan dada sixpacknya menempel.

“ Oh…akh…lagi…akh…” desahmu merem melek menikmati permainannya.

Teukie pun menambahkan jari manisnya mengoyak klirotismu. Ketiga jarinya maju mundur dan membuatmu mendesah hebat.

“ Oh… ooh… ppali! Oh…” desahmu semakin menjadi di telinga kirinya.

Kau pun bisa merasakan nafasnya yang mulai memburu di telingamu.

“ Arraso,” jawab Teukie dan tanpa diaba-aba memasukkan juniornya ke dalam lubang bekas koyakan jarinya.

“ Akh!” pekikmu kesakitan. Kau memeluknya semakin erat.

“ Wo! Jagiy? Kenapa masih sempit sih? Kita kan sudah sering melakukannya?” tanya Leeteuk heran.

“ Mollayo,” jawabmu menggeleng lemah.

“ Try again, yeobo!” kata Leeteuk sambil mengelus pipimu pelan dengan punggung tangannya. Kau tersenyum kecut.

Ia pun mencoba memasukkan juniornya yang sudah mengegang dan berdiri itu perlahan. Sedangkan tangan kanannya kembali merogoh ke dalam dress dan memainkan niplemu.

“ Oh…” kau mendesah sambil menahan sakit.

Jlep! Akhirnya! Juniornya kini telah masuh sepenuhnya. Ia pun memaju mundurkan perlahan. Kau pun ikut menggoyang-goyangkan pinggulmu.

“ Ooh… Akh… oohhh. Hoh! Oh..” desah kalian bersamaan diikuti nafas yang tidak karuan.

Tubuhmu menggelinjang. Membuat dadamu ikut bergerak dengan sinduktif(*??). jari Teukie semakin gencar memainkan putingmu.

Tiba-tiba… handphonemu berbunyi. Kalian berdua terhenyak dan saling menatap.

“ Ada telphon,” kata Leeteuk sambil memonyongkan bibirnya.

Kalian pun melepaskan pelukan kalian dan Leeteuk mengeluarkan juniornya.

“ Akh,” kalian berdua mendesah pelan.

Kau pun segera mengenakan cdmu yang tergeletak dilantai kamar. Leeteuk juga mmengenakan celananya.

~YOU pov end~

~Yoonhae pov~

Aish! Ottokhe? Telpon itu! Aku tak mau kehilangan Leeteuk! Aku melangkah keluar kamar dengan perasaan galau berkecambuk dibenakku. Tapi aku akan melakukan ini. Walaupun berat bagiku untuk melakukannya.

“ Yoonhae? Itu handphonemu yang berbunyi?” tanya Eunhyuk yang sedang fokus menatap laptopnya. Ternyata sudah sadar lagi dia.

“ Ne… waeyo?” tanyaku sambil meraih tas ungu miniku yang tergeletak di sofa. (*kapan narohnya??)

Aish! Donghae oppa!

“ Yeoboseyo?”ucapku getir.

“ Lakukan sekarang, Saeng!” suara itu tampak mantap.

“ Mwo? Sekarang?” pekikku kaget. Pekikanku membuat Eunhyuk menoleh dan Leeteuk juga melongok dari kamar.

“ Ne. Waeyo?”

“ Nega…” ucapku galau.

“ Mwo?! Sekarang!!” bentak suara itu langsung memutus telpon.

Tanganku gemetar. Dengan mudahnya handphoneku lolos dari genggamanku. Aku benar-benar bingung. Omo!

Pletrak! (*begitukah suara handphone jatuh?)

“ Gwencanayo?” tanya Leeteuk sambil menghampirimu. “ Aish! Sudah kubilang perbaiki ledengnya!” pekik Leeteuk sambil memandangi kakinya yang basah. Air pun mulai membanjiri pantai.

“ Aish! Aku tidak mau!” Eunhyuk mengelak ia masih asik menonton video yadong di laptopnya.

“ Kau benar-benar tidak mau?! Aku tidak akan memberikanmu barang itu lagi!” ancam Leeteuk galak.

“ Mwo! Andwae! Okey! Aku berangkat!” kata Eunhyuk gugup dan bergegas pergi keluar apartement.

“ Yeobo?” panggil Leeteuk bingung dengan tingkahku yang masih mematung.

Aku menoleh pelan. Dengan mata sembab kutatap dia.

“ Kenapa kau menangis lagi?” tanya Leeteuk mendekat. Aku pun melangkah mundur menjauhinya. Tapi ia semakin maju.

“ Kau kenapa, Yeobo? Ada yang salah?” tanya Leeteuk bingung. Ia tetap mencoba mendekatiku.

Mulutku masih bungkam dan terus melangkah mundur.

“ Yeobo? Siapa yang tadi menelfon? Oppamu? Kau disuruh pulang? Kenapa kau begitu? Sebenarnya ada apa?!” terka Leeteuk gamang.

“ Andwae! Benci, lah aku! Pergi! Pergi dari sini!” pekikku histeris.

“ Waeyo! Ini apartementku! Milikku berarti milikmu! Milik kita! Kenapa kau suruh aku untuk membencimu? Aku mencintaimu!!!” pekik Leeteuk ikut histeris seakan dia tahu bahwa ada yang tidak beres denganku.

“ Aniya! Benci lah aku!” pekikku membantah dalam tangis yang semakin menjadi.

“ Aku mencintaimu!!! Kita akan bersama selamanya!” teriak Leeteuk lebih membantah.

Brak!

Pintu apartement digebrak dengan kasar. Tampak 3 sosok namja dari balik pintu yang telah rusak itu.

“ Oppa!” gumamku shock.

Plok, plok, plok! Donghae oppa memberikan applause.

“ Sekarang Saeng-ie!” perintah Donghae oppa sambil tersenyum evil.

Leeteuk juga terbelalak melihat Donghae oppa yang tersenyum licik dengan 2 bodyguardnya si Jonghyun dan Ryewook.

“ Tapi… Oppa! Aku mencintainya!!” pintaku memelas.

“ Hahahaha. Bodoh! Cepat lakukan! Atau aku yang akan melakukannya?!” ancam Donghae sambil menunjukkan pistol hitamnya.

Leeteuk menatapku tak percaya. “ Yeobo, ternyata ini sebab kenapa kau kembali?” ucap Leeteuk sengit.

“ Aniyo!” bantahku.

Donghae oppa menyodorkan pistolnya, mengarahkannya pada Leeteuk yang berdiri kaku terpojok keadaan.

“ Andwae!!!!” pekikku gelisah sambil berdiri di depan moncong pistol itu.

“ Mau apa lagi? Heh!” tanya Donghae oppa dengan nada meremehkan.

“ Biarkan aku yang melakukannya. Biarkan aku beri dia kata perpisahan,” ucapku sambil sesenggukan.

Omo! Aku, aku tidak tega. Aku harap ini mimpi. Tapi ini tampak begitu nyata. Dan ini memang nyata. Aku tak tahu harus bagaimana lagi. Kalau tidak, Donghae oppa akan membunuh Leeteuk. Aku, aku tidak akan rela.

Aku mengambil pistol yang disodorkan Donghae oppa dan memeluk Teukie yang berdiri lemas.

“ Tenang saja, Yeobo. Aku tidak akan membunuhmu,” bisikmu amat pelan agar Donghae oppa tidak mendengarnya.

“ Jinja?” bisik Leeteuk sama pelannya.

“ Ne. Saranghamnida,” bisikku lalu mengecup lehernya.

Aku arahkan moncong pistol pada kepala belakang Leeteuk. Dengan gemetar dan keringan bercucuran aku mengarahkannya agar Donghae oppa percaya bahwa aku hendak membunuhnya.

“ Kkaja Saeng-ie! Ppali… hahahahhaha…” bujuk Donghae oppa sambil tertawa puas.

Kurasakan tubuh Teukie yang mulai gemetar. Keringatku bercucuran deras. Dan kumantapkan tekadku. Ini demi kekasihku, Park Jung So.

Dengan cepat kumasukkan moncong pistol kemulutku sebelum Donghae oppa menyadarinya.

DOR!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

“ YOONHAE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

-THE END-

 

Hohoho… akhirnya selesai juga… mianhae Yoonhae Eonni, aku bikin sad ending. Besok2 aku bikin happy ending ma appa deh… hehehe… makasih bagi yang udah bersedia baca, dan yang sudah bersedia menanti-nanti… author minta coment.. gomawo… ^^

 

18 Tanggapan to “BIG ENEMY (PART 4) ~ENDING~”

  1. Han Hyo Hee Maret 12, 2011 pada 2:23 pm #

    hahaha…. tulisan gue…🙂

  2. yoonhaeteuk Maret 12, 2011 pada 2:53 pm #

    Wuih..keren.! tapi..tapi..hiks2..
    tega amir lu ma gue.!
    mantep ffnya

  3. young0896 Maret 12, 2011 pada 11:37 pm #

    hah?? umma mati ?? wkwk..
    ksian hehe..
    eh thor kpan2 smpet di buat epilog.a donk.. kan sya pnsaran nsib appa teuki gmana?? Wkwk

    • mcsdfanfiction Maret 13, 2011 pada 1:51 am #

      ok… saya buat… sabar ya…

      • yoonhaeteukii Maret 13, 2011 pada 2:13 am #

        jangan mati donk!!! critanye gue terselamatkan gittu T_____T *gag rela ane lgsung mati*

      • mcsdfanfiction Maret 13, 2011 pada 2:19 am #

        mati bareng aja lah… =.=

  4. friezzka_onwokyeon Maret 13, 2011 pada 3:49 am #

    waah..yoonhae mti..
    hahaha
    tp crita’a so sweet

  5. yeobonyateuk Maret 13, 2011 pada 7:11 am #

    Seneng nje gue mati..seneng!! hiks2

  6. nizaura ELF Maret 13, 2011 pada 7:52 am #

    Wah yoonhae mati..mati…MATI…MATI…MATI…#anakstress

    aduh ntu Nc21 pula huaaaa….umin,.otthokke? >< #gaje
    tp td pas baca onn skip..g sanggup baca hoho #soksuci

    komen onn uda panjang blum? Hahaha

  7. ami Maret 13, 2011 pada 8:09 am #

    ommooonaaa…..gila NC nya, untung ga lanjut depan eunhyuk tuh. salah2 si hyukkie ikutan nepsong kan. hahhaha…

    ending nya keren. like it like it.

  8. Lereen Maret 13, 2011 pada 1:00 pm #

    Yoonhaeee! Kenapa km mati? huhuhu..
    Tumben si Hyuk gk ngintip.. hahaha..😄
    Ok dehh.. Lanjut ke epilog~ ^^

    • hyoheeauthor April 9, 2011 pada 1:27 pm #

      hyuk lagi sakau jadi nggak ngintip #sotoy

  9. nimashinki Kim Hyun Rin Maret 13, 2011 pada 1:21 pm #

    yaaaaah ternyata mati ya si yoohae.. eh tapi di situ kan cuma ditembak, bisa aja kan dibawa kerumah sakit trus ga jadi mati… apadeh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: