Valentine’s Day (Part 4)

18 Feb

Title :: Valentine’s Day (Part 4)
Author :: Han Hyo Hee
Genre :: Romance
Rating :: NC-17
Cast main :: Lee Yoora , Son Dong-woon , Kim Jonghyun
Disclaimer :: Don’t be a PLAGIATOR!!

Dokter yang diacungi Yoora pun ikut kaget. Matanya membelalak seakan tak percaya pada apa yang dia lihat. Namun, sesegera mungkin dokter itu menetralkan emosinya.
“ Permisi, nona! Bisakah anda lebih sopan?” ucap dokter itu sok wibawa (*plak!author maksa nih!).
Yoora ternganga mendengar perkataan dokter itu. “ Mwo?!?” pekik Yoora bingung dan kesal.
“ Aniyo! Sonsaengnim, mianhae!” ucap Eomma Yoora mencoba melerai. “Maafkan anakku. Dia memang sering begitu,” ucap Eomma Yoora sambil menunduk-nundukkan kepalanya.
Dokter itu hanya melirik sinis sekilas. Dibalas tatapan benci Yoora dengan bibir manyun karena merasa kalah. (*kalah kenapa ya?author juga bingung.Hehehe..)
“ Apakah anda sudah merasa lebih baik, Nyonya?” tanya dokter itu seraya mendekati Eomma Yoora dengan senyum simpulnya.
“ Ne, dokter Jong. Kapan aku dapat pulang?” tanya Eomma Yoora tak sabar.
“ Biar kuperiksa dulu, Nyonya,” ucap Jonghyun sambil mengeluarkan stetoskopnya dari saku jas putihnya.
Eomma Yoora pun menidurkan badannya agar Jonghyun bisa dengan mudah memeriksa keadaannya.
“ Suster! Tolong pasangkan alat pengukur tensinya.”
“ Ne, sonsaengnim,” jawab suster itu lalu dengan cekatan memasangkan alat pengukur tensi ke tangan kiri Eomma Yoora.
Yoora hanya terdiam ditempatnya berdiri. Pikirannya sedang kacau balau saat itu.
“ Aduh! Eomma sudah ingin cepat-cepat pulang. Sedangkan aku belum punya uang. Bagaimana ini?!” batin Yoora bimbang.
“ Keadaan anda sudah cukup membaik, Nyonya. Tensi anda juga tidak serendah kemarin. Tapi sayangnya, tensi anda belum diatas batas normal. Lebih baik jangan buru-buru. Saya takut, kalau keadaan anda belum baik benar, bisa-bisa tensi anda malah lebih rendah dari pada kemarin. Itu berbahaya. Lebih baik anda banyak istirahat dan perbanyak makan-makanan yang bergizi. Dan jangan terlalu membebani pikiran anda,” kata Jonghyun panjang lebar sambil mencatat sesuatu di agendanya.
“ Ne…” jawab Eomma Yoora sedih sambil menatapi anaknya yang gelisah.
Yoora terpaku pada posisinya. Pikirannya ngalor-ngidul tak tentu arah. Matanya hanya bisa memandangi lantai rumah sakit yang terbuat dari kramik putih yang tampak amat bersih itu. Tangannya sibuk meremas-remas jarinya sendiri. Perasaan cemas sangat tampak dari wajahnya. Digigitnya bawah bibir mungilnya itu.
Selesai memeriksa Eomma Yoora dan bercengkerama sebentar, Jonghyun berbalik hendak keluar ruangan. Sempat tersirat keheranan Jonghyun saat menatap Yoora yang tertunduk dan tampak gundah gulanah. Ia merasa ada sesuatu yang mengganjal dari Yoora. Yoora yang tadinya tampak amat bersemangat, tegar, dan tidak mau kalah. Apalagi saat sedang berjualan bunga. Dan merayu yeojanya agar Jonghyun mau membelikan bunga untuknya.
Bahkan sempat terlintas dalam pikiran Jonghyun bahwa saat ia hendak keluar ruangan, ia akan mendapat tatapan sinis, cibiran, atau pun buangan muka sengit dari Yoora. Tapi, hingga Jonghyun melangkah hendak keluar ruangan pun Yoora masih bersikukuh pada posisinya.
“ Aish! Sudah,lah!” gumam Jonghyun tidak jelas sambil menarik engsel pintu.
Jonghyun melangkah keluar pintu. Diikuti suster yang membuntutinya. Sedangkan Yoora masih dengan posisinya.
“ Yoora?” tanya Eommanya yang membuat Yoora terkesiap seketika.
“ Ne, Eomma?” jawab Yoora tersentak kaget.
“ Waeyo?” tanya Eommanya heran.
“ Aniyo, Eomma. Gwencana,” jawab Yoora dengan muka linglung. “ Eomma, aku pulang dulu ya? Young-ah sendiri di toko,” ucap Yoora lalu mencium kening Eommanya dan beranjak pergi.
“ Hati-hati, Yoora!” pekik Eommanya saat Yoora akan menarik engsel pintu.
“ Ne Eomma,” jawab Yoora sekenanya.
Setelah menutup pintu dengan hati-hati, agar tidak terkesan oleh Eommanya tergesa-gesa, Lee Yoora langsung berlari menuju lift. Ia berlari secepat yang ia bisa karena tahu bahwa dongsaengnya belum makan.
Di depan lift ada seseorang dengan jas putih dilipat ditangannya sedang menunggu lift terbuka.
“ Kya!!!” pekik Yoora panic saat kehilangan kendali. Mereka bertubrukan dan terjatuh bersama. Tidak hanya itu Yoora pun terjatuh bersama orang itu dengan posisi Yoora menindih orang itu.
Cup! Bibir Yoora dan orang itu menyatu (*plak!kayak apaan aja menyatu). Orang itu terbelalak. Yoora pun mendelik melihat wajah orang itu dengan jarak yang super dekat.
“ Aish!” pekik Yoora kesal sambil menjauh dari orang itu. Yoora pun mengelap bibirnya seakan jijik.
“ Hey! Kau sengaja ya?!” bentak orang itu setelah bangkit. Ia mengambil jaket putihnya dan mengusap-usapnya.
“ Mianhae, Kim Jonghyun!” ucap Yoora sambil menunduk-nundukkan kepalanya dan merasa bersalah.
“ Aneh!” gerutu Jonghyun sesaat. Tiba-tiba ia menatap Yoora heran. “ Sejak kapan kau tahu namaku?” Jonghyun mengusap-ngusap lengan kemeja birunya.
Yoora hanya terdiam. Mulutnya bungkam dengan sendirinya.
Ting! Pintu lift pun terbuka. Dengan lirikan sinis pada Yoora, Jonghyun melangkah memasuki lift. Yoora mengikuti dengan ragu-ragu dan seakan terpaksa. Karena ia harus cepat-cepat pulang demi dongsaengnya yang pastinya lapar.
“ Kau mau ke lantai berapa?” tanya Jonghyun dengan tatapan ingin membunuh (*plak!author gaje!=.=).
“ Sa-satu,” jawab Yoora lirih dan takut-takut. Ia masih tertunduk. Tak berani menatap wajah Jonghyun.
Tiba-tiba Yoora terkesiap. Ia merasa ada yang menggandeng tangannya. Ditatap tangannya. Tatapannya berjalan ke lengan, pundak, hingga wajah orang yang menggandengnya. Sedangkan Jonghyun tersenyum puas menatap pintu lift yang masih belum juga terbuka. Yoora menatapnya dengan tatapan bingung dan tak mengerti.
“ Waeyo?” tanya Yoora kembali tertunduk.
“ Ani,” jawab Jonghyun melirik sekilas dengan senyum penuh arti mengembang di bibirnya.
“ Aish! Aneh!” gerutu Yoora lirih.
Jonghyun yang mendengarnya tak memperdulikan dan tetap menunggu pintu lift terbuka dengan senyum tersungging di bibirnya.
Ting! Pintu lift pun terbuka seketika. Jonghyun langsung menarik tangan Yoora keluar lift. Dan menyeretnya mengikuti langkah Jonghyun.
“ Kyaa!!!” pekik Yoora kaget.
“ Hey? Kau aku mau dibawa kemana?” tanya Yoora disela langkahnya yang terseok-seok.
Namun, pertanyaan itu diabaikan Jonghyun. Ia sama sekali tidak bergeming dari langkah cepatnya. Dan malah ia mempercepat langkahnya.
Hingga akhirnya langkah mereka terhenti di depan parkiran rumah sakit.
Tangan Jonghyun yang sedari tadi menggandeng tangan Yoora, melepaskan gandengannya dan mengambil sesuatu di kantong celana jeansnya.
“ Kau ini sungguh tidak sopan! Harusnya aku yang bilang bisakah kau lebih sopan?!” gerutu Yoora kesal.
“ Ne, ne, ne,” ucap Jonghyun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya di depan wajah Yoora. Lalu mengecup bibirnya lembut.
“ Aish! Kau ini apa-apaan?!” bentak Yoora mendorong kepala Jonghyun. Ia dengan kasar mengelap bibirnya seakan jijik.
Setelah menemukan benda yang ia cari di saku celananya, lagi-lagi Jonghyun menggandeng tangan Yoora. Namun kali ini lebih kasar. Karena Jonghyun kesal dengan perlakuan Yoora yang barusan.
“ Aigo…,” gumam Yoora kesal.
Mereka berhenti di depan mobil berwarna biru (*mian, author kurang tahu merk mobilnya Jonghyun. Jadi nggak author sebut. Harap maklum,ya?=.=). Tangan kanan Jonghyun sibuk memasukkan kunci dan tangan kirinya masih stay mencengkeram (*plak!mulai gaje!) tangan Yoora.
“ Silahkan…,” ucap Jonghyun berusaha ramah sambil mempersilahkan Yoora masuk.
“ Mwo?!” tanya Yoora bingung.
“ Ayo masuk!” ucap Jonghyun mulai tak sabar. Ia mendorong-dorong Yoora agar cepat masuk.
“ Aku tidak mau Jonghyun-ssi!” bentak Yoora mulai kehabisan kesabarannya.
“ Waeyo?!” tanya Jonghyun heran. Tangannya masih mendorong-dorong pundak Yoora.
“ Aish! Kau ini sebenarnya mau apa?!” bentak Yoora marah.
“ Aniyo. Aku hanya ingin mengantarkanmu pulang,” kata Jonghyun memasang muka innocentnnya.
“ Untuk apa?!” gertak Yoora seakan ingin memuntahkan semua kejengkelannya.
“…” Jonghyun terdiam menatapi Yoora yang sudah tak sabar menunggu jawabannya.
“ Aish! Pabo!” gumam Yoora jengkel lalu melangkah pergi.
“ Andwae!!!” pekik Jonghyun seraya memeluk Yoora dari belakang.
Yoora terpaku sesaat. Pikirannya lebih kacau lagi. Karena tingkah Jonghyun yang aneh, dongsaengnya belum makan, eommanya ingin buru-buru pulang, dan ia butuh uang yang banyak untuk membayar rumah sakit.
“ Biarkan aku mengantarmu pulang. Kumohon. Skali ini saja,” pinta Jonghyun memohon.
“ Aku tak mengerti dengan tingkahmu yang aneh ini. Dan aku tak ingin diantar,” ucap Yoora dingin. Ia melapaskan pelukan Jonghyun lalu melangkah pergi.
Tapi Jonghyun menahannya, ditarik tangan Yoora dan ia berlutut dibelakangnya. Membuat Yoora menoleh heran.
“ Ayolah! Aku mohon,” ucap Jonghyun memelas.
“ Aish! Baiklah,” jawab Yoora iba.
Yoora pun masuk ke dalam mobil Jonghyun, dan dengan semangat Jonghyun menutup pintu. Ia berlari kecil menuju pintu pengemudi, masuk kedalam dan menstater mobilnya.
“ Siapa namamu?” tanya Jonghyun mencoba akrab saat ia sedang mengemudi.
“ Lee Yoora,” jawab Yoora dingin. Ia masih membuang muka dan hanya menatapi pemandangan luar jendela.
“ Yoora-ssi, kau manis,” rayu Jonghyun.
Namun, rayuan itu tak mempan pada Yoora. Ia masih tak acuh pada Jonghyun.
“ Dimana rumahmu?” tanya Jonghyun mencoba mencairkan suasana.
“ Aku tak ingin pulang,” jawab Yoora sekenanya.
Jonghyun terbelalak heran. “ Mwo?! Lalu, kau mau kemana? Ke rumahku saja!” saran Jonghyun bersemangat (*plak!otak yadong!).
“ Aniyo, aku mau beli makanan,” jawab Yoora dingin.
“ Ohya? Sama aku juga lapar,” kata Jonghyun ikut-ikutan.
Yoora hanya meliriknya sinis, dan kembali membuang muka. “ Waeyo?” tanya Jonghyun bingung saat melihat lirikan tak bersahabat yang dilemparkan Yoora padanya.
“ Ani. Aku beli makanan bukan buatku.”
“ Lalu?” tanya Jonghyun lagi.
“ Untuk dongsaengku,” jawab Yoora singkat.
“ Wah, Yoora-ssi ternyata kau sangat perhatian pada dongsaengmu, ya. Kau sangat baik,” puji Jonghyun sambil tersenyum manis pada Yoora. Dan dibalas dengan wajah tak suka Yoora.
“ Ya sudah, biar aku yang traktir.”
Tiba-tiba Yoora teringat akan suatu hal. Dompet! Dompet Jonghyun sekarang masih ada di sakunya. Ia berniat akan mengembalikannya. Tapi, ia ragu-ragu. Ia ingin menunggu saat yang tepat. Ia juga tak ingin ia dituduh sebagai pencopet, karena yang duduk di samping Jonghyun saat Jonghyun sedang tertidur di bus tadi hanya dia. Dan dia pun turun terlebih dahulu.
Mobil Jonghyun pun diparkirkan di parkiran KFC Seoul (*sorry,author bingung mau cari tempat makan yang pas.Hehehe…author, lagi pengen makan ayam, jadinya keingetnya KFC.*plak!ga mutu!). Jonghyun turun terlebih dahulu lalu membukakan pintu untuk Yoora.
“ Gomawo,” ucap Yoora sambil menunduk.
Jonghyun tidak menjawab. Ia menyambar tangan Yoora, dan lagi-lagi menggandengnya. Tetapi kini gandengannya lembut dan tidak kasar.
“ Annyong… mau pesan apa?” tanya pelayan ramah saat mereka sudah sampai di dalam. Jonghyun berdiri di depan kasir untuk memesan, sedangkan Yoora disuruhnya duduk.
“ Aku mau pesan itu, 2. Dan yang itu, 2. Tolong dibungkus,” kata Jonghyun sambil menunjuk-nunjuk pesanannya.
“ Silahkan… Semuanya 80000 won,” kata pelayan itu masih ramah.
Jonghyun hendak mengambil sesuatu di kantong belakang celananya. Tapi matanya terbelalak kaget saat ia meraba kantong belakangnya kempis (alias dompetnya ilang).
“ Eum… sebentar,” ucap Jonghyun lalu menghampiri Yoora.
“ Waeyo?” tanya Yoora saat Jonghyun menghampirinya.
“ Hm… anu, itu… apa, ya? Itu, lho… anu,” ucap Jonghyun gagap.
Yoora terkesiap sesaat. Lalu mengambil sesuatu dari belakang celananya.
“ Ini, maaf aku lupa. Tadi jatuh saat kau menabrakku,” kata Yoora canggung sambil menyerahkan dompet itu.
Jonghyun mendelik tak percaya. Tiba-tiba semburat marah terpancar dari wajahnya.
“ Ka-kau!!” kata Jonghyun geram sambil menunjuk Yoora.
Yoora yang melihat tatapan Jonghyun yang seakan ingin menerkam, beranjak dari tempat duduknya dan berlari keluar. Jonghyun gusar, lalu mendekati kasir. Ia check dompetnya. Dan isinya masih utuh. Tak ada satu pun yang hilang. Jonghyun menoleh sesaat, melihat ke meja yang tadinya Yoora duduki, lalu melihat ke pintu dan bayangan Yoora sudah lenyap. Jonghyun pun bergegas membayar dan berlari mengejar Yoora.
Di trotoar jalan, Yoora berjalan lesu menjauhi KFC Seoul. Tak terasa air mata Yoora pun menetes.
“ Kenapa dia marah? Dasar aneh! Sesaat menjengkelkan, sesaat baik, sesaat menyebalkan lagi. Aku kan, tidak mencuri darinya. Dompetnya jatuh begitu saja. Beruntung aku yang menemukan. Aku memang butuh uang untuk perawatan ibuku, tapi aku tidak akan melakukan hal sepicik itu,” gumam Yoora marah-marah sendiri.
Ternyata Jonghyun sudah berjalan dibelakangnya dan mendengar semua perkataan Yoora itu.
“ Yoora-ssi!!” panggil Jonghyun saat langkahnya terhenti. Yoora pun menghentikan langkahnya dan menoleh. Sebelum dia menyadari siapa yang memanggilnya, Jonghyun mengecup lembut bibir Yoora. Ia tak perduli walaupun mereka sedang di jalan.
Yoora yang akhirnya sadar langsung mendorong Jonghyun dan…. PLAK!!!! Tamparan Yoora mulus mendarat di pipi Jonghyun. Yoora menatap Jonghyun nanar, sedangkan Jonghyun menatap Yoora seakan tak percaya.
“ Kau kira aku mainan apa? Yang bisa kau cium kapan saja dan dimana saja?” bentak Yoora dengan tatapan benci. “ Kau berpura-pura baik padaku, dan menuduhku pencuri, lalu menciumku seenaknya di tempat umum? Hah! Seenaknya saja!”
“ Apa belum cukup koleksi yeojamu? Apa mereka belum memuaskanmu? Kenapa kau perlakukan ini padaku, yang tak tahu apa-apa. Yang sama sekali tak mengenalmu!” kata Yoora memaki.
“ Yoora-ssi?”
Tak terasa air mata Yoora mengalir deras. “ Kau kira karna aku orang miskin, karna aku butuh uang untuk biaya rumah sakit kau bisa seenaknya menuduhku pencuri dompetmu yang sialan itu?” ucap Yoora semakin marah.
“ Aku tak butuh dompet milik seorang playboy sepertimu! Aku juga bisa beli sendiri makanan untuk dongsaengku! Apa kau merasa kaya? Heh! Apa kau merasa hebat, dokter?! Kau ini sudah kurang ajar, tidak tahu diri, dan juga sangat menyebalkan!!! Aku benci kau!!!” bentak Yoora alias lebih tepatnya teriak Yoora (*gaje kumat).
Yoora membuang muka. Ia berlari pergi meninggalkan Jonghyun yang termangu sendiri di trotoar.
-To Be Continue-

“ Kelanjutannya part depan. Mianhae kalo kurang dapet feel. Author kurang konsen. Buat para reader, minta coment dong chingu… ^^ … makasih juga yang udah baca.”

16 Tanggapan to “Valentine’s Day (Part 4)”

  1. Be Shine Februari 18, 2011 pada 3:19 pm #

    ceileh, udah ciuman berapa kali aja tuh si Yoora ama Jjong ?
    ckckc..
    apa sih yang ada dipikirannya Jonghyun ==a
    nyebelin banget jadi orang..

    apaan , author ngidam ayam ya ?? Haha , minta beliin Onew😄

    nice one . lanjutin n slesain sebelum MARET XDD

  2. mcsdfanfiction Februari 20, 2011 pada 1:31 pm #

    Author bikinnya pas lg laper bgt ni. . . .dan keinget onew oppa yg tiap pagi bkin ayam g0reng buat sarapan(*plak!digampar eunhyuk!) makasih dah resp0n eonni.
    Nde,arras0.

  3. soohaeyun Februari 28, 2011 pada 9:10 am #

    ommo…
    yoora enak bgt dicium ma jjong mpe berapa kaail gto*ngarep mode on
    knpa jjong bgto ngejar”yoora pdhal sebelumnya kesel bgt ma yoora gara” ditodong beli bunga ma yoora????
    hehehehhehe

    lanjoot chingu jangan lama-lama yoo

  4. mcsdfanfiction Februari 28, 2011 pada 9:28 am #

    Krn di sini jjong critanya PB chingu.
    Ne. . . .g0mawo dah coment.🙂

  5. kha zena Maret 1, 2011 pada 3:53 pm #

    pleaseeeeee, updatee lagi lagi lagi! penasaran ama yoora-ssi. emm, buat saran, mending nama tokoh cewe nya tuh : “kamu” maksudnya yang jadi cewe nya itu si pembaca, jadi kan tambah seruuuuu, trus bikin FF tntang beast yaaaa,🙂

    • mcsdfanfiction Maret 2, 2011 pada 1:49 am #

      ok.;… tapi ini requestan… jadi, si “yang req” nggak ngebolehin, dan wajib pake namanya…. kalo yang YOU, itu silahkan buka ff yang ORDER….
      ok… author lagi bikin… tunggu aja…

      • kha zena Maret 4, 2011 pada 11:08 am #

        okeeeee, aku tunggu apdate an valentine’s day nyaaaa😄

      • mcsdfanfiction Maret 4, 2011 pada 12:19 pm #

        ne… gomawo dah kunjung. ^^

  6. Lia Maret 5, 2011 pada 11:18 pm #

    waduh aku krg dpt feel nya nih…

  7. young0896 Maret 20, 2011 pada 8:53 am #

    lanjut donk onnie.. ak pnsaran kie wkwk..

  8. mcsdfanfiction Maret 20, 2011 pada 11:23 am #

    Ne. . . . .yg part 5 gw share lwt sms d0l0 ya. . . .

  9. Rhi_jongie April 1, 2011 pada 1:39 pm #

    Sirik sma yoora –_–

  10. Lynn Ryashkie Juli 28, 2011 pada 9:39 am #

    Wuissss
    bagus chingu ceritanya

  11. Lynn Ryashkie Agustus 6, 2011 pada 3:35 pm #

    Chingu lanjutin dnk ceritanya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: