Valentine’s Day (Part 3)

15 Feb

Title :: Valentine’s Day (Part 3)
Author :: Han Hyo Hee
Genre :: NC-17
Cast main :: Lee Yoora, Son Dong-woon, Kim Jonghyun
Disclaimer :: Don’t be a PLAGIATOR!!

“ Aku tak mau lagi dekat-dekat denganmu!” ucap Yoora saat Dong-woon menyamai langkahnya. “Ini semua salahmu!” Yoora terus menyalahkan Dong-woon. “ Kau hanya mengerjaiku kan?! Bilangnya mau beli bunga, tapi malah membuatku malu saja. Pergi sana!! Aku malas melihatmu!” gerutu Yoora marah-marah.
Perkataan Yoora itu membuat Dong-woon kaget, langkahnya terhenti begitu saja. Sedangkan Yoora masih melanjutkan langkahnya dengan perasaan kesal bercampur aduk di benaknya.
Sesaat Dong-woon hanya menatap Yoora pergi meninggalkan dia yang tertegun sendirian. Setelah memastikan jarak Yoora dan dia sudah jauh, Dong-woon mengendap-endap mengikutinya dari belakang. Hingga akhirnya langkah Dong-woon berhenti di sebuah toko bunga yang Yoora masuki tadi. Ia merjingkat-jingkat mengintip dari jendela toko. Dilihatnya Yoora dan seorang yeoja di dalam.
“Aish! Bagaimana hari ini? Apakah sepi?” tanya Yoora pada adiknya.
“ Ne, Unnie! Beruntung ada beberapa yang terjual,” ucap adiknya lesu.
Yoora menghembuskan nafas panjang. “ Aku rasa, aku pabo sekali! Jual bunga valentine pada H-5,” gumam Yoora sedih. “ Besok Unnie akan berkeliling lebih lama lagi,” ucap Yoora sambil meletakkan bunga-bunga dagangannya di belakang kasir.
“ Andwae, Unnie! Jangan terlalu memaksakan diri, Unnie,” kata adik Yoora kwatir.
“ Aniyo! Unnie tidak apa-apa. Mau bagaimana lagi? Aku harus mengumpulkan uang yang banyak. Paling tidak, cukup untuk membayar biaya rumah sakit Umma yang semakin hari semakin menumpuk hutang kita pada rumah sakit.”
Adik Yoora hanya tertunduk lemah. Yoora pun menatapnya sedih. “ Hey! Sudah lah! Jangan dipikirkan! Kau sudah makan, Young-ah?” tanya Yoora ramah. Young-ah hanya menggeleng.
Yoora menatapnya iba. “ Aigo! Kasihan sekali dia,” batin Yoora sedih.
“ Nanti Unnie bawakan makanan. Tunggu ya! Unnie tidak lama,” kata Yoora lalu berlari keluar toko meninggalkan Young-ah sendirian.
“ Ne Unnie!” teriak Young-ah.
Melihat Yoora yang berlari keluar toko, Dong-woon terkesiap. Ia bersembunyi di balik pot-pot bunga yang besar-besar di depan toko bunga Yoora itu. Setelah memastikan bahwa Yoora sudah jauh, ia pun bangkit dan menatap toko itu lekat-lekat.
Yoora berlari ke halte bus terdekat. Ia pun menunggu bus dengan beberapa orang yang juga sedang menunggu.
“ Aigo! Malang benar nasibku? Kenapa Appa hanya mewariskan toko bunga. Coba kalau dia mewariskan aku mall, pasti aku tak akan susah seperti ini,” gerutu Yoora sendiri.
Akhirnya bus yang ditunggu-tunggu pun datang. Yoora hendak masuk ke dalam bus, tapi ia dikagetkan oleh seorang supir bus.
“ Aish! Kau lagi! Cepat duduk! Jangan bikin ulah!” bentak supir bus itu.
Omo! Ternyata supir bus itu adalah supir bus yang mengusir Yoora dan Dong-woon tadi siang.
“ Annyong!” kata Yoora canggung sambil menundukkan kepalanya.
Yoora pun duduk di baris depan di samping seorang namja yang sedang sibuk menatap keluar jendela. Merasa ada yang duduk di sampingnya, namja itu pun menoleh.
“ Cih, penjual bunga,” gumam namja itu mencaci.
“ Mianhae? Kau bilang apa barusan?” tanya Yoora yang tak sengaja mendengar perkataan namja tadi.
“ Aniyo!” ucap namja itu dan melemparmuka. Ia kembali menatap keluar jendela bus.
“ Dasar aneh!” gerutu Yoora tanpa suara. Mulutnya hanya komat-kamit (*plak!emangnya dukun?) memaki namja di sebelahnya sambil melirik tajam.
Melihat wajah namja itu, Yoora pun teringat akan seseorang.
“ Kau! Kau? Ka.. kau!” kata Yoora tergagap. Tangan kanannya menuding namja itu dan matanya melotot tak percaya.
“ Mwo?!” tanya namja itu acuh.
“ Aish! Hari ini hari tersialku. Bertemu dengan orang-orang menyedihkan seperti kau!”
“ Mwo! Bisa kau ulangi lagi? Ha?!” ucap namja itu mulai emosi. Tangan kanannya menjambak rambut Yoora yang tergerai panjang hingga sepinggang.
“ Kyaaaa!!” teriak Yoora membuat supir bus yang galak itu menoleh.
Mata garangnya melotot tajam. “ Hey! Kalau mau berkelahi jangan disini!!!” bentak supir bus itu marah-marah lagi.
Spontan namja itu langsung melepaskan jambakannya. Lalu kembali membuang muka. Yoora yang merasa kesakitan, mengelus-elus kepala dan rambutnya.
“ Lagi-lagi sial!” gerutu Yoora kesal.
Namja disamping Yoora hanya melirik sekilas dan tak memperdulikan.
Bus pun akhirnya berhenti di sebuah halte yang terletak di dekat rumah sakit tempat ibu Yoora di rawat. Yoora melirik kearah namja di sampingnya yang sedang tertidur saat hendak turun dari bus.
“ Kamsahamnida,” ucap Yoora sebelum turun dari bus sambil menunduk-nunduk.
“Ne!” teriak supir bus tak ramah.
Teriakan supir bus itu membuat namja yang tertidur di barisan depan terbangun. Ia gelagapan sesaat. Lalu memandang keluar jendela.
Dan saat bus akan berjalan.
“ Andwae!” teriak namja itu pada supir bus.
“ Waeyo?!” tanya supir bus malas.
“ Saya turun sini. Gomawo,” ucap namja itu lalu buru-buru turun dari bus.
“ Aish! Dasar anak tidak tau aturan!” gerutu supir bus kesal.
Namja itu buru-buru berlari ke rumah sakit. Bahkan, kemejanya yang keluar dari jinsnya dan rambutnya yang awut-awutan tak ia perdulikan. Seakan ia dikejar waktu dan tuntutan (*plak!tuntutan apa coba?jaksa?!).
Namja itu terus berlari, saking tak terkontrolnya ia menabrak seorang yeoja yang tadi sebangku dengannya di bus.
“ Aish! Hati-hati pabo!” umpat Yoora setelah ditabrak lari (*?? Emangnya mobil?) oleh namja yang menurutnya amat menyebalkan.
Namja itu terus dan terus berlari, tak peduli walaupun ia diteriaki Yoora. Tanpa di sadari saat menabrak Yoora dompet namja itu terjatuh.
“ Wa!!! Apa ini?” gumam Yoora memungut dompet kulit hitam di dekat kakinya.
Dibukanya dompet itu, ada foto seorang yeoja. Yoora hendak mengambil foto itu, tapi ia kaget setengah mati ternyata foto itu tak hanya 1 lembar. Ada 5 lembar foto seukuran serupa yang tertumpuk di sana. Dilihatnya foto itu satu-satu.
“ Kya!! Apa-apaan ini?!” pekik Yoora tak percaya. “ Hahahaha… ternyata namja itu playboy tingkat akut!” kata Yoora tergelak tawa.
Setelah puas melihat 5 lembar foto yang berisi yoeja yang berbeda-beda, Yoora menggeledah dompet itu. Ia ambil SIM dan KTPnya. Ia perhatikan dengan seksama.
“ Kim Jonghyun?! Jadi itu namanya! Hahahaha… dia tampak culun disini. Beda sekali wajahnya disini dengan perilakunya yang amat buruk itu.”
Setelah puas melihat tanda pengenalnya, Yoora kembali menggeledah dompet kulit milik Kim Jonghyun. Dilihatnya isi uang yang ada di dompet.
“ Mengenaskan sekali. Punya yeojachingu banyak, tapi dompetnya sekarat rupanya. Pantas saja, di taksi dia tampak kesal tadi. Hihihi,” kata Yoora terkikik sendiri.
“ Umma? Young-ah? Aish! Pabo!! Gara-gara namja buaya itu, aku melupakan mereka,” kata Yoora memukuli kepalanya sendiri.
Yoora pun kembali berjalan menuju ke rumah sakit dengan langkah cepat.
“ Umma? Bagaimana keadaanmu?!” tanya Yoora kwatir.
“ Gwencana. Dimana Young-ah?” tanya Umma Yoora.
“ Dia jaga toko. Umma sudah makan? Sudah minum obat?” kata Yoora perhatian pada Ummanya. Ummanya hanya membalas anggukan. Dan butir-butir air mata pun mengalir dari mata Umma Yoora.
“ Umma? Waeyo? Jangan bersedih, Umma. Ada apa?”
“ Ani, Yoora. Umma hanya sedih, kini kau dan Yoora yang harus banting tulang sejak Umma masuk rumah sakit. Umma ingin sekali keluar dari sini, dan menjaga kalian. Umma merasa bersalah. Hiks,” kata Umma Yoora sesenggukan.
“ Ani, Umma! Yoora hanya membantu Umma dengan membantu mencari uang. Young-ah juga tidak membanting tulang, dia hanya turut membantu juga. Kita semua sayang Umma. Umma jangan sedih, ya. Kita tak apa-apa. Sungguh. Kami masih punya tabungan kog,” kata Yoora meyakinkan Ummanya.
Seulas senyum pun mulai terkembang di bibir Umma Yoora. Di balas dengan senyum dan pelukan hangat dari Yoora. (so sweet ga,chinngu? Kalo ngga so sweet, ya sudah lupakan. *plak!).
“ Annyong… Nyonya Han Eun Hwa saatnya diperiksa,” pekik suster yang tiba-tiba mengetuk pintu. Lalu membukanya dan tersenyum ramah.
“ Ne,” jawab Umma Yoora seraya melepaskan pelukan dari Yoora.
Seorang dokter dengan jas putihnya datang dengan jalannya yang dibuat sewibawa mungkin (author maksa nih. Hehe.. ).
“Ka-ka,kau!!!!” pekik Yoora terbata melihat sosok dokter yang masuk ke ruangan tempat Ummanya dirawat.

“ Siapakah dokter yang masuk keruangan tempat Umma Yoora dirawat? Author rasa para reader bisa nebak. Dan gimanakah nasip Young-ah yang menjaga toko sambil kelaparan? Juga bagaimana dengan nasib dompet Kim Jonghyun? Tunggu part selanjutnya ya, chingu!!! Author minta comentnya, ya. Buat silent reader, ya sudah lah. Author maklum karena cerita yang author pabo bikin ini nggak bagus atau mungkin kalah saing banget sama ff-ff diluar sono. Pokoknya makasih banget udah berkunjung dan mau baca, chingu! ^^ gomapta.. “

2 Tanggapan to “Valentine’s Day (Part 3)”

  1. Lia Maret 3, 2011 pada 1:47 pm #

    ayo lanjut2, penasaran aku

  2. dbskoneaktf Maret 4, 2011 pada 8:35 am #

    mian ya tp aq bacanya keganggu sama author note-nya sama jarak tulisannya juga….ceritanya sih cukup menarik
    sekian kritik dr-ku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: