BIG ENEMY (Part 2)

28 Feb

Title :: BIG ENEMY (Part 2)
Author :: Han Hyo Hee
Genre :: Romance , Angst
Rating :: NC-21
Disclaimer :: DON’T be a PLAGIATOR!
Main Cast :: Park Jung Soo , Lee Donghae , Lee Yoonhae
Other Cast :: Lee Hyuk Jae , Kim Ryewook , Kim Jonghyun
NB :: tadinya author mau bikin 2 part aja. Tapi berhubung waktu yang terus menjepit author(untungnya ditolong ma hyukkie. ^^ *plak!). Dan ternyata masih ada part berikutnya, mohon chingu semua maklum ma author yang punya otak soak ini. Buat yang request, selamat membaca. Maaf kalo kurang memuaskan. ^^

 Teukkie -POV-
“ Lee Yoonhae-ssi!” pekik suara seseorang diluar.
“ Jagiya!” pekikku sambil menengok Yoonhae yang sedang berdiri kaku di depan pintu apartement yang terbuka. Dan di ambang pintu kulihat seorang namja dengan tampang tak percaya menatap Yoonhae.
Aku pun menghampiri Yoonhae dan menatap namja itu tajam.
“ Leeteuk-ssi?!” gumam namja itu sambil terbengong. Ia menatapku dari ujung kaki sampai ujung rambut. Aku hanya membalutkan handuk di pinggangku agar juniorku tak terumbar.
“ I don’t believe it!” ucap namja itu sengit.
Yoonhae mengigiti kuku jarinya cemas. Aku pun merangkulnya hangat. Namun pandanganku tak lepas dari namja yang tampak dongkol itu.
“ Shut up, Wookie-ssi! You don’t know about our (*author sok keminggris. =,= maklum, nilai bhs ingnya jatuh.T_T)!” gertakku dengan tatapan benci.
“ Memang! Tapi sekarang aku tahu! Ternyata kau seorang penghianat Yoonhae-ssi!” bentak Ryewook menuding Yoonhae yang gemetar dalam dekapanku.
Dengan kasar dia melempar box makanan pesananku ke muka Yoonhae yang bergidik. Aku membelalak tak terima.
“ Aish! Mau mati kau?! Heh!” bentakku emosi. Yoonhae menangis di dekapanku sehingga aku mempererat memeluknya.
“ Lebih baik aku mati, dari pada aku harus berkhianat seperti yeoja pabo itu!” pekik Ryewook sambil menunjuk Yoonhae dengan amarah yang meluap-luap.
“ Shut up! What your mean? Heh! Scoundrel! (*appa kasar,deh ngomongnya. =.=) Go away!” gertakku meledak-ledak.
“ Okey! Yoonhae-ssi! You’re coward!” ucap Ryewook dengan tatapan benci lalu membuang muka. Ia pun pergi dan membanting pintu dengan kerasnya.
Beberapa saat kemudian, suasana menjadi hening. Hanya suara tangis Yoonhae yang membenamkan kepalanya di dada bidangku yang sixpack(*udah bener kan? ^^#plak!gaje). Mulutku bungkam tak mampu bertanya tentang hal tadi dengan situasi Yoonhae seperti ini.
“ Jagiya, apakah kau membenciku?” tanya Yoonhae saat mendongakkan kepalanya menatapku dengan matanya yang sembab.
“ Aniyo. Saranghaeyo,” ucapku sambil tersenyum menampakkan lesung pipiku. Kukecup bibirnya lembut. Namun air mata kembali membasahi pipi Yoonhae. Kupandangi sejenak wajahnya dengan perasaan sayang dan kuusap air mata yang hendak mengalir jatuh di pipinya.
Ia pun tersenyum sejenak lalu menutup matanya dan mencondongkan kepalanya. Aku tahu keinginannya. Aku pun menciumnya. Awalnya lembut, namun lama-lama menjadi panas. Lidah kami saling bertautan. Tanganku pun mulai nakal(*?). Aku lepas handuknya hingga melorot. Lalu kuremas dadanya dengan gemas hingga membuatnya mendesah nikmat.
“ Akh… oug..,” desah Yoonhae merem melek.
Aku pun menggendongnya dan kembali ke kamar mandi. Menidurkannya di bath up yang sudah terisi air hangat hingga meluap dan banjir. Kumatikan kran air dan menatap tubuhnya lekat-lekat. Kupandangi ujung kaki hingga kepalanya. Kulihat diwajahnya ia tampak bimbang.
“ Aku rasa cukup, Jagiya. Aku harus pulang,” ucap Yoonhae sedih dan bangkit dari bath up.
“ Mwo! Waeyo?!” ucapku tersentak kaget.
“ Entah, lah. Aku rasa Oppaku pasti khawatir padaku. Apalagi sudah 4 hari 3 malam aku tinggal di apartementmu. Terus terang aku tidak enak lama-lama merepotkanmu,” jelas Yoonhae sambil mengenakan pakaiannya yang tadinya tergeletak di sofa.
“ Nega…” gumamku dengan perasaan berat melepaskannya.
“ Arraso. Tapi aku harus pulang, Jagiy. Jika aku tak ingin menambah masalah tentunya.” Yoonhae mendesah panjang saat ia sudah mengenakan semua pakaiannya.
“ Aku sangat terkesan dengan kejantananmu, perhatianmu, dan semuanya. Walaupun kau baru saja datang dalam kehidupanku. Baru sepekan. Hehehe…” Yoonhae tertawa pahit. “ Tapi, jauh dari lubuk hatiku yang paling dalam aku amat sangat mencintaimu,” kata Yoonhae panjang lebar. Dia menatapku dengan tatapan berharap aku bisa mengerti. Sedangkan aku hanya terbujur kaku mematung membalas tatapannya dengan tatapan berharap ia tahu bahwa hatiku amat sakit.
“ Aku tahu. Kau tak sepenuhnya mencintaiku. Aku yakin kau sedang berusaha menjauh dariku. Karena notabeneku bandar narkoba. Iya kan!?” kataku dengan nada meninggi. Bisa kulihat air mata mulai mengalir di pipi Yoonhae. Aku pun membuang mukaku dan juga mengenakan pakaianku yang ternyata juga tersampir di sofa. Nafasku naik turun menahan amarah.
“ Aku kira, kau benar-benar mencintaiku,” ucapku pelan dengan perasaan sakit berkecambuk menusuk ulu hatiku.
Yoonhae pun memeluk tubuhku dari belakang. Dapat kurasakan nafas sesenggukannya di punggungku. Tapi aku baru selesai menggunakan celanaku. Dan aku teringat sesuatu.
“ Apa ini gara-gara Wookie!” tuduhku dengan nafas tak beraturan. Mataku panas antara murka dan sedih.
***
• About Self-Teukkie
Tak kusangka rasanya bisa sesakit dan seperih ini. Lee Yoonhae adalah yeoja pertama yang aku cintai. Sejak kecil aku memang tak suka dengan anak perempuan. Karena penilaianku terhadap mereka adalah manja, sok, cengeng, suka marah-marah, dan sebagainya. Tapi, Yoonhae berbeda. Ia bisa mencuri hatiku hanya dalam waktu sekejap.
Dari TK, SD, SMP, SMA, hingga sekarang ini aku tak suka melirik satu yeoja pun yang aku anggap special. Kecuali Yoonhae. Karena baru sebentar saja, aku bisa menganggapnya sebagai type orang yang sangat setia. Tapi entah mengapa, anggapanku itu hancur lebur dan salah besar.
Masa-masa TK, aku hanya anak ingusan yang suka berantem dan membuat teman-temanku menangis.
Masa-masa SD, aku hanya bocah pembuat onar yang suka memukuli teman dan mengacaukan momentum penting. Seperti perpisahan yang selalu kacau saat aku datang. Setelah 3 kali aku mengacaukan, aku tak pernah lagi diundang di acara perpisahan berikutnya. Bahkan saat perpisahan angkatanku sendiri. Namun, tak hanya perpisahan, acara-acara lainnya yang menurut mereka penting.
Masa-masa SMP, kebandelanku mulai surut. Karena Appa dan Eommaku kembali ke Korea dan lebih memantau sekolahku. Sejak kelas 1 SD, Appa dan Eomma pergi ke Jepang. Entah untuk apa mereka ke sana. Mereka sama sekali tak memberitahuku, seakan-akan aku tak tahu apa-apa dan tak diperdulikan mereka.
Dan masa-masa SMA adalah masa-masa tersulitku. Tepatnya saat aku kelas 1 dan mendapat peringkat pertama pararel (*o.o aigoo!Appa pinter juga,ya.Wkwkwk). saat hari pengumuman, appa dan eomma tidak datang-datang. Padahal aku sudah menunggu mereka hingga akhirnya aku dipanggil ke panggung untuk menerima piala penghargaan. Dengan terpaksa aku naik ke atas panggung tanpa pendamping orang tuaku yang seharusnya tersenyum bangga padaku. Dan yang lebih menyakitkan lagi saat aku pulang. Yang seharusnya paling tidak aku bisa melihat senyum bangga mereka saat tiba di rumah, tapi ternyata bukan yang aku harapkan yang aku dapati. Jangan kalian pikir aku banci karena menangis. Tapi, coba kalian pikir! Siapa yang tidak menangis jika kau punya berita gembira tapi orang yang akan kau beri kabar malah sudah tak ada semua. T_T
Setelah kepergian orang tuaku, aku menjadi tak jelas. Aku menjadi brandal. Aku salah bergaul. Aku pun mengenal rokok dan narkoba. Bahkan tawuran pun sudah jadi jadwal tiap minggu (*appa bandel. =.=). Dan ternyata sekarang menjadi profesiku sebagai pebisnis jual beli narkoba, atau lebih dikenal dengan bandar narkoba.
***
Yoonhae menggeleng keras. Aku bisa merasakannya di punggungku.
“ Aniyo! Kumohon Jagiya! Biarkan aku pulang! Aku janji aku pasti akan kembali. Kau boleh pegang janjiku. Hanya kau yang ada dihatiku, Jagiy. Percayalah,” ucapnya memohon membuatku tak sampai hati untuk terus menuduhnya walaupun hatiku tak dapat menerimanya.
Ia pun perlahan melepaskan pelukannya dan melangkah menuju pintu dengan langkah ragu-ragu. Aku masih terdiam menahan gejolak amarahku.
Grek… Grek! Terdengar suara pintu terbuka dan menutup lagi. Nafasku semakin tak beraturan. Mataku semakin panas. Rasanya tak karuan.
“ Haish! Yeoja!” pekikku sambil menyapu meja. Sebuah vas bunga dan asbak pun jatuh begitu saja dan pecah. Tak hanya itu. Aku menendang, membanting, mendorong segala yang ada dihadapanku.
“ Aish! Yoonhae-ssi! Wae?!?!” pekikku menggila. Ku banting handphoneku ketembok dan tak hanya rusak, bentuknya pun sudah hancur tak karuan. Tingkahku semakin menjadi. Aku meneriaki dan mengumpat Yoonhae walaupun aku tahu ia tidak akan tahu. Tak kusangka air mata yang sedari tadi kutahan sekuat tenaga mengalir juga.
“ Saranghae, Yoonhae-ssi! Tapi aku benci dirimu!” pekikku masih mengamuk.
 Teukkie –POV- End
***
 Author –POV-
Disebuah rumah yang besar, tampak seorang namja sedang berlari terbirit di pekarangan rumah yang luas itu. Dan author tahu, namja itu berlari menuju pintu tamu. Sedangkan disaat yang sama, pemilik rumah pun hendak keluar.
“ Aigoo! Bos! Berita penting!” pekik namja itu dengan langkah kelimpungan. Pemilik rumah pun menoleh kearah namja itu dan menunggu namja itu menghampirinya.
“ Bos! Berita gile! Yoonhae! Lee Yoonhae!” ucap namja itu terbata-bata sambil ngos-ngosan saat ia sudah berhadapan dengan pemilik rumah.
“ Mwo? Ada apa dengan Yoonhae?” tanya pemilik rumah heran.
“ Aku, aku! Melihatnya, Bos! Di-dia satu apartement dengan Leeteuk!”
“ Hah?! Jinja!” pekik pemilik rumah yang bukan lain Lee Donghae.
“ Ne. Aku bersumpah! Aku melihatnya membukakan pintu hanya dengan handuk saat aku mengantarkan pesanan. Dan aku tak tahu kalau itu apartement Leeteuk. Tapi aku rasa mereka sudah bersama,” ucap namja yang tak lain Kim Ryewook sambil mengatur nafas.
“ Ne, arra. Kalau begitu sekarang kau antar aku kesana!”
Saat sedang si perjalanan akan ke Loyal Apartement alias apartementnya Leeteuk, tiba-tiba Donghae terbelalak kaget.
“ Jonghyun-ssi! Stop!” pekik Donghae sambil menepuk-nepuk bahu supirnya. Matanya tak lepas dari yeoja yang sedang berjalan lunglai di trotoar. Donghae pun turun dengan tergesa-gesa.
“ Oppa?” gumam yeoja itu kaget melihat Donghae yang muncul dihadapannya.
PLAK!!!
“ Oppa!” pekik yeoja itu sambil memegangi pipi kirinya yang memerah akibat tamparan Donghae.
“ Pulang Yoonhae-ah!” ucap Donghae lalu menarik tangan Yoonhae dengan kasar. Yoonhae hanya bisa menurut tak berdaya. Mereka pun masuk mobil.
***
“ Aku rasa kau bukan dongsaengku! Apa maksudmu berkhianat begitu? Heh!” pekik Donghae geram saat mensidang Yoonhae di ruang tamu. Donghae jadi hakim. Ryewook jadi saksi dan Yoonhae jadi tersangka.
“ Aniy! Aku bisa jelaskan, Oppa!” kata Yoonhae memelas. PLAK!!!! Pipi kiri Yoonhae kini terasa lebih panas lagi(*Donghae tangannya enteng,ya?main gampar si Eomma.wkwkwk).
“ Kau ini pabo sekali, Yoonhae! Kau pikir, Oppa akan dengan mudah memaafkanmu walaupun kau buat alasan selogis apa pun? Apa kau tidak tahu siapa Leeteuk itu? Ckckck~ kasihan,” ucap Donghae mengolok. Ryewook pun ikut cengengesan melihat gaya Donghae saat mengejek dongsaengnya.
“ Mianhamnida, Oppa. Tapi aku mencintai dia,” jawab Yoonhae sekenanya.
PLAK!!! Lagi-lagi sebuah tamparan mendarat mulus di pipi kiri Yoonhae. Kini tak hanya panas, pipi kiri Yoonhae pun mulai melebam saking kerasnya tamparan Donghae.
“ Hahahaha… cinta? Tahu apa kau tentang cinta?!” bentak Donghae terkekeh mendengar pengakuan dongsaengnya.
“ Paling tidak aku tidak seperti Oppa, yang hanya menggombal, mempermainkan, lalu pergi begitu saja,” ucap Yoonhae memberanikan diri untuk bicara.
Donghae mendelik marah mendengar jawaban dari Yoonhae.
“ Kau!!!! Mau kuadukan pada Appa? Heh!” kata Donghae geram. Ia menjambak rambut pendek Yoonhae yang disemir merah (*hehehe..maaf eom, nyindir.#plak!) membuat dongsaengnya itu meringis kesakitan.
“ Omo! Bisa mati aku kalau sampai Appa tahu aku jatuh cinta pada bandar narkoba! Bisa-bisa aku diusirnya. Atau bahkan lebih parahnya kalau-kalau aku dibunuhnya! Aish! Tapi… kan, masih ada Teukkie. Aku bisa minta bantuan padanya. Kya! Aniya! Pasti dia sudah membenciku dan bahkan mungkin dia tak akan mau memaafkanku. Bahkan mungkin yang lebih parah dia tak sudi lagi melihat mukaku. Ottokhae?” pikir Yoonhae menimbang-nimbang.
“ Ah… Oppa!! Andwae!!!” pekik Yoonhae memelas.
Dengan kasar Donghae mendorong kepala Yoonhae sambil melepaskan jambakannya. Yoonhae tersungkur ke lantai dan mengelus-elus bekas jambakannya. Ia pikir rambutnya sudah rontok semua. Hohoho…
“ Okey! Sekarang kau ikuti rencanaku! Hahahahaha…” ucap Donghae sembari tertawa licik. Diikuti tawa anak buahnya Kim Ryewook.
***
“ Apa rencana Donghae (#author sok misterius*plak!). Tunggu part berikutnya.🙂 Gomawo buat yang udah baca dan minta comentnya ya, Chingu. ^^”

20 Tanggapan to “BIG ENEMY (Part 2)”

  1. young0896 Februari 28, 2011 pada 1:04 pm #

    1st kah??
    lanjut donk thor sya sdah pnsaran wkwk..
    heh?? Ksian bgt sch jong jd supir wkwk.. Bisa dgmpr yoora km thor wkwk..
    bgus smpah!! hehe

    • mcsdfanfiction Februari 28, 2011 pada 1:21 pm #

      hahaha…. yoora tidak baca weq… dia part 1 big enemy aja kagak baca… hahahha….
      akh, yang bener??? gomawo…. ^^

  2. yoohaeteukii Februari 28, 2011 pada 1:13 pm #

    ah thor..uda nyndir sy!! hrz.a da nc2.a gtu.wkwk ksian bgd si dtmpar ma bang hae!!mank ngrencanain pa? part slnjtnya dtnggu yg hott ya..haha

    • mcsdfanfiction Februari 28, 2011 pada 1:25 pm #

      hehehehe………. iyya dong…
      walah… eomma tuh, sukae sing panas-panas… oke deh…. saya akan berusaha.
      rencananya itu………………………………………..
      rahasia author… hehehehe….
      ok.
      gomawo udah kunjung,eom….

  3. mcsdfanfiction Februari 28, 2011 pada 1:37 pm #

    @all reader :: buat yg baca NB nya m0h0n dimengerti bahwa author s0ak ini salah tulis. Yg bener kurang bukan “kutang” jadi tol0ng jangan berpikiran yad0ng dulu. *plak! Mianhamnida all.

  4. yonrae Februari 28, 2011 pada 1:40 pm #

    keren thor keren ff.a,,gwe tggu klnjutan.a..hehe
    smga lbh hot lg.,kekeke

  5. friezzka_onwokyeon Februari 28, 2011 pada 1:51 pm #

    waah gila kren bgt
    aq kra td wokie mau ngapa”in,eh untung ja wokie cma sbg ank buah hae..
    haha ykin kren bgt,aq tnggu klanjutan’a thor..

  6. mcsdfanfiction Februari 28, 2011 pada 2:01 pm #

    Hm. . . . .makasih fris.🙂 tnang aja,author ga stega itu. Apa lg yg rajin baca istrinya(*plak!digaplok istri wookie lainnya). . .hehe. .g0maw0 ya. . . .ok. Tunggu ya.🙂

  7. mcsdfanfiction Februari 28, 2011 pada 2:17 pm #

    @yonrae :: ne. . . G0maw0 chingu. ^^ ok. Ditunggu ya.🙂

  8. RinduCubbyELF Maret 3, 2011 pada 8:30 am #

    fiuhhh-_- Haepa kuq jd kasar:((
    q pkr td wookie pacarnya yoonhae:)) ternyaa salah hweg,
    di tgu lanjtnnya tour:))

  9. rihyukkie_grace Maret 4, 2011 pada 9:11 am #

    lanjuuuuut! ini keluarganya yoonhae kenapa gituu? bandar juga? #plakk
    ahhhhh suami saya kalo didunia peryadongan eksisss yuaaaa -_-
    nasib dahhhh jadi istri pencetus yadong didunia kpop /lirik hyuk sambil cipok xD

  10. Lia Maret 5, 2011 pada 11:39 pm #

    Hae maen tampar2 aja ma saengx sndri, udh gtu dijambakin pula…
    SaDis thor… Ckckck

  11. Lereen Maret 10, 2011 pada 12:55 pm #

    Wookie sekongkol dengan Hae y??
    Tambah seru nih.. hahaha..😀

  12. nimashinki Kim Hyun Rin Maret 13, 2011 pada 3:32 am #

    apa ya rencanya??? jangan2……. hahahaa

  13. hgks11 Maret 30, 2011 pada 11:16 am #

    aigoo~ donghaenya kasar amat yaa.. =.=

  14. kanianinda Mei 28, 2011 pada 5:51 pm #

    Cuma mau kasih tau itu kalimatnya teukkie yg “u don’t know about our” harusnya “u don’t know about us”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: